Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekristen Dipanggil Bukan Untuk Beranak Cucu Secara Biologis Saja

Hari-hari ini saya dalam perjalan untuk menghabiskan bacaan satu buku yang berjudul Kemuridan tulisan yang bahkan lebih tua jika dibandingkan dengan umur saya. Tulisan dari A.W Tozer (1897-1963), tulisan yang menjelaskan kepada saya apa itu kemuridan dan bagaimana seseorang menjadi seorang murid sejati.

Mengapa saya menuliskan, bahwa tulisan dari buku tersebut lebih tua dari saya, saya ingin menunjukkan bahwa pemuridan bukanlah satu pelayanan terobosan baru atau metode yang manusia buat, atau hasil dari filsafat manusia, menolong Allah untuk menjangkau dunia.

Pemuridan, jika memang Anda yang secara jujur ingin mengakui bahwa Alkitab adalah dasar dari kehidupan pelayanan Anda. Maka pemuridan yang Yesus lakukan di 4 kitab Injil, haruslah menjadi dasar dari pelayanan Anda. Pemuridan yang Yesus lakukan jauh sebelum dilakukan oleh A.W Tozer maupun Dowsan Trotman.

Pemuridan adalah visi Allah, rancangan Allah dan inilah yang Allah inginkan, yaitu manusia-manusia rohani yang secara radikal memberikan diri untuk tunduk dan taat kepada Yesus Kristus. Semua ini hanya dapat terlaksana melalui pemuridan yang seperti Yesus lakukan.

Namun apa yang Anda kerjakan sekarang dalam pelayanan Anda? Saya harap Anda merenungkan pertanyaan saya ini dan tidak meremehkannya. Saya harap Anda meneliti lagi Alkitab Anda tentang pelayanan Yesus, ya pelayanan yang Yesus lakukan. 

Intinya pemuridan dan keselamatan tidak dapat dipisahkan, kepercayaan Anda kepada Kristus dan ketaatan Anda kepada-Nya adalah satu kesatuan. 

Pemuridan yang dilaksanakan dengan setia oleh Yesus adalah perjalan untuk membentuk seseorang bayi rohani untuk menjadi dewasa di dalam Kristus, seorang murid akan terus belajar, belajar dan menjadi taat kepada Sang Guru, yaitu Yesus. 

Taat kepada Yesus adalah definisi dari dewasa rohani, tidak dapat kurang maupun lebih dari itu. Ketaatan kepada Kristus tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang mereproduksi secara rohani. 

Saya rasa definisi ini sangat berat, saya sempat berpikir ketika merenungkan hal ini, bahwa orang-orang yang tidak bernah memiliki anak secara rohani adalah orang-orang yang tidak pernah diselamatkan. Saya harapn Anda memikirkan ulang iman Anda! 

Karena kita dalam artikel ini tidak membahas tentang keselamatan maka mari kita pikirkan sebuah bukti nyata dari kehidupan yang memang benar-benar taat kepada Kristus dan menerima kasih-Nya dan janji-janji-Nya yang dapat kita nikmati dalam kehidupan.

Ketika pemuridan terpisah dari keselamatan, yang terjadi sangatlah fatal, saya akan menjelaskannya pada poin-poin dari artikel ini. Yaitu tulisan dari salah satu pembuat murid atau seseorang yang mereproduksi manusia bukan secara biologi tetapi secara rohani.

Jika Anda seseorang yang setia pada Firman Allah, seseorang yang taat membaca Firman TUHAN. Saya sangat yakin Anda tahu perintah Yesus di Matius 28:19, kata perintah aktif di dalam ayat ini jika dilihat dari bahasa Yunani yaitu kata jadikanlah semua bangsa murid-Ku.

Jelas penginjilan tanpa pemuridan hanyalah penambah bayi rohani yang rentan. Pembaptisan tanpa pemuridan adalah jalan terbaik untuk menambah orang-orang Kristen yang dangkal lalu mudah kecewa akhirnya meninggalkan apa itu Kekristenan.

Dowsan Trotman, lahir pada tahun lahir pada 25 Maret 1906, ia adalah seseorang yang memberikan dirinya untuk melayani TUHAN. Ini adalah pelayanan yang pribadi ke pribadi, menjadikan seseorang dewasa secara rohani, dengan kata lain, ia mereproduksi manusia secara rohani.

