Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Timotius 3:16 Begitu Agung Rahasia Ibadah Kita

  Renungan 1 Timotius 3:16 Begitu Agung Rahasia Ibadah Kita

1 Timotius 3:16 (TB) Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Inilah yang ingin diketahui para Nabi di Perjanjian Lama, di mana tidak ada lagi batasan antara Allah dan manusia. Di mana siapa saja dapat datang kepada Allah secara bebas, tanpa persembahan, tanpa darah yang harus dialirkan. Benar-benar bebas menikmati kehidupan Allah yang mulia dan penuh kasih setia. Tetapi mereka tidak menikmatinya selama mereka berada di dunia. Merekalah yang menerima janji itu dan mengabarkannya.

Masuk ke masa di mana Anda dan saya telah merasakan bagaimana Injil mempengaruhi sebagian besar kehidupan di dunia dan sejarah umat manusia. Kita dapat bersama-sama merenungkan betapa agung dan menakjubkannya Allah yang kita sembah dan di mana kita dapat datang kepada Dia tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Manusia yang tidak kudus, tidak akan dapat datang ke hadirat Allah yang kudus dan suci, orang-orang Perjanjian Lama, merasakan hal ini begitu nyata. Di mana mereka datang kepada Dia dengan takut dan gentar, oleh karena kesadaran akan dosa. Rahasia yang berabad-abad bahwa pada suatu saat nanti akan datang Dia yang mempersatukan Allah dan manusia secara sempurna. Ini adalah pengharapan yang indah bagi mereka, dan digenapi di dalam Kristus.

Namun, Injil salah dimengerti oleh orang-orang pilihan Allah (bangsa Israel), mereka kira Allah memilih mereka agar mereka hidup bagi kepenuhan ego yang memberikan makan kepada daging, keangkuhan hidup dan keinginan mata yang tidak pernah ada habisnya. Padahal mereka dipanggil untuk memiliki kehidupan yang kudus, suci dan beribadah kepada Allah dan memberitakan Dia kepada bangsa-bangsa.

Di mana pusat dari semua dosa orang israel adalah diri sendiri yang menyembah berhala dan tidak layak di hadapan Allah, mereka kira kasih karunia adalah kebebasan politik, kebebasan untuk mereka dapat hidup mewah dan menguasai kehidupan bangsa-bangsa lain. Sehingga dosa sangat-sangat tidak terlihat jelas. Kebebasan untuk mereka dapat menyembah Allah lain bersama bangsa lain.

Oleh karena kesalahan ini, oleh karena mereka tidak pernah mengerti apa maksud Tuhan dari karya keselamatan yang Ia berikan kepada bangsa Israel. Maka mereka dibuang, mereka dihancurkan dan sampai pada kedatangan Yesus, mereka masih ada di dalam pembuangan, secara politik mereka masih dijajah oleh bangsa Romawi. Ini adalah gambaran nyata dari diri Anda dan saya yang juga orang berdosa.

Tetapi terpujilah Allah kita, melalui Yesus Kristus Tuhan kita, kita dapat melihat satu titik kemuliaan yang memenuhkan jiwa, di mana Yesus yang disalibkan itu, Dia yang menderita selama hidup-Nya, Dia yang telah ditinggalkan oleh Allah dan para murid. Dia adalah kegenapan dari rahasia Allah.

Tentang Injil yang tersebar keseluruh dunia dan menjadi pusat dari ibadah yang sejati umat manusia. Di mana kita dapat memuliakan Allah dalam kepuasan yang berasal dari Dia dan bagi Dialah kehidupan kita. Yesus adalah rahasia ibdah kita, Yesus adalah keindahan ibadah kita, keagungan dan kebesaran yang tidak terhingga. 

Sampai-sampai tidak ada kata indah yang dapat mendefinisikan keindahan Kristus selain kekagumanan yang menderong hati dan pikiran melayani Dia dan bersukacita di dalam Dia. Yesus yang telah menjadi dosa, ditimpakan kepada-Nya semua hukuman dosa kita, Dia yang hidup benar ketika disalibkan dinyatakan tidak benar oleh manusia bahkan Allah Bapa yang meninggalkan Dia, karena Yesus menjadi dosa.

Saudaraku, Injil adalah pondasi yang kokoh dari ibadah kita, di mana setiap bagian dari kehidupan kita dipersembahkan kepada Dia, sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Allah. Oleh karena perkenanan yang telah diberikan Kristus kepada kita, oleh karena karunia yang ditimpakan kepada kita di dalam Yesus kita dapat melaksanakan ibadah yang sejati ini.

Yaitu kehidupan kita yang dipersembahkan kepada Dia, di mana ketika Anda dan saya bertobat dari dosa, kita dikuduskan oleh darah Yesus pada saat itulah semua kehidupan menjadi milik Yesus. Kita dikuduskan, untuk menjadikan kita baru, memiliki motivasi baru untuk hidup dan tujuan baru untuk bekerja dan berkarya.

Jika saya harus menulis, maka saya akan memberitakan Injil melalui tulisan. Jika saya harus bekerja di kantor, maka setiap teman saya akan menemukan Yesus di dalam diri saya yang telah diubahkan oleh Injil. 

Jika saya dipanggil sebagai petani, maka saya akan dengan jujur dan giat bekerja dan melakukan penelitian untuk mengasilkan hasil yang terbaik untuk dijual kepada masyarakat. Inilah ibadah kita, yaitu kehidupan kita yang dipanggil sesuai dengan rancangan Allah bagi kita.


Sekarang, yang harus menjadi perenungan yang terus menerus. Ketika Anda dan saya sadar bahwa ibadah kita adalah persekutuan dengan Yesus setiap hari. Apa yang menjadi panggilan Anda, untuk apa Anda ada di dunia ini dan apa yang harus Anda kerjakan. 

Sehingga melalui Anda Injil dapat disebarkan, orang-orang dapat mengenal Yesus dan memiliki persekutuan dengan Yesus, bagaimana Anda hidup secara praktis, bahwa keseharian saya adalah ibadah sejati kepada bersama Tuhan dan orang-orang disekitar saya.

Doa

Mampukan kami dalam keseharian untuk hidup beribadah kepada-Mu dan memberikan hidup kami sebagai persembahan yang kudus dan berkenan. Oleh karena kami telah dikuduskan oleh Yesus yang telah disalibkan dan bangkit dari kematian. Hanya inilah tujuan kami, yaitu mengagumi-Mu dan terpikat oleh keindahan Allah saja di dalam Kristus kami terus terpesona oleh Allah yang adil dan kasih secara sempurna mulia dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Di dalam naman Yesus. Amin.
Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan 1 Timotius 3:16 Begitu Agung Rahasia Ibadah Kita"