Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sikap Menyampaikan Firman TUHAN

Sikap Menyampaikan Firman TUHAN

Andrew Fuller (1754-1815), seorang teolog yang memiliki hati seorang pendeta yang setia dan penuh kasih. Sebagai seorang teolog yang praktis dan pastoral, ia ingin agar teologi Alkitab menginformasikan dan membentuk keseluruhan pelayanan pastoral.

Merenungkan Titus 2:15, “ Jangan ada orang yang merendahkan kamu,” Fuller menulis sketsa singkat berjudul “Para pendeta seharusnya diperhatikan bukan dipandang rendah.” Berdasarkan pengetahuannya tentang Firman Kristus dan jiwa manusia, Fuller menyusun daftar hal-hal yang harus dilakukan oleh para pendeta agar orang lain tidak meremehkan mereka dalam pekerjaan pelayanan pastoral mereka. Saya telah sedikit memperbarui bahasa dan memadatkan konten, tetapi inilah nasihat Fuller yang bermuatan teologis dan praktis:

Jangan Biarkan Siapa Pun Memandang Rendah Anda di Mimbar

1. Hindari segala jenis ucapan yang dibuat-buat (artifisial), terutama yang dirancang untuk mengesankan orang lain. Jauhi kata-kata, ekspresi, dan gerak tubuh yang terdengar tinggi yang dimaksudkan untuk menunjukkan kepada orang lain pembelajaran atau keunggulan Anda.

2. Hindari semua hal yang mementingkan diri sendiri. Jangan pernah mengkhotbahkan diri sendiri. Beritakanlah hanya Tuhan Yesus. Jangan mencari persetujuan manusia tetapi carilah perkenanan Tuhan atas hidup dan doktrin Anda.

3. Hindari semua kata-kata vulgar dan jenaka atau omong kosong. Mimbar bukanlah tempat untuk pidato rendah atau anekdot ringan yang dirancang semata-mata untuk membuat orang tertawa.

4. Jangan pernah mengedepankan sentimen (perasaan/ pendirian) tanpa mampu mendukungnya dengan Kitab Suci. Jangan berpikir bahwa pernyataan yang kuat/ tegas dapat menggantikan bukti yang jelas dari Alkitab.

5. Waspadalah agar Anda tidak mengkhotbahkan Injil yang tidak 'dirasakan' (unfelt gospel). Jika Anda melakukannya, orang lain akan menyadarinya/ memperhatikannya, dan mereka akan membenci Anda. Orang-orang akan melihat bahwa Anda hampir tidak percaya apa yang Anda ajarkan.

6. Jangan biarkan rasa takut pada manusia menghalangi Anda untuk menyatakan keseluruhan dari nasihat Tuhan. Nyatakan seluruh kebenaran Tuhan dalam kasih, dan Anda akan mempercayakan diri Anda kepada hati nurani setiap orang.

Baca Juga: Resiko menjadi seorang Hamba TUHAN 

7. Jangan pernah merendahkan mimbar dengan menegur individu dalam khotbah Anda. Anda harus menegur dengan otoritas, tetapi dosa individu harus ditangani secara pribadi.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Sikap Menyampaikan Firman TUHAN"