Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Santapan Harian Kristen Untuk 10 Hari

Renungan harian Kristen atau santapan harian untuk 10 hari, saya tuliskan untuk saudara. Bagi kebutuhan rohani saudara, terpenting dari semua renungan yang saya tuliskan. Akan berpusat pada Injil dan menyerukan pertobatan, membukan dosa secara jelas dan tegas dan memberitakan keindahan kasih karunia yang melimpah-limpah di dalam Yesus.

Semua renungan harisn Kristen yang ada di Artikel ini, berdasarkan 1 Korintus. Jadi ketika Anda membaca renungannya sampai selesai, Anda sedang mempelajari Kitab 1 Korintus. Harapan saya, Anda juga tidak lupa untuk membaca Alkitab, karena tulisan saya sangatlah terbatas, namun saya percaya biarlah Roh Kudus bekerja melalui tulisan yang sederhana ini.

Saya tidak akan memberikan motivasi agar Anda melakukan ini dan itu, saya tidak menyajikan bahwa Anda harus memakai setiap potensi untuk melayani Allah. Saya hanya akan memberitakan Kristus, menyerukan agar Anda lebih banyak bersekutu dengan Dia. Membaca Alkitab secara serius dan berdoa setiap saat. Bahkan menggumulkan dosa secara serius, kecenderungan Anda yang selalu saja lebih mencintai dosa, begitu juga dengan saya.

Anda telah membaca sedikit gambaran dari renungan yang akan Anda baca selama 10 hari ke depan. Jika Anda merasa terhakimi dan justru bertobat maka hal itu merupakan suatu sukacita bagi saya. Kiranya setelah Anda membaca semua renungan, berkat rohani yang Anda dapatkan. Yaitu Anda bergairah untuk membaca dan mernungkan Alkitab lebih banyak, Anda memandang Salib setiap hari, Injil semakin jelas, dan kehidupan Anda semakin bersukacita dalam keadaan paling menderita sekalipun. 

Bahkan Anda dengan tegas meneriaki diri sendiri untuk memberikan kebenaran kepada diri dan melihat Yesus sebagai harta berharga, mulia dan pusat dari segala kehendak Ada sebagai anak Allah yang Ia kasihi. 

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Olah sebab sukacitanya pergila ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” Matius 13:44 (TB). Inilah Injil, akan memperlihatkan Anda secara jelas, betapa tidak berharganya apa yang fana dan bertapa berharganya Kristus Sang Pemilik Kerajaan Sorga. Selamat merenungkan.

Santapan Harian Hari Ini Untuk 10 Hari

Penjelasan untuk membaca;

Saya harap Anda membaca satu hari satu renungan, selama 10 hari, Anda dapat membaca keseluruhan artikel ini, selamat menikmati Roh kudus beserta Anda memberikan Anda berjuta-juta pengertian akan kekayaan Rohani yang ada di dalam Injil Yesus Kristus.

Dikuduskan dalam Yesus Untuk Yesus

Renugan hari ke 1

1 Korintus 1:2-3 (TB), Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi Rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. 

Allah menciptakan manusia, Ia memiliki tujuan yang jelas. Maka dari itu, tidak mungkin karya keselamatan justru menjadikan orang menjadi pasif. Karya keselamatan menjadikan seseorang Justru berjuang keras untuk mematikan dosa. 

Terpenting dari semua itu, orang yang ada di dalam Kristus akan berjuang mewujudkan kehendak Allah agar benar-benar terjadi atas dirinya. Ini bukan kehendak untuk kepuasan fana yang justru membawa kepada kebinasaan. Tujuan ini adalah untuk sampai pada kemuliaan demi kemuliaan.

Panggilan mulia, untuk menjadi hamba Kristus, tunduk kepada Kristus dan melihat keindahan Kristus setiap hari. Menjadi Rasul Kristus, berarti memberitakan Kristus, untuk membawa kehidupan kepada kematian, sehingga kematian tidak berkuasa lagi atas kehidupan manusia. 

Sungguh ini kabar baik yang tidak akan kita temukan dari filsafat dunia, dari definisi dunia dan segala hal yang dunia ini tawarkan. “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi Rasul Kristus Yesus,”  dikuduskan untuk Kristus, baiklah kehidupan kita sebagai orang-orang percaya, sadar akan status kita di dalam Kristus. Kita yang telah menerima Kristus dan setiap saat mendengarkan Injil.

