Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian Kristen Kamis Untuk Saat Teduh 9 Juni 2021

Renungan Harian Kristen Kamis Untuk Saat Teduh 9 Juni 2021

Judul Renungan; Menjatuhkan hukuman atas daging 

Bacaan Alkitab yang menjadi dasar Renungan Harian Kristen Kamis Untuk Saat Teduh, diambil dari Roma 8:3-4 (TB). “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengaan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging tetapi menurut Roh.”

Ketika Anda dan saya hidup di dalam daging, semua nafsu dan semua hal yang daging inginkan merupakan tuan atas diri. Kita diperbudak olehnya, hal ini sangat-sangat membuat jiwa dan roh kita menderita, kokosongan, kehampaan dan kehancuran. Semua itulah yang menyelimuti diri manusia.

Kehidupan di dalam daging, yang telah dikuasai hukum Taurat, di mana kegagalan demi kegagalan terjadi. Kita gagal untuk dapat mematuhi hukum, karena hukum tidak berkuasa, hukum hanya GPS, penunjuk Jalan kebenaran. Tetapi adakah kematian dapat datang kepada Jalan Kebenaran. Adakah kuasa di dalam kematian, TIDAK ADA, ia hanya tulang kering yang merana dan tidak berdaya.

Dosa tidak sekedar berbicara tentang apa yang Anda dan saya perbuat. Tetapi tentang natur kita yang memberotak, kita melawan Allah, kita menjadikan diri kita seolah-olah kitalah Allah. Dosa menjerat dan membawa kita ke dalam kebinasaan. Sebab upah dosa adalah maut, maut adalah keterpisahan dari Allah selamanya. Kegelapan yang pekat, kekosongan dan kehampaan yang mengerikan. Jiwa yang benar-benar mati dan menderita dan hal ini terjadi selamanya.

Saya tidak sedang menakuti Anda agar Anda menjadi orang baik. Tetapi saya sedang menunjukkan kepada Anda, masalah utama Anda dan saya. Kita adalah orang berdosa, dosa tidak dapat hancur dan tidak dapat tidak berkuasa hanya dengan hukum, sebab hukum masih tunduk di bawah kuasa daging. Hukum hanya menunjukkan kejelasan dari dosa-dosa tetapi hukum tidak berkuasa untuk menyelamatkan. 

Tidak ada kebangkitan jiwa di dalam hukum dan segala aturan. Perbuatan baik dalam kematian jiwa di dalam dosa tetaplah kematian dan ini adalah pemberontakan kepada Allah. Hal ini adalan jalan masuk untuk manusia terus menjadi tuhan atas dirinya. 

Perbuatan baik hanya akan membawa manusia semakin cinta diri sendiri dan dunia, ia semakin membenci orang lain, ia akan semakin cinta harta dunia dan semua hal tentang dunia ia suka. Tetapi ia juga suka ke gereja agar terlihat jelas bahwa ia orang baik. 

Sesungguhnya jiwanya masih mati, ia tidak pernah percaya kepada Yesus, ia masih tunduk pada hukum dan terus berharap ketaatannya adalah jalan keselamatan, sesungguhnya dia berjalan dalam kefasikan yang diselimuti dengan kebaikan. 

Kiranya Anda dan saya bertobat dari kehidupan yang demikian, pandanglah kepada Yesus dan lihatlah Dia yang sudah menebus manusia dari kutuk dosa yang mengerikan.

Saya akan membuat satu poin yang akan menjelasakan,  bagaimana Injil adalah jalan kebenaran yang membawa Anda dan saya ke dalam hidup yang melimpah dalam Roh dan Kebenaran Kristus.

Hukuman atas daging lalu hidup oleh Roh;

Jawaban dari semua persoalan umat manusia adalah Yesus, suatu kesalahan besar, jika jawaban dari seseorang yang sedang kecanduan alkohol adalah motivasi agar ia dapat bebas dari kecanduannya. Tidak ada kuasa dari motivasi, ia hanya menyentuh bagian luar. Saudaraku daging harus dihancurkan, daging yang berdosa harus mati. Bagaimana itu dapat terjadi, jawabannya adalah Injil Yesus Kristus.

Firman menjadi manusia, Dia yang Ilahi, Dia yang kudus, Ia yang menciptakan. Namun Ia menjadi daging, menjadi terbatas sama seperti Anda dan saya. Keselamatan di dalam Yesus, merupakan keselamatan yang dikerjakan Allah secara nyata dan jelas. 

Daging Yesus yang kudus, ditimpakan kepada-Nya ketidakudusan, semua dosa, semua kebusukkan, semua kehancuran, semua kekosongan, semu kehamfaan. Rasa frustasi, rasa bosan, semua jenis dosa. Sehingga Yesuslah yang menjadi sangat berdosa. Sehingga semua tuntutan hukuman dosa ditimpakan kepada Yesus.

Saya membayangkan betapa sakitnya, murka Allah ditimpakan kepada Yesus. Daging yang tercabik, tulang yang remuk, daging yang remuk, kepala yang bermahkotakan duri. 

Menunjukkan kepada Anda dan saya betapa sesungguhnya menyedihkannya kehidupan Anda dan saya, kita harus dibinasakan. Tetapi sekarang ada seruan bertobatlah dan percayalah kepada Yesus.

Namun karena kasih karunia, kekayaan rahmat Allah, kutuk yang terjadi di kayu salib. Dibalik oleh Allah, hal ini justru menunjukkan kepada Anda dan saya kemuliaan Kristus, keberhargaan Kristus dan cinta yang sempurna.

Sehingga ketika Anda ingin bebas dan dari semua dosa, PERCAYALAH KEPADA YESUS, hanya melalui iman kepada Dia ada keselamatan. Tidak ada yang lain, hanya iman yang didahului dengan pertobatan dan Anda menyerahkan kehidupan Anda kepada-Nya. Anda diselamatkan oleh dasah yang Mahal. Tidak ada kabar yang lebih baik dari ini, Hukum Taurat tidak berkuasa atas kita, kita ada di dalam Yesus diberikan kuasa untuk menang atas dosa.

Baca Juga: Bacaan Injil tanggal 4 Juni 2021

Saudaraku ketika Anda percaya kepada Yesus, Anda hidup, jiwa Anda hidup. Kelahiran baru oleh Roh Kudus di dalam Kristus terjadi atas Anda. Anda dapat menyembah Allah, Anda diselamatkan dari kutuk dosa. Kita bukan lagi budak, kita tidak diperhamba oleh dosa.

Kita membenci dosa-dosa kita, kita bergumul untuk kematiannya dan kita hidup hanya untuk menyenangkan Kristus sampai selama-lamanya. Kiranya artikel Renungan Harian Kristen Kamis Untuk Saat Teduh 9 Juni 2021. Membawa Anda pada Injil yang murni dan damai Kristus melimpah atas hidup Anda. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Berlangganan via Email