Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RELASI GRATIA & FIDE DALAM AJARAN GEREJA RASULIAH

RELASI GRATIA & FIDE DALAM AJARAN GEREJA RASULIAH

Ditulis oleh: Janasuci Porhpyrios

1. GRATIA (kasih karunia)

Gratia dalam ajaran Rasuli:  ada sinergia (kerjasama) antara Allah dan Manusia. Tetapi harus digaris-bawahi bahwa sinergia dalam Rasuliah bukan 50% Allah dan 50% manusia, seolah manusia menambahkan apa yang masih kurang dari Allah sehingga manusia dianggap punya andil bagi keselamatan. Pandangan Sinergia semacam itu, bukan ajaran Rasuliah. 

Gereja Rasuliah menerima ajarannya dari para rasul tentang Gratia bahwa keselamatan murni sepenuhnya karena kasih karunia oleh iman, bukan oleh perbuatan. 

Tapi masalahnya "perbuatan baik" seperti apa yang dipahami oleh Gereja Rasuliah, itu yang seringkali tidak dipertegas oleh Reformed. 

"Perbuatan baik" yang Gereja pahami dari Tradisi Para Rasul adalah perbuatan baik BERDASARKAN Hukum Taurat. Karena pergumulan yang muncul di zamannya Para Rasul ialah keselamatan karena ketaatan melakukan Hukum Taurat atau keselamatan karena kasih karunia oleh iman di dalam Kristus. Itu pergumulan teologis yang muncul di zaman Para Rasul

Saya bisa buktikan bahwa perbuatan baik yang dimaksud bukan soal moralitas semata tetapi perbuatan baik yang berdasarkan Hukum Taurat:

Galatia 2:16 (TB) "Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Roma 3:20 (TB) "Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa."

Filipi 3:9 (TB) "dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."

Kamu lihat? Surat Galatia ditulis tahun 49 M, surat Roma ditulis tahun 56-58 M, surat Filipi ditulis tahun 61 M. Jarak kepenulisan Paulus dari ketiga surat itu berbeda, tetapi konsep Paulus tentang "perbuatan baik" tidak berubah. 

Mulai dari surat Galatia sampai surat Filipi, Paulus menekankan bahwa "pembenaran/keselamatan/berada dalam Allah BUKAN karena kebenaran diri sendiri mentaati/melakukan Hukum Taurat tetapi HANYA OLEH KARENA IMAN DALAM KRISTUS YESUS. 

Jadi, jika dibandingkan antara Keselamatan/pembenaran karena melakukan Hukum Taurat ATAU karena iman, mana dari keduanya yang membawa keselamatan atau pembenaran? 

Jawaban "HANYA OLEH KARENA IMAN dalam Kristus Yesus" dalam konteks ini, Gereja Rasuliah sepakat dengan Reformed tentang motto "Sola Fide." Kesepakatan Gereja Rasuliah terhadap motto Reformed ini hanya dalam batas tertentu saja yaitu dalam konteks perbandingan keselamatan/pembenaran karena perbuatan baik berdasarkan Hukum Taurat atau Hanya karena iman. Hanya dalam konteks ini saja. 

Gereja Rasuliah sepenuhnya yakin bahwa "perbuatan baik" berdasarkan ketaatan seseorang terhadap Hukum Taurat tidak menyelamatkan. Bahkan "perbuatan baik" berdasarkan ajaran agama-agama lain, pasti juga tidak menyelamatkan. 

Ketaatan berdasarkan Taurat saja tidak mungkin terjadi, apalagi berdasarkan ajaran agama-agama lain. Sebab itu, keselamatan bagi non-percaya dalam agama-agama lain hanyalah bersifat "kemungkinan" dan bukan "kepastian." Sebab "kepastian" keselamatan hanya ada di dalam Kristus, bukan agama atau perbuatan baik seseorang mentaati Hukum Taurat atau ajaran agama-agama. 

Gereja Rasuliah yang menerima ajaran dari Para Rasul diajarkan bahwa "keselamatan karena kasih karunia" (Gratia), tetapi kasih karunia (Gratia) ini ada wujudnya bukan bersifat gaib atau abstrak seperti yang diajarkan oleh Reformed  

Konsep Sola Gratia dalam Reformed memandang keselamatan itu bersifat abstrak dan sebatas perasaan dimana Allah berbelas kasihan kepada sebagian orang untuk diselamatkan, maka Allah menetapkannya untuk menyelamatkannya di dalam Kristus. Dengan kata lain, motto "Sola Gratia" BUKAN hanya sebatas Allah mengampuni dosa sebagian orang, tetapi motto "Sola Gratia" itu muncul karena kasih karunia (Gratia) sudah dinyatakan dalam dan dikaitkan dengan doktrin Predestinasi Ganda "sebelum dunia dijadikan." Itulah alasannya motto "Sola Gratia" itu muncul. 

