Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus

Salah satu tantangan dari penyerahan total kepada Kristus adalah kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. 

Tidak diragukan lagi, beberapa dari kita mungkin lebih cenderung untuk berserah jika Tuhan memberikan kita semacam surat kontrak dengan semua detil yang terisi. 

Kita ingin mengetahui apa yang diharapkan terjadi di depan. Kita ingin melihat semua tulisan kecil yang ada di dalam sebuah surat kontrak sehingga kita dapat membacanya, memikirkannya, dan kemudian memutuskan apakah akan menandatangani nama kita di bagian bawah dari surat kontrak tersebut.

Tetapi itu semua bukan cara kerja Allah. Sebaliknya, Tuhan akan mengatakan, “Ini sebuah kertas kosong. Aku ingin engkau menanda-tanganinya dan menuliskan namamu dibawahnya, lalu sesudah itu kembalikan kepadaKu dan Aku akan mengisi detilnya. Mengapa? Karena Akulah Tuhan; karena Aku telah membelimu; karena Aku dapat dipercaya; karena engkau tahu betapa Aku mengasihimu; karena tujuan hidupmu adalah untuk kemuliaanKu dan bukan untuk dirimu dan kesenanganmu sendiri.”

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus
Betty Scott

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus

1. Penyerahan diri yang tidak bersyarat

Betty Scott Stam adalah seorang wanita yang percaya kepada Tuhan untuk mengisi setiap detil di dalam hidupnya. 

Lahir tahun 1906 di Albion, Michigan, dia besar di Cina, di mana orang tuanya melayani sebagai misionaris di sana. 

Ketika dia berumur 17 tahun, di tahun terakhir sekolah menengahnya, dia pulang ke Amerika. Lalu dia melanjutkan kuliah di Moody Bible Institute. 

Pada masa itu, Betty menuliskan sebuah doa yang kemudian menjadi permohonan doa bagi banyak orang percaya yang merindukan untuk secara penuh menyerahkan seluruh hidupnya kepada Kristus sebagai Tuhan:

Doa Betty Scott Stam ;

“Tuhan, aku menyerahkan seluruh rencana dan tujuan hidupku, seluruh keinginanku, harapan dan ambisiku, dan menerima kehendak-Mu bagi hidupku. Aku menyerahkan diriku, hidupku, semua milikku, sepenuhnya kepada-Mu, untuk menjadi milik-Mu selamanya. Aku menyerahkan kepada-Mu agar Engkau menjagai semua relasi persahabatan yang aku miliki; semua orang yang aku cintai menempati posisi kedua di hatiku. Isi aku sekarang dan materaikan aku dengan Roh-Mu. Kerjakan seluruh kehendak-Mu dalam hidupku dengan cara apa pun, karena bagiku hidup adalah Kristus.” Amin.

Bagi saya doa di atas membuat saya berpikir keras, tentang kehidupan saya, tentang bagaimana dengan semua hal yang telah saya rencanakan. Tentang semua imajinasi saya yang di mana saya lebih suka kenyamana dan ketenraman. 

Saya tetap dapat melayani Tuhan dengan cita-cita saya, inilah yang saya pikirkan ketika merenungkan doa yang berkuasa ini, doa yang menggetarkan hati saya secara pribadi.

Doa yang membawa saya ke dalam kegelapan dan kehidupan yang tidak ada imajinasi sama sekali. Tetapi nanti kita lanjutkan keluhan ini, kita akan lebih lanjut melihat cerita hidup dari Betty Scott Stam.

Di tahun pertama di Moody Institute, Allah menguji janjinya. Meskipun Betty selalu beranggapan bahwa dia akan melayani sebagai misionaris di Cina, Tuhan mulai menarik perhatiannya ke Afrika, khususnya kepada para penderita penyakit kusta. 

Apakah dia akan meninggalkan apa yang sebenarnya dia pikir adalah panggilannya, tempat dimana kedua orang tuanya melayani dan dimana dia bertumbuh dan memberikan hidupnya untuk melayani di tempat lain?

Perhatian Betty juga kepada seorang pria yang bernama John Stam, yang juga memiliki rencana untuk menjadi misionaris di Cina. 

Tarikan di hatinya pasti sangat kuat. Melalui puisi yang dia tulis dan kirimkan kepada ayahnya, kita dapat melihat kegembiraan dan kedamaiannya saat menyerahkan keinginan dan masa depannya kepada Tuhan.

