Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 2 Tawarikh 20:12 Kristen Tentang Puas Dalam Providensi Allah

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679) 

PUAS DALAM PROVIDENSI ALLAH

Iman yang lemah meraba-raba mencari pijakan untuk nalar agar bisa berdiri teguh di masa pencobaan, dengan putus asa berupaya mendamaikan janji-janji Allah dengan nalar manusia.

Perenang terampil tidak takut masuk ke air yang kedalamannya melebihi kepala mereka, sedangkan perenang pemula perlu merasakan dasar dan tidak berani menjauh dari tepi. Iman yang kuat tidak takut ketika Allah membawa makhluk ciptaan melampaui kedalaman nalar: "Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan," kata Yosafat, "tetapi mata kami tertuju kepada-Mu" (2 Tawarikh 20:12).

Seolah-olah ia berkata, “Kami terbenam dalam lautan yang luas. Kami tidak tahu bagaimana keluar dari masalah ini, tetapi mata kami menatap kepada-Mu. Kami tidak akan menyerah selama ada kekuatan lengan-Mu, kelembutan hati-Mu, dan kebenaran dalam janji-Mu.”

Iman yang lemah meraba-raba mencari pijakan untuk nalar agar bisa berdiri pada masa pencobaan, dengan putus asa berupaya mendamaikan janji Allah dengan nalar manusia. Dan iman yang lemah mengajukan banyak pertanyaan. Ketika Kristus berkata, “Kamu harus memberi mereka makan," para murid-Nya membalas dengan bertanya, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" (Mar. 6:37). 

Seolah-olah kata-kata Kristus saja tidak bisa menghindarkan mereka dari biaya dan masalah itu! “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi?" kata Zakharia kepada malaikat itu, "sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya" (Luk. 1:18). Imannya terlalu lemah untuk menghadapi berita yang begitu menakjubkan.

Semakin puas hati orang percaya di bawah perubahan-perubahan yang dibawa providensi ke dalam suasana dan kondisinya di dunia, menjadikan imannya semakin kuat. Tubuh yang lemah tidak dapat mentoleran perubahan cuaca, berbeda dengan orang yang sehat. Cuaca panas dan dingin, baik dan buruk tidak menyebabkan perubahan besar di dalam diri orang berjasmani kuat. Tetapi orang yang lemah tubuhnya mengeluh tentang cuaca. 

Demikian iman yang kuat sanggup hidup dalam cuaca apa pun, bepergian dalam segala cuaca, dan menangani segala keadaan yang tidak terduga. “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” kata Paulus (Filipi 4:11). Sayangnya, bagaimanapun, tidak semua pengikut Kristus menyerupai Paulus dalam hal ini; dan iman yang lemah belum menguasai pelajaran sulit ini.

Bacalah Filipi 4:4-13 sebagai pembelajaran dan dorongan lebih lanjut.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan 2 Tawarikh 20:12 Kristen Tentang Puas Dalam Providensi Allah"