Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Saat Teduh Kristen Charles H. Spurgeon 21 Januari

Di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya, mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. Wahyu 3:4

Kita dapat memahami hal ini mengacu kepada pembenaran. ”Mereka akan berjalan dalam pakaian putih”, yaitu, mereka akan menikmati pengertian yang terus-menerus bahwa mereka sudah dibenarkan melalui iman; mereka akan mengerti bahwa kebenaran Kristus diperhitungkan sehingga mereka semua telah dibasuh dan dijadikan lebih putih daripada salju yang baru jatuh.

Sekali lagi, ini mengacu kepada sukacita dan kegembiraan: karena pakaian putih adalah pakaian hari raya bagi orang Yahudi. 

Mereka yang belum mencemarkan pakaiannya akan memiliki wajah yang selalu berseri, mereka akan mengerti apa yang Salomo maksudkan lewat perkataannya, “Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang. 

Biarlah selalu putih pakaianmu, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.” (Pengkhotbah 9:7) 

Ia yang diterima Allah akan mengenakan pakaian putih sukacita dan kegembiraan, ketika ia berjalan dalam persekutuan yang manis dengan Tuhan Yesus. 

Mengapa terdapat banyak keraguan, banyak penderitaan, dan ratapan? Karena banyak sekali orang percaya yang mengotori pakaian mereka dengan dosa dan kesalahan, karena itu mereka kehilangan sukacita keselamatan mereka, dan persekutuan yang nyaman dengan Tuhan Yesus, dari bawah sini mereka tidak berjalan dalam pakaian putih.

Janji ini juga mengacu kepada berjalan dalam pakaian putih di hadapan tahkta Tuhan. Mereka yang tidak mencemarkan pakaiannya di sini pasti akan berjalan dalam pakaian putih di sana, di mana sejumlah besar yang berpakaian putih menyanyikan haleluya terus menerus kepada yang Maha Tinggi. 

Mereka akan beroleh sukacita yang tidak terbayangkan, kegembiraan yang melampaui mimpi, kebahagiaan yang imajinasipun tidak mengetahui, kepenuhan berkat yang bahkan tidak pernah tergapai hasrat. Yang “hidupnya tidak bercela” (Mazmur 119:1) akan memiliki semua ini — bukan oleh jasa, bukan oleh perbuatan, namun oleh kasih karunia. 

Mereka akan berjalan bersama Yesus dalam pakaian putih, karena Ia telah membuat mereka “layak.” Dalam persekutuan manis dengan-Nya mereka akan minum dari mata air kehidupan.

Ia yang diterima Allah akan mengenakan pakaian putih sukacita dan kegembiraan, ketika ia berjalan dalam persekutuan yang manis dengan Tuhan Yesus. 

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Saat Teduh Kristen Charles H. Spurgeon 21 Januari"