Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Seruan yang Didengarkan dan Dibebaskan)

Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Seruan yang Didengarkan dan Dibebaskan)

Judul; Seruan yang Didengarkan dan Dibebaskan

Ketika saya memulai semuanya, yang saya maksud merenungkan Kristus setiap hari. Ini adalah perenungan ke empat. Meskipun tidak setiap hari yang menulis perenungan saya tentang kehidupan Kristus dan apa yang Ia kerjakan, tentang Pribadi-Nya yang tidak bisa ditebak.

Saya sangat sadar, bahwa tulisan saya, tidak mampu melukiskan keindahan Kristus, imajinasi saya sangat terbatas untuk dapat menangkap kemuliaan yang sangat luar biasa indah. Saya sadar, saya adalah pendosa yang terus berjuang dalam keterbatasan untuk merenungkan Dia yang di luar jangkauan saya.

Tetapi, Alkitab lebih dari cukup untuk memperkenalkan siapa Kristus, ketika merenungkan Kristus melalui Alkitab, setiap cerita, setiap kejadian yang ada, setiap kerusakkan dan kebobrokan tokoh Alkitab dan mereka yang dibebaskan dari pebudakan atau penjajahan akibat dosa mereka. Saya dapat melihat kasih setia TUHAN. Inilah yang terus memberikan kesegaran bagi jiwa saya di hari-hari yang tidak menentu seperti saat ini.

Dosa hanya menghasilkan penderitaan yang sia-sia, ia memberikan kepada kita kejayaan palsu yang sia-sia dan membawa kita pada kematian kekal yang terpisah dari kemuliaan Allah. Tidak ada sukacita, tidak ada kehidupan yang indah, tidak ada kesenangan sejati dalam hidup yang diperbudak oleh berhala. Yang ada hanya kesedihan yang mendalam, penderitaan tanpa sukacita dan rasa frustasi yang terus-menerus terjadi bagi manusia. Kosong, tidak terisi tanpa tujuan yang jelas, tidak mencapai tujuan kehidupan.

Hati yang diobrak abrik

Kita diciptakan untuk kemuliaan Allah, kita diciptakan untuk taat kepada TUHAN, kita diciptakan untuk dapat puas dan senang. Ketika kita taat kepada perintah Tuhan yang menciptakan kita, bukan tuhan yang diciptakan kita yang dapat kita atur.

Hanya ketika Yesus di dalam kita, kasih karunia-Nya, Injil yang berkuasa benar-benar masuk ke dalam hati sanubari kita. Mengobrak-abrik kamar kehidupan dunia kita dan membakar setiap buku doktrin yang diberikan setan kepada kita sejak kecil. 

Merusak hikmat palsu yang diberikan dunia kepada kita, merobohkan kebenaran diri dan membuat hati kita berteriak kesakitan karena Injil yang adalah padang tajam menebas setiap tembok pertahanan dosa kita. Maka kita benar-benar diubahkan dari dalam untuk hidup baru bagi Kristus da bertobat setiap hari. 

Saudaraku, berdoalah, berserulah agar anda dapat benar-benar mengerti Injil, dan melihat diri anda yang celaka dalam segala dosa dan bertobat. Benar-benar bertobat, karena pertolongan Tuhan yang mengeluarkan anda dari penderitaan hidup, seringkali membuat anda dan saya buta kalau kita ini pendosa yang layak binasa. Kita perlu bertobat.

Baca Juga: Menyikapi perasaan yang sedang jatuh cinta

Gambaran yang jelas, ditunjukkan oleh Kitab Hakim-hakim, tentang kedurhakaan manusia terhadap Tuhan, kebodohan yang terus melekat pada mereka. Kehidupan yang menyembah berhala dan berharap pada berhala yang mati dan tidak bernapas. Hingga akhirnya orang Israel sadar dan berseru kepada Tuhan, meminta pertolongan kepada Dia.

Betapa malangnya kehidupan kita tanpa Kristus, kekayaan anda, apa yang anda harapkan selain Kristus yang setia dan berkuasa. Merupakan harapan yang rapuh, fana dan menyedihkan. Jika anda berharap pada kesehatan jasmani, pada waktunya anda akan sakit dan tua. Ini adalah realita. Jika adan berharap pada jabatan, pada waktunya anda tidak akan memilikinya jabatan lagi. 

Silahkan anda pikirkan yang anda harapkan di dunia, betapa semua itu fana dan tidak bergana. Ketika anda di luar Yesus, ketika saya di luar Yesus, ketika bukan Yesus yang saya renungkan. Maka sia-sialah Kekristenan saya.

Bagaimana melihat Kristus di tengah realita yang menyedihan ini?

Mari kita benar-benar merenungkan Kristus, Injil yang menyelamatkan. Injil kekuatan Allah yang menghidupkan sih mati pendosa binasa. Menjadi milik Allah dan hidup bagi Allah dan hari ini ia dapat berbagi untuk bersama-sama merenungkan Injil Yesus Kristus. Sih mati ini adalah saya.

Yesus yang mendengarkan seruan, adalah Dia yang telah menebus kita dari dosa. Demikianlah, siapa yang dapat melawan kita dan memisahkan kita dari kasih Yesus. Tidak akan pernah ada, walau penderitaan sekali pun. Dia yang telah membebaskan kita dari kutuk hukuman dosa, Dia yang sampai hari ini menjadi jaminan bahwa jiwa kita aman di dalam tangan belaskasihan-Nya. Saudaraku berserahlah kepada-Nya.

Di atas kayu salib, semua dosa kita ditimpakan kepada Yesus, Ia yang berseru kepada Allah Bapa, karena ditinggalkan. Sebab dosa yang busuk, kotor najis telah ditimpakan ke dalam tubuh Tuhan kita yang kudus. Dia ditinggalkan karena dosa kita, agar kita yang pendosa hari ini ketika bertobat, tidak pernah ditinggalkan.

Seruan akan pertobatan sejati, karena beratnya kesalahan yang menekan jiwa dan hati nurani. Kita berseru memohon pertolongan Kristus, kita memohon ampun dan terus ingin meninggalkan sisa-sisa dosa dalam diri.

Baca Juga: Pengharapan di dalam Kristus

Di dalam Yesus, kita lebih dari orang menang, sebab Dia yang disalibkan adalah kemenangan mutlak atas maut. Sebab itu, kita di dalam Yesus juga menang, hidup dalam kemenangan yang terus terjadi. Bukan karena keberhasilan kita, tetapi karena keberhasilan Yesus.

Ketika berserah kepada Yesus, kita percaya, bahwa kita benar-benar aman di dalam Dia, oleh karena curahan darah-Nya kita benar-benar dikuduskan. Kehidupan-Nya yang berhasil dalam pelayanan, memuridkan dan menjadi berkat. Ditimpakan kepada kita, kita diundang dalam proses untuk setiap hari semakin serupa dengan Kristus. Amin. 

Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 10:6-18 dan Roma 8:31-39.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Seruan yang Didengarkan dan Dibebaskan)"