Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adakah Kesalehan Hidup Untuk Semakin Menginginkan TUHAN Setelah Mendapatkan Mujizat Kesembuhan Jasmani?

Adakah Kesalehan Hidup Untuk Semakin Menginginkan TUHAN Setelah Mendapatkan Mujizat Kesembuhan Jasmani

Adakah Kesalehan Hidup Untuk Semakin Menginginkan TUHAN Setelah Mendapatkan Mujizat Kesembuhan Jasmani?

Jawaban saya, TIDAK (ini berdasarkan pengalaman saya jadi bukanlah mutlak kebenaran). Saya dua kali mendapatkan mujizat. Pertama saya sudah mati namun dihidupkan kembali. Kedua saya diselamatkan dari kematian. Semua itu tidak membuat saya benar-benar menginginkan TUHAN.

Injil Kekuatan Allah yang murnilah yang membuat saya benar-benar menginginkan Kristus, Kematian-Nya yang berkuasa dan salib-Nya yang di mana dosa saya ditanggung oleh-Nya dan saya diampuni ketika bertobat. Terpujilah TUHAN yang telah membukakan kebenaran ini.

Bagi saya, melihat dosa-dosa melalui Injil, bertobat oleh karena berita salib dan watak yang terus diubahkan semakin serupa dengan Kristus. Walaupun harus sakit dan harus mati beberapa saat kemudian karena penyakit. 

Inilah mujizat sejati, ketika waktu-waktu yang sangat singkat dan adanya sakit penyakit anda dan saya dapat berkata, "terpujilah Tuhan, yang memberikan diri-Nya untuk selalu menjadi milikku, membenarkan aku dan menguduskan aku, terpujilah Tuhan yang akan membinasakan dagingku dan aku akan bertemu Kristus sebentar lagi dan hidup dalam kemuliaan."

Sembuh tidak sembuhnya sakit penyakit tidaklah penting. Yang penting di sini, pertobatan sejati menjadi milik Yesus selamanya. 

Janganlah kita menjadikan kesembuhan jasmani tuhan atas diri, ini penyembahan berhala, bukan penyembahan pada TUHAN yang sejati.

Jika mujizat dapat menjadikan manusia semakin cinta TUHAN, maka orang Israel adalah bangsa yang paling cinta TUHAN, tetapi faktanya mereka tetaplah orang-orang yang tegar tengkuk bahkan penyembah berhala. 

Ketika seseorang memaksa Allah memberikan mujizat, untuk kesembuhan, untuk kehidupan yang lebih berkelimpahan dan lain-lain yang menyenangkan bagi pikiran dan perasaan. 

Baca Juga: Bertobat dari kalimat, "libatkan Tuhan maka akan diberkati."

Saya hanya mencurigai, orang tersebut sedang hidup dalam keinginan untuk tetap kekal dalam dunia fana saat ini dengan segala kecenderungan dosanya yang ia cintai. 

Orang yang demikian tidak pernah benar-benar menginginkan TUHAN, yang ia inginkan adalah dirinya sendiri dan segala keinginan fana yang menyedihkan. 

Mengumpulkan harapan untuk makanan ngenat dan karat. Ini sangat menyedihkan jika direnungkan kembali.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Adakah Kesalehan Hidup Untuk Semakin Menginginkan TUHAN Setelah Mendapatkan Mujizat Kesembuhan Jasmani?"