Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertumbuhan Gereja Secara Jumlah, Dangkal Rohani

Bagaimana Hasrat untuk Pertumbuhan Gereja (secara jumlah) Dapat Mengarah pada Praktik Pelayanan yang Buruk By. Harshit Singh

Bagaimana Hasrat untuk Pertumbuhan Gereja (secara jumlah) Dapat Mengarah pada Praktik Pelayanan yang Buruk By. Harshit Singh

================

Banyak pendeta di seluruh dunia terbebani dengan beban berat untuk melihat pertumbuhan jumlah jemaat. Apakah Anda menggembalakan di dunia Barat atau Timur, Anda dapat merasakan kesulitan/ tekanannya.

Terkadang keinginan untuk pertumbuhan numerik bersifat baik. Seorang pendeta ingin menjangkau lebih banyak orang terhilang dan memberikan pengajaran yang setia kepada lebih banyak orang. Terkadang keinginan itu untuk alasan pragmatis. 

Semakin banyak jemaat akan membuat gereja lebih layak secara finansial, alasan seorang pendeta. Dan anggaran yang lebih besar dapat menyelesaikan lebih banyak pelayanan. Dan terkadang keinginan untuk pertumbuhan numerik dikompromikan. 

Manusia cenderung bernafsu untuk pengaruh pribadi yang lebih besar. Atau untuk mengesankan para donaturnya dan meningkatkan lebih banyak dukungan. Atau rasa bangga karena bisa memimpin sebuah gereja besar.

Keinginan untuk pertumbuhan numerik, pada gilirannya, membuat banyak pendeta terus mencari strategi pertumbuhan.

Jalan yang salah

Masalahnya adalah keasyikan dengan angka-angka ini menempatkan kita sebagai pendeta pada lintasan yang salah. Itu menjauhkan kita dari panggilan utama kita untuk setia menggembalakan kawanan yang telah Tuhan percayakan kepada kita.

Biarkan saya berasumsi sejenak, saudara pendeta, bahwa Anda menginginkan pertumbuhan seperti itu. Apa yang terjadi ketika Anda tidak melihat gerombolan orang memadati pintu gereja? Ketika impian Anda tidak sesuai dengan kenyataan, apakah Anda tergoda untuk berpikir bahwa Anda melakukan sesuatu yang salah? Atau bahwa Anda gagal melakukan sesuatu yang seharusnya Anda lakukan?

Ketika pikiran seperti itu datang, semoga Anda beralih ke Kitab Suci. Tapi sayangnya, terlalu mudah bagi kita untuk mencari di tempat lain. Kita dapat beralih ke gereja lain yang tampaknya menikmati pertumbuhan yang kita inginkan. 

Kita membaca buku dan menghadiri sebuah seminar-seminar yang memuliakan semua jenis strategi. Mungkin kita mulai fokus untuk memahami budaya di sekitar kita. Kita mengambil jajak pendapat dan survei untuk mencari tahu apa yang mungkin terhubung tetangga-tetangga kita. 

Kita berasumsi bahwa jawaban survei akan membantu kita mengetahui apa yang sebenarnya dicari orang dan bagaimana kita dapat menghubungkan gereja kita dengan kebutuhan tersebut.

Kita membaca buku dan menghadiri sebuah seminar-seminar yang memuliakan semua jenis strategi. 

Saya telah menghabiskan beberapa tahun di dunia Barat. Saya melihat para pendeta tergoda untuk memikirkan jenis musik yang tepat atau jenis program yang tepat atau jenis penerapan yang tepat dalam khotbah akan berhasil. 

Menggembalakan di Timur, seperti yang saya lakukan, saya telah menyaksikan para pendeta merasakan godaan untuk menawarkan janji-janji kesembuhan, pengusiran setan, atau kemakmuran. Tetapi di mana pun Anda berada atau paket janji apa yang menggoda kita, filosofi pelayanan seperti itu mengandung pesan pemenuhan kebutuhan. Mereka menarik bagi daging, melunakkan pelanggaran Injil, dan menutupi tuntutannya.

Namun inilah yang luput dari perhatian kita ketika kita membangun gereja kita di atas strategi "menarik" semacam ini: kita berisiko membangun sesuatu selain salib Kristus dan Injil. 

Kita juga mengecewakan umat kita ketika kita tidak memperingatkan mereka bahwa mereka akan membayar harga untuk mengikut Kristus.

Lebih buruk lagi, Anda dapat membujuk orang untuk membuat keputusan berdasarkan janji palsu tentang terobosan, tujuan hidup yang diperbarui, komunitas cinta yang sempurna, kemakmuran, kebebasan dari bahaya, bahkan utopia! Terkadang kebohongan itu terang-terangan; lebih sering mereka halus dan tersamar.

Dalam prosesnya, Anda menawarkan Kristus yang berbeda kepada jemaat, seseorang yang menarik bagi keinginan alami mereka dan seringkali egois, tetapi yang tidak menghadapi dosa mereka, menuntut pertobatan, dan memerintahkan penyerahan total di semua area kehidupan mereka. 

Mungkin mereka bahkan bergabung dengan gereja Anda, tetapi itu bukan karena mereka menginginkan Kristus yang tersalib. Mereka tentu tidak mau menyangkal diri dan memikul salib untuk mengikuti Dia.

