Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Yohanes 4:9 Status Yesus dan Kasih yang Besar dari-Nya

Renungan Yohanes 4:9 Status Yesus dan kasih yang besar dari-Nya

Ayat Alkitab Yohanes 4:9

Judul Renungan; Status Yesus dan Kasih yang Besar Dari-Nya

Yohanes 4:9 (TB) Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

Dia datang tidak untuk mengagumi sistem dunia, tidak datang untuk mengagumi aturan dunia, bahwa datang untuk menjadi satu-satunya yang akan selalu bertentangan dengan apa yang dunia sebut baik dan benar. Jika kita berpikir Yesus sama dengan apa yang kita pikirkan, maka kita akan selalu ada dalam kesesatan yang membawa kita pada kehidupan yang tidak sama seperti kasih yang Yesus dapat berikan kepada orang-orang yang dianggap hina oleh dunia.

Baca Juga: Renungan pengkhotbah 2:15-15

Demikianlah keselamatan yang Ia bawa, bagi semua orang, tidak perduli status orang tersebut, tidak peduli sebagaimana doa yang telah dilakukan orang tersebut. Tidak perduli sehina apa pun orang tersebut. Kasih karunia Kristus sangatlah besar. Itulah yang dapat kita pelajari dari pertemuan Yesus dengan Wanita Samaria.

Yesus adalah seorang Yahudi, orang Yahudi pada umumnya menganggap rendah seorang Samaria, karena mereka keturunan campuran dari bangsa lain. Orang Yahudi selalu menghindar ketika bertemu seorang Samaria, mereka tidak ingin memiliki hubungan dengan orang Samaria. 

Ketika Wanita yang sedang menimba air ke sumur, ia tentu terheran dengan seorang Yahudi yang satu ini, yang dengan sengaja meminta bantuan kepada dirinya yang bukan hanya seorang Samaria. Tetapi juga seorang berdosa, hal ini terungkap ketika percakapan dengan Yesus dimulai. 

Tetapi, yang menjadi fokus saya, saya mengajak Anda melihat kepada Yesus, Dia yang adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Dia yang telah memberikan kepada diri-Nya keterbatasan, Ia dapat merasa haus. Dan semua kelemahan ini Ia pakai untuk Injil dapat tersebar, bahwa Dialah Sang Injil itu sendiri. Mesias yang dinantikan orang-orang Samaria.

Baca Juga: Renungan Yohanes 21:21

Ketika merenungkan, bagaimana kasih karunia yang sejati, baiklah Anda dan saya sebagai orang percaya dengan rendah hati. Menjadi orang-orang Kristen yang penuh kasih karunia, selalu bermurah hati dan selalu memikirkan bagaimana membawa orang-orang yang ada di dekat kita, orang-orang yang Tuhan pertemukan dengan kita, baiklah mereka melihat Injil melalui cara hidup kita. Baiklah Injil itu terucap dari  mulut kita, bahwa Kristus adalah Air Kehidupan. Pencarian jiwa yang haus hanya dapat dipuasakan oleh Kristus.

Yesus menerima Wanita Samaria itu, karena Ia tahu untuk orang itulah nantinya diri-Nya disalibkan, untuk memberikan kehidupan baru dan makna yang baru. Yesus sangat mengerti bahwa ketika Ia menderita, ketika Ia dihina, ketika Ia mengalami kematian dan menjadi sangat tidak berguna bagi dunia. Maka semua itu untuk Wanita Samaria itu, bukan hanya Wanita itu, tetapi juga semua orang Samaria.

Ketika kita melihat, cerita selanjutnya. Wanita ini adalah pemberita Injil yang pertama di kotanya, Ia memberitakan Sang Mesias yang dinantikan, ia membawa kabar baik kepada bangsanya dan mereka dapat bersukacita ketika melihat Yesus.

Yohanes 4:39-42 (TB) Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dan dua hari lamanya. Dan lebih banyak lahi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: “kami percaya, tetapi bukan lahi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengat Dia dan kami tahum bahwa Dialah benar-benar juruselamat dunia.”

Demikianlah status duniawi kita, tidak menghalagi kita untuk memberitakan Injil, baiklah suku kita, budaya kita, tidak memandang rendah suku lain. Ketika Kristus benar-benar menjadi Tuhan kita, baiklah hati kita terus penuh kasih. Berdoalah untuk belajar mengasihi sama seperti Yesus mengasihi Anda yang juga pendosa yang layak binasa.

Baca Juga: Kumpulan renungan firman Tuhan 

Kristus yang menjadi pusat kehidupan, membawa hidup pada kepenuhan akan Dia, Roh Kudus yang ada di dalam hati. Memeritakan Injil, memuaskan hidup yang fana saat ini dengan Injil dan dalam duka dan penderitaan tetaplah Injil menjadi pusat kehidupan, yang menjadi gaya hidup dan diberitakan.

Tuhan, ajari kami untuk menjadi sama seperti-Mu, mengasihi orang-orang yang dilihat oleh dunia sebagai seseorang yang hina. Tolong kami agar kami sadar, bahwa sebenarnya kami juga hina dan layak binasa. Tetapi kasih kaurnia yang besar itu, itulah yang harus aku terus beritakan, bahwa Yesus adalah Injil itu sendiri. Dia yang telah disalibkan. Di dalam nama Yesus. Amin.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Renungan Yohanes 4:9 Status Yesus dan Kasih yang Besar dari-Nya"