Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Bacaan Injil Hari Ini Untuk Di Renungkan

Renungan yang berpusat pada Injil akan selalu menyerukan pertobatan dan mengabarkan Kristus Sang Penebus. Akan secara terang-terangan membukakan dosa-dosa yang ada di dalam diri Anda sampai Anda tidak merasa nyaman. Injil kabar baik, merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan kita semua. Kita yang seharusnya binasa, kini beroleh harapan, ketika Yesus yang menjadi pengendali kehidupan.

Pada artikel kali ini, saya menuliskan kembali 10 renungan, saya akan membuat renungan ini lima renungan berdasarkan kitab 1 Korintus 3 dan lima Renungan berikutnya berdasarkan  kitab 1 Tesalonika 1. Kita bersama-sama belajar, bagaimana Injil dapat tertanam di hati dan pikiran kita, Injil yang adalah Berita, Injil yang ada Pribadi dan Injil yang akan menjadi gaya hidup sampai maut menjemput. 

Selamat membaca sampai 10 hari ke depan, satu hari satu Injil yang harus Anda baca;

10 Bacaan Injil Hari Ini Untuk Di Renungkan 

Berdasarkan 1 Korintus 3

Manusia Rohani Masih Bayi yang Harus Bertumbuh

Injil hari ke 1 Renungan

1 Korintus 3: 1-2 (TB) "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya."

Menerima Kristus berarti mati atas kehidupan lama dan dilahirkan kembali bersama kebangkitan Yesus, ini merupakan kabar baik. Tidak ada seorangpun dapat melihat Yesus dan memandang kemuliaan-Nya dan menikmati hal itu jika ia tidak dilahirkan kembali.

Setelah kelahiran kembali inilah, kita menemukan bayi-bayi rohani, orang-orang Kristen baru yang belum benar-benar mengerti Injil. Mereka menyukai motivasi-motivasi yang memberikan semangat hidup, memberikan kepada mereka harapan yang baru di dalam Kristus.

Bayi-bayi rohani ini, merupakann wujud diri Anda dan ketika kita baru saja percaya kepada Kristus. Kita adalah orang-orang yang sudah lahir baru, bayi-bayi rohani yang belum mengerti betapa kerasnya kehidupan yang ada di dalam Kristus. Kehidupan yang harus menyangkal diri dan memikul salib dengan penuh sukacita.

Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa pada awalnya mereka adalah bayi rohani. Mereka manusia duniawi, sehingga Injil yang keras, tidak dapat disampaikan. Bayi rohani yang harus selalu menerima perawatan. Perawatan agar bayi-bayi ini siap maka makanan keras. Siap untuk hidup dan menikmati roti kehidupan, para bayi yang dewasa tidak akan lagi menyukai dunia.

Proses pertumbuhan, diperlulan proses penyangkalan diri, dilakukan terus menerus tanpa henti. Ini merupakan perjalan untuk dewasa secara rohani. Makanlah roti hidup, manna dari sorga, inilah makanan kerohanian kita, biarlah ia kita berikan Firman Tuhan setiap hari Injil setiap hari.

Untuk sampai pada titik dimana manusia memiliki kesempatan untuk menjadi baru, merupakan anugerah terbesar. Karena Yesus harus menderita  aniaya agar manusia  yang mati, kini mati dan bangkit bersama Yesus, hidup di dalam Yesus yang berjalan terus menuju pertumbuhan. Datanglah kepada hikmat kekal Yesus itu sendiri. 

Menerima Injil, dibukakan segala dosa, memberikan pengertian kepada Anda betapa seriusnya hukuman dosa. Puji Syukur, kita telah menjadi bayi rohani, bayi yang rindu kebenaran. Maka jadilah seperti bayi yang selalu rindu dengan air susu yang murni, FIRMAN TUHAN, ALKITAB. 

Kerinduan akan firman, mengkonsumsinya setiap hari bagi jiwa. Akan membawa kita pada pertumbuhan demi pertumbuhan. Sehingga kemuliaan demi kemuliaan akan semakin nyata kita rasakan dan nikmati dalam kehidupan sehari-hari.