Saudara pendeta, jika Anda dapat melihat diri Anda dalam hal ini, dengan kasih saya memohon kepada Anda, berhati-hatilah. Dugaan saya adalah Anda mungkin berasumsi bahwa, jika banyak orang muncul, itu pasti pekerjaan Roh. Anda mengatakan pada diri sendiri, selama yang hilang tercapai, tidak masalah strategi apa yang digunakan. Tapi itu tidak benar. Roh Kudus bukan satu-satunya yang bisa menarik banyak orang (iblis juga bisa).

Mungkin mereka bahkan bergabung dengan gereja Anda, tetapi itu bukan karena mereka menginginkan Kristus yang tersalib. Mereka tentu tidak mau menyangkal diri dan memikul salib untuk mengikuti Dia.

Saya dapat memahami dorongan untuk menghilangkan perasaan marah / kecurigaan orang-orang dengan penuh kasih, membantu mereka merasa nyaman, menjumpai mereka di mana mereka berada, dan menjadi relevan. 

Saya mengerti bagaimana Anda dapat mengatakan pada diri sendiri, “Mari kita melakukan kontak pertama, dan menawarkan pengenalan yang mudah tentang perjalanan rohani. 

Setelah para pencari mengambil beberapa langkah pertama, maka kita akan menyampaikan tuntutan Kristus.” Tetapi tanyakan pada diri Anda, apakah Yesus mengadopsi metode ini? Apakah disitu ada risiko 'Bait-and-Switch'* ?

Ketika Anda mulai dengan menjanjikan orang apa yang mereka inginkan, sulit untuk menindaklanjuti dengan tuntutan Kristus. 

Jika Anda mengkhotbahkannya ke gereja, jemaat menanggapi dengan kekecewaan, ketidakpuasan, dan kepergian (tidak berjemaat lagi di gereja Anda). Mereka yang bertahan melakukannya selama mereka bisa mendapatkan tujuan pertama mereka: kesembuhan, kekayaan, kemakmuran, program anak-anak, komunitas, musik, dan sebagainya.

Mungkin Anda mendengar ungkapan, 'what you win them with, you win them to' (dengan apa Anda memenangkan mereka, Anda memenangkan mereka). Itu masalah nyata. Ketika kita membangun gereja kita dengan mencoba menarik orang dengan apa yang kita tahu mereka sukai, kita terus-menerus mengambil risiko menegaskan orang-orang dalam keegoisan dan konsumerisme. 

Beberapa orang akan menjadi orang Kristen, tetapi mereka tidak akan bertumbuh, tetap menjadi kurcaci rohani. Kerumunan secara keseluruhan, selanjutnya, akan terbukti tidak memiliki loyalitas atau komitmen. Mereka akan berubah-ubah, sulit untuk dipuaskan/ dibuat senang, mudah kecewa. 

Jika suatu hari beberapa gereja lain dapat menawarkan mereka sesuatu yang lebih menarik, lebih mendebarkan, mereka akan keluar dari gereja Anda.

Sementara itu, tim pastoral Anda praktis akan berusaha sekuat tenaga mencoba setiap trik untuk tetap bertahan di pasar dan mempertahankan keunggulan atas pesaing Anda. Dan, saudara pendeta, saya tidak menginginkan semua ini untuk Anda.

Obat mujarab yang luar biasa

Pertimbangkan strategi Paulus sebagai gantinya. Anda mungkin menganggapnya menyegarkan. Dan sederhana. Dia menulis,

Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. 1 Korintus 2:1-5

Paulus tidak ingin menarik orang dengan hikmat manusia. Dia ingin iman para pendengarnya bertumpu pada kuasa Tuhan dan tidak ada yang lain. Itu sebabnya dia hanya akan memberitakan Injil Kristus yang disalibkan.

Inilah yang harus kita lakukan. Ketika kita mengkhotbahkan Injil ini, domba-domba-Nya mendengar suara-Nya—dan mereka datang kepada-Nya, bukan kepada kita, tetapi kepada Dia! 

Baca Juga:

Mereka tidak perlu dibujuk atau dimanjakan atau dipaksa. Mereka datang karena mereka melihat kemuliaan Kristus, dan mereka tinggal karena mereka mencintai kemuliaan Kristus. Selama mereka mendengar suara-Nya dan melihat kemuliaan-Nya dalam pemberitaan Injil, mereka akan tinggal.

Saya teringat akan apa yang dikatakan Simon Petrus kepada Yesus: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yohanes 6:68). Ini benar-benar sesederhana itu. Begitu orang melihat Yesus, maka Yesus dan kata-katanya sudah cukup. Cukup untuk menarik mereka, cukup untuk menjaga mereka, cukup untuk menopang mereka, cukup untuk membawa mereka pulang!

Begitu orang melihat Yesus, maka Yesus dan kata-katanya sudah cukup. Cukup untuk menarik mereka, cukup untuk menjaga mereka, cukup untuk menopang mereka, cukup untuk membawa mereka pulang!

*Bait and Switch = Taktik penjualan yang memikat pembeli dengan harga murah untuk barang yang tidak tersedia dengan tujuan untuk menjual barang serupa dengan harga lebih tinggi.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Pertumbuhan Gereja Secara Jumlah, Dangkal Rohani"