Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejatuhan Manusia Ke Dalam Dosa Menurut Alkitab, Kasih Yang Dinyatakan

Dosa manusia menurut alkitab tidak sekedar apa yang Anda dan saya lakukan, bukan tentang orang jahat yang suka merugikan orang lain, seperti mencuri, membunuh dan kriminalitas lainnya.

Melalui artikel ini, saya inging menyakiti hati Anda bahkan hati saya sendiri, untuk menyadari betapa menjijikannya dosa yang ada di dalam diri kita, di dalam kedalaman hati dan pikiran kita.

Alkitab menuliskan 301 kali tentang  kata “fasik” ini mengacu kepada manusia, itu adalah Anda dan saya. Dosa menurut alkitab adalah kefasikan manusia. 

Manusia yang selalu saja membuat hati Allah berduka. Bahkan di dalam Kejadian 6:6, “maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya." Inilah akibat dosa dalam Kristen, Allah murka.

Allah bahkan sangat-sangat bersedih Ia bahkan menyesal. Allah menyatakan diri-Nya melalui Alkitab  merupakan Allah yang adil, untuk melihat keadilan Allah, mari kita ke Mazmur 50: 16-23 peringatan Allah terhadap dosa menurut alkitab.

Sebebum masuk, saya ingin menegaskan mengapa saya mengambil Mazmur, karena ketika saya memulai artikel ini, saya baru saja merenungkan Mazmur ini, cukup menakutkan. Lanjut……..

“Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? 

Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan Dia, dan bergaul dengan orang berzinah. Mulutmu kau biarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.

Engkau duduk, dan mengintai-ngintai saudaramu, memfitah anak ibumu. Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa aku ini sederajat dengan engkau.

Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. Perhatikanlah ini hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, Ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.””

Melalui mazmur di atas kita akan belajar, 3 poin pada poin yang terakhir. Kita akan melihat keadilan Allah dan kasih-Nya dinyatakan. Maka kita dapat mengerti bahwa Alkitab kita pada dasar-Nya sedang menceritakan satu Pribadi, yaitu Mesias yang akan menyelamatkan manusia dari kutuk dosa.

Poin pertama, kita belajar betapa mengerikannya murka Allah. Kedua, kita akan menyelami keberdosaan kita baik itu perbuatan baik kita dan perbuatan jahat kita. ketiga, begaimana kemurahan hati TUHAN yang Ia perlihatkan, murka yang ditimpakan kepada Sang Kudus.

Anda siap, selamat merenungkan 3 poin dan selamat menikmati Injil Yesus Kristus.

Kejatuhan Manusia Ke Dalam Dosa Menurut Alkitab, Kasih Yang Dinyatakan

1. Murka Allah terhadap kefasikan manusia

Upah dosa adalah maut, maut adalah keterpisahan dari Allah. Pada ayat 1 Allah menegur orang fasik yang berlaku seolah-olah saleh, mereka bergaya dengan meneliti firman Tuhan tetapi Allah dengan tegas menyatakan. Bahwa orang fasik tidak ada hak untuk meneliti firman-Nya bahkan meklaim janji-Nya.

Saudaraku ketika saya merenungkan bagian ini secara manusia yang berdosa, saya tidak melihat Allah yang baik, seperti  yang sering  diserukan oleh pendeta-pendeta yang tidak pernah menyerukan pertobatan, Yesus yang begitu sering kita dengar dari para WL dan pengkotbah yang menyatakan, “Tuhan Yesus baik amin.” Lalu jemaat mengaminkan.

Kita tidak akan menemukan kebaikan Allah secara benar, jika kita tidak mengerti murka Allah atas kefasikan kita umat manusia yang telah berdosa. 

Kefasikan memiliki arti, kejahatan, kemunafikan, dan semua hal yang menyakiti hati Allah. Kita tuhan atas diri sendiri, memberontak terhadap TUHAN pencipta langit dan bumi.

Saya takut jika kebaikan Allah yang saya mengerti adalah kebaikan yang hanya sekedar memberikan kenyamana hidup tanpa adanya disiplin rohani yang serius, tanpa adanya disiplin secara serius untuk mematikan dosa yang ada di kedalaman hati kita.

