Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Dia Tetap Diam)

Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Dia Tetap Diam)

Judul; Dia Tetap Diam

Belajar untuk bersabar, sehingga Allah saja yang bekerja di dalam diri, Ia tahu apa yang benar-benar berguna bagi kehidupan dan apa yang tidak berguna. Maka penyerahan diri kepada Kristus, merupakan kehidupan yang melihat hikmat Kristus dengan sabar dan mematikan hikmat diri sendiri yang seringkali sesat dan membawa pada penderitaan yang sia-sia. ~ Saya Sendiri

Hari ini, saya membawa anda untuk merenungkan Kristus, Dia yang tetap diam ketika diadili secara tidak adil. Dia yang tetap taat kepada Allah Bapa. Meskipun apa yang terjadi atas diri-Nya merupakan penderitaan yang mengerikan. Dia yang tetap Diam meskipun diludahi ini sangat memalukan. 

Tahukah anda, bahwa kitalah yang telah meludahi Kristus, kitalah yang telah menyalibkan Dia, kitalah yang membuat Dia terdiam dan menerima hukuman dosa dan pada akhirnya puncak dari penderitaan Yesus, adalah ditinggalkan oleh Allah Bapa. Ini adalah neraka yang menimpa Yesus.

Saya merenungkan Yesus yang diam disiksa, dianiaya, diberikan semua pukulan seolah-olah Dialah penjahat itu. Bukannya menagisi Yesus, sebab Yesus sendiri tidak ingin ditangisi karena penderitaan yang Ia terima. Yesus dalam penderitaan-Nya, menegus Wanita-wanita yang menangisi penderitaan-Nya. Tangisilah diri anda yang berdosa.

Ini membuat saya tertegun dan memikirkan tentang diri saya sendiri yang binasa. Merenungkan Yesus yang diam bukan sekedar akan membawa saya pada perenungan untuk meneladani Dia untuk tetap Diam dalam penderitaan. Meskinpun tidak bersalah tidak perlu membela diri. Ini benar, tetapi terlalu sedikit menurut saya.

Baca Juga: Renungan Yohanes 4:9

Saya membawa diri saya merenungkan Kristus yang diam ketika dianiaya dengan cara pandang Injil yang sangat kaya. Ini merupakan realita dari diri saya yang terdiam dalam kematian dosa, saya tidak berdaya. Saya diperbudak dan seringkali dosa itu mendakwa saya dan saya benar-benar diam dan tidak dapat berbuat apa-apa selain terdiam dan menyalahkan diri saya bahwa saya pendosa.

Hanya ketika Allah saja yang menghidupkan saya dari dosa dan hidup bagi Dia, maka sekarang saya dapat merenungkan Kristus. Ini sangat indah, kebenaran yang benar-benar menguatkan.

Memang diamnya Yesus bukan karena Ia berdosa, bukan pula karena diri-Nya tidak berdaya. Yesus bisa saja melawan setiap dakwaan sih jahat terhadap diri-Nya. 

Tetapi Dia diam untuk bersama-sama saya saat ini, Ia merasakan bagaimana penghakiman yang tidak adil itu membinasakan jiwa manusia, bagaimana dosa membawa pada lembah kematian yang di sana hanya ada tulang-tulang kering yang tidak berguna selain dibakar dan menjadi abu.

Betapa dosa telah menjalar kepada semua orang, termasuk saya, semua manusia menyukai yang jahat dan melakukan yang jahat. Kecenderungan hati manusia selalu mengarah pada kejahatan yang lebih banyak lagi, lebih dalam lagi dan lebih mematikan lagi. Di mana semua ini merugikan diri sendiri, masuk dalam penderitaan dunia yang benar-benar sia-sia. 

Saya telah merenungkan dosa, sekarang kembali pada Yesus yang sedang diam, walau pun Ia diludahi, diejek, didakwa bersalah, bahkan dianggap seperti binatang. Semua orang menggelengkan kepala terhadap Dia, Yesus seketika menjadi manusia paling jahat di muka bumi. 

Padahal ketika membaca kita Injil, Yesus baru saja begitu banyak pengikut, semua orang menginginkan Dia menjadi raja. 

Tetapi sekarang Ia menjadi sangat hina, dicampakkan ke dalam maut, penderitaan salib yang memalukan dan mengerikan. Orang-orang Yahudi mendakwa Dia bersalah, orang-orang non Yahudi mencambuk Dia dengan penuh semangat. Darah Yesus mengalir deras, tubunya benar-benar remuk dan tidak berbentuk.

Yesus tetap Diam dan tidak membela diri, Ia tahu bahwa kita yang berdosa benar-benar diam tidak berdaya. Ia menggantikan kita, menerima semua hukuman dosa. Maka Ia yang penuh dengan belas kasih, cinta kepada manusia dan berdasarkan kasih karunia yang melimpah merelakan diri-Nya menerima dosa dan hukuman dosa kita. Jadi siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa. 

Ketika merenungkan realita dari diamnya Yesus, ini memperlihatkan diri saya yang keji, bobrok, tidak layak untuk menerima semua kasih karunia yang begitu besar dari Kristus. Bukan uang, emas dan perak yang Ia berikan. Tetapi diri-Nya untuk saya. Untuk kita orang yang percaya kepada-Nya.

Merenungkan Yesus, yang telah menjadi dosa, merupakan kegembiraan bagi jiwa. Di mana hati saya dapat berkobar-kobar dan benar-benar bersukacita. Maka dari itu, saya mengundang anda untuk merenungkan Kristus, apa yang dapat anda renungkan dari Kristus. 

Baca Juga: Memiliki kehidupan yang berpenyerahan total

Sangat banyak, anda akan mendapatkan kekayaan rohani yang melimpah. Ketika hanya Kristus saja yang ada di dalam hati dan pikiran anda.

Yesus telah bersama kita, ketika kita didakwa oleh dosa, tetapi Dia sendiri mengampuni kita, ketika kita berseru dan menangisi diri karena dosa yang nyata dalam diri. Kita bertobat dan terus berlari kea rah salib untuk mati, disalibkan bersama Yesus dan dibangkitkan bersama Dia, segala kemuliaan hanya bagi TUHAN. Amin.

Bacaan Alkitab; (Matius 27:12, Yohanes 3:19, Yeheszkiel 27:2, Yesaya 52 dan 53, Yosua 1:8, Mazmur 77:13).

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Kristen; Merenungkan Kristus Hari Ini (Dia Tetap Diam)"