Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Yesus adalah Tuhan)

Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Yesus adalah Tuhan)

Judul; Yesus adalah Tuhan

Ini adalah tulisan ke 5, tentang merenungkan Kristus setiap hari. Saya tidak setiap hari menulisnya tetapi saya memastikan terus menerus bahwa saya merenungkan Yesus setiap hari. Kali ini bersama-sama kita merenungkan Yesus sebagai Tuhan.

Kata lain di dalam lain Alkitab, untuk terjemahan Tuhan untuk Yesus adalah Tuan, bos, yang berkuasa atau bisa juga kita mengerti bahwa Ia adalah Sang pemilik budak. Yesus adalah Tuhan, membawa kita pada pengertian bahwa kita harus taat kepada-Nya, harus mengikuti apa saja yang Ia inginkan. 

Jadi bukan orang yang, memanggil-manggil Yesus Tuhan, Tuhan yang akan hidup bersama-sama dengan Dia. Melainkan mereka yang hidup berdasarkan kehendak Bapa, melakukan kehendak Bapa. Dan kehendak Allah Bapa agar kita taat kepada Yesus, ketaatan ini merupakan buah dari keselamatan yang telah dikaruniakan melalui Yesus Kristus.

Ketaatan kepada Yesus, bukanlah ketaatan tanpa keindahan, bukanlah ketaatan yang menekan dan memberikan paksaan kepada yang taat. Sebab Yesus sendiri mengaku bahwa Ia adalah Tuan yang lemah lembut, Ia suka mengajar dan mendidik dengan kasih yang memuaskan dan lemah lembut kepada mereka yang datang. 

Baca Juga: Renungan Kristen, Yesus hakim yang membebaskan

Setiap budak yang datang kepada-Nya dengan beban berat, tidak akan pernah Ia mengabaikan orang tersebut, tidak akan pernah Ia membuang orang tersebut. Ia akan memberikan kepuasan dan belajarlah pada Tuan Yesus dan taatlah pada-Nya.

Merenungkan Yesus sebagai Tuhan, bukanlah perenungan yang melihat Yesus seperti tuan yang ada di dunia. Yesus adalah Tuhan yang berbeda, Ia layak menerima ketaatan penuh atas kehidupan anda dan saya. Dia adalah pencipta kita, kita akan masuk ke bagian terdalam dari Pribadi Yesus untuk semakin bergairah taat kepada-Nya.

Injil ayo, renungkanlah Injil

Ajaran populer, memberitahukan kepada anda dan saya, bahwa kita harus melakukan banyak hal, taat kepada tua kita dan hukum moral lainnya. Sehingga dengan demikian kita berkenan kepada Tuhan, kita dapat menerima apa yang kita inginkan dari Tuhan, ketika kita taat dan melakukan seperti yang diperintahkan. 

Sistem seperti inilah yang pada akhirnya melahirkan orang-orang beragama yang angkuh, hidup bagi diri sendiri dan kalau pun ia menolong orang lain, itu semua dengan tujuan ia menginjak kepala orang lemah dengan cara memberi sedikit agar mendapatkan yang lebih banyak dari Tuhan. Kita diajarkan untuk taat agar mendapatkan sesuatu.

Perjuangan manusia untuk berkenan kepada Tuhan, merupakan buah dari dosa yang telah mandarah daging di dalam diri manusia. Sebab semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tetapi karena kasih karunia, dibenarkan dengan cuma-cuma oleh karena kematian Yesus Kristus. dan inilah Injil.

Injil memberitahukan kepada kita, bahwa kita diterima bukan karena apa yang dapat kita lakukan atau kerjakan. Sebab semua pekerjaan kita adalah pekerjaan dalam dosa, kematian kekal dan selalu berkecenderungan untuk melawan Allah. 

Hanya ketika kehidupan kita percaya kepada Yesus, kita berserah kepada Dia, kita mengerti Injil bahwa kita diterima pada saat kita tidak dapat melakukan apa-apa yang baik bagi Tuhan. Kita lemah, kita pendosa yang layak binasa, kita berdosa karena natur kita di dalam Adam.

Kita bertobat dari segala dosa, kita menyesali dosa, kita meminta ampun kepada Tuhan, maka Ia setia dan adil akan mengampuni kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan dan dosa-dosa kita. Saudaraku keadilan Allah telah ditimpakan kepada Yesus, ketika di atas kayu salib, Yesus yang telah menjadi dosa. 

Memberikan diri-Nya benar-benar menerima semua hukuman, kesakitan yang terus menyerap ke dalam seluruh tubuhnya. Kematian yang terjadi atas Yesus, tidaklah kematian yang mudah. Punggung yang tergesek kayu salib yang tidak halus. Punggung yang sudah hancur, seperti bubur bahkan tidak berbentuk lagi. Semua ini karena dosa-dosa kita, kita yang berdosa, kepada Yesus sebab Allah itu adil. Ia timpakan semua keadilan-Nya kepada Sang Penebus.

Marilah taat kepada Yesus! Inilah sukacita

Kita telah merenungkan Injil, sekarang kita harus mengerti bahwa ketaatan kepada Yesus adalah kesukaan besar yang terjadi di dalam diri. Ketika kita telah diselamatkan dari dosa, Dia menjadi Tuhan atas kehidupan kita dan kita bersukacita untuk itu.

Melakukan yang baik, bekerja dengan baik, mematikan kemalasan, hidup bersosial dengan sesama. Kehidupan kita dipenuhi kasih, ini adalah kasih Yesus yang mengalir dari kayu salib, kepada kita sehingga kita dapat mengasihi sesama kita.

Yesus adalah Tuhan atas hidup kita, artinya ketika kita benar-benar menyerahkan diri kita menjadi hamba Kristus. Melakukan kehendak-Nya merupakan sukacita, tidak ada lagi paksaan. Sebab ketika kita merenungkan salib, setiap hari merayakan keselamatan yang dianugerahkan kepada kita, kebenaran dan kekudusan yang menjadikan kita anak Allah, ini adalah pemberian yang sangat berharga, yang tidak dapat kita beli. 

Baca Juga: Renungan Kristen, berseru dan dibebaskan

Hanya kasih karunia, kita yang mati dalam dosa dibangkitkan, kita yang diperbudak oleh dosa kini dibebaskan untuk menyembah Allah, menikmati kemuliaan Allah di dalam Kristus, kita memberitakan Dia dengan penuh keberanian, semangat, sukacita, kasih, dan hidup yang terus diperbaharui setiap hari.

Bacalah Alkitab anda, berdoalah. Nikmatilah Yesus, Dia Tuan yang lemah lembut, rendah hati dan senang jika anda belajar kepada Dia. Dia yang berkuasa itu, pemilik hidup orang-orang percaya, para murid yang terus berjuang hidup kudus, karena telah dikuduskan. Amin.

Bacaan Alkitab; Matius 7:22, Matius 11:28, Yohanes 36:16, Roma 3:23, 2Korintus 4:5, Markus 1:14-15, Efesus 2:4-9, Mazmur 1:1-3, 1Yohanes 1:9.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Yesus adalah Tuhan)"