Karena kebaikan Allah yang Ia nyatakan di Alkitab adalah murka-Nya yang menyala-nyala. Siap membakar pendosa, siap mendisiplinkan bahkan menegur pendosa. Orang-orang munafik yang berjubahkan keagamaan.

Kita sebagai manusia yang berdosa, haruslah secara benar mengerti sifat Allah, yaitu murka Allah. Kita mungkin saat ini hidup dalam kasih karunia, tetapi tidaklah berbeda sifat-Nya tetap sama, yaitu murka yang menyala-nyala.

Kita tidak akan melihat betapa berharga dan besarnya kebaikan Allah, jika kita tidak menyadari keadilan Allah yang menghanguskan. Sehingga kita juga dapat mengerti bahwa kasih kita kepada diri sendiri pada akhirnya akan mengakibatkan kebinasaan kekal, menerima murka Allah.

Alkitab secara jelas berkali-kali menyatakan bahwa Ia Allah yang cemburu, Ia Allah yang adil. Coba perhatikan kota Sodom dan Gomora, coba perhatikan sejarah Israel. Lihatlah betapa manusia tidak ada harganya ketika Allah menegakkan keadilan-Nya. Manusia hanya akan menjadi debu, seperti uap, bahkan tidak ada harganya samasekali.

Coba lihat ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah tidak segan-segan membunuh mereka yang umurnya 20th dan menyisakan yang 20th ke bawah. 

Saudaraku saya rasa murka Allah terhadap manusia sangatlah serius, manusia telah mati di dalam dosa, manusia diperbudak oleh dosa. Hal ini memberikan manusia kuasa untuk mencintai dosa, hidup dalam kegelapan yang ia anggap benar.

Maka Allah tidak rela jika kitab-Nya diteliti oleh orang-orang yang sok saleh ini, Allah tidak rela jika janji-Nya diklaim untuk orang-orang munafik ini, siapa orang-orang ini? Itu adalah Anda dan saya saudaraku.

Kita adalah orang yang sangat pantas ditimpakan murka Allah. Ketika saya merenungkan hal ini, saya sangat bingung, saya ketakutan, saya sedih, saya sangat merasa bahwa tidak ada harapan untuk saya yang adalah pendosa besar ini, menerima apa yang saya inginkan yaitu keselamatan.

Mari kita lanjut pada poin berikutnya, dimana kabar buruk ini lebih buruk lagi jika dibandingkan dengan poin yang pertama.

2. Dosa yang merupakan natur manusia

Dosa memiliki arti tidak tepat sasaran, “Hamartia” dalam dunia teologi dikenal dengan istilah, “Hamartologi.” Atau jika saya mendefinisikan dosa. Maka saya mendapatkan pengertian bahwa dosa adalah manusia telah mendefinisikan benar salah berdasarkan dirinya sendiri sebagai tuhan. 

Maka tidak heran jika dunia benar-benar kacau karena hal ini, sesuatu yang betahun-tahun dianggap sebagai sesuatu yang tidak bermoral, dianggap sesuatu yang biasa pada akhirnya, ketika manusia mendefinsikan hal itu sebagai kebenaran. 

Natur jika dilihat dari KBBI memiliki arti dalam pengertian jika dilihat dari sudut pandang manusia, maka natur memiliki arti watak, pembawaan, dan asli. Bagaimana? Anda dapat mengerti sekarang bahwa Anda aslinya pendosa. 

Bahwa manusia memiliki identitas asli yaitu berdosa. Dan betapa pantasnya kita menerima murkan Allah. 

Mari kita kembali ke kitab Kejadian, untuk dapat mengerti, mengapa kita memiliki natur berdosa? Allah menciptakan manusia segambar dengan Dia, namun pada Kejadian 3 manusia telah mati, menusia menyatakan perang kepada Allah, manusia tidak mau lagi mengenal Allah kecuali dunia dan dirinya sendiri.

Ini adalah awal kejatuhan manusia