Pada saat kematiannya pada tahun 1956 seorang Penginjil Billy Graham memimpin upacara pemakaman Dawson Trotman, Trotman meninggal saat berusaha menyelamatkan seorang perenang di sebuah danau di bagian Utara New York. (Pada kesempatan lain saya juga akan menuliskan cerita hidup Billy Graham) Kita lanjut.

navpress.com

Dawson Trotman

"Saya kira Dawson Trotman telah menyentuh hidup orang banyak demi Kristus secara pribadi ketimbang siapa pun yang pernah saya kenal," ujar Graham.

Graham mengenal Trotman dan pelayanan yang didirikannya -- The Navigators -- dengan baik. Ia juga menggunakan bahan-bahan yang dikembangkan oleh Trotman sebagai tindak lanjut pengajaran dalam kampanye penginjilannya.

Pengaruh The Navigators (di Indonesia disebut Para Navigator) telah berkembang ke seluruh dunia dengan 3.600 staf yang mewakili 60 bangsa dan bekerja di 101 negara.

Trotman mendirikan The Navigators pada tahun 1934. Ia memulai bahan- bahan pengajaran Alkitabnya dan membawanya melalui masa-masa pembentukan, berkembang mulai dari penekanan awal untuk memuridkan para anggota militer hingga kemudian untuk menginjili para mahasiswa dan kaum awam.

Adapun yang menjadi perhatian bagi Trotman dan pelayanan yang didirikannya sampai hari ini ialah pemuridan orang percaya -- untuk memberi landasan bagi orang-orang Kristen dalam hal disiplin rohani, dalam doa, penyembahan, pemahaman Alkitab, dan ibadah..

"Dawson mencintai firman Tuhan. Saya pikir ia mengajarkan hal tersebut kepadaku lebih daripada orang lain. Ia selalu membawa Alkitabnya dan selalu menandainya. Firman Tuhan menjadi sesuatu yang manis baginya." ~ Billy Graham (Dikutip dari https://misi.sabda.org/dawson-trotman-kehidupan-berdisiplin)

Untuk lebih jauh tentang Dowsan Trotman, bagaimana kehidupan yang tidak hanya beranak cucu secara biologis tetapi juga anak cucu secara rohani, dari buku kecil (Dilahirkan Untuk Beranak Cucu Oleh Dowson E. Trotmen Alih Bahasa: Sari Badudu, NevPress Indonesia, 5-14)

Saya telah membagikannya menjadi beberapa artikel dan telah menyuntingnya sesuai dengan pelajaran penting yang telah saya dapatkan dari buku tersebut. 

Saya harap Anda membacanya sampai selesai karena akan memberikan Anda pandangan yang benar tentang pelayanan Kristen yang sejati dan berpusat pada apa yang Kristus lakukan di dunia ini selama ia masih hidup. Dan Allah mulai dari awal penciptaan manusia. Yaitu beranak cucu dan bertambah banyak, ini adalah kehendak Sang Kudus.

Selamat menikmati.

Kekristen Dipanggil Bukan Untuk Beranak Cucu Secara Biologis Saja

1. Melihat Bayi Biologis Dan Memikirkan Tentang Bayi Rohani

Beberapa tahun lalu saya sedang berada di Endiburg (Skotlandia), saya sedang berdiri di dajan raya. Pada saat itu saya melihat kedua pasangan yang sangat bahagia, mereka mendorong kereta bayi mereka dengan penuh kebahagiaan. Mereka terlihat seperti orang kaya.

Sekilas saya mencoba memandangi bayi tersebut, melihat perhatian saya kepada bayi mereka, mereka berhenti dan mempersilahkan saya untuk melihat si kecil yang berpipi merah muda.

Saya mengamati mereka sebentar, ketika mereka berjalan terus dan berpikir betapa indahnya bahwa Allah mengizinkan seorang laki-laki memilih seorang wanita yang kelihatan sangat cantik dan yang mengasihi dia, dan wanita itu memilih dia dari semua laki-laki yang dia kenal. 

Kemudian mereka memisahkan diri mereka untuk menjadi satu, dan Allah dalam rencana-Nya memberi mereka kemampuan untuk melahirkan. 

