Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Quote Renungan Kristen Oleh Charles H. Surgeon

Quote Renungan Kristen Oleh Charles H. Surgeon
Charles H. Surgeon

Pada tahun 1860-an, kegairahan baru akan injili bangkit di Inggris, dan Spurgeon berada di tengah-tengahnya. Para ahli sejarah menyebutnya "Kebangkitan Injili Kedua".

Para pengkhotbah lain, seperti Alexander Maclaren di Manchester dan John Clifford di London, juga menarik massa. Menjelang 1861, Kapel New Park Street telah membangun fasilitas baru, Metropolitan Tabernacle, yang memuat enam ribu pengunjung. Pelayanan Spurgeon baru berawal.

Ia menerbitkan khotbah-khotbahnya serta ulasan-ulasan dan buku-buku renungan -- seluruhnya 140 buah buku, semasa hidupnya. Ia mendirikan sekolah pendeta dan panti asuhan Stockwell yang mengasuh lima ratus anak. Ia menjadi presiden perkumpulan pembagi Alkitab. Ia berkhotbah di mana saja dan kapan saja.

Gaya Spurgeon mungkin sederhana dan langsung, namun ia bukanlah seorang teolog. Ia adalah seorang Baptis Calvinistik. Bagaimanapun, perpaduan tradisi ini telah membantu membawa struktur Calvinisme ke agama kelas bawah dan menyajikan iman Baptis pada gereja-gereja kelas atas.

Bakatnya adalah berkomunikasi. Dengan membaca karya-karyanya sekarang, kita menemukan kekuatan modern di dalamnya. Ingatlah bahwa ia hidup pada zaman bergaya: Apa yang Anda katakan tidaklah selalu begitu penting daripada bagaimana Anda menyampaikannya. Namun, Spurgeon tidak memunyai waktu untuk berbasa-basi dengan sopan.

Ia menggunakan gambaran kuat dan pilihan kata-kata untuk menyampaikan maksudnya secara langsung. Dalam melakukan hal itu, ia telah memberikan contoh bagi para pengkhotbah yang akan datang. Karya-karya tulis "pangeran pengkhotbah ini" terjual luas sampai hari ini.

Sumber Biografi : https://biokristi.sabda.org/charles_haddon_spurgeon

                                                                                            

Quote  :

01 Dia telah menghapus dosa saya dan menghapus permusuhan saya. Saya tahu bahwa saya adalah hamba-Nya, dan Dia adalah sahabat, Bapa, dan segalanya bagi saya.

02 Saya merasa diri saya adalah segumpal ketidaklayakan, kumpulan kerusakan besar, dan tumbukan dosa, terlepas dari kasih-Nya yang maha kuasa. 

 03 Jika saya membenci dosa karena takut pada ganjarannya, saya belum benar-benar bertobat, saya hanya menyesal bahwa Allah itu adil.

04 Jika engkau tidak mati atas dosa, engkau akan mati karena dosa. Jika engkau tidak membunuh dosa, dosa akan membunuhmu.

05 Engkau harus bercerai dari dosamu jika tidak, engkau tidak akan bisa menikah dengan Kristus.

6. Dosa, hal yang kecil? Itu telah diikatkan pada kepada Sang Penebus dengan duri, dan telah menusuk hatinya" 

07 Dosa tidak bisa dihapus dengan air matamu atau dengan perbuatan baikmu. 

08 Sebuah gereja yang tidak eksis untuk menolang dengan tegas segala bantuk praktik penyembahan berhala, untuk melawan kejahatan, untuk menghancurkan kesesatan dan kepalsuan, sebuah gereja yang tidak berpihak  kepada orang miskin, untuk mengecam ketidakadilan dan untuk menegakkan kebenaran, adalah gereja yang tidak memiliki hak untuk tetap disebut sebagai gereja. 

09 Jika kita memuliakan Kristus dan kita diberkati, itu melalui pekerjaan yang kita lakukan hari ini. Apapun yang Engkau lakukan untuk Kristus, curahkan segala jiwa untuk itu Jangang memberikan Kristus pekerjaan ceroboh kali ini dan lagi di saat yang lain; melainkan layanilah Dia dengan seluruh hari, jiwa dan kekuatanmu.

010 Dosa tidak dapat dihapus dengan air matamu atau dengan perbuatan baikmu.  

_________________________________________________________________________

Renungan:

 1. Jawab Yesus: Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi. [Yohanes 18:8]

Perhatikanlah, hai jiwaku, kepedulian yang ditunjukkan Yesus kepada domba-domba di tangan-Nya, bahkan saat Dia diuji! Keinginan-Nya yang terbesar itu tetap kuat hingga di dalam kematian. 

