Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Saat Teduh Lukas 12:15 Tentang Mengatasi Ketamakan

Oleh Richard Baxter (1615-1691)

Mengatasi Ketamakan

Lukas 12:15 (TB) Kata-Nya lagi kepada mereka: ”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.

Berikut adalah petunjuk mengatasi ketamakan;

Pertama, ingatlah betapa singkatnya waktu yang kita miliki untuk menikmati kekayaan yang kita kumpulkan. Betapa cepat semua itu akan dilucuti dari kita, dunia ini hanyalah sebuah losmen atau semua Lorong dan hidup ini singkat. Kita hampir menjelang kematian dan segera pergi, jika kita kaya hari ini dan besok sudah di dunia lain. Bukankah hidup miskin sama baiknya? 

Jiwa yang dalam kebingungan, apakah menjadikan kekayaan sebagai urusan yang begitu penting dalam hidup yang begitu singkat. Arahkanlah mata kita pada apa yang tidak kasat mata dan abadi dan kita akan jarang memiliki waktu luang apa yang fana. Orang hukuman yang sedang menuju ke tempat eksekusi hampir tidak memandangai toko-toko yang ia lewati. Semua itu tidak bersangkut paut dengannya, bukankah kecil  andil kekayaan dan kehormatan dunia bagi jiwa sedang menuju ke dunia lain. 

Kedua, pikirlanlah bagaimana kekayaan tidak dapat memuaskan kebutuhan yang penting. Uang membeli pengampuan/hati nurani yang bersih. Yudas mengembalikan kembali uangnya dan membunuh dirinya. Uang tidak dapat memberikan pencerahan pada pikiran yang buta. Tidak dapat melembutkan hati yang keras. Tidak dapat merendahkan hati yang congkak/membenarkan jiwa yang bersalah.

Kekayaan tidak menjauhkan diri dari demam/menjauhkan sakit rematik. Kekayaan sebesar apa pun tidak dapat menyingkirkan kematian. Pandanglah Allah dan ingatlah bahwa kita sepenuhnya ada di dalam tangan-Nya. Uang tidak dapat menolong kita di hari penghakiman.

Ketiga, bagaimana/pentunjuk mengatasi ketamakan? Luangkanlah waktu bersama orang yang sakit dan yang sekarat. Dan perhatikan apa dilakukan kekayaan terhadap mereka? Kekayaan meninggalkan mereka jutru pada saat dibutuhkan dan pada saat kesesakan. 

Saudara-saudara, setetes kemurahan lebih bernilai dari kerajaan dunia, tidak tahukah kita kebenaran ini. Tidakkah kita memiliki pemikiran yang sama menjelang kematian. Semua kesenangan, kekayaan akan berlalu. Orang termiskin setera dengan orang kaya, pandanglah pada akhirnya. Dan hiduplah seolah-olah kita mati. Sekarang upayakanlah apa yang penting pada akhirnya! Takala kita akan mengalami seluruhnya. Demi menjadikan kita bijaksana.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan Saat Teduh Lukas 12:15 Tentang Mengatasi Ketamakan"