Bayi yang telah lahir dalam keluarga itu sesuatu yang menakjubkan, karena mempunyai beberapa ciri yang kelihatan sama dengan ayah dan ibunya. Setiap orang tua melihat gambaran dirinya pada anak yang dikasihinya.

Melihat kejadian masa kecil di atas saya rindu kepada masa kecil saya. Yang sangat saya sayangkan karena tidak akan pernah saya alami lagi. 

Pada waktu saya terus berdiri di jalan itu saya melihat kereta bayi lain datang ke arah saya. Sebuah kereta bayi bekas dan sudah tua. Jelas kedua ayah dan ibunya miskin. 

Kedua-duanya berpakaian kurang baik dan sangat sederhana, tetapi pada saat saya menunjukkan keinginan untuk melihat bayi mereka, mereka berhenti dan merasa bangga sama seperti orang tua tadi yang mengizinkan saya memandangi bayinya yang berpipi merah muda dan bermata indah.

Saya berpikir pada waktu mereka melanjutkan perjalanan, "Allah telah memberikan bayi kecil ini yang orang tuanya tidak punya apa-apa yang Dia berikan juga kepada orang lain.  Anak kecil itu memiliki lima jari-jari pada setiap tangannya, bibirnya yang mungil dan mempunyai dua buah mata. 

Kalau dirawat sebagaimana mestinya, tangan-tangan kecil itu pada suatu hari nanti dapat menjadi tangan-tangan seniman atau musikus.

Kemudian timbul pikiran lain dalam benak saya: "Tidaklah mengherankan bahwa Allah tidak memilih yang sehat dan berpendidikan dan berkata, 'Kamu boleh mempunyai anak', dan kepada yang miskin dan tidak berpendidikan berkata, 'Kamu tidak boleh mempunyai anak'. Setiap orang di bumi ini mempunyai hak untuk mempunyai anak.

Perintah pertama yang diberikan kepada manusia ialah "Beranak cuculah dan bertambah banyak." Dengan perkataan lain, ia melahirkan seperti dirinya sendiri. 

Allah tidak berkata kepada Adam dan Hawa, orang tua pertama kita, untuk menjadi orang tua rohani. 

Mereka telah menjadi serupa dengan gambar-Nya. Dosa belum berkuasa. Ia hanya berkata, "Beranak cuculah, saya ingin lebih banyak lagi seperti anda, lebih banyak lagi seperti gambaran-Ku."

Ini merupakan amanat yang sama seperti yang Yesus sampaikan kepada para murid ketika Ia akan naik ke seorga. Yesus memerintahkan untuk menjadikan bangsa-bangsa muridnya. Yesus ingin lebih banyak lagi orang-orang yang sama seperti mereka, orang-orang yang berjalan untuk semakin sama dengan gambaran Allah yang telah rusak karena dosa.

Saudaraku, Anda dan saya harus menyadari ini, ketika Anda dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka yang terjadi hanyalah refroduksi secara jasmani, mereka yang dilahirkan adalah benih dosa, dikandung dalama dosa.

2. Hambatan-hambatan Untuk Merefroduksi Secara Rohani

Hanya sedikit hal yang membuat manusia tidak bertambah banyak secara jasmani. Salah satu adalah tidak menikah. 

Jika mereka tidak menikah mereka tidak akan melahirkan. Kebenaran ini perlu dipegang orang Kristen berkenaan dengan reproduksi rohani. 

Pada waktu seseorang menjadi anak Allah, ia harus menyadari bahwa ia bersatu dengan Yesus Kristus jika ia akan memenangkan orang lain kepada Sang Penyelamat.

Faktor lain yang dapat menghambat reproduksi adalah penyakit atau kelemahan alat reproduksi. Dalam hal rohani dosa adalah penyakit yang dapat mencegah memenangkan yang hilang.

Faktor lain yang dapat mencegah orang mempunyai anak adalah belum dewasa. Allah dalam hikmat-Nya menunjukkan hal itu bahwa anak kecil tidak dapat mempunyai anak. 

Seorang laki-laki yang masih kecil harus bertumbuh menjadi cukup dewasa supaya dapat mencari nafkah, dan seorang wanita yang masih kecil harus cukup umur untuk bisa merawat bayi.