Dosa merupakan musuh utama pertumbuhan, maka buanglah itu jangan biarkan sedikitpun berikan ruang bagi dosa sehingga kita menjadi kerdil.  Dosa sangat-sangat mematikan, matikanlah dosa dengan cara terus dekat pada TUHAN Sang penebus. Kiranya Allah Roh Kudus memampukan kita untuk terus hidup dalam kebenaran yang sejati ini, merindukan air susu dan berumbuh dalam Kristus. AMIN


Manusia Rohani ataukah Manusia Duniawi

Injil hari ke 2 Renungan

1 Korintus 3:3 (TB) "Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi an bahwa kamu hidup secara  manusiawi?"

Paulus menjelaskan secara jelas, yang ia maksudkan dengan manusia duniawi. Yaitu mereka yang menyukai perselisihan. Mereka yang berselisih menggunakan baik itu atas nama Paulus maupun atas nama Apolos. 

Mereka yang mempertahankan ego diri mereka dengan memandang kepada manusia bukan kepada Kristus. Bukankah ini gambaran nyata dari diri Anda dan saya, kita adalah orang-orang yang cinta pada dosa, kita adalah orang-orang yang lebuh sering tergila-gila dengan manusia, kita tidak sedang menginginkan Yesus tetapi menginginkan pendapat kita tetap dihargai. 

Kita ingin bahwa diri kitalah yang benar berdasarkan apa yang kita anggap benar, kita tidak bersatu, karena bukan Kristus yang kita pandang. Setiap perselisihan, setiap amarah, setiap ego yag dipertahankan memperlihatkan kepada kita, betapa dangkalnya pemahaman kita tentang Kristus.

Yesus yang telah memikul salib ke bukit tenggorak wujud dari kasih yang sempurna, Ia yang telah memberikan diri-Nya. Harusnya Yesus inilah yang penjadi pusat dari kehidupan. Yesus yang memulai sati benih yang tidak fana, Ia yang menyiram dan yang terpenting Ia yang memberikan pertumbuhkan. Baik yang menanam dan menyiram telah Yesus berikan tugas-tugas  itu kepada Hamba-hamba-Nya. 

Tetapi tidak ada yang dapat memberikan pertumbuhan selain Kristus saja, hanya Dialah pemilik kehidupan yang menumbuhkan setiap benih Injil atau Firman yang ada di dalam hati setiap orang. Marilah saudaraku kita menyadari hal ini, kita bertobat sehingga cara pandang kita benar.

Pandanglah kepada Kristus, berdoalah dengan mengingat Kristus kebesaran kasih karunia-Nya dan dengan gentar terhadap kekudusan dan keadilan-Nya. Patahkan setiap kuasa ego yang ada di dalam diri, baiklah segala kebencian, kesesatan, dan semua hal yang tidak Yesus sukai kita perlahan dalam proses yang menyakitkan meninggalkan semuanya.

Hidup untuk Kristus, mati untuk Kristus dan memberikan semua kehidupa untuk Kristus. Sehingga kita juga menjadi orang-orang yang produktif untuk Kristus. Menanam benih Injil, menyiram Benih Injil dan Kristus menembuhkan setiap benih itu, baiklah pergumulan kita semakin bersar, menggumulkan kemajuang pemberitaan Injil bagi kehidupan yang sejati bagi dunia.

Jika kita terus menjadi kristen yang kerdil dan tidak bertumbuh, maka selamanya kita tidak akan menikmati sukacita yang terkandung di dalam makanan Kristus dari Kristus. Roh Kudus memampukan kita semua. AMIN


Bangunan yang kokoh berdasarkan pada dasar yang kokoh 

Injil hari ke 3 Renungan

1 Korintus 3:10-11 (TB) Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahki bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya, tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus  membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.

Seorang pelayan Kristus haruslah secara serius menggumulkan hal ini, yaitu tunduk pada Kristus. Setiap hari memohon anugerah Allah, agar mampu tunduk kepada Yesus, terutama hati yang harus benar-benar tunduk, pikiran yang harus benar-benar selaras dengan pikiran Kristus. 

Pergumulan Anda, baiklah pergumulan yang sejati, pergumulan yang bukan berdasarkan masalah dunia, perasaan yang lelah. Baiklah Anda menyadari permberontakan Anda kepada Allah, bergumul untuk mematikan permberontakan itu setiap hari. 