Biarlah hati dan pikiran kita terpaut hanya kepada Yesus, memikirkan Dia dan melangkah untuk melaksanakan amanat Agung-Nya. Orang-orang kudus yang Paulus maksudkan bukanlah orang-orang baik dan hidup tanpa dosa. Ini merupakan kekudusan Kristus yang diberikan kepada jemaat yang ada di Korintus.

Status Anda dan saya, kita juga orang kudus yang ada di dalam Kristus. Kita yang tidak lagi bangga terhadap dosa, kita yang tidak lagi hidup bagi dunia. Maka dari itu suatu kebodohan jika kita yang adalah orang kudus, masih ingin diperhamba oleh dosa. Masih suka untuk memberikan diri kita menjadi budak nafsu, budak kesombongan rohani. Sangat perlu bagi Anda dan saya bertobat, memandang kepada keindahan salib. 

Baca Juga: Renungan tentang sifat murid Yesus kerendahan hati

Kristus dengan darah yang mahal, agar kita yang hina ini, diberikan kelayakan untuk dapat hidup menikmati kemuliaan Allah. Bahkan mengabarkan kemuliaan ini, melalui nama Yesus, membawa kembali definisi Allah kepada manusia-manusia terhilang, inilah tugas kita, inilah buah pertobatan kita, dan inilah buah dari pertobatan orang kudus. Roh Kudus memampukan kita, AMIN.


Kebahagiaan yang Oleh Karena Kristus

Renugan hari ke 2

1 Korintus 1:4-6 (TB) "Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu di dalam Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu."

Kebahagiaan yang bukan karena kehidupan yang makmur, karena kemakmuran adalah dusta dunia yang ingin memisahkan manusia dari sukacita sejati. saya ingin mengajak Anda merenungkan dan membaca ulang-ulang ayat 4 “Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karnia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu di dalam Yesus.” 

Saya selalu mikirkan betapa bahagianya saya ketika saya memiliki barang ini dan itu, menjadi ini dan bisa ini dan itu, semua hal yang saya inginkan, jika saya memilikinya maka saya akan bahagia. Saya melihat barang-barang yang ada di toko online, saya bermimpi untuk memilikinya, lalu saya membelinya lalu saya merasa, ya sudah. 

Tidak ada yang istimewa ketika mendapatkan barang ini, lalu saya mencoba bersyukur karena barang tersebut, tapi sia-sia belaka. Tidak ada getaran di dalam hati yang memberikan alasan bagi diri saya untuk bahagia setelahnya, semuanya kosong dan biasa-biasa saja. Saya tersesat dan terjatuh dalam kegelapan yang mengerikan, saya membutuhkan cahaya Injil.

Saya tidak tahu Anda pernah atau tidak mengalami hal yang sama (SAYA YAKIN ANDA PASTI PERNAH MENGALAMI). Ketika saya menemukan Injil, saya menyadari bahwa betapa dalamnya perbudakan yang saya alami dahulu, hal ini membawa saya setiap saat bergumul untuk tidak lagi jatuh dalam perbudakan ini, hal fana yang membawa saya, ke dalam berbagai-bagai duka.

Paulus mengajarkan kita, pada suratnya yang sedang kita renungkan sekarang. Kitab 1 Korintus, bahwa ucapan syukur yang menggetarkan jiwa, memberikan gairah kehidupan, merupakan ucapan syukur dengan alasan kekekalan. Ucapan syukur yang melihat jiwa-jiwa hidup di dalam Kristus, melihat dengan jelas mereka kaya dalam segala pengetahuan akan kebenaran.

Lalu apa yang menjadi sikap hati kita, sebagai orang-orang yang telah mengaku percaya kepada Kristus? Saudaraku ucapan syukur dengan sistem nilai yang kekal, merupakan pergumulan panjang. Sama seperti yang Paulus kerjakan. Baiklah kita memberikan diri kita untuk bergumul dan segera melakukannya, agar kita membawa jiwa kepada Kristus dalam doa dan pekabaran Injil.

