Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mazmur 51 Keseriusan Dosa Seruan Pertobatan Daud

Mazmur 51 Keseriusan Dosa Seruan Pertobatan Daud

Mazmur 51 memberikan kita sebuah contoh konkret akan kebenaran ini bahwa dosa haruslah ditegur dan diakui. Di dalam Mazmur ini Daud menuangkan isi hatinya kepada Tuhan dalam pertobatan. 

Ia telah ditegur secara terbuka oleh nabi Natan dan didalam dirinya telah ditegur oleh Roh Kudus atas perselingkuhan-nya dengan Batsyeba dan atas pengaturan kematian suami Batsyeba untuk menutupi perbuatannya. 

Tapi meskipun apa yang telah ia perbuat, Daud berseru kepada Tuhan, “Terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat” (Mzm 51:4). 

Daud tidak menyangkal dosanya kepada Batsyeba dan Uriah, tetapi ia mengakui karakeristik terburuk dari dosa manapun, apapun jenisnya: ia melawan Allah.

Dosa – betapa pokok bahasan yang tidak menyenangkan! Dan juga yang sulit. Tapi adalah yang sangat esensial bagi kita untuk memikirkan pokok ini, karena bila persepsi kita terhadap dosa tidak benar, begitu pula pengetahuan kita akan Allah, Yesus Kristus, Roh Kudus, hukum Allah, Injil, dan jalan keselamatan. Pengertian yang akurat akan dosa adalah kancing dasar dari kemeja teologi Kristen. 

Kalau letaknya salah, seluruh baju akan menjadi sepenuhnya berantakan.

Keseriusan Dosa

Mengecilkan dosa sama maraknya dengan dosa itu sendiri. Bukan hal yang tidak lazim untuk mendengar orang mengatakan dosanya sendiri sebagai “kelemahan” atau “kekurangan.” “Tidak ada orang yang sempurna,” kata mereka. 

Mereka bahkan cukup berani untuk mengakui, “Saya telah salah menilai.” Tapi dosa bukanlah sesuatu yang sepele. 

Kalau tidak ada dosa maka tidak ada keselamatan. Kalau kita bukanlah orang-orang berdosa besar, lalu Kristus bukanlah Juru Selamat yang besar.

Fakta bahwa kita semua telah dipengaruhi oleh dosa meletakkan kita pada posisi yang tidak menguntungkan dalam usaha kita untuk memahami dosa. 

Sendirian, kita tidak bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang dosa. Puji syukur, Tuhan telah membekali kita dengan Firman-Nya yang tidak bercacat mengenai subyek ini. 

Pasal-pasal awal kitab Kejadian menyebutkan dilema dosa manusia, dan selebihnya dari Firman Tuhan dapat dibaca sebagai solusi Allah terhadap permasalahan dosa.

Renungkan Yohanes 1:29. Apakah signifikansi dari titel yang diberikan Yohanes Pembaptis kepada Yesus? (Lihat Keluaran 12:21-23)

Dalam jarak lima ayat singkat Alkitab mendeskripsikan kita sebagai tak berpengharapan, tak saleh, orang berdosa, dan musuh dari Allah (Rom 5:6-10). 

Firman Tuhan mengatakan bahwa dosa adalah universal. Dosa bersifat menipu. Dosa juga kukuh dan memiliki kekuatan. 

Dosa juga begitu membuat tak berdaya sehingga hanya satu kekuatan di alam semesta dapat mengalahkannya. Hanya satu kekuatan, tinggal di dalam satu Orang, dapat mengalahkan dosa karena hanya satu Orang yang pernah tanpa dosa. 

Seperti malaikat katakan pada Maria, “Engkau akan memberi-Nya nama Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa” (Mat 1:21).

Kesaksian dari para pria dan wanita saleh sepanjang sejarah Gereja yang menyadari akan keberdosaan mereka seimbang dengan kedekatan mereka kepada Tuhan mendukung pengajaran Firman. Dengarkan saja bagaimana orang-orang kudus Alkitab ini mengevaluasi diri mereka: Daud: “Aku telah berdosa kepada Allah” (2 Sam 12:13)

  • Yesaya: “Aku ini seorang yang najis bibir” (Yes 6:5)
  • Petrus: “Pergilah daripadaku, Tuhan; aku orang berdosa!” (Luk 5:8)
  • Paulus: “Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa - di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1Tim 1:15).

Klaim Paulus sebagai manusia paling berdosa pasti ditantang banyak kali karena ia menulis kata-kata itu. Bukti apa yang dapat Anda berikan dari 24 jam terakhir untuk berargumentasi bahwa Anda adalah sebenarnya manusia paling berdosa sepanjang sejarah? (Pikirkan dengan cukup lama supaya dapat setulusnya bertobat, lalu lanjutkan.)

Dosa adalah pelanggaran hukum (1 Yoh 3:4). Tuhan memberikan hukum dan berdiri di belakangnya. Waktu kita melanggar hukum Tuhan, Tuhan menganggapnya personal. Bila kita dapat melihat Tuhan berdiri di belakang setiap situasi dimana hukum-Nya dilanggar dan merasakan kemarahan-Nya yang benar, kita akan dapat memahami keseriusan dosa dengan lebih baik.

Baca Juga:

Imam Israel Eli menegur putra-putranya yang bodoh dan tidak bermoral dengan kata-kata ini: “Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap Tuhan, siapakah yang akan menjadi perantara baginya?”(1 Sam 2:25). Sayangnya, kata-katanya terlalu kecil dan terlalu terlambat untuk membuat putra-putranya berbalik. Mereka tidak cukup menyadari keseriusan dosa.

Untuk Studi Lebih Lanjut: Perhatikan pembunuhan yang dilakukan oleh anak-anak Eli (1 Samuel 2:12-25) dan respons Tuhan (1 Samuel 2:27-34). ~Robin Boisvert, This Great Salvation/Does Anyone Believe in Sin?

1 Samuel 2:12-25

12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,

13 ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging tu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya 

14 dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo.

15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja."

16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan."

17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN. 

18 Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. 

19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan. 

20 Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. 

21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.

22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, 

23 berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu?

24 Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran. 

25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Mazmur 51 Keseriusan Dosa Seruan Pertobatan Daud"