Saudaraku pergumulan kita, merupakan pergumulan untuk tetap berada di dasar yang benar, dasar yang kokoh. Karena begitu gampang Anda dan saya tidak mendasarkan kehidupan kita di atas Kristus Yesus. kita harus benar-benar belajar tunduk pada Kristus walaupun itu menyakitkan. Inilah Injil, kabar baik yang memerintahkan Anda dan saya tunduk kepada Yesus karena kita hamba Yesus, hidup di dalam-Nya dan telah dibebaskan dari perbudakan dosa.

Paulus menggumulkan hal ini, karena jemaat di Korintus mulai mendasarkan kehidupan mereka pada Paulus dan Apolos. Paulus tidak ingin ini terjadi, Paulus sangat menyadari bahwa ia adalah manusia berdosa yang juga seorang hamba yang hina dikuduskan  oleh Kristus.

Begitu pentingnya diri Anda secara pribadi mendasarkan kehidupan Anda kepada Kristus, jika Anda sampai hari ini mengaku percaya Kristus, tetapi dasar hidup Anda berdasarkan Gembala Anda, diri Anda sendiri, keluarga Anda dan kekasih Anda. Kiranya Anda bertobat dan mau berbalik kepada Kristus, bertobat, bertobat, dan bertobat. Renungkanlah hal ini?

Yesus harus menumpahkan darah-Nya, Yesus merelakan itu semua, agar setiap orang yang percaya atau bertobat.  Memperoleh pengampunan, kebenaran Kristus menjadi miliknya dan kehidupannya dikuduskan karena kekudusan Kristus yang sempurna dan sejati. inilah dasar kehidupan yang kokoh. Kristus sebagai pusat, kehidupan baru dan kehidupan yang bukan saya lagi tetapi Yesus yang hidup di dalam saya.

Baiklah Injil selalu ada di lubuk hati kita dan baiklah kehidupan kita selalu berada di dalam Kristus yang telah mengaruniakan kasih karunia yang melimpah. Roh Kudus memampukan kita semua. AMIN

 

Pekerjaan yang Di Uji Dengan Api

Injil hari ke 4 Renungan

1 Korintus 3:10-11 (TB) "Entah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau Jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan Nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan Nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu."

Ketika sebuah bangunan di bangun di atas dasar yang kokoh. Maka kita haruslah membangun dengan bahan yang kuat dari Kristus. Oleh karena itu hal terpenting, bahwa baik itu dasar dan bahan bangunan bersumber dari Kristus. Kita tidak bisa berkata percaya kepada Kristus lalu kita memiliki kehendak sendiri dan hidup berdasarkan kemauan sendiri dengan dalih bahwa apa yang kita kerjakan untuk Kristus.

Orang-orang yang mendasarka cita-cita kepada Kristus tetapi menolak cita-cita Kristus yang berdasarkan Kristus. Maka Ia akan masuk ke dalam api dan diangkat dari dalam api ini, api yang memberikan penderitaan. Ia sama dengan membangun bangunan dengan jerani ataupun kayu, ia tidak sedang membangun bagunan dari emas.

Saudaraku, kita memiliki banyak cita-cita bagi diri sendiri, seringkali kita merasa bahwa apa yang kita kerjakan itu, untuk kemuliaan Kristus. Maka ujiannya adalah api dari Allah, apakah yang kita kerjakan akan bertahan atau tidak.

Kristus mampu bertahan hingga napas terakhir-Nya, Ia memberikan diri-Nya sebagai korban penebus dosa. Karena Ia meletakan dasar yang kuat di atas Allah Bapa dan melaksanakan rancangan Allah. Maka dari itu, Kristus bertahan sampai akhirnya Ia berkata, “SUDAH SELESAI.” Karena baik bahan dan dasar dari banungan yang Kristus bangun semuanya dari Allah.

Saya mengajak Anda, untuk meletakkan semua bahan bangunan yang dari Kristus. Karena Kristus sangat mengerti bagaimana caranya agar kehidupan Anda dan saya bagi kemuliaan Allah, inilah Injil, klimaks dari kehidupan yang di dalam Kristus akhirnya adalah cita-cita Kritus berdasarkan Kristus dan untuk kemuliaan Allah. 