Tidak peduli pekerjaan kita, hati Anda akan bergetar jika Anda melakukan hal ini, Anda akan bersukacita. Ketika Anda melihat satu jiwa hidup di dalam Yesus, bebas dari belenggu kematian dan bertumbuh dalam Kristus, bersamaan dengan itu Anda akan semakin bertumbuh.

Inilah kebahagiaan yang melahirkan ucapan syukur seperti yang Paulus tuliskan di setiap awal surat yang ia tulis. Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk terus bergumul dan sesegera mungkin melakukannya. AMIN


Kebenaran yang tanpa kecacatan

Renugan hari ke 3

1 Korintus 1:7-9 (TB) Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam sesuatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita adalah setia.

Pada ayat sebelumnya, Paulus mengucap syukur karena kasih karunia yang dapat dinikmati oleh jemaat di Korintus. Kasih karunia yang ia bagikan melalui perjuangan antara hidup dan mati. Musuh ada di depan dan di belakangnya, mereka semua siap membunuhnya.

Pengorbanan untuk mencapai kepada kehidupan yang sejati, membutuhkan pengorbanan. Kehidupan yang tidak berkurangan dalam hal kebenaran. Banyak orang yang telah mengorbankan darah mereka, sebagai minyak untuk menyalakan api dari kehidupan, untuk memberikan kehidupan dan meneguhkan setiap orang yang merindukan Tuhan pencipta langit dan bumi.

Bukan Paulus yang hebat, bukan mereka yang mati menumpahkan darah yang hebat. Saya sangat yakin jika Paulus dan para martir masih hidup sampai hari ini, mereka akan berkata, “semua ini bukan tentang kami, tapi tentang Injil Yesus Kristus.” Injil yang membawa manusia yang telah dihidupkan di dalam Kristus untuk masuk ke dalam kebenaran, kebenaran, dan kebenaran yang tanpa kecatatan. 

Kebenaran mutlak yang harus dituruti dan ditaati sampai kesudahan kehidupan. Kebenaran itu adalah Kristus, menyadari kasih karunia yang berlimpah-limpah di dalam Yesus memberikan kekuatan dan semangat penuh untuk Paulus berfokus hanya pada Injil dan melayani walaupun dari kejauhan. Ia menyelesaikan setiap persoalan, memberikan solusi yang benar, Injillah solusi dari semua permasalahan.

Baca Juga: Berkat terbesar dari Allah yaitu.....

Penegasan Paulus, bahwa Yesus Kristuslah yang memberikan kehidupan, memasukkan kita dalam persekuan yang satu. Allah yang mulia dan setia, rela menjadi mansia, untuk menebus manusia dari kematian akibat dosa. Biarlah kemuliaan demi  kemuliaan mengalir di dalam pikiran kita, hati kita dirombak untuk selalu merindukan Kristus, kita tetap berjaga-jaga agar selalu mendapati diri tetap dalam kebenaran Kristus.

Mengenal Yesus lebih dalam lagi, lebih pribadi lagi, dan lebih banyak lagi untuk mengarahkan pandangan kepada karya salib. Mengucap syukur atas semua anugerah dan memberitakan Kabar Baik, Kebenaran tanpa kecacatan, menyempurnakan yang cacat dan memberikan kemampuan untuk dapat terus hidup hanya untuk Kristus. Roh Kudus memampuka Anda dan saya. AMIN


Nasehat untuk kesatuan Tubuh Kristus

Renungan hari ke 4

1 Korintus 1:10-11 (TB) Tetapi aku menasehatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita jangan ada perpecahan di antara kamu tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tantang kamu, bahwa ada peselisihan diantara kamu.

Pada saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, pada saat inilah awal mula terjadinya perpecahan dan saling menyalahkan. Manusia memulai dengan kebenarannya sendiri, ia melihat kebenaran palsu yang ada di dalam dirinya. 

Saudaraku setiap kita memiliki kecenderungan seperti ini, kecenderungan untuk membenarkan yang kita anggap benar dan tidak melihat kebenaran mutlak yang ada di dalam TUHAN. Kita tersesat sebagai orang Kristen, karena kita tidak mengindahkan Alkitab. Kita lebih mengindahkan kata-kata pengkotbah dan orang yang lebih tua dari kita. Kiranya kita segera bertobat!

