Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Kejadian 25:23 Tentang Iman dan Tidak percaya

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679)   Perang antara iman dan ketidak-percayaan

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679) 

Perang antara iman dan ketidak-percayaan

Anda bisa berkata, “Saya telah bergumul dengan setan dan dengan hati saya sendiri, dan akhirnya saya menang."

Iblis adalah musuh bebuyutan dari iman sejati. Dia menganiaya iman selagi masih dalam buaian, seperti yang dilakukan Herodes terhadap Kristus di palungan; setan membanjiri iman dengan amarahnya segera setelah pengumuman kelahiran iman melalui tangisan di hadapan Tuhan. 

Jika iman anda sah, "Naftali" mungkin namanya, dan anda bisa berkata, “aku telah bergumul dengan setan dan dengan hatiku sendiri, dan akhirnya aku telah menang." Anda tahu jawaban yang diterima Ribka saat dia bertanya kepada Allah tentang anak-anaknya yang bertolak-tolakan di dalam rahimnya. 

"Dua bangsa," firman TUHAN kepadanya, "ada dalam kandunganmu" (Kej. 25:23). Jika anda menemukan perseteruan dalam jiwa anda, hiburlah diri anda oleh karenanya, hai orang percaya. Sengketa ini berasal dari dua prinsip yang saling bertentangan, yaitu iman dan ketidakpercayaan, yang bernafsu melawan satu sama lain; dan ketidak-percayaan anda, yaitu si sulung — tidak peduli seberapa pun kerasnya berjuang demi menguasai — akan melayani iman, si adik yang lebih muda. 

Iman yang lancang tidak berimbang. Satu tangannya lumpuh. Ia memiliki satu tangan untuk menerima pengampunan dari Allah tetapi tidak mempunyai tangan untuk menyerahkan diri kepada-Nya. Sebaliknya iman sejati mampu menggunakan kedua tangannya. "Kekasihku kepunyaanku,” – di sana jiwa mengambil Kristus – “dan aku kepunyaan dia” – di sana dia menyerahkan dirinya bagi tujuan Kristus (Kidung 2:16). 

Pernahkah anda dengan rela memberikan diri anda kepada-Nya? Semua orang mengakuinya, tetapi jiwa yang kurang ajar, seperti Ananias, berdusta kepada Roh Kudus dengan menahan bagian terpenting dari apa yang dia janjikan untuk dipersembahkan di kaki Kristus. 

Baca Juga: Renungan tentang keyakinan dan kebimbangan

Kenikmatan nafsu terjalin di sekeliling hatinya dan dia tidak sanggup membujuk dirinya untuk menyerahkannya sesuai keadilan Allah. Hidupnya terjerat, dan apabila Allah menghendakinya, Dia harus mengambilnya dengan paksa; jangan berharap mendapatkan persetujuannya. Apakah ini gambaran iman anda? Jika ya, anda telah menyanjung diri dengan sebuah berhala; anda telah keliru mengira wajah yang berani sebagai hati yang percaya.

Di sisi lain, apabila anda menganggapnya sebagai hak istimewa untuk Kristus bertakhta di hati anda, karena anda memiliki ruang dalam belas kasihan-Nya, anda membuktikan diri sebagai seorang percaya yang sehat.

Bacalah Yohanes 20:24-31 sebagai pembelajaran dan dorongan lebih lanjut

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Kejadian 25:23 Tentang Iman dan Tidak percaya"