Setiap orang harus dilahirkan kembali. Ini adalah keinginan Allah. Allah tidak pernah bermaksud bahwa manusia hanya hidup dan kemudian mati - menjadi mayat berjalan yang akan dikuburkan.

Banyak orang tahu bahwa ada sesuatu setelah mati, dan oleh karena itu setiap orang yang dilahirkan ke dalam keluarga Allah harus menjadi orang lain untuk dilahirkan kembali.

Seseorang dilahirkan kembali saat ia menerima Yesus Kristus. "Tetapi setiap orang yang menerima Dia, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah ... orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah" (Yoh 1:12-13) - itulah kelahiran baru. 

Rencana Allah untuk bayi-bayi yang baru lahir dalam Kristus adalah bertumbuh. Semua perlengkapan dibuat untuk pertumbuhan mereka kearah kedewasaan, dan kemudian melipat - gandakan - tidak hanya kepada orang kaya atau orang yang berpendidikan, tetapi kepada setiap orang. 

Setiap orang yang dilahirkan kedalam keluarga Allah harus melipat-gandakan. Secara jasmani kalau anak anda mempunyai anak, anda menjadi seorang nenek. Ayah Anda menjadi buyut, dan ayah buyut menjadi moyang. Demikian juga dalam hal rohani.

Anda harus menyadari satu hal penting yang menjadi hambatan kita menjadi orang tua rohani. Yaitu;

  • Dosa yang masih menjadi kesukaan kita dan kita tidak pernah benar-benar bertobat, berhala tersembunyi di dalam hati dan tidak dibuang. Ada banyak macam, baik itu dosa kemunafikkan, keserakahan, dosa ingin memiliki harga diri agar dipuji sebagai hamba Tuhan, dosa seksual yang tidak pernah beres dan diakui di hadapan Allah. 
  • Tidak berdamai dengan masa lalu, dendam terhadap perlakuan di masa lalu. Mempercayai Kristus untuk kepentingan diri untuk kemuliaan diri sendiri, ini semua akar dari ketidakdewasaan rohani bahkan kemandulan rohani.
  • Marilah bergumul bersama Allah bereskan dan menangislah di hadapan-Nya. Mengakulah dan bencilah semua itu, akui semua kelemahan dan tidak ada yang perlu ditutupi di dahapan Allah, bertobatlah dan berikan diri Anda kepada kasih karunia Kristus, bercerailah dari dunia dan menikahlah dengan Yesus, untuk reproduksi rohani yang nyata-nyata terjadi atas kehidupan Anda.

3. Bayi-bayi Rohani Maka Tidak Merefroduksi Secara Rohani

Di mana saja Anda bertemu dengan orang Kristen yang tidak sedang memimpin orang lain kepada Kristus, mesti ada sesuatu yang salah dalam diri orang itu. 

Mungkin ia masih bayi. Saya tidak berkata bahwa dia tidak cukup dalam doktrin dan tidak mengerti dengan baik kalau mendengarkan khotbah. 

Saya kenal banyak orang yang dapat memberi penjelasan tentang sebelum, sesudah dan masa pemerintahan Kristus seribu tahun di bumi dan yang banyak mengetahui tentang masa-masa pembebasan, tetapi tetap belum dewasa. 

Seperti yang dikatakan Paulus di Korintus, "Dan aku, saudara- saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara kepada kamu seperti dengan manusia rohani (atau dewasa rohani), tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus." (I Korintus 3:1)

Karena masih bayi, mereka belum dewasa, belum mampu memproduksi secara rohani. Dengan perkataan lain, mereka tidak mampu menolong orang lain untuk dilahirkan kembali. 

Paulus melanjutkan, "Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya ... . Karena kamu manusia duniawi (bayi rohani). Sebab, jika diantara kamu ada iri hati dan perselisihan ... (1 Korintus 3:2,3). 

Saya kenal banyak anggota gereja, guru sekolah minggu dan anggota perkumpulan missionaris wanita yang berkata kepada orang lain, "Apakah Anda sudah mendengar tentang si anu?" dan menceritakan beberapa gunjingan. 

Hal yang sangat buruk di hadapan Allah. Betapa mengejikan kalau orang Kristen lain mendengar dan menyebarluaskan cerita itu! 