Dia menyerahkan diri-Nya kepada si musuh, tapi Dia mengucapkan sepatah kata kuasa untuk membebaskan murid-murid-Nya. 

Diri-Nya sendiri, seperti domba yang kelu di depan si pencukur, diam dan tidak membuka mulut-Nya, tapi demi para murid-Nya Dia berbicara dengan daya Mahakuasa.

Inilah kasih itu; kasih yang tetap, tidak mementingkan diri, dan setia. Tapi bukankah di sini ada yang lebih dalam daripada apa yang terlihat di permukaan? Apakah kita memiliki jiwa dan roh penebusan di dalam kata-kata ini? 

Sang Gembala yang Baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya [Yohanes 10:15] agar mereka dapat dilepaskan.

Sang Penjamin sudah terikat, dan tuntutan keadilan menyatakan bahwa mereka yang sudah digantikan oleh-Nya harus boleh pergi. Di tengah-tengah perbudakan Mesir, suara itu berdenging sebagai firman yang berkuasa, "Biarkanlah mereka ini pergi." 

Orang-orang yang ditebus harus keluar dari perbudakan dosa dan Iblis. Dalam setiap sel penjara bawah tanah Putus Asa, suara ini bergema, "Biarkanlah mereka ini pergi," maka Si Patah Semangat dan Si Banyak Takut pun keluar.

Iblis mendengar suara yang amat dikenalnya, sehingga ia mengangkat kakinya dari leher orang-orang yang jatuh; dan kedengaran oleh Maut, sehingga kuburan membuka gerbang-gerbangnya agar orang-orang mati bangkit. 

"Pergi" berarti kemajuan, kekudusan, kemenangan, kemuliaan; dan tidak ada yang berani menahan mereka di dalamnya. Singa tidak boleh menghalangi mereka, juga binatang buas tidak boleh mengejar mereka. 

"Rusa di kala fajar” [Mazmur 22:1] telah menarik para pemburu yang kejam mendekatinya, dan sekarang kijang-kijang dan rusa-rusa di padang yang paling penakut pun dapat merumput dalam damai yang sempurna di antara bunga-bunga bakung kesukaan mereka.

Awan dan guntur telah menggelegar di atas Salib Kalvari, maka peziarah Sion tidak akan pernah disambar petir balas dendam. 

Datanglah, hai hatiku, bersukacitalah di dalam pengamanan dari Penebus yang membuatmu kebal, dan pujilah nama-Nya sepanjang hari dan setiap hari.

____________________

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).


2. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. [Kolose 2:6]

Jika kita sudah menerima Kristus itu sendiri di dalam hati kita yang terdalam, hidup baru kita akan menunjukkan hubungan yang erat dengan-Nya melalui perjalanan iman di dalam Dia. 

Berjalan merupakan tindakan. Agama kita bukan untuk disembunyikan di dalam kamar kita; kita harus membawanya menjadi tindakan sesuai dengan kepercayaan kita. 

Jikalau seseorang berjalan di dalam Kristus, maka ia akan berbuat apa yang Kristus akan perbuat; karena dengan Kristus ada di dalam dirinya, harapannya, kasihnya, sukacitanya, dan hidupnya, dia memancarkan sinar dari gambar Yesus; dan orang-orang akan berkomentar tentang dia, “Dia seperti Tuannya, dia hidup seperti Yesus Kristus.” 

Berjalan menunjukkan kemajuan. 

“Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”; lanjutlah dari anugerah ke anugerah selanjutnya, berlarilah ke depan sampai engkau mencapai pengetahuan setinggi mungkin mengenai Dia kekasih kita. 

Berjalan berarti berkelanjutan. Haruslah ada kepatuhan yang terus-menerus di dalam Kristus. 

Berapa banyak orang Kristen berpikir bahwa pada pagi dan malam hari mereka harus datang ke dalam hadirat Yesus, tapi sepanjang hari memberikan hati mereka kepada dunia: tetapi ini adalah cara hidup yang buruk; kita harus selalu bersama Dia, menapak langkah-langkah-Nya dan melakukan kehendak-Nya. 

Berjalan juga berarti kebiasaan. Ketika berbicara tentang perjalanan dan perbincangan seseorang, yang kita maksudkan adalah kebiasaannya, yakni karakter dan arah hidupnya. 

Nah, kalau kita kadang-kadang menikmati Kristus, tetapi lalu melupakan-Nya, kadang-kadang menyebut-Nya milik kita, tetapi segera kehilangan pegangan kita, itu tidak disebut kebiasaan; kita tidak berjalan di dalam-Nya. 

