Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prinsip Dasar Dalam Menafsirkan Alkitab

Prinsip Dasar Menafsirkan Alkitab

Oleh Gilbert Pramana Saputra

Ada prinsip dasar yang perlu diutamakan dalam menafsir Firman Tuhan sebagai seorang penafsir yaitu seperti yang diucapkan St Athanasius "Seseorang tidak mungkin dapat memahami ajaran orang-orang kudus kecuali seseorang memiliki pikiran yang murni dan berusaha untuk meniru kehidupan mereka"

Belajar dari masa lalu. Di mana gereja banyak melakukan penyimpangan dalam menafsir sehingga melahirkan bidat baru dan membangkit semangat bidat terdahulu yang sudah dianathema gereja Allah, seperti dikatakan A. berkeley Michelsen "sejarah memperlihatkan bahwa prinsip prinsip yang salah telah merusak karya eksegesis dari orang hebat yang beberapa di antaranya adalah orang orang suci" -  Interpreting The Bible - hal 20

Maka dari itu, memakai prinsip teks dengan eksegesis gramatikal saja tidak cukup,kesenjangan semantik teks Alkitab dengan kita yang hidup diabad 20 sangatlah jauh. Maka dari itu, eksegesis teks dengan melihat setiap tradisi yang diturunkan Bapa Gereja yang sudah disah kan secara bulat dan universal dalam konsesus patrum juga sangatlah penting untuk mengerti setiap ayat Kitab Suci, karena mereka lah yang cukup dekat hidup dengan para penulis Alkitab.

Baca Juga: 

St Kiril menuliskan dalam Fifth Caterchetical Lecture "kita memasukkan seluruh pengajaran iman di dalam beberapa garis. Aku menginginkan kamu harus mengingatnya kata per kata dan akan mengingatnya diantara dirimu sendiri dengan semua dengan semangat.

Salah satu hal yang harus dipegang dan tidak boleh dilepaskan dalam menafsir Alkitab adalah melihat teks dengan prinsip anagogis dimana hal yang tidak kelihatan diterangkan dengan hal yang kelihatan yang bersifat Kristosentris. 

Refrensi

A. Berkeley Mickelsen. Interpreting The Bible.

Js Kiril. Fifth Caterchetical Lecture .

Ingrid Listiati. Empat Prinsip untuk menginterpretasikan Alkitab.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Prinsip Dasar Dalam Menafsirkan Alkitab"