Lalu bagaimana jika cita-cita saya, bahan bangunan dari saya tetapi saya meletakkan semua itu di atas dasar yang kokoh yaitu Kristus. Maka pada akhirnya Anda akan masuk ke dalam api, pekerjaan Anda akan terbakar tetapi diselamatkan seperti dari dalam api.

Kiranya Allah Roh Kudus memberikan kepada kita pengertian yang dalam dan secara jelas memberitakan rancangan-Nya atas kehidupan. Kita bukan hanya mendasarkan bangunan tetapi bahan untuk membangun adalah cita-cita Kristus, AMIN.


Anda dan saya Bait Allah

Injil hari ke 5 Renungan

1 Korintus 3:16-18 (TB) "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. Janganlah ada orang  yang menipu dirinya sendiri. jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat."

Saudaraku, jika Anda memiliki Roh Kudus baiklah Anda mendengarkan-Nya. Jangan biarkan karena kebebalan hati Anda, Anda dengan bangga memangun bangunan Anda dari Jerami dan kayu. Kiranya Anda betobat. Anda dan saya adalah bait Roh Kudus, jika kita membinasakan diri kita sendiri maka pada saat yang sama Allah akan membinasakan saya. 

Baiklah disiplin Allah berlaku atas kehidupan kita yang merasa betapa berhikmatnya diri sendiri. hikmat diri kita akan membawa kita pada kesesatan yang mengerikan, kita tidak akan dapat mengerti Injil, jika masih mempertahankan hikmat ini, kita akan selamanya hidup dalam kebodohan dan api yang membawa jiwa ke dalam kegelapan jika kita tidak menjadi bodoh di hadapan dunia.

Baiklah kita menyadari indentitas kita, baiklah kita merenungkan Kristus dan baiklah Firman yang ada di dalam hati kita dapat bertumbuh dan berbuah lebat. Pertumbuhan ini hanya di dapatkan ketika kita menjadi bodoh, yang Paulus maksudkan kebodohan disini, merendahkan diri di hadapan Kristus. Tanpa-Nya kita selamanya hidup dalam kefasikan dan kegelapan dosa.

Bait Roh Kudus, memberikan kepada kita pengertian akan pengharapan yang pasti di dalam Kristus. Pengharapan yang membuat kita terlihat bodoh di mata dunia tetapi mulia di mata Allah karena kemuliaan Kristus di dalam kita, hendaklah kita menyadari hal ini secara jelas.

Suatu penipuan bagi diri sendiri, ketika kita menganggap hikmat kita adalah segalanya, jika karena hikmat ini kita mengabaikan Allahh. Kita tidak mengindahkan cita-cita Allah atas diri kita, kita tidak ingin memperjuangkan kemajuan pemberitaan Injil, kita tidak mau menjadi hamba Allah yang mengasihi Allah dan sesama seperti kasih kita kepada diri sendiri. 

Baiklah kita bertobat, jadilah bodoh dan berluturlah di hadapan salib Kristus yang indah dan mulia, Salib yang telah menaggung semua hukuman dosa-dosa kita sehingga kita sekarang layak untuk menjadi bodoh bagi dunia dan di hadapan Allah. Sukacita damai Kristus melimpah atas kita, AMIN.

___________________________________________________________________________

Injil hari ini, hari ke 6-10 berdasarkan 1 Tesalonika 1

Selanjutnya kita akan masuk ke perenungan Injil yang ke 6-10, pada renungan kit aini, saya akan mendasari perenungan melalui kitab 1 Tesalonika 1, kiranya Injil Yesus Kristus memasuki hati Anda, merobeknya, dan menjadikannya baru. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus Anda dan saya adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu atau mati yang baru di dalam Kristus karena bangkit bersama Kristus telah datang. 


Kasih karunia yang menyertai 

Injil Perenungan hari ke 6

1 Tesalonika 1:1 (TB) "Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu."

Tidak peduli dengan apa saja persoalan Anda sekarang, tidak peduli dengan apa yang sedang Anda rasakan. Dan tidak peduli dengan segala masalah yang Anda hadapi. Saya tidak ingin semua persoalan dunia yang tidak untuk kemajuan Injil menghalangi saya memberitakan Injil kepada Anda melalui renungan yang saya tulis.