Baca Juga: Kerseriusan Allah menanggapi dosa umat-Nya

Ujilah setiap tulisan saya, ujilah setiap bacaan yang telah Anda baca di blog saya ini, dengan Firman. Jika di dapati kesalahan silahkan jangan jadikan itu prinsip. Tetapi biarlah Injil Kristus selalu mengoyak hati Anda ketika Anda membaca setiap renungan yang saya tulis.

Setelah Paulus bersyukur dan memberitakan bahwa kasih karunia yang melimpah hanya ada di dalam Yesus, ia memulai dengan sebuah teguran. Ketika kehidupan kita ada di dalam Kristus, hendaknya kita sehati sepikir. 

Buah dari dosa adalah perpecahan, dosa selalu ingin membinasakan. Ia seperti singa yang siap menerkam dan memakan habis korbannya. Inilah yang terjadi pada orang-orang beriman di Korintus. Mereka merasa bahwa ketika diri mereka mengklaim, menjadi pengikut Paulus merekalah yang benar. Kelompok yang lainnya ketika mereka mengikuti Apolos mereka merasa merekalah yang benar.

Paulus menegaskan untuk tidak menumbuhkan perpecahan, baiklah kehidupan mereka hanya terarah kepada Kristus. Bukan terarah pada pengajar, karena yang utama dari semuanya adalah Yesus. Yesus yang telah disalibkan dan bangkit dan naik ke sorga. Yesus yang harus menderita mengantikan manusia berdosa.

Baiklah kita sebagai orang percaya, hanya percaya kepada Kristus. Kita memang harus menghormati para pengajar Injil. Tetapi tidak di dalam nama mereka kita diselamatkan. Kita memperoleh hidup hanya di dalam Kristus. Biarlah hati Anda dan saya terpaut hanya kepada Kristus, ketika hati kita terpaut pada Kristus. Baiklah kita meneliti Firman Allah yang hidup. Baiklah kita selalu mempelajarinya untuk semakin mengenal Yesus.

Biarlah kehidupan kita penuh dengan hikmat yang berasal dari Allah, biarlah pemberitaan firman selalu ada di mulut kita, dan salib Kristus menjadi suatu kebanggaan sebagai gambaran indah dari kemuliaah Allah yang kita sembah. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk berpusat pada Yesus setiap saat, AMIN.


Hikmat Dunia Kebodohan

Renungan hari ke 5

1 Korintus 1:18 (TB) Sebab Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.  

Anda merasa bahwa diri Anda berhikmat, larilah kepada salib Kristus dan bertobatlah. Ketika saya menyadari akan kemuliaan salib Kristus, semua hikmat saya adalah kebodohan. “Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia menjadi kebodohan?” Larilah dari segala hikmat fana dunia.

Semua manusia telah tersesat, tidak ada yang dapat mendatangi Allah. Mereka telah memberontak, tidak berguna. Selain kebinasaan belaka menjadi milik mereka. Anda dan saya termasuk, di antara orang-orang ini, kita semua, kita terlalu bodoh, terlalu dalam terjatuh. Terlalu lama berdiam dalam kegelapan.

Larilah dari hikmat dunia, larilah dari segala kotbah yang tidak memuliakan Yesus dan tidak memberitakan Kristus untuk kemuliaan Allah. Larilah dari ajaran yang menghina salib dengan memberitakan segala kekayaan dunia yang seolah-olah harus dinikmati. 

Sungguh binasa, binasalah kita yang menyukai keindahan dunia dan segala hal yang ia berikan seolah-olah untuk itu kita diciptakan. Kita mengagumi kefanaan dengan kebodohan hikmat kita, kita merasa betapa berhikmatnya diri.

Marilah lihat salib, karena semua kebodohan dan penderitaan jiwa kita, ada di sana, Yesus dengan jelas menerima semua murka yang seharusnya kita terima. Salib seharusnya cukup jelas untuk memberikan kepada kita pengertian akan kebodohan kita, penderitaan kita dan betapa bejatnya kita. 

Lalu bagaimana kita sekarang, saudaraku jika salib merupakan berita bodoh bagi orang-orang yang akan binasa. Marilah kita melihat salib sebagai keagungan dan kemuliaan Kristus. Keindahan yang tak terhingga dan jalan kebenaran, bahkan di sanalah kita dapat mengerti betapa kehidupan kita telah hidup dalam kemuliaan demi kemuliaan. 