Alkitab berkata, "Enam perkara yang dibenci Tuhan, bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hatiNya: ... lidah dusta ..." (Amsal 6:16,17). Oh, banyak orang Kristen yang saya tahu, baik pria maupun wanita yang terlibat dalam lidah dusta!"... dan yang menimbulkan pertengkaran saudara" (Amsal 6:19) adalah bentuk lain. 

Inilah cara berjalan bayi, dan saya percaya bahwa inilah salah satu alasan yang mendasar mengapa banyak orang Kristen tidak dapat melahirkan orang kembali kedalam keluarga Allah melalui mereka. 

Mereka sakit secara rohani. Ada sesuatu yang salah. Ada penyakit rohani dalam kehidupan mereka. Mereka belum dewasa. Tidak ada persekutuan dengan Kristus.

Tetapi kalau semua hal benar atau hubungan Anda benar dengan Allah tidak peduli berapa banyak atau betapa sedikit pengetahuan Anda tentang Firman Tuhan dari sudut pandang rohani, anda dapat menjadi orang tua rohani. Dan secara kebetulan saja Anda mungkin masih sangat muda di dalam Tuhan.

Seorang wanita muda bekerja sebagai penerima telepon di kantor kami di Colorado Springs. Satu setengah tahun yang lalu dia bergabung dengan Perkumpulan Pemuda Komunis di Inggris. 

Wanita ini pernah menghadiri KKR Billy Graham dan menerima Tuhan Yesus Kristus. Setelah itu dia dan dua orang teman wanitanya yang lain di sekolah seni dan drama dipakai Tuhan untuk memenangkan beberapa wanita kepada Kristus. 

Kami mengajar Pat dan beberapa orang lain, dan mereka kembali mengajar wanita-wanita yang lain kepada Kristus. 

Beberapa dari mereka dari mereka sudah memimpin wanita-wanita yang lain kepada Kristus, dan juga melatih teman-teman mereka. Patricia telah menjadi nenek, walaupun dia masih berusia sekitar satu tahun empat bulan di dalam Tuhan.

Kami sering melihat kejadian seperti di atas. Saya mengenal seorang pelaut yang telah menjadi moyang. Ia telah memimpin beberapa pelaut kepada Tuhan dan orang yang telah dipimpinnya memimpin beberapa pelaut lain kepada Kristus, dan pelaut-pelaut yang terakhir ini sedang memimpin pelaut lain kepada Tuhan - walaupun pelaut yang pertama masih berumur empat bulan dalam Kristus.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Allah memakai saluran murni dari kehidupan orang-orang Kristen muda ini melalui kesungguhan dan kasih mereka kepada Kristus, dan hati mereka disuapi dengan benih Firman Tuhan yang mereka tabur dalam hati orang lain. 

Benih itu bertumbuh dan berbuah. Iman timbul karena pendengaran dari Firman Tuhan. Mereka lahir kembali karena iman dalam Tuhan Yesus Kristus. 

Mereka mengamati orang-orang Kristen yang memimpin mereka kepada Kristus dan yang membagikan sukacita, damai dan itu semua menggetarkan hati mereka. Dan di dalam kesukacitaan mereka, mereka ingin orang lain juga mengalaminya.

Dalam setiap pertemuan orang Kristen, saya yakin ada laki-laki dan wanita yang telah menjadi orang Kristen lima, sepuluh atau dua puluh tahun tetapi yang belum pernah membawa satu orangpun yang hidup untuk Yesus Kristus kepada mereka. 

Maksud saya bukan orang yang sedang bekerja untuk Kristus, tetapi orang yang sedang melahirkan untuk Kristus. Seseorang mungkin berkata, "saya sudah menyebarkan 100.000 buah traktat". Itu baik, tetapi berapa banyak domba yang telah Anda bawa ke dalam keluarga Allah.

Beberapa waktu yang lalu saya berbicara kepada 29 orang calon misionaris. Mereka telah lulus dari universitas, sekolah Alkitab atau seminari. 

Sebagai salah satu anggota panitia saya bertanya kepada setiap orang selama lima hari, setiap calon mendapat waktu setengah jam sampai satu jam. Diantara beberapa pertanyaan saya menanyakan dua pertanyaan yang sangat penting. 