Saya mengajak Anda untuk menyadari bahwa Anda membutuhkan Injil, musuh terbesar Anda adalah perbudakan dosa yang ingin Anda binasa. Sehingga Anda melupakan Kristus dan mentuhakan kenyamanan, kesukaan yang sia-sia, dan segala hal yang Anda anggap baik ketika kehidupan Anda tanpa pergumulan.

Paulus kembali mengajarkan kita, melalui suratnya kepada jemaat Tesalonika. Ia mengawali suratnya dengan peneguhan bahwa mereka jemaat Tesalonika ada di dalam Allah Bapa. Hal ini bisa terjadi ketika mereka percaya kepada Kristus, memikirkan Kristus, dan terus menikmati Injil dalam kehidupan mereka hari lepas hari.

Mereka tidak fokus pada masalah hidup yang tidak untuk kemajuan Injil. Mereka fokus pada kehidupan, yang dipenuhi kasih karunia Kristus. Kehidupan yang menikmati setiap damai sejahtera dari Kristus dan hidup hanya untuk menjadi pemberita Kristus, bagi kehidupan. Orang-orang yang telah mengerti akar dari segala kebutuhan yaitu Kristus, akan selalu aktif untuk penyelesaian masalah dengan mata yang berpusat pada Kristus.

Baiklah Anda dan saya, memiliki hati Kristus, mematikan hati dan pikiran yang sia-sia. Semua hal yang tidak untuk kemajuan Injil dan pemuridan baiklah itu dibuang jauh-jauh dari pikiran. Ada sukacita sorga, ketika Injil menjadi gaya hidup. Ketika Injil yang memberikan damai  sejahtera, itu tertanam kuat di hati. 

Sehingga sama seperti Paulus, Silwanus, dan Timotius hidup hanya untuk pemberita Injil. Apapun pekerjaan Anda dan saya baiklah kasih karunia, sukacita di dalam Injil penuh atas diri kita dan kita berjuang setiap hari untuk ini dan membawanya kepada sesama kita sebagai wujud kasih kita seperti kasih kepada diri sendiri Roh Kudus memampukan. AMIN


Sukacita atas petumbuhan iman

Injil Perenungan hari ke 7

1 Tesalonika 1:2-4 (TB) "Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Dan kami tahu hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu."

Surat Paulus kepada jemaat Tesalonika, merupakan surat yang sangat mesra antara pelayan Kristus yaitu Paulus dan kawan-kawanya dan yang dilayani yaitu jemaat Tesalonika. Bagaimana tidak, jemaat ini merupakan jemaat yang bertumbuh dalam iman mereka kepada Kristus. Kitab Tesalonika merupakan, salah satu surat Paulus yang ia tulis tanpa adanya permasalahan di dalam jemaat penerima surat.

Surat ini merupakan peneguhan kepada jemaat Tesalonika untuk lebih lagi hidup dalam iman dan pengharapan kepada Allah di dalam Kristus. Saudaraku tidak ada yang lebih meyukakan selain hal ini, jika saja saya dapat mengetahui bahwa ketika Anda membaca tulisan saya, Anda dapat bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Hal itu akan sangat membuat saya bersukacita, tetapi baiklah saya sendiri bertumbuh melalui apa yang saya tulis dan Anda kiranya bertumbuh. Karena inilah kehendak Allah atas kehidupan Anda dan saya. 

Tidak ada pengharapan yang lebih lagi, diluar Injil Yesus Kristus, tidak ada kesukaan yang lebih dari pada orang-orang yang bertobat dan secara radikal menyerahkan diri mereka kepada kehendak Kristus. Inilah yang menjadi sukacita Paulus, saya ikut bersukacita karena hal ini.

Semua pertumbuhan, semua sukacita ini, semua kesukaan ini, tidak lepas dari penderitaan yang Kristus telah kerjakan bagi Anda dan saya. Inilah pusat dari pemberitaan Paulus. Yaitu Injil Yesus Kristus. Baiklah kita tidak terlena oleh kecantikan dunia ini, tetapi kita benar-benar jatuh hati pada keindahan karya salib Yesus Kristus.

