Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendalaman Alkitab Roma 12:2 Tidak Menjadi Serupa Dengan Dunia

Bagaimana mungkin kita manusia berdosa yang tinggal di dalam dunia ini, dapat hidup tidak seperti dunia. Setiap prinsip dunia sudah sejak kecil kita lihat, bahkan seperti mandarah daging.

Kita yang pada dasarnya lebih menyukai setiap hal yang dunia ini tawarkan. Kita hidup di dalam dunia di mana setiap prisnsipnya kita pelajari, kita hidupi, dan kita merasa kitalah pemilik kehidupan ini.

Maka suatu kemunafikan, jika kita berkata, kita mampu untuk hidup seperti yang diperintahkan oleh Taurat. Namun firman Allah menyatakan kepada kita, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2 (TB)  

Kita belajar melalui pendalaman kitab Roma 12:2, bahwa kita adalah orang yang telah menerima Injil Yesus Kristus. Kita akan belajar 3 poin dari teks ayat di atas untuk diteguhkan lagi pemahaman kita tentang Injil.

Melalui artikel ini kita dibawa untuk mengerti yang dimaksudkan oleh Paulus untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, Pertama dunia yang bagaimana?

Kedua, kita akan bersama merenungkan bagaimana jalan masuk agar kita mempunyai pembaharuan budi. 

Ketiga, kita akan belajar untuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah, kesempurnaan yang dimaksudkan. 

Dua poin yang terakhir bukanlah perkara yang mudah, namun mari kita berdoa agar Roh Kudus memampukan kita. sehingga kita dapat dimampukan untuk melaksanakan seperti yang Allah perintahkan melalui kitab-Nya.

Pendalaman Alkitab Roma 12:2 Tidak Menjadi Serupa Dengan Dunia

1. Jangan menjadi serupa dengan dunia

Mungkin selama ini yang Anda mengerti tetang manusia dunia dimaksudkan oleh Paulus, Anda hanya mendapati penjelasan yang dangkal berdasarkan pemikiran pengkotbah. Dimana Ia akan medefinisikan orang dunia yang dimaksud oleh Paulus adalah pelaku kriminal.

Baca Juga: Ketika manusia mengasihi dunia maka tidak ada kasih akan Allah

Saya akan membawa Anda untuk belajar, manusia dunia dengan pengertian yang berbeda.  Yaitu manusia dunia yang tersembunyi di kedalaman hati kita, manusia dunia yang sukanya beribadah dan ke gereja, manusia dunia yang suka melayani, manusia dunia yang baik dan sopan, manusia dunia yang mendasarkan segala sesuatu atas dirinya yang bisa dan hebat karena keidupan agama yang ia laksanakan. 

Inilah Anda dan saya, kitalah manusia dunia yang Paulus maksudkan

  • Jenis manusia dunia yang pertama adalah manusia agamawi

Mendalami kitab Roma maka kita tidak bisa memisahkannya dari konteks pasal-pasal sebelumnya, karena surat Paulus jemaat di Roma merupakan satu kesatuan yang mempunyai pusat, yaitu berpusat pada Injil Yesus Kristus. 

Kita akan belajar bahwa dunia yang Paulus maksudnya dalam kitab Roma adalah jenis manusia yang mencintai kehidupan agamawi yang diikat oleh hukum, hukum itulah yang memberikan keselamatan ketika seseorang dapat mematuhinya dengan sempurna.

Ini adalah kesalahan besar, ini adalah musuh Injil, paham inilah yang menjadikan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sangat menusuhi Yesus, bahkan menimbulkan iri dengki yang teramat sangat terhadap Sang Guru Agung kita, penebus kita, yaitu Yesus Kristus.

Yang menjadi permasalahannya adalah tidak ada satu orangpun yang dapat mematuhi semua hukum secara sempurna maka realita ini akan membuahkan kemunafikan. Karena hukum itu begitu berat, manusia telah sangat berdosa, pengertian dosa adalah kematian kekal. Jadi tidak ada orang mati yang dapat mematuhi hukum.

Maka kita akan mendapati jenis manusia dunia yang kedua, yaitu orang-orang yang tidak mematuhi hukum. Namun kita akan membahasnya nanti.