Salib Kristus adalah Injil yang menghidupkan kita dari kematian, menyegarkan jiwa, memberikan harapan dan membebaskan kita dari pebudakan belenggu dosa. Bertobatlah! Kiranya kita bertobat dan dapat melihat salib sebagai kemuliaan. Roh Kudus memampukan kita semua, AMIN.


Kebodohan Salib Kemegahan di dalam TUHAN 

Renungan hari ke 6

1 Korintus 1:21 (TB) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 

Ketika manusia mempercayai dirinya maka ia tidak akan mempercayai Tuhan. Jika ia merasa betapa setiap hikmat dunia membawanya kepada kehidupan yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Pada saat yang sama ia akan semakin mengabaikan Tuhan.

Para ahli Taurat, orang Yunani yang berpusat pada hikmat. Mereka pada dasarnya mencintai diri mereka. Orang Yahudi yang cinta hukum Tauratnya, mereka mencintai dirinya sendiri dengan cara membayar Allah dengan segala hikmat dan kemegahannya yang telah patuh pada hukum.

Manusia tidak menemukan Allah, karena pada saat manusia berhikmat, pada saat itu ia menjadi menjijikan, penuh dosa dan diperbudak oleh dosa. Ia tidak kudus sedangkan Allah kudus. Manusia menjadi sangat-sangat bijak, kebijaksanaan ini membawa manusia ke dalam kebinasaan.

Kebijaksanaan manusia membuat ia melawan Allah, menjadikannya bermegah atas dunia yang fana. Saudaraku semua hal yang saya jelaskan di atas, saya sedang menjukkan diri Anda. itulah gambaran nyata dari hati Anda, pikiran Anda, bahkan semua itu tidak jarang melahirkan tingkah laku yang tidak memuliakan Allah. 

Saya juga sering terjatuh dalam hal ini, maka marilah kita bergumul untuk mematikan setiap hikmat fana yang kita bangga-banggakan. Marilah kita menyadari akan pengorbanan Kristus, pengorbanan yang membawa kita pada hikmat yang dari sorga, hikmat Allah yang kekal.

Tidak ada yang berhikmat, Allah memilih kita yang bodoh bagi dunia dan memang kita adalah orang-orang bodoh. Sebab Injil adalah kebodohan bagi dunia. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, hal inilah yang Allah pilih agar Anda dan saya tidak bermegah. Sebab di dalam Yesus, biarlah hikmat Allah yang terpancarkan.

Dengan pengertian, kita yang bodoh bagi dunia, ketika kita percaya Yesus, kita dibawa ke dalam kehidupan yang taat kepada Kristus. Tidak ada kemegahan di dalam diri kita, biarlah Yesus yang megah, sebab Yesus telah membawa kita pada kemegahan-Nya. Apa yang kebodohan bagi dunia, merupakan pengharapan bagi kita yang percaya Kristus.

Kesadaran akan kebinasaan hikmat dunia, membawa jiwa kita hanya bermegah di dalam Kristus, kita bermegah dan menikmati persekutuan dengan Kristus. Kekristenan merupakan kehidupan yang menjadi murid Yesus, belajar dari Yesus dan membenci apa yang Yesus benci dan mencintai apa yang Yesus cintai.

Hati dan pikiran kita, kiranya dipenuhi Injil setiap hari. Sehingga kita benar-benar melihat kemegahan dan bermegah di dalam kebodohan yang dianggap dunia. Tetapi di mata penguasa Injil, salib Kristus adalah kemuliaan-Nya dan sumber kehidupan dan harapan dan kematian dari segala sengat dosa. Roh Kudus memampukan kita untuk melihat semua ini secara jelas. AMIN


Hanya memberitakan Kristus saja

Renungan hari ke 7

1 Korintus 1:23 (TB) Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.

Wahai para pengkotbah, beritakanlah Kristus, berikan kami banyak Firman dan jangan menganggap dengan banyaknya tanda-tanda yang ada padamu. Itu merupakan suatu kekuatan sehingga kami jemaatmu dapat bertumbuh. 

Banyaknya kata-kata memberkati dan berkat, tidak sama sekali membuat jiwa kami bersukacita, justru kami berdukacita. Kami berteriak kekeringan dan menginginkan air kehidupan.