“Puisi ini,” tulisnya, “mengungkapkan kesusahan jiwa dan ketakutan pikiran yang kumiliki sebelum aku menyerahkan segalanya — bahkan motif terdalam, sejauh yang aku tahu — yaitu ingin mengatur Tuhan.

Bait keempat adalah menyatakan penerimaan-Nya yang murah hati atas diriku, diri yang tidak layak; yang terakhir menceritakan tentang kegembiraan, kepuasan, dan kedamaian dari bimbingan yang terjamin yang diberikan oleh Kristus Juruselamatku, sekarang karena Dia adalah Tuhan atas hidupku. ”


Tuhan, aku berdiri:

Ada kabut yang membutakan pandanganku

Bebatuan, curam, bergerigi, depan, kiri dan kanan,

Rendah, redup, terlalu lebar, di malam hari

Dimanakah jalannya?


Tuhan aku berdiri:

Batu hitam itu memelukku dari belakang,

Di atas kepalaku ada angin yang mengerang

Menggigil dan menekan hati dan pikiran.

Aku takut!


Tuhan, aku berdiri:

Ada batu keras dibawah kakiku; Tuhan, aku hampir terpeleset karena hujan es

Tuhan aku lelah sekali dan dimanakah tempat duduknya?

Apakah aku masih harus terus berdiri?


Dia menjawabku,

dan di wajah-Nya tampak sebuah tampilan rahmat anugerah yang tak terlukiskan

Cinta yang sempurna, memahami

semua gumamanku dihapusnya.


Tuhan, aku berdiri;

Karena Engkau telah berbicara, aku mengerti Tuhan

Yang menimpa bebatuan ini adalah Engkau! Tuhan!

Dan karena cinta-Mu melingkupi aku,

Aku berdiri dan bernyanyi.

 

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus

2. Menyerahkan masa depan kepada TUHAN

Tuhan memperjelas panggilan Betty untuk ke Cina, dan setelah menyelesaikan sekolahnya, Ia kembali ke sana pada tahun 1931 untuk melayani dengan China Inland Mission (CIM). Tetapi tentang pernikahannya dengan John Stam masih belum jelas, meskipun Betty dan John Stam telah mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain. 

John masih harus menyelesaikan satu tahun sekolah dan belum diterima di CIM. Akhirnya, Betty berangkat ke Cina tanpa komitmen formal di antara mereka dan memilih untuk menyerahkan masa depannya di tangan Tuhan.

Tahun berikutnya, John berlayar ke Cina untuk melayani sebagai misionaris dengan CIM dan dapat bersatu kembali dengan Betty — dan kemudian bertunangan. Mereka menikah pada Oktober 1933 dan melayani bersama di provinsi Anhui. 

Pada siang hari, mereka mengunjungi desa-desa terdekat untuk membagikan Injil; di malam hari, mereka membantu memimpin pertemuan dengan misionaris lain di wilayah tersebut. 

Pekerjaan itu sulit, karena daerah itu bergunung-gunung dan orang-orangnya sangat miskin, tetapi John dan Betty bersukacita atas kesempatan yang diberikan Tuhan kepada mereka untuk membagikan kabar baik tentang Kristus.

Pada 11 September 1934, putri mereka, Helen Priscilla, lahir. Tiga bulan kemudian, John dan Betty, bersama dengan bayi perempuan mereka, ditangkap oleh tentara Komunis. 

Setelah menghabiskan malam pertama di penjara lokal, mereka dipaksa oleh tentara untuk berjalan berbaris dua belas mil ke kota lain. 

Mereka akhirnya berhenti untuk bermalam di rumah seorang pria kaya yang melarikan diri. Ke-esokan paginya, sebelum mereka pergi, Betty menyembunyikan bayinya di dalam rumah di dalam kantong tidur kecil. 

Kemudian, John dan Betty digiring ke jalan-jalan kota, tangan mereka diikat erat, pakaian luar mereka dilucuti.

Dalam perjalanan ke lokasi eksekusi, seorang penjaga toko beragama Kristen mencoba membujuk para tentara untuk tidak membunuh pasangan tersebut. 

Pria itu juga diseret untuk dibunuh. Ketika John memohon kepada para prajurit untuk tidak membunuh pria itu, pemimpin Komunis memerintahkan John untuk berlutut, lalu memenggalnya dengan pedang. Betty terjatuh di sisi suaminya, tidak ada teriakan yang keluar dari bibirnya. 

Beberapa saat kemudian, pedang yang sama yang telah membunuh suaminya mengakhiri hidupnya.