Gereja Rasuliah yang menerima ajaran Para Rasul tidak memandang demikian tentang "Gratia." Gereja Rasuli mengakui bahwa "keselamatan sepenuhnya kasih karunia (Gratia)" meskipun tidak memakai kata "Sola" namun tidak berarti Gereja Rasuliah menganggap Allah tidak memberikan Gratia sepenuhnya. Meskipun Gereja Rasuliah tidak memakai kata "Sola" tetapi Gereja Rasuliah percaya bahwa "keselamatan sepenuhnya karena Gratia."

Gratia dalam pandangan Gereja Rasuliah itu ada wujudnya yaitu INKARNASI LOGOS. Yohanes 3:13, 16-17 (TB)  Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

"Begitu besar kasih Allah akan dunia ini" pararelkan dengan Efesus 2:1, 4 (TB)  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

Tindakan Allah di ay 4 dari surat Efesus disimpulkan oleh Paulus di ay 8 "karena kasih karunia kamu diselamatkan." Dengan demikian, Gratia Allah MENDAHULUI. Jadi, keselamatan BUKAN karena perbuatan baik berdasarkan Hukum Taurat atau hukum dalam agama-agama, melainkan karena Gratia Allah bagi orang berdosa. 

Gratia Allah itu wujudnya ialah Inkarnasi Logos. Allah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal sehingga Dia turun dari sorga menjadi Manusia yang disebut Anak Manusia. Dan apa tujuan Allah mengaruniakan Anak-Nya atau apa tujuan sang Firman ini turun ke dunia? Yoh 3:17 "untuk menyelamatkannya oleh Dia" artinya wujud Gratia Allah ialah Inkarnasi Firman untuk menyelamatkan dunia yang berdosa.

2. FIDE (iman)

"supaya barangsiapa yang percaya" jika kita sudah melihat bahwa Gratia mendahului dan Gratia yang menyebabkan tujuan keselamatan, maka sekarang respon untuk diselamatkan adalah "percaya" dan ini standar dari Allah. 

Pararelkan dengan ajaran Paulus dalam Efesus 2:8-9 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Reformed menafsirkan ayat ini terlalu jauh, seolah iman adalah bagian dari pemberian Allah sehingga Reformed tiba pada konsekuensi logis bahwa iman itu diberikan Allah dan manusia pasif. Jika manusia bisa beriman, itu semua karena kasih karunia Allah juga. 

Tidak demikian ajaran Gereja Rasuliah. Gereja Rasuliah yang menerima ajaran dari Para Rasul diajarkan bahwa "iman" adalah suatu respon terhadap Gratia Allah yang dinyatakan dalam Inkarnasi Logos yang menjadi Manusia itu. Inilah yang disebut Sinergia (kerjasama). Tetapi harus digaris-bawahi bahwa Sinergia disini bukan cara manusia menambahkan atau ada andil manusia dalam keselamatan, sama sekali tidak. Keselamatan sepenuhnya Gratia Allah.

Respon manusia hingga tiba pada keputusan untuk percaya atau beriman BUKAN atas usahanya sendiri seolah tanpa peran Roh Kudus yang membuka hati seseorang. Perhatikan teks ini:

Kisah Para Rasul 16:14 (TB) "Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."

Allah membuka hatinya untuk memperhatikan Injil tetapi keputusan untuk percaya adalah keputusan orang yang telah dibuka hatinya oleh Allah untuk mendengarkan Injil. Mengapa Allah harus membuka hatinya untuk mendengarkan Injil? Karena dalam Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. jadi, Allah membuka hatinya untuk mendengarkan Injil agar iman dapat timbul sehingga ia dapat percaya kepada Kristus. 

Tetapi ia sudah mendengar Injil yang menimbulkan iman dan masih tidak percaya juga, maka ia sebetulnya sedang menolak keselamatan itu sendiri karena ia menolak Sang Juruselamat itu sendiri. Sebab itu Paulus katakan ini:

2 Korintus 4:3-4 (TB)  "Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah."

Apakah teks itu mengatakan dalam bahasa Reformed begini: 

Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang telah ditentukan binasa, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. apakah Paulus menulis demikian? Tentu tidak. 

Baca Juga:

Paulus menuliskan Injil tertutup bagi mereka yang akan binasa, apa kategori orang yang akan binasa? Tidak percaya dan pikirannya dibutakan oleh Iblis. Jadi, orang ini bukan belum pernah mendengar Injil, tetapi menolak untuk percaya dan menolak bekerjasama dengan Allah yang telah membuka hatinya, maka ia akan binasa. 

Inilah Sinergia antara Gratia (kasih karunia) dan Fide (iman). 

Setelah percaya mendahului, maka iman itu harus ada wujudnya yaitu Baptisan dalam iman. Karena hanya dengan Baptisan kita "mengenakan Kristus" (Gal 3:27). Perhatikan teks ini:

Galatia 3:26-27 (TB) "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. KARENA kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus."

Kita lihat disana menjadi anak-anak Allah karena iman dalam Kristus betul, tapi tidak berhenti disitu, ay 27 memberikan alasan "karena semua yang menjadi anak-anak Allah karena iman ini dibaptiskan dalam iman sehingga mengenakan Kristus. Demikianlah keselamatan oleh iman itu terjadi.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " RELASI GRATIA & FIDE DALAM AJARAN GEREJA RASULIAH"