Kami justuru sangat-sangat kosong, kami kering, jiwa kami menginginkan Injil yang murni. Injil yang membukakan dosa, dan memberitakan kasih karunia Yesus Kristus. Karya salib dan Kristus saja. Pengharapan kebangkitan-Nya, beritakalah ini setiap minggu kepada kami, karena inilah yang menyegarkan kami. Sama seperti yang selalu saja, Paulus sampaikan.

Kami jenuh dengan dunia dan kefanaannya, berhentilah memberitakan harta dunia kepada kami, semua itu kebohongan. Janganlah membawa kami kepada iman yang dangkal dengan harapan-harapan yang tidak samasekali memuliakan Kristsus. 

Jiwa kita berteriak kencang karena ingin Injil Kristus, kiranya tulisan saya di atas mewakili hati Anda yang benar-benar menginginkan Injil. Saudaraku tidak ada cara lain untuk memenuhkan jiwa kita selain kita membaca secara serius Alkitab, secara serius mendoakan hal itu dan dari sanalah kita akan medapati jiwa kita bersukacita di dalam Kristus.

Matikan kedagingan, siksa daging yang penuh nafsu ini dengan mendisiplinkan diri untuk membaca Alkitab. Kiranya pikiran kita selalu memberitakan Kristus saja, kepada diri sendiri. Setiap waktu hati kita merindukan Kristus.

Bagi orang-orang yang cinta pada diri sendiri, Injil akan menjadi batu sandungan bagi mereka. Bagi mereka yang mencari hikmat duniawi, Injil sesuatu hal yang tidak masuk akal. Biarlah kita yang telah menerima Injil mendoakan orang-orang yang menolak Injil, Roh Kudus bekerja. 

Begitu juga dengan pengkotbah-pengkotbah yang tidak memberitakan Kristus, tidak membukakan dosa. Mereka telah menjadikan salib batu sandungan, dengan tidak memberitakannya. Tidak menyingkapkan dosa, tidak ada seruan pertobatan.

Kiranya Kristus terus ada di pikiran kita, kiranya kita sadar bahwa hikmat yang bodoh ini merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia dari kematian kekal. Roh Kudus membukakan kepada kita, hikmat sejati yang ada di dalam Injil. AMIN


Mengetahui Yesus saja dan memberitakan-Nya

Renungan hari ke 8

1 Korintus 2:1-2 (TB) Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. SEBAB AKU TELAH MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK MENGETAHUI APA-APA di antara kamu selain YESUS KRISUS, yaitu DIA YANG DISALIBKAN.

Terjebak dalam kepalsuan dari sebuah persoalan, kita mengira bahwa itulah akar persoalannya. Sehingga dengan motivasi dan kata-kata yang seolah-olah berhikmat memberikan nasehat. Kamu harus seperti ini dan seperti itu, begitu sering kita mendengarkan kotbah yang justru sebuah motivasi atau bisa juga semacam seminar psikologi. 

Semua ini sangat-sangat kosong, semua ini tidak berguna, hanya memberikan sedikit api yang menyala, lalu padam dan ditelan oleh kekosongan dan kegelapan dunia. Tidak heran jika kita melihat kekristenan yang kita jalani sangat-sangat kering. Kita diberikan minum air yang fana, air yang justru membuat kita semakin haus. Kita tidak mendapatkan Injil sama sekali.

Kita harus temukan akar masalahnya, kita harus secara serius menggumulkan hal ini, kita harus secara jujur bahwa masalah utamanya adalah dosa-dosa. Ini bukan soal jika Anda menyadari dosa lalu Anda mendapatkan banyak berkat, bukan itu, janganlah cinta dunia saudaraku.

Dosa menghalangi kehidupan kita untuk menikmati harta sejati dari sorga, yaitu Yesus, Dia yang telah menjadi penebus kita, Ia yang disalibkan dan tanpa Dia selamanya dunia ada dalam ketiadaan harapan. Selamanya kita akan mendapati diri kita ada dalam buruknya kabar yang diberikan oleh dunia ini.