Kita harus turut bersama-Nya, melekat dengan-Nya, tidak pernah melepaskan-Nya, melainkan hidup dan berada bersama Dia. [Kis 17:28] ”Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. 

Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”; setia seperti saat engkau memulai, dan, seperti pada mulanya Kristus Yesus adalah kepercayaan imanmu, sumber hidupmu, prinsip perbuatanmu, dan sukacita rohmu, hendaklah Dia tetap sama hingga akhir hidupmu, sama saat engkau berjalan dalam lembah kekelaman, dan masuk ke dalam sukacita dan istirahat yang tetap bagi umat Allah. 

Oh Roh Kudus, mampukan kami menaati perintah sorgawi ini.

____________________

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).


3. Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. [Ibrani 5:7] [1]

Apakah rasa takut ini timbul dari gagasan dari neraka bahwa Ia benar-benar ditinggalkan? Mungkin ada ujian yang lebih sulit daripada ini, tapi pastinya ini merupakan salah satu yang tersulit jika benar-benar ditinggalkan, bukan? "Lihat," kata Iblis, "Engkau tidak lagi mempunyai kawan! Bapa-Mu telah menutup pintu hati kasih sayang-Nya terhadap Engkau. 

Tak seorang malaikat pun di pelataran-Nya yang akan mengulurkan tangannya untuk menolong Engkau. Seluruh surga diasingkan dari-Mu; Engkau ditinggalkan sendirian. Lihat kawan-kawan yang dengannya Engkau pernah bergaul dengan baik, apakah mereka layak menjadi kawan-Mu? 

Anak Maria, lihatlah saudara-Mu Yakobus, lihatlah murid yang Kaukasihi Yohanes, dan rasul-Mu yang berani Petrus, lihatlah para pengecut ini tertidur ketika Engkau sedang menderita! 

Baca Juga: Kumpulan renungan Fitman Tuhan

Lihat! Tidak ada lagi kawan yang tersisa di surga ataupun di bumi. Seluruh neraka melawan Engkau. 

Aku telah mempersiapkan liang neraka milikku. Aku telah mengirim surat resmi ke seluruh wilayah memanggil setiap pangeran kegelapan menyerang-Mu malam ini juga, dan kami tidak akan menyayangkan satu anak panah pun, kami akan menggunakan seluruh kekuatan neraka kami untuk menindas Engkau: dan apa yang bisa Kaulakukan, hai Engkau yang tersendiri?" 

Mungkin, memang inilah pencobaan-Nya; kami rasa demikian, karena munculnya seorang malaikat kepada-Nya itu menguatkan Dia dan menghapus rasa takut-Nya. Karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan; Ia tidak lagi sendiri, tetapi surga bersama-Nya. 

Bisa jadi inilah alasan mengapa Dia tiga kali mendapati murid-murid-Nya—seperti kata Hart —

    "Tiga kali Ia berlari bolak-balik,

   Seakan Ia mencari pertolongan manusia."

Ia akan melihat sendiri apakah benar bahwa semua orang memang telah meninggalkan-Nya; Ia mendapati mereka semua tertidur; tetapi mungkin Ia sedikit terhibur saat mendapati bahwa mereka tertidur bukan karena mengkhianati-Nya, tapi karena dukacita [Lukas 22:46], roh memang penurut, tetapi daging lemah [Matius 26:41]. 

Baca Juga: Tulisan A.W Tozer

Bagaimana pun, karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Yesus didengarkan di dalam dukacita-Nya yang paling dalam; jiwaku, engkau pun akan didengarkan.

____________________

[1] Dalam KJV, He was heard in that he feared. Dia didengar karena Dia takut.

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).


4. Kekasihku. [Kidung Agung 2:8]

Ini adalah sebuah nama emas yang biasa diberikan oleh Gereja kuno di saat-saat 

sukacita kepada Yang Diurapi TUHAN. 

Waktu nyanyian burung datang, dan suara tekukur terdengar di tanahnya, surat cintanya lebih manis daripada keduanya, saat dia bernyanyi, "Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.” [Kidung Agung 2:16] 

Pernah dalam kidung agungnya dia memanggil-Nya dengan nama-Nya yang penuh kegemaran itu, "Kekasihku!" Bahkan di musim dingin yang panjang, ketika penyembahan berhala telah membuat taman TUHAN layu, nabi-Nya menemukan tempat untuk meletakkan beban TUHAN sebentar, dan mengatakan, seperti yang Yesaya katakan, "Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya." [Yesaya 5:1] 

Meskipun orang-orang kudus belum pernah melihat wajah-Nya, meskipun Dia belum menjadi daging, belum tinggal di antara kita, dan manusia belum melihat kemuliaan-Nya, namun Dia adalah penghiburan bagi Israel, harapan dan sukacita dari semua umat terpilih, "Kekasih" dari semua orang-orang yang jujur di hadapan Yang Maha Tinggi.

