Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Charles H. Spurgeon 12 Januari

Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku. (Ratapan 3:58)

Amati betapa yakin nabi itu berbicara. Ia tidak mengatakan, "Aku berharap, aku percaya, aku kadang berpikir, bahwa Allah telah memperjuangkan perkaraku;" tetapi ia berbicara akan fakta yang tidak dapat diperdebatkan lagi. "Engkau telah memperjuangkan perkaraku." 

Hendaklah kita, dengan pertolongan dari sang Penghibur yang murah hati, menanggalkan segala ragu dan takut yang banyak mengotori damai sejahtera dan kenyamanan kita. Jadikanlah ini doa kita: agar kita tidak lagi berkuak penuh dugaan dan kecurigaan, dan dapat berbicara dengan suara merdu dan jelas, mengenai keyakinan penuh. 

Perhatikan betapa dengan syukur nabi itu berbicara, memberikan segala kemuliaan hanya kepada Allah! Engkau lihat tidak ada satu kata pun yang menyangkut dirinya ataupun perjuangan dirinya. Ia tidak menyatakan keselamatannya sebagai jasa manusia sedikit pun, bukan pula sebagai jasa dirinya; tetapi "Engkau—"Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku." (Ratapan 3:58)

Jiwa yang bersyukur harus selalu ditumbuhkan seorang Kristen; terutama setelah setiap penyelamatan, kita seharusnya mempersiapkan sebuah nyanyian untuk Allah kita. Bumi haruslah menjadi bait yang dipenuhi puji-pujian dari orang-orang kudus yang bersyukur, dan setiap hari haruslah merupakan pedupaan dengan asap dari kemenyan rasa terima kasih.

Betapa riang Yeremia kelihatannya ketika ia mencatatkan rahmat Tuhan. Betapa penuh kemenangan nyanyian Yeremia yang dinaikkannya! Ia telah berada dalam kegelapan bawah tanah, dan bahkan sekarang ia disebut nabi peratap; akan tetapi justru di dalam kitab yang bernama "Ratapan," jernih seperti kidung Miryam ketika jari-jarinya menabuh tambur, melengking seperti nada Debora ketika ia bertemu Barak dengan teriak kemenangan, kita dengar suara Yeremia yang naik ke surga—"Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku." 

O anak-anak Allah, carilah pengalaman yang penting dari kasih setia Tuhan, dan saat engkau memperolehnya, tuturkanlah dengan yakin kasih setia-Nya, nyanyikanlah dengan syukur; teriakkanlah kemenangan.

Hendaklah kita, dengan pertolongan dari sang Penghibur yang murah hati, menanggalkan segala ragu dan takut yang banyak mengotori damai sejahtera dan kenyamanan kita. Jadikanlah ini doa kita: agar kita tidak lagi berkuak penuh dugaan dan kecurigaan, dan dapat berbicara dengan suara merdu dan jelas, mengenai keyakinan penuh. 

____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Charles H. Spurgeon 12 Januari"