Jelas Paulus menuliskan, “Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? seperti ada tertulis: “Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain.” Roma 2:23-24 (TB)

Bagimana dengan Anda dan saya? 

Mari renungkan ini! 

Kekristenan yang kita jalani hari ini, bukankah kita seringkali bermegah dalam legalitas, kita sering merasa bahwa kita pantas dikasihi Allah karena kita membaca Alkitab, karena kita rajin berdoa, karena kita hidup tekun ke gereja. 

Lalu kita merasa pantaslah Yesus rela mati di salibkan. Itu semua karena saya terlalu baik dan berharga. 

Saudaraku jika seperti ini pemikiran bahkan pengertian Anda, saya harap Anda bertobat, Anda telah terlalu dalam tersesat, terhanyut dalam dosa agamawi yang merasa Anda diterima karena Anda terlalu baik. 

Saya ingin membukakan satu realita terselubung, seringkali tertutupi oleh pendeta-pendeta moralitas yang menekankan berkat adalah tujuan utama Kekristenan maka harus berbuat baik.

Hamba-hamba yang mengecilkan dosa tetapi selalu mengangkat manusia, sehingga Kekristennan semakin narsis. Yesus datang yang berharga, maka rela mati di salibkan. Ini salah besar, Alkitab tidak menyatakan demikian.

Kehidupan agamawi Anda, dimana Anda berjuang untuk dikasihi Yesus, maka inilah kehidupan dunia yang Paulus maksudkan untuk tidak menjadi seperti ini.

Karena kesalahan tafsiran, bahwa dunia yang dimaksudkan dalam Roma 12:2, adalah kehidupan yang jahat, keriminal, pencuri, pezinah, dan kejahatan yang terlihat jelas dan gampang untuk dicap sebagai orang-orang jahat yang berdosa. Bukan hanya ini maksud Paulus. Hal ini terlalu dangkal untuk orang-orang agamawi seperti Anda dan saya.

Jelas seperti pada pasal 2, Paulus menuliskan bahwa kita janganlah menjadi orang-orang yang merasa karena diri kitalah maka kita layak, kita bermegah dengan segala aturan agama, kita merasa jika saya berpuasa 7 kali seminggu maka saya layak menerima kasih karunia. Bertobat saudaraku! Betobat!

Kehidupan agamawi seperti ini juga, memunculkan hakim-hakim yang selalu menyalahkan pendosa lain, padahal ia adalah pendosa yang munafik, pendosa yang bersembunyi dalam jubah keagamaan. “Karena itu hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain melakukan hal yang sama." Roma 2:1 (TB)

Inilah realita kehiduapn agamawi kita, kita terpelosok terlalu jauh dan menjadi sama dengan dunia ini, marilah kita akui dosa-dosa tersembunyi ini, meminta ampun kepada Yesus dan kembali hidup dengan tegas untuk memberitakan injil kepada diri sendiri.

  • Manusia dunia yang tidak suka hukum 

Rasanya tidak perlu menjelaskan poin yang satu ini, karena saya sangat yakin bahwa Anda seorang yang agamawi, pasti sangat mengerti jenis manusia seperti apa yang ada pada poin ini, tetapi Paulus menjelaskannya pada pasal 1, maka sangat tidak baik jika saya tidak menjelaskannya.

Paulus mengingatkan kita untuk tidak menjadi seperti dunia ini, maka inilah jenis manusia dunia yang berikutnya yaitu, orang-orang yang tidak suka hukum, orang-orang yang diberikan hati nurani tetapi tidak menghiraukan teriakkan hati nurani mereka.

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak mengenal Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya.

Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka menjadi bodoh dan gelap.

Mereka berbuat seolah-oleh mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

Baca Juga: Yesus mengasihi orang berdosa

Mereka menggantikan kemuliaan Allah yamg tidak fana dengan gembaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, bintang-binatang yang berkaki empat, atau binatang-binatang yang menjalar.

Pada ayat berikutnya, kita akan mendapati murka Allah. Hal ini yang menjadi bertolak belakang dari pasal 12:2, dimana kita dinasehati untuk mendapatkan kehendak Allah. Tetapi  Karena Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka dan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Hal ini tidak akan mempertemukan kita pada kehendak Allah.

Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah mahluk dan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 

Anda dapat membaca kelanjutannya dalam Roma 1:18-32!

Bagian ini menyatakan kepada kita akan kehidupan orang-prang yang menyukai kebebasan palsu perbudakan di dalam dosa. Belum lagi jika ditambahkan dengan pengertian kasih karunia yang salah atau tidak lengka.p, kita akan mendapati jenis menusia yang lebih kacau.

Karena keselamatan gratis, maka tidak perlu adanya moralitas dan kebaikan. Maka bebas melakukan segala sesuatu semaunya menikmati dosa terus hidup dalam dosa. Bertobat saudaraku

Saudaraku bagian inipun kesesatan yang mengerikan. Kuasa jahat memakai ini, untuk membawa kita pada pengertian yang benar-benar salah dalam Kekristenan.

Baca Juga: Upah dosa adalah maut namun kasih Yesus menyelamatkan

Namun Paulus menjelaskan, bahwa keselamatan yang gratis itu, apakah karena itu kita diperbolehkan bertekun di dalam dosa, tanpa hukum. 

Menyembah berhala semau kita, tentu saja tidak, kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa, bagaimana mungkin Anda dan saya mau diperbudak dosa. Ini adalah suatu kebodohan.

"Jadi bagaimana? Apakah kita akan bertekun berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, dibawah kasih karunia? Sesekali tidak! Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya. Kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu dalam kematian, baik ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?" Roma 6:15-16 (TB)

Untuk menutup poin ini, saya ingin Anda merenungkan ini! “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan dihakimi tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.” Roma 2:12 (TB)

Kita semua akan menerima penghakiman dari Allah secara adil.

Selanjutnya kita akan menerima kabar baik, dibalik kemustahilan untuk menjadi tidak serupa dengan dunia, ada Injil untuk Anda dan saya. 


2. Jalan masuk untuk pembaharuan budi

Untuk hidup dan tidak manjadi serupa dengan dunia, maka semua itu hanya oleh iman kepada Yesus Kristus. 

Allah sendiri yang memampukan kita untuk hidup. Ketika kita dulu manusia yang telah mati karena sama dengan dunia ini, namun ketika kita percaya kepada Yesus maka kita mendapatkan pembaharuan, kehidupan baru yang tidak lagi dikuasai kuasa dosa ataupun maut. 

Inilah kekuatan Injil, karena Kekristenan bukan tentang apa yang telah Anda lakukan untuk Allah. Tetapi tentang apa yang telah Kristus kerjakan untuk Anda dan saya. Sehingga kita dimampukan untuk bekerja bagi Allah, menjadi hamba Allah yang  Ia kasihi. Inipun kasih karunia yang sangat-sangat melimpah.

Kristus yang memberikan darah-Nya sebagai penyucian diri kita, ketika kita menyadari hal ini maka kita dimampukan untuk tunduk dan menjadi serupa dengan Yesus.

Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja,  tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang  mati, yaitu  Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pelanggran kita. Roma 2:23-25 (TB)

Ayat di atas adalah kabar baik, Injil yang menyatakan kepada kita sebuah jalan kebenaran di dalam Yesus Kristus yang telah dihukum karena pelanggaran kita.

Saudaraku Anda tentu tau dan sering kita lupa hukuman dosa adalah maut, maut adalah keterpisahan dari Allah selama-lamanya. Maut adalah kehidupan tanpa Allah sejati, padahal kehidupan kita diciptakan untuk memuliakan Allah 

Artinya maut adalah penderitaan kekal. Tetapi agar orang yang percaya kepada Allah tidak menjadi serupa dunia ini, orang percaya tidak dibinasakan bersama dunia ini, tetapi menikmati hadirat Allah.

Telah ditimpakan kepada Yesus murka Allah, Yesus yang kudus dan mulia itu, Yesus yang tidak berdosa. Telah ditimpakan kepada-Nya semua hukuman dosa kita.

Puji Tuhan maut tidak berkuasa atas Dia, “Dia telah dibangkitkan karena pelanggaran kita.” ini adalah puncak dari kabar baik, kabar yang menyatakan bahwa ketika kita percaya kepada Yesus kita yang mati karena dosa dan pelanggaran kita, kita yang adalah budak.