Salib memberikan kepada kita gambaran utuh dari kesetiaan Allah, kemuliaan-Nya dan kebesaran keadilan dan kekudusan-Nya. Pada saat yang sama salib membawa  Anda dan saya bertobat untuk melihat betapa buruknya kita, betapa bejatnya kita, betapa tidak layaknya kita. Baiklah kita berlutut dan berdoa dengan ketakutan dan kekaguman kepada Kristus.

Kita dimampukan untuk bertekun di dalam Yesus untuk kemajuaan pemberitaan Injil. Kita selalu memiliki iman yang benar untuk kemuliaan Allah. Kita dimampukan untuk benar-benar mengerti dan menikmati sukacita yang ada di dalam Kristus dan tidak berdasarkan keadaan dunia yang fana tetapi berdasarkan kasih karunia yang ada di dalam Kristus. Roh Kudus memampukan kita semua. AMIN


Di Mana Injil disampaikan, Roh Kudus bekerja

Injil Perenungan hari ke 8

1 Tesalonika 1:5-6 (TB) "Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan ole Roh Kudus."

 Salah satu alasan saya selalu menuliskan Injil, merenungkan Injil dan memberitakan Injil ketika bertemu dengan kawan seiman dan yang tidak seiman. Karena saya percaya dan yakin bahwa ketika Injil yang disampaikan. Roh Kudus dengan penuh kuasa akan membawa Injil itu ke dalam hati setiap orang yang mendengarnya.

Tidak ada yang lebih baik dari pada Injil, mungkin setiap hal praktis yang kita ketahui dari apa yang kita pelajari itu baik. Tetapi hati yang tidak tunduk kepada Kristus oleh karena Injil. Maka semua hal praktis yang kita terapkan sia-sia. Kita tidak akan benar-benar bisa menikmati kekekalan yang hati kita rindukan, yang jiwa kita inginkan.

Paulus sangat mengerti bahwa jemaat Tesalonika, ketika tanpa Kristus adalah orang mati. Ketika saya hidup berdasarkan motivasi, inspirasi dan saya berusaha menerapkan hal-hal praktis, saya berhasil karenanya, saya dapat sukses karenanya. Saya dapat berpura-pura menyimpan teriakan jiwa saya yang merindukan hal yang lebih tinggi yaitu Kristus. Oleh karena segala kesuksesan fana, semuanya dapat terlihat baik-baik saja tetapi saya dalam kematian kekal. 

Saya tidak di dalam Kristus, saya tetaplah mayat yang diperbudak oleh dosa. Maka dari itu saya bersukacita ketika mendapati diri saya telah menerima Injil dan diberikan kekuatan untuk percaya dan terus berproses mengerti Injil secara utuh sampai saya bertemu Sang Injil di kekekalan nanti, mungkin 60  tahun lagi.

Bagaimana dengan Anda, masihkah Anda cinta pada apa yang ada di dalam dunia. Masihkah Anda mengabaikan Kristus dan pemberitaan Injil dan terus hidup berdasarkan perbuatan praktis untuk kepuasan fana yang bukan untuk itu Anda sebenarnya diciptakan. Saya membawa Anda pada pengertian dalam akan pribadi Kristus, melalui surat Paulus, kita mendapatkan gambaran dari sukacita yang  ada di dalam Kristus walau dalam penganiayaan.

Kristus Sang Air kehidupan, saat ini, sekarang ini mengajak Anda untuk minum Air dari-Nya. Sama seperti undangan kepada wanita Samaria yang adalah pendosa. Begitu juga undangan kepada Anda dan saya yang juga pendosa. Untuk menerima Air itu dengan sukacita. Ooooo Roh Kudus bekerjalah dalam hati kami, biarlah hati kami menerima Air kehidupan ini, dan kami dapat puas karena-Nya. AMIN


Sukacita karena sistem nilai yang kekal

Injil Perenungan hari ke 9

1 Tesalonika 1: 7-8 (TB) "sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar tentang imanmu  kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu."

Iman yang bertumbuh dalam penderitaan dan persoalan, merupakan kekuatan yang berasal dari Allah untuk tetap menjadi pemberita firman. Pada ayat sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa jemaat Tesalonikan telah menerima Firman dengan sukacita, meskipun dalam penindasan.

