Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 77:3 Tentang Pengharapan Pada Juruselamat

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679)   BERPEGANG TEGUH PADA JURUSELAMAT

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679) 

BERPEGANG TEGUH PADA JURUSELAMAT.

Terlepas dari keraguannya, orang beriman sejati bersandar dan terus berhasrat tetap berpegangan teguh pada Kristus.

Tatkala keraguan Daud menghambat imannya, dia tidak menyerah dan menjalankan kapalnya sebelum datang badai, seperti yang biasa kita katakan. Sebaliknya dari meragukan apakah Allah mengasihinya, dia berkomunikasi dengan hatinya sendiri dan jiwanya menyelidiki dengan tekun: "Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan" (Mzm. 77:3). 

Seseorang tidak seharusnya duduk dan puas dengan keraguannya yang belum terselesaikan bagaikan orang yang mengira dia mencium bau hangus di rumahnya tetapi tetap naik ke ranjangnya dan tidur. Sebaliknya dia akan mencari di setiap tempat dan sudut sampai dia yakin bahwa semuanya aman.

Jiwa yang bimbang jauh lebih takut untuk terbangun dengan api neraka di sekelilingnya; sebaliknya jiwa di bawah kuasa ketidakpercayaan merasakan rasa aman yang palsu dan ceroboh. 

Dunia kuno tidak percaya pada kedatangan banjir air bah, karena itu orang-orang merasa nyaman untuk menolak mempertimbangkan peringatan Allah dengan ogah-ogahan. Dan air telah mencapai jendela mereka sebelum mereka memiliki sarana untuk melepaskan diri.

Terlepas dari keraguannya, orang percaya sejati bersandar dan terus berhasrat memegang erat pada Kristus. Selagi kaki Petrus goyah di atas permukaan air, dia menaikkan doa kepada Kristus; dan ini membuktikan kesejatian imannya. 

Meskipun Yunus memiliki banyak ketakutan, bahkan dalam hal-hal ini imannya memiliki rahasia kecil yang tergantung pada Allah: “Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?” (Yunus 2:4). 

“Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN” (ayat 7). Begitu pula Daud, meskipun dia tidak bisa menyingkirkan semua ketakutan yang datang melalui imannya yang lemah, bagai air memasuki kapal yang bocor, dia mengangkat tangannya dengan kuat untuk mengatasinya. “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mzm. 56:4).

Baca Juga: Renungan Puritan tentang pemeliharaan Allah

Kebimbangan orang Kristen yang lemah imannya adalah seperti goyangan kapal yang terikat pada jangkar — bergoyang, namun tidak terlepas dari genggamannya pada Kristus; tetapi keraguan orang tidak percaya itu seperti perahu tanpa jangkar yang dipermainkan ombak dan sepenuhnya tergantung pada belas kasihan angin. “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin” Yak. 1:6). 

Bacalah Mazmur 56 sebagai pembelajaran dan dorongan lebih lanjut.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Mazmur 77:3 Tentang Pengharapan Pada Juruselamat"