Bayi Helen ditemukan tiga puluh jam kemudian oleh seorang pendeta setempat. 

Dia di tempat yang aman dan hangat, tampaknya tidak terlalu buruk walaupun selama disana ia tidak mendapatkan susu. 

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus

Di dalam pakaian Helen, pendeta menemukan popok ekstra dan dua lembar uang lima dolar yang disematkan Betty di sana — cukup untuk menyelamatkan Helen.


3. Berapapun Harganya

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus

Betty berusia dua puluh delapan tahun ketika dia dibunuh. Ketika dia menulis kata-kata dari doanya yang terkenal, “Kerjakan seluruh kehendak-Mu dalam hidupku dengan cara apa pun,” dia tidak tahu berapa kerugiannya jika menyerah sepenuhnya. 

Meskipun beberapa orang mungkin menganggap harganya selangit, saya yakin bahwa Betty, setelah menyerahkan nyawanya untuk Kristus, tidak akan menganggap harga itu terlalu tinggi. 

Dia telah menyerahkan dirinya dan semua yang dia miliki, ke tangan Kristus untuk keselamatan-Nya.

Sekelompok kecil orang percaya menemukan tubuh John dan Betty dan menguburkannya di lereng bukit. Di batu nisan Betty tertulis seperti ini:

Elisabeth Scott Stam, 22 Februari 1906

“Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Filipi 1:21

8 Desember 1934, Miaosheo, Anhui

“Setialah sampai mati dan aku akan memberimu mahkota kehidupan.” Wahyu 2:10

Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus
Definisi Elohim

4. Bagaimana dengan Anda dan saya?

Rencana Tuhan untuk hidup Anda dan saya tidak akan terlihat persis seperti rencana-Nya untuk Betty Stam. Tetapi sebagai pengikut Kristus, kita, seperti Betty, dipanggil untuk menyerahkan rencana kita dan menerima kehendak-Nya, apapun itu. 

Tuhan mungkin meminta Anda untuk setia kepada suami yang sulit untuk dicintai, atau untuk mendidik anak-anak Anda di rumah, atau untuk membimbing para remaja putri. 

Banyak hal yang kita kerjakan dan apakah semua itu berpusat pada Kristus. Hidupku bukan aku lagi, hidupku adalah kehidupan baru yang berjalan dalam kehendak Kristus yang dari emas dan perak. Dan kematian keinginanku.

Maukah Anda membaca kembali doa Betty Stam di bagian atas artikel ini dan menjadikannya doa Anda? 

Jujur ini adalah doa yang sulit bagi saya, tetapi ketika doa ini benar-benar terucap dari mulut saya. Dan itu memang dari kedalaman hati, oleh karena kepercayaan kepada Kasih Karunia Kristus. 

Saya seperti dilepaskan dari semua belenggu kegilaan dan imajinasi dunia yang merusak jiwa, perasaan, dan pikiran saya sehingga saya tidak benar-benar melihat Kristus.

Melihat Kristus secara jelas, secara benar, diperlukan kebodohan bagi dunia, diperlukan ketiadaan hikmat dan kesadaran bahwa diri, perasaan dan pikiran harus tunduk kepada Firman Kristus di Alkitab, yang telah saya baca dan renungkan.

Mari pikirkan ini, mari doakan ini, tidak ada yang mampu Anda dan saya tidak mampu. Tetapi kiranya Allah memampukan kita, untuk benar-benar cinta kepada Yesus dan kehendak-Nya yang melucuti semua kedagingan sampai kita sadar bahwa kita sudah mati dan hidup hanya untuk Yesus.

Karena kasih-Nya mengelilingi Anda, Anda juga dapat berdiri, dan Anda dapat bernyanyi sewaktu Anda mengikuti-Nya, ke mana pun Dia memimpin.

“Ketika kita mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, kita pikir kita sedang membuat pengorbanan yang besar, dan melakukan banyak untuk Dia, padahal sebenarnya kita hanya melepaskan beberapa pernak-pernik yang selama ini kita pegang, dan ketika tangan kita kosong, Dia memenuhinya sampai penuh dengan harta karun-Nya.” ~ Betty Stam

Roh Kudus memampukan kita semua, AMIN.

Sumber: Nancy DeMoss Wolgemuth – Revive Our Hearts.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

1 komentar untuk "Betty Scott Stam Kehidupan yang Berpenyerahan Kepada Ke-TUHAN Yesus"

Berlangganan via Email