Merupakan keistimewaan di dalam Kristus, tetap kuat dan tidak akan bisa digoncangkan oleh penderitaan. Justru Injil tersampaikan dalam penderitaan, Kemuliaan Allah semakin nyata. Allah tidak akan diam, Allah akan membalas semua penderitaan yang telah kita alami, oleh siapa kita telah menderita Allah tidak akan diam. Tetapi Allah ingin kita tetap murni ketika kita percaya kepada Kristus, kita tetap mengandalkan Kristus.

Paulus bersukacita, bukan karena jemaat Tesalonika bisa hidup enak, mendapatkan banyak berkat fana, bisa keluar negeri, bisa sukses. Bukan ini pusat dari sukacita Paulus, Paulus bersukacita karena jemaat Tesalonika bersukacita saat jemaat Tesalonika hidup dalam Kristus, hidup untuk sebuah tujuan kekal. Berada di dalam sistem nilai kekal.

Semua ini karena Injil yang telah tertanam di hati, ketika Injil telah tertanam dan berakar, maka buah dari semua itu adalah kesetian untuk mengabarkan Injil itu sendiri, Injil yang telah mengubah kehidupan, dari yang tidak berpengharapan menjadi berpengharapan.

Saudaraku, hal yang sangat penting kita renungkan, kita begitu sering mengucap syukur ketika kita mendapatkan hal-hal yang kita inginkan. Untuk memuaskan keinginan kita, kita menrindukan segala hal yang dunia ini tawarkan. 

Ini semua kesalahan besar, hati kita belum benar-benar mengerti Injil, kita tidak terpikat oleh keindahan Kristus, kita masih buta dan tuli dan mau diperbudak oleh dunia dan segala kerinduannya yang tidak ada habisnya.

Bagaimana tidak keindahan Kristus sangatlah mempengaruhi, jika saja Anda mengerti betapa tidak ada artinya kehidupan Anda tanpa Kristus. Tanpa cita-cita-Nya, tanpa tujuan-Nya, tanpa karya penebusan yang telah Ia kerjakan. Anda dan saya adalah manusia binasa yang tidak sadar, betapa menyedihkan kehidupan yang terlihat indah dengan segala dustanya.

Harapan saya, Anda yang dengan setia membaca setiap renungan yang telah saya tulis. Anda yang sudah dengan setiap memberikan diri Anda untuk membaca tulisan saya yang ada di blog ini, Anda terus diperbaharui, Anda terus dapat mengerti betapa lebarnya, dan luasnya kasih karunia yang ada di dalam Kristus yang dapat Anda nikmati.

Maupun Anda yang baru saya membaca setiap tulisan saya, dan Anda tidak kembali lagi, saya tetap memiliki harapan yang sama. Anda terus hidup dalam pengertian yang dalam akan Injil. Iman Anda dapat dinikmati banyak orang dan Anda terus menikmati kasih karunia yang ada di dalam Kristus. 

Kiranya kehidupan Anda berada di dalam sistem nilai kekal dari Kristus sehingga apa yang menjadi tujuan hidup Anda adalah melakukan kehendak Kristus sampai akhir napas Anda, Roh Kudus memampukan kita semua, AMIN.


Keselamatan dari murka yang akan datang

Injil Perenungan hari ke 10

1 Tesalonika 1: 9-10 (TB) "Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang."

Jika Anda merasa ada berita yang lebih penting dari pada Injil, Anda sesat, Anda lebih baik tidak usah mengaku sebagai orang percaya. Bagaimana mungkin Injil tidak menjadi pusat kehidupan dan seruan kehidupan Anda setiap hari lalu Anda mengaku percaya Kristus.

Saudaraku saya juga orang yang sesat, bahkan sampai hari dimana saya menulis renungan ini, saya memikirkan satu hal yang ada di dalam surat Paulus ini. Yaitu tidak lagi mencintai berhala-berhala, saya ingin benar-benar berbalik dari berhala dan melihat secara jelas keindahan Kristus. Baiklah Anda dan saya menggumulkan hal ini secara serius dan serius lagi. 

