Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelecehan yang Terjadi Dalam Gereja Tidak Selalu Bersifat Fisik

Pelecehan yang Terjadi Dalam Gereja Tidak Selalu Bersifat Fisik

Tidak semua gereja beraliran kharismatik memiliki pola yang diterapkan dalam keluarga bercirikan seperti yang disebutkan dalam poin-poin dalam artikel ini, tapi sebagian besar dari poin2 yang disebutkan memang fakta. Dan saya pribadi pernah mengalaminya. 

Saya bersyukur mulai ada gerakan kembali kepada pengajaran-pengajaran yang Alkitabiah di antara gereja-gereja yang beraliran kharismatik ini, kerinduan saya agar lebih banyak lagi yang kembali kepada kebenaran yang Alkitabiah.

Sesuatu yang jarang dibicarakan, tetapi mereka yang dibesarkan dalam rumah tangga 'Karismatik' membawa beban trauma dari pelecehan tak terucapkan oleh orang tua 'Karismatik' yang religius (atau kita biasa pakai dengan istilah 'nge-roh'). 

Pelecehan mungkin tidak selalu bersifat fisik, tetapi beberapa bentuk pelecehan agamawi yang umum meliputi:

- Dituduh kerasukan atau dikendalikan setan, dan setan imajiner "diusir" setiap kali melakukan kesalahan. Hal ini dapat mengikis rasa tanggung jawab seseorang atas dosa dan mempermalukan anak, terutama di hadapan orang lain

- Dituduh kurang beriman jika sakit, nilai sekolah rendah, kurang sejahtera dalam hidup atau tidak memiliki tanda memiliki 'karunia-karunia'.

- Upaya membujuk/ memaksa untuk melatih tanda2 karunia, bahkan berpura-pura "berbahasa roh" untuk dapat diterima.

- Kurangnya pengertian, empati dan cinta dari orang tua 'Karismatik' yang lebih suka menunjukkan kesalahan pada "kurangnya iman" daripada pergumulan yang serius yang dihadapi anak dalam hidup.

- Mempermalukan dan melecehkan anak itu dengan menuduhnya melakukan dosa tersembunyi atau dugaan penyakit imajiner

- Mencegah anak-anak mencari perawatan medis karena akan dianggap "kurang percaya pada kesembuhan dari Tuhan"

- Di-push untuk menjalani kehidupan terbaik Anda sekarang jika tidak, Anda akan dilihat sebagai pecundang di mata Tuhan dan di mata "gereja", di mana kesaksian di mimbar lebih disukai daripada mereka yang berprestasi dan di atas para pengikut kecil yang religius.

- Orang tua menerapkan pola 'favorit' di antara anak-anak mereka. Biasanya, anak yang paling sukses dianggap "paling disukai" oleh Tuhan

- Orang tua dapat mengembangkan perilaku narsistik karena menganut doktrin palsu dari gerakan Karismatik, yang mengakibatkan pelecehan narsistik pada anak-anak.

- Kecemasan yang melumpuhkan, depresi, harga diri yang rendah dan keraguan diri atas anggapan bahwa Tuhan tidak mengasihi Anda ketika Anda tidak memiliki semuanya atau ketika Anda tidak cukup baik

- Orang tua memberikan uang mereka ke "gereja" dan memperkaya pemimpin mereka daripada menafkahi anak-anak mereka

- Pelecehan anak oleh para pemimpin "gereja" yang diirahasiakan atau disembunyikan agar tidak terlihat karena orang tua memilih untuk mempercayai pemimpin agung mereka daripada anak-anak mereka sendiri

- Tidak ada jaminan keselamatan ketika pengalaman spiritual jauh lebih penting daripada Kristus dan karya-Nya yang telah selesai, membuat kepercayaan pada Injil tidak mencukupi

- Menjadikan masalah emosional dan mental sebagai akibat dari pelecehan selama bertahun-tahun

Ini adalah topik yang sensitif dan menyakitkan, tetapi gerakan Karismatik adalah salah satu gerakan terbesar dalam dunia kekristenan, yang berarti banyak anak-anak berada di dalam dan yang mungkin menderita pelecehan yang tak terkatakan. Banyak yang keluar (dari gerakan ini) cenderung untuk melihat Alkitab dengan hati-hati atau bahkan malah merasa jijik, yang benar-benar menyedihkan karena Tuhan dalam Alkitab telah ternoda dan difitnah oleh gerakan ini.

Jangan ragu untuk membagikan apa lagi yang Anda saksikan atau alami sebagai seorang anak dalam gerakan Karismatik.

NB : jangan tertipu juga dengan gereja yang pengajarannya minitikberatkan pada moralitas, penderitaan sebagai bentuk sangkal diri dan pikul salib, tanpa sadar jemaat diarahkan untuk tidak usah peduli pada keluarga dan jemaatnya diarahkan untuk memberi tanpa sisa untuk pekerjaan Tuhan, padahal sebenarnya pemimpinnya sedang memupuk kekayaan pribadi dan gaya hidupnya yang hedonisme. Tanpa sadar di jemaat dalam keluarga mereka juga menerapkan pola yang sama dengan yang disebutkan dalam poin2 diatas.

Baca Juga: Bertobat dari kalimat

Kiranya Tuhan menganugerahkan kita kepekaan, supaya kita tahu mana yang benar, mana yang salah dan kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk mengarahkan keluarga kita untuk mengenal Kristus dan memiliki hikmat untuk mempelajari Alkitab dengan benar dan mengaplikasikannya dalam kehidupan keluarga kita. Amin

Oleh; Wisaksono S. P

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Pelecehan yang Terjadi Dalam Gereja Tidak Selalu Bersifat Fisik"