Kita dibangkitkan, kita dibebaskan. Inilah kuasa Injil, mambawa kita untuk berproses mematikan dosa, mematikan keinginan dunia, mematikan kecenderungan berdosa kita.

"Sebab itu, kita dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita beroleh jalan masuk oleh iman kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah." Roma 5:1-2 (TB)

Saudaraku pembaharuan budi, untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini, hanya ketika Anda dan saya telah lahir baru di dalam Yesus, kita tidak lagi hidup untuk menjadi orang baik, tidak lagi membenci hukum. 

Tetapi kita hidup untuk menjadi serupa dengan Yesus dan melihat hukum Allah sebagai kebebasan sejati yang menyelamatkan kita dari dosa. Dosa adalah musuh kita yang menginginkan kematian kekal kita.

Mari saudaraku lihat kedalaman hati Anda, karena setiap kita ada dosa yang terkecil dan ternyaman berada tersembunyi. Dari dosa inilah kita harus bertobat dan mengakuinya di hadapan Salib Yesus. Maka dari itu akan selalu ada seruan pertobatan di dalam Injil Yesus Kristus.


3. Pribadi yang berkenan mendapati kehendak

Saya akan mulai poin ini, dengan Roma 12:1 (TB) “karena itu, saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Kita telah belajar bahwa jalan untuk pembaharuan budi atau pemabaharuan pola pikir, hanya melalui Yesus. 

Saudaraku ayat di atas juga berbicara tentang Yesus, tentang kehidupan hanya kita peroleh dari Yesus, tentang kudus, kekudusan Yesus ditimpakan kepada kita, tentang  yang berkenan kepada Allah Yesus adalah satu-satu-Nya manusia yang berkenan kepada Allah.

Maka kehidupan kita yang ada di dalam Yesuslah yang dipersembahkan kepada Allah, untuk kita mendapatkan ibadah yang sejati, ibadah yang berkenan kepada Allah. Dari sini kita belajar bahwa semua ini tentang Yesus yang telah mengerjakan segala-galanya untuk kita dapat menikmati hadirat Allah Bapa.

Kehendak Allah

Lalu bagaimana dengan kehendak Allah, kehendak yang seperti apa? Kita akan belajar pada  ayat-ayat  berikutnya berdasarkan konteks kitab Roma.

Anda dapat membacaya di Roma 12:3-8, namun saya telah membuat setiap teks di ayat ini menjadi poin-poin yang dapat Anda pelajari dan pikirkan lagi secara lebih mendalam akan rancangan Allah atas hidup Anda.

Baca Juga: Allah menunjukan kasih kepada kita melalui Yesus

Kita sebagai orang percaya menggunakan karunia kita hanya untuk kemajuan pekabaran Injil.

  • Karunia bernubuat baiklah bernubuat sesuai dengan iman
  • Karunia melayani baiklah melayani
  • Karunia mengajar baiklah kita mengajar
  • Karunia menasehati baiklah kita menasehati
  • Karunia memberi baiklah ia memberi dengan hati yang murni
  • Karunia memimpin baiklah melakukannya dengan rajin
  • Karunia bermurah hari baiklah melakukannya dengan sukacita

Semua karunia di atas adalah untuk melayani Allah, baiklah kita melakukannya dengan kasih, dengan mata yang tertuju hanya kepada Yesus, bahkan semua keahlian kita yang dapat digunakan untuk menolong orang, biarlah itu untuk kemajuan pekabaran Injil Yesus Kristus.

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Handaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat." Roma 12: 9-10 (TB) ini adalah sadar dari pelayanan.

Kiranya Allah Roh Kudus memampukan kita untuk terus hidup dalam kasih Yesus dan mengasihi sesama, memancarkan keindahan Injil melalui setiap kasunia yang dianugerahkan kepada kita. 

Sebab melalui pedalaman kitab Roma 12:1 menyatatakan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini berarti kehidupan yang ada di dalam Yesus dan mengasihi sesama. Inilah Kekristenan sejati. AMIN

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Pendalaman Alkitab Roma 12:2 Tidak Menjadi Serupa Dengan Dunia "

Berlangganan via Email