Kita begitu sering mencintai berhala diri kita, kita bisa berkata, “saya mengasihi Yesus pada saat yang sama kita mencitai kefanaan dan kenikmatannya.  Saya hanya ingin Anda melihat hati Anda, jika Anda marah membaca renungan saya ini, saya bersykur karena Anda telah memperlihatkan kepada diri Anda betapa besarnya berhala diri Anda sendiri, kiranya Anda bertobat!

Begitu juga dengan saya, sejujurnya saya juga marah kepada diri saya, mengapa harus memberitakan kebenaran yang menyakitkan ini, namun ketundukkan kepada Kristus, seruan pertobatan yang seperti Yesus sampaikan. Haruslah saya sampaikan melalui setiap tulisan saya, dengan cara membawa setiap dosa di hati Anda dan saya. Kepermukaan dan kita mengakui semuanya, atau kita melawan dan jatuh dalam kebinasaan.

Berbalik sama seperti jemaat Tesalonika, kita meninggalkan semua berhala kita, lalu apa saja berhala itu. Apa pun itu, yang Anda anggap lebih berharga dari Kristus, maka Anda harus bertobat dan berhenti memuliakan hal itu, tidak peduli itu keluarga Anda, pelayanan Anda, benda paling mahal, pekerjaan Anda dan diri Anda sendiri. Anda dan saya harus benar-benar mati atas semua itu, kita harus mengakui semua kecacatan hati kita.

Saya ingin Anda melihat kasih karunia yang melimpah itu, saya rindu kita bersama bertumbuh dan berpenyerahan secara radikal kepada Kristus dan tunduk pada otoritasnya. Inilah satu-satu cara untuk menikmati kekekalan dalam dunia yang fana saat ini, sehingga Anda dan saya dengan sukacita memberitakan kekekalan ini, dan banyak orang melihat buah dari pertobatan kita.

Marilah kita berjuang, untuk tidak dibodohi terus menerus, menerima dusta sih ular tua. Dengan gampang memberikan diri kita kepada dosa. Diperbudak olehnya dan ia menginjak-injak diri kita bahkan kepala kita sehingga kita tidak berdaya.

Jangan salah paham saudaraku, dosa yang saya maksud bukanlah hal-hal yang bersifat Kriminal seperti pembunuhan dan jenis kejahatan yang Nampak jelas. bukan hanya ini, Ini berbicara tentang kejahatan yang ada natur kita, kejahatan yang merupakan kecenderungan kita, kejahatan yang tertanam di hati kita. Tidak peduli kita orang paling agamawi sekalipun dan melayani dengan semangat yang berapi-api, kita harus jujur kepada diri sendiri bahwa kita harus bertobat.

Marilah lihat kepada Kristus, pertobatan kita bukanlah pertobatan buta. Pertobatan kita sama seperti pertobatan jemaat Tesalonika, mereka mengerti Injil, mereka memiliki pengharapan yang jelas akan Injil dalam penderitaan mereka. 

Bacalah Alkitab Anda untuk lebih jelas mengerti kebenaran ini, berdoalah secara serius agar Anda mengerti. Ini merupakan pertobatan yang mengarahkan hati kepada Yesus Kristus yang sudah menumpahkan darah-Nya sehingga Anda dan saya terlepas dari murka Allah yang akan datang. Roh Kudus memampukan Anda melihat kebenaran ini dengan mata rohani Anda. AMIN


PENUTUP

Ketika Anda membaca semua artikel Injil untuk Anda renungkan, kiranya semua renungan ini menyayat hati Anda, membuat Anda semakin membenci dosa dan mengasihi apa yang Yesus kasihi, yaitu jiwa-jiwa. Membuat Anda berbalik dan mikirkan kembali. Kekristenan seperti apa yang Anda jalani sekarang. Apakah Kekristenan yang berpusat pada Kristus atau diri Anda sendiri.

Baca Juga:

Terimakasih telah membaca semua renungan ini sampai selesai, terimakasih juga jika Anda tidak membacanya sampai selesai. Sekianlah 10 Bacaan Injil Hari Ini Untuk Di Renungkan. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera melimpah atas diri Anda dan Anda memiliki gaya hidup Kristen yang bertobat dan berpenyerahan kepada Kristus setiap hari. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Berlangganan via Email