Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 2 Korintus 4:16-18 Janji yang Belum Terpenuhi

                                             Renungan 2 Korintus 4 16-18  Janji yang Belum Terpenuhi

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679)

Kesabaran memiliki dua bahu, satu untuk menanggung keburukan saat ini dan bahu lainnya untuk menunggu janji kebaikan di masa depan yang belum dipenuhi.

Allah mengambil kapak kedaulatan ke dalam tangan-Nya bukan untuk membuat keping atau serpihan-serpihan. Ketika Dia telah memangkas habis-habisan dan menancapkan kapak-Nya paling dalam, umat-Nya bisa mengharapkan munculnya karya yang indah ketika semuanya berakhir.

Sungguh manis merenungkan Roma 8:28. “Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." 

Jika anda ternyata bangun di suatu pagi dan mendengar orang-orang di rumah anda membongkar ubin dan merobohkan atap dengan palu dan kapak, anda mungkin berpikir ada geng bengis musuh datang menghancurkan rumah anda. Tetapi segera setelah anda memahami bahwa tukang-tukang ini telah dikirim oleh ayah anda untuk memperbaiki rumah, anda dengan senang hati menanggung kebisingan dan masalah. Tentu saja anda berterima kasih kepada ayah anda atas perhatian dan biayanya. 

Pengharapan atas manfaat yang akan datang dari perbaikan rumah membuat anda rela tinggal sebentar dalam reruntuhan rumah tua yang tidak nyaman.

Janji itu meyakinkan orang percaya bahwa Bapa sorgawi tidak bermaksud merugikan, melainkan hanya untuk kebaikan, dengan membangun kembali kerangka jiwa anda yang rusak sehingga menjadi bait yang mulia. Dan penderitaan memiliki bagiannya dalam pekerjaan ini. 

Wawasan ini melegakan anda untuk berdoa, “Tuhan, potong dan bentuklah aku sebagaimana Engkau kehendaki, agar akhirnya aku bisa dibingkai sesuai pola yang telah dilukis kasih-Mu untukku!" Beberapa orang bodoh takut terhadap kelebihan sabun yang mungkin merusak pakaian mereka, tetapi orang yang mengerti apa artinya pemurnian tidak akan takut.

Baca Juga: Tentang iman dan tidak percaya

Pengharapan menenangkan jiwa orang percaya ketika Allah berlama-lama sebelum Dia datang untuk mewujudkan janji. Penulis sudah memberitahu anda bahwa kesabaran merupakan tempat orang percaya memikul bebannya, dan pengharapan adalah bantal antara punggung dan beban. Kesabaran memiliki dua bahu, satu untuk menanggung keburukan saat ini dan yang lainnya untuk menantikan masa depan baik yang dijanjikan tapi belum terjadi. Dan sebagaimana beban salib saat ini dibuat jadi ringan, pengharapan membuat penundaan terlama dari kebaikan yang dijanjikan tampak singkat saja. 

2 Korintus 4:16-18 (TB)  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan 2 Korintus 4:16-18 Janji yang Belum Terpenuhi"