Inilah alasan utama mengapa Paulus menuliskan, bahwa ia tidak mau tau apapun selain Yesus. Selain memberitakan Yesus kepada orang-orang di Korintus pada waktu itu, hal ini menunjukkan kepada Anda dan saya, bahwa tanpa Yesus manusia tidak ada gunanya selain pemberontak-pemberontak yang siap untuk sebuah kebinasaan.

Memikirkan ulang apa yang Anda dapatkan dari sebuah kotbah, bukankah kata-kata berkat dan diberkati lebih banyak diserukan. Sedangkan nama Yesus dan seruan pertobatan bahkan tidak terdengar lagi. Kita disuguhkan seolah-olah segala berkat fanalah kebutuhan kita, kita tidak sadar bahwa kematian kekal mengintai jiwa kita. 

Pikirkanlah ulang, adakah Anda mengerti Injil? Adakah ada bersukacita di dalam Injil? Atau Anda terlalu kering karena merindukan yang bukan itu itu Anda ada. Karena Injil TIDAK benar-benar diberitakan di mimbar-mimbar gereja. Anda hanya begitu sering mendengar kata berkat dan mujizat. Seolah-olah inilah kebutuhan jiwa Anda.

Kita harus mimikirkan ulang, agar kita membuka Alkitab, menundukkan kepala dan membacanya secara serius. Memenuhkan diri hanya dengan air kehidupan. Berdoa untuk mengerti dan semakin hari semakin bertumbuh. Pergumulkanlah hal ini saudaraku!

Biarlah kita membawa pikiran kita pada Kristus, pada kehendak Kristus dan selalu membenci apa yang Kristus benci. Baiklah hati kita melimpah dengan air kehidupan, air yang mengalir daras. Sangatlah penting bagi  Anda dan saya untuk memberitakan Injil kepada diri sendiri setiap hari, setiap saat, setiap waktu, dan setiap hembusan napas, biarlah Injil benar-benar tertanam dalam di hati dan pikiran kita selamanya sampai kita berhadapan muka dengan Kristus Sang Kebenaran dan Hidup. 

Yesus yang telah disalibkan untuk menebus kita dari kutuk dosa, memberikan harapan akan kehidupan kekal. Memampukan kita untuk melayani Allah untuk kemuliaan Allah saja sampai selama-lamanya. Roh Kudus memampukan kita semua untuk secara jelas mengerti Injil. AMIN


Hikmat yang tersembunyi

Renungan hari ke 9

1 Korintus 2: 6-7 (TB) Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yag bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Jika Anda membaca semua renungan ini, dari Awal, mengikutinya. Anda akan mengerti bahwa satu kesatuan tujuan dari tulisan Paulus, ia membawa kita kepada Yesus Sang Hikmat. Ini bukanlah hikmat agar Anda semakin sukses, semakin kaya, semakin dipandang, dan terpuji. Melainkan hikmat yang mambawa Anda untuk dibenci oleh dunia dan dianggap bodoh oleh dunia.

Marilah kita merenungkan hal ini, secara serius! Memasukkan kemuliaan Kristus ke dalam kelapa kita, sehingga pikiran kita dipenuhi oleh Kristus saja. Sebab jika Anda adalah Kristen sejati, tentu saja Anda adalah orang yang matang, seperti yang dimaksudkan oleh Paulus. Anda akan mengerti betapa kayanya hikmat yang Paulus tuliskan kepada Jemaat di Korintus.

Ini adalah Yesus yang disalibkan, Yesus yang menyatakan arti dari kesetiaan dan penderitaan akibat dosa. Yesus yang telah merelakan dirinya dikuasai oleh penguasa dunia ini, untuk memberikan kepada kita pengertian bahwa ketika kita dianggap bodoh oleh dunia, itu semua mempersiapkan kemuliaan demi kemuliaan, yang akan secara utuh menjadi milik kita, karena pertemuan dengan Yesus adalah kerinduan kita. orang-orang percaya yang telah matang.

Inilah tugas saya, ketika saya memutuskan untuk menulis, saya tidak akan membawa Anda pada metode-metode untuk melakukan banyak hal. Percuma dan Kesia-siaan belaka semua itu, yang kita kerjakan. Jika kita tidak memberikan diri kepada Kristus, tidak selalu menerima Roti hidup yang memberikan kepuasan bagi jiwa. 