Yang pertama tentang kehidupan ibadah pribadi mereka. Saya tanyakan kepada mereka, "Bagaimana dengan kehidupan ibadah pribadi Anda?" "Berapa banyak waktu yang Anda berikan untuk Tuhan?" "Apakah Anda merasa bahwa ibadah pribadi Anda merupakan sesuatu yang dikehendaki Tuhan?"

Dari ke 29 orang ini hanya satu orang berkata, "Saya percaya bahwa ibadah pribadi saya merupakan hal yang sangat penting". 

Kemudian pertanyaan saya berikutnya kepada yang lain, "Mengapa Anda merasa ibadah pribadi Anda tidak begitu penting?"

"Ya, Anda tahu sendiri, saya di sini hanya pada musim panas", sebuah jawaban klise. Kami berkonsentrasi pada kuliah. Kami dalam setahun hanya belajar sepuluh minggu. "Kami sangat sibuk".

Saya berkata, "Baik. Sekarang coba lihat kembali pada waktu Anda masih mahasiswa. Apakah Anda dapat melakukan ibadah pribadi?".

"Ya, tidak juga."

Kami menelusuri kembali kebelakang dan menemukan mereka tidak pernah mengerti bahwa Penebus yang mereka miliki sangat mementingkan ibadah pribadi mereka. Itulah salah satu alasan untuk kemandulan rohani mereka - kurang bersekutu dengan Kristus.

Pertanyaan lain yang saya tanyakan kepada mereka, "Anda akan pergi ke negara lain. Anda berharap dipakai Allah untuk memenangkan laki-laki dan wanita bagi Kristus. Benarkah itu?"

"Ya, benar".

"Anda menginginkan mereka hidup dalam berkemenangan, bukan? Anda tidak ingin mereka hanya membuat keputusan percaya kepada Kristus dan kemudian kembali ke dunia mereka, bukan?"

"Ya, benar."

"Bolehkah saya menanyakan anda satu pertanyaan lagi? Berapa banyak orang yang anda ketahui namanya saat ini yang sudah anda menangkan untuk Kristus dan sekarang sedang hidup untuk Dia?"

Sebagian besar mengakui bahwa mereka telah siap menyeberangi lautan dan belajar bahasa asing, tetapi mereka belum pernah memenangkan satu jiwapun yang terus berjalan dengan Yesus Kristus. 

Beberapa diantara mereka berkata bahwa mereka telah banyak membawa orang pergi ke Gereja; yang lain berkata mereka telah meyakinkan beberapa orang maju kedepan pada saat KKR.

Kemudian saya tanya, "Apakah mereka hidup untuk Kristus sekarang?" Mereka tertunduk. Kemudian saya lanjutkan, "Apa yang Anda harapkan dengan menyeberangi lautan dan berbicara dalam bahasa asing dengan orang yang mencurigai Anda, yang cara hidupnya tidak lazim, apakah Anda mampu melakukannya di sana dengan apa yang Anda belum pernah Anda lakukan di sini?"

Pertanyaan-pertanyaan ini tidak hanya berlaku untuk para missionaris atau calon missionaris. Tetapi juga berlaku untuk setiap anak-anak Allah. Setiap anak-Nya harus menjadi seorang yang dapat mereproduksi secara rohani.

Apakah Anda sedang mereproduksi sekarang? Jika tidak, mengapa tidak? 

Apakah itu karena kekurangan persekutuan dengan Kristus, Tuhan Anda, Yang sangat mementingkan keakraban dengan Dia? Atau ada dosa dalam kehidupan Anda, suatu dosa yang belum diakui akan menghambat aliran rohani dari Anda? Atau apakah Anda masih tetap bayi?

Baca Juga:

"Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu perlu lagi diajarkan.." (Ibrani 5:12).

______________________________________________________

Sumber Utama: Dilahirkan Untuk Beranak Cucu Oleh Dowson E. Trotmen Alih Bahasa: Sari Badudu, NevPress Indonesia, 5-14

[Dawson Trotman adalah pendiri Pelayanan Para Navigator dan mempengaruhi ribuan orang bagi Kristus)

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

1 komentar untuk "Kekristen Dipanggil Bukan Untuk Beranak Cucu Secara Biologis Saja"