Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan 1 Yohanes 2:16 Tentang Kekuatan Iman Memadamkan Pencobaan

Oleh William Gurnal Seorang Puritan (1616-1679)

KEKUATAN IMAN UNTUK MEMADAMKAN PENCOBAAN.

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:16).

Iman memberdayakan jiwa untuk memadamkan godaan kenikmatan dari si jahat. Ini disebut “kemenangan kita yang mengalahkan dunia: iman kita” (1Yoh. 5:4). Iman memasang panji kemenangannya di atas

kepala dunia. Dan Yohanes memberi tahu kita apa yang Allah maksudkan dengan "dunia": “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. …. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1Yoh. 2:15-16). Semua yang ada di dunia adalah makanan dan bahan bakar untuk nafsu. Jadi iman memampukan jiwa untuk memadamkan anak panah yang dicelupkan setan ke dalam racun nafsu duniawi [yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup]— ada yang menyebutnya sebagai "trinitas" dunia.

Ini adalah pencobaan yang menjanjikan kenikmatan bagi daging, yang membawa api di dalamnya sehingga ketika menemukan hati duniawi, dengan cepat menyulut nafsu yang sulit diatur dan afeksi yang rendah. Si pezinah terbakar dalam nafsunya dan pemabuk dibakar oleh minuman kerasnya.

Tidak ada godaan yang bekerja lebih bergairah daripada godaan yang menjanjikan kesenangan daging. Dikatakan orang berdosa “mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran” (Ef. 4:19)—dengan sejenis ketamakan; karena itu dikatakan juga mereka tidak pernah merasa cukup. Minuman tidak akan memuaskan rasa haus orang yang keracunan. Hanya iman yang dapat membantu jiwa dalam sambaran api ini. Di neraka ‘orang yang kaya’ kehausan tanpa setetes air untuk mendinginkan ujung lidahnya. Orang berdosa yang tidak percaya, berada di neraka di atas tanah; dia terbakar nafsu tanpa setetes air, karena tidak beriman, untuk memadamkan api itu.

Baca Juga: Renungan tentang kelemahan dan kefasikan

Dengan iman para martir “memadamkan api yang dahsyat” (Ibr. 11:34). “Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita” (Titus 3:3–5). Tidak ada yang bisa merontokkan persahabatan lama dengan nafsu sampai oleh iman dia menjadi akrab dengan anugerah Allah yang dinyatakan di dalam Injil. Iman membuka tabir mata orang percaya sehingga dia bisa melihat dosa dengan begitu transparan sebelum setan menyamarkannya dengan kostum sanjungan yang memikat.

Bacalah 2 Korintus 11:7-15 sebagai pembelajaran dan dorongan lebih lanjut.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Renungan 1 Yohanes 2:16 Tentang Kekuatan Iman Memadamkan Pencobaan"