Memberikan kekuatan bagi logika. Karena Dia, Kristus adalah hikmat yang harus meresap dikepala. Dia yang telah Allah persiapkan sebelum dunia ini, dijadikan. Kita matang, kita mampu mengerti hikmat ini, karena kita telah menerima Roh yang bukan dari dunia  ini, melainkan Roh yang dari Yesus, Roh yang memberitakan kepada kita segala sesuatu yang telah Yesus sampaikan melalui Alkitab.

Dunia tidak mengenal Dia, dunia membenci Dia, dunia telah menyalibkan Dia. Tetapi apa yang tidak disangka-sangka terjadi. Mata yang tidak pernah melihat, hati yang tumpul dan tidak merasakan, pikiran yang sudah tersesat. Allah telah menunjukkan kemuliaan-Nya ketika Yesus di salibkan dan bangkit. Memberikan kepada kita jaminan kehidupan kekal.

Biarlah hati kita semakin hari semakin merindukan dan terpaut dengan Hikmat tersembunyi yang dikabarkan oleh Paulus. Yaitu Yesus yang disalibkan itu, Yesus yang adalah TUHAN atas semua sisi kehidupan Anda dan saya. AMIN


Roh yang Dari Allah

Renungan hari ke 9

1 Korintus 2: 12 (TB) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 

Kecenderungan kita yang berdosa, akan begitu mudak melolak Injil yang murni. Kita begitu gampang untuk manjadi manusia dunia yang seutuhnya dan kembali mencintai kekasih lama kita yaitu dunia. Oooooo Roh Kudus, tolonglah hambamu ini, jiwa berseru seru kesakitan karena kefanaan ini, hati yang berdetak ketika dosa menyayat setiap sendi dan syaraf yang seakan tidak berfungsi lagi.

Yesus yang telah berjanji, tidak akan membiarkan kekekalan jiwa, rohani yang telah hidup. Menderita karena dosa, Roh Kudus menginsapkan dan memberitakan kembali kepada kita Injil yang murni, Injil yang sejati sehingga kita akan sangat-sangat bersukacita karenanya. Ini adalah pertobatan, kiranya Roh yang berasal dari Allah dengan kecang tanpa kembutan meriaki kepada kita pertobatan sehingga terhentak dan bersujud lalu bertobat. 

Jika kita terlalu keras, jika kita tidak bisa di bentak. Biarla kembutuan dari-Nya menyayat hati yang berdosa. Membakarnya dan memberikan hati yang baru bagi Anda dan saya. Roh Kudus insapkanlah kami manusia Rohani yang terjebak dalam tubuh fana yang mencintai nafus. Mampukan kami untuk berperang dan menang atasnya dan hidup hanya untuk kemuliaan Allah yang adalah kebutuhan kehidupan jiwa kami.

Jika Roh Kudus di dalam Anda, Anda akan mencintai  apa yang Yesus cintai, membenci dosa karena Anda mengerti bahwa Yesus membenci dosa. Anda akan mencintai jiwa-jiwa dan membawakan Sang Hikmat kepada jiwa-jiwa yang tersesat ini. Biarlah pikiran Kristus tentang amanat AGUNG tertanam kuat di pikiran kita, sehingga pergumulan kita  adalah pergumulan untuk membawa orang-orang ke dalam hidup kekal yang ada di dalam Kristus.

Baca Juga:

Sekiranya kita mengenal Kristus dan Roh Allah ada di dalam  kita, tentunya kita akan mengetahui pikiran-pikiran Kristus. Bukan karena kita layak menerimanya, tetapi inilah kasih karunia, anugerah, dan cinta yang saat kita dalam kematian, kita mencarinya. Terpujilah Yesus Kristus dan segala kemuliaan hanya bagi Allah sampai selamanya. AMIN

PENUTUP DARI PENULIS

Terimakasih selama 10 hari telah mengikuti dan membawa semua Santapan Harian Kristen Untuk 10 Hari. Jika Anda tidak membacanya sampai selesai terimakasih untuk itu, kiranya semua Injil yang saya sampaikan melalui Renungan di artikel ini, memberikan Anda pengertian untuk semakin mengasihi Yesus dan hidup hanya taat dan tunduk kepada-Nya. Roh Kudus memampukan kita semua. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Berlangganan via Email