 Kita, pada hari-hari musim panas Gereja, juga terbiasa untuk berbicara tentang Kristus sebagai Kekasih terbaik jiwa kita, dan merasa bahwa Dia sangat berharga, "menyolok mata di antara selaksa orang [Kidung Agung 5:10], dan segala sesuatu padanya menarik [Kidung Agung 5:16]." 

Baca Juga: Tulisan Timothy Keller

Sungguh benar bahwa Gereja mengasihi Yesus, dan mengklaim Dia sebagai Kekasihnya, sehingga sang rasul berani menghadapi seluruh alam semesta yang hendak memisahkan Gereja dari kasih Kristus, dan menyatakan bahwa baik penganiayaan, kesesakan, penderitaan, bahaya, atau pedang tidak mampu memisahkan mereka [Roma 8:35]; bahkan, dia dengan gembira bermegah, "Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." [Roma 8:37] O betapa kami ingin mengenal-Mu lebih dalam, Engkau yang selamanya berharga!

    “Kasih-Mulah milikku satu-satunya;

    Di bumi di bawah atau di surga di atas,

    Aku tak punya harta yang lain;

    Dan meskipun sungguh-sungguh aku berdoa memohon,

    Dan mendesak Engkau hari demi hari,

    Aku tidak meminta lebih dari-Mu.”

____________________

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).


5. Diperkuat dalam imannya. [Roma 4:20]

Orang Kristen, peliharalah baik-baik imanmu; karena ingatlah iman adalah satu-satunya jalan engkau bisa mendapatkan berkat. 

Jika kita ingin berkat-berkat dari Allah, tidak ada yang bisa membawanya turun kecuali iman. 

Doa tidak bisa menarik jawaban turun dari takhta Allah kecuali doa itu adalah doa yang sungguh-sungguh dari seorang yang percaya. 

Iman adalah malaikat pembawa pesan antara jiwa kita dengan Tuhan Yesus dalam kemuliaan. 

Bila malaikat itu diambil, kita tidak bisa mengirimkan doa kita, ataupun menerima jawabannya.

 Iman adalah kabel telegraf yang menghubungkan bumi dan surga—di mana pesan kasih Allah terbang dengan sangat cepat, sehingga sebelum kita memanggil Dia menjawab, dan sebelum kita berbicara Dia mendengar kita. 

Tetapi jika kabel telegraf iman itu putus, bagaimana bisa kita menerima janji tersebut? Apakah aku sedang dalam masalah?—Aku bisa mendapatkan bantuan untuk masalahku melalui iman. 

Apakah aku sedang dikepung dan dipukuli musuh?—jiwaku berbaring dalam perlindungannya yang teduh melalui iman. Tetapi kalau saja iman itu diambil—sia-sialah aku memanggil Allah. Tidak ada jalan lain di antara jiwaku dan surga. 

Di dalam musim dingin yang paling dingin, iman adalah sebuah jalan di mana kuda-kuda yang membawa doa dapat melintas—ya, dan tentu saja lebih baik oleh sebab hawa beku yang menggigit; tetapi kalau saja jalan itu ditutup, bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan Sang Raja Agung? Iman menghubungkanku dengan Sang Ilahi. 

Iman menyelimutiku dengan kekuatan Allah. Iman menarik kemahakuasaan TUHAN ke sisiku. Iman memastikan setiap sifat Allah menjadi pelindungku.

 Iman menolongku menolak undangan neraka. Iman membuatku melangkah maju menginjak leher musuh-musuhku. 

Tetapi tanpa iman, bagaimana mungkin aku mendapatkan apapun dari Tuhan? Janganlah ia yang bimbang—sama seperti gelombang laut—orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Allah. [Yakobus 1:6-7] 

O, orang Kristen, perhatikanlah baik-baik imanmu; karena dengannya engkau bisa menang terhadap segala sesuatu, seberapapun miskinnya engkau, tetapi tanpanya engkau tidak akan mendapat apa-apa. “Jika engkau percaya, tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” [Markus 9:23]

Sekian Quote Renungan Kristen Oleh Charles H. Surgeon. Semoga memberkati.

____________________

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Quote Renungan Kristen Oleh Charles H. Surgeon"