Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bertobat Dari Kalimat; "Libatkan Tuhan Maka Anda Akan Diberkati."

 

Bertobat Dari Kalimat "Libatkan Tuhan Maka Anda Akan Diberkati."

Saya sangat merasa tidak nyaman dengan banyaknya postingan di media sosial, kacau dan tidak Alkitabiah. Meskipun terlihat sangat rohani. Dari orang-orang percaya yang mengaminkan segala konsep yang keluar dari mulut orang-orang yang terkenal mengatasnamakan hamba Tuhan, atas nama hamba Yesus. Tetapi mereka mengajarkan umat untuk tetap menjadi tuhan atas diri sendiri.

Saya lelah dengan penyesatan yang baik dan indah ini, saya lelah melihat manusia yang tidak ingin belajar firman dan tidak benar-benar datang pada Kristus untuk taat pada Kristus dan menyerahkan kemuliaan-Nya kepada Yesus dan bertobat. 

Kekristenan kita sekarang, mengaku percaya kepada Yesus agar masuk surga, mendapatkan banyak berkat fana di dunia tanpa pertobatan. Tanpa mengerti natur mereka yang cinta dunia dan dosa. Maka dari itu, artikel ini bertujuan untuk mengkritik satu kalimat sesat dari hamba sesat dan masih menjadi tuhan atas dirinya sendiri.

“"Libatkan Tuhan maka Anda akan diberkati."

Pertanyaan saya, ketika Anda berkata pada tahun 2022, tahun baru yang lalu dan akan datang. Anda akan melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan Anda atau rencana Anda untuk hidup lebih baik dan menikmati kemegahan dunia. Apakah Tuhan mau terlibat dalam rencana Anda? Saya dengan jujur menjawab TIDAK AKAN PERNAH. Lalu apa jawaban Anda? 

Mungkin Anda sekarang berkata pada saya, dari mana kamu tahu kamu sudah berbicara dengan Tuhan. Yaa, saya menjawab. Karena di Alkitab jelas manusialah yang harus terlibat dalam rancangan Tuhan karena Dia Tuhan dia pemilik kehidupan. Bukan Dia yang terlibat dalam rencana Anda dan saya yang fana dan yang hidup hari ini, besok bisa saja sudah mati. 

Tunjukkan satu tokoh Alkitab yang melibatkan Tuhan dalam rencananya dan berakhir baik-baik saja, saya yakin tidak ada. Dan saya akan tunjukkan tokoh-tokoh Alkitab yang masuk dan terlibat dalam rencana Allah. dan bagaimana mereka harus taat pada Allah saja dan kehidupan mereka menjadi milik Allah. Ini panggilan kita semua. 

Pertanyaan saya, apakah Abraham yang memanggil Allah untuk ikut dengannya?

Apakah Musa yang datang untuk memohon kepada Allah agar membebaskan bangsa Israel? 

Apakah para hakim di kitab Hakim-hakim yang datang pada Tuhan agar Tuhan terlibat dalam rencana mereka? 

JAWABANNYA TIDAK..... 

Apakah Kristus datang menjadi manusia untuk melibatkan Allah dalam rancangan-Nya. Atau Dia datang untuk melakukan dan terlibat dalam rancangan kekal Allah. 

Kekristenan kita terlalu jauh dan tersesat dengan terlihat sangat rohani dan sehat padahal berpenyakit dengan kata-kata yang baik dan indah "Libatkan Tuhan dalam segala rencana mu agar engkau diberkati." Ini salah, ini kacau ini tidak Alkitabiah. Maka baca Alkitab belajarlah Siapa? Yang melibatkan siapa? 

Baca Juga:

Penutupan dari kekesalan saya; marilah kita berdoa pada Allah yang memiliki dunia ini. "Tuhan libatkan aku dalam rancangan-Mu, yaitu menjadi pembawa Injil, mampukan aku untuk meninggalkan segala visi misi ku dan benar-benar masuk ke dalam visi-Mu sehingga nama-Mu saja dimuliakan dan Kristus dikenal Roh Kudus memampukan aku. 

Amsal 3:5-6 (TB)  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Matius 16:24 (TB)  Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Bertobat Dari Kalimat; "Libatkan Tuhan Maka Anda Akan Diberkati.""