Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Charles H. Spurgeon 6 Januari

Ratapan 3:24  “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku.

Bukan “TUHAN adalah sebagian bagianku,” bukan pula “TUHAN berada di dalam bagianku”; tetapi Dia sendiri merupakan keseluruhan total dari pusaka jiwaku. Di dalam keliling lingkaran itu terletak semua yang kita miliki atau inginkan. TUHAN adalah bagianku. Bukan hanya anugerah-Nya, atau kasih-Nya, atau perjanjian-Nya, melainkan TUHAN sendiri. 

Dia telah memilih kita untuk menjadi bagian-Nya, dan kita telah memilih-Nya untuk menjadi bagian kita. Adalah benar bahwa TUHAN harus terlebih dahulu memilih bagi kita tanah pusaka kita (Mazmur 47:4), sebab kalau tidak kita tidak akan pernah memilihnya bagi diri kita; namun jika kita benar-benar dipanggil sesuai dengan maksud dari kasih yang memilih itu, kita dapat bernyanyi—

    “Dikasihi Allahku, kepada Dia pula

    Dengan cinta membara kukobarkan;

    Dipilih oleh Dia sebelum permulaan waktu,

    Kupilih Dia sebagai balasan.” [1]

Tuhan adalah bagian kita yang maha cukup [2]. Allah mencukupkan diri-Nya sendiri; dan jika Allah sendirinya maha cukup, Dia pastinya cukup bagi kita. Tidaklah mudah memuaskan keinginan manusia. Ketika seseorang bermimpi bahwa dia puas, segeralah dia terjaga, sadar bahwa sepertinya masih ada sesuatu yang lebih, dan langsung si lintah di hatinya menjerit, ”Untukku! Untukku!” (Amsal 30:15) 

Tetapi segala yang dapat kita minta itu ditemukan dalam bagian kita yang ilahi, sehingga kita bertanya, ”Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” (Mazmur 73:25) 

Baiklah kita “berbahagia karena Tuhan” (Mazmur 37:4) yang membuat kita minum dari sungai kesenangan-Nya (Mazmur 36:8). 

Iman kita membentangkan sayapnya dan naik terbang seumpama rajawali (Yesaya 40:31) sampai ke surga kasih ilahi sebagai tempat kediamannya yang sepatutnya. “Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.” (Mazmur 16:6)

Mari kita bersorak dalam Tuhan selalu; mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah umat yang berbahagia dan diberkati, sehingga mendorong mereka untuk berseru, ”Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!" (Zakharia 8:23)

____________________

[1] Augustus Toplady “The chiefest among ten thousand.” [Kidung Agung 5:10]

[2] all-sufficient, mungkin berasal dari nama Allah El Shaddai

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Charles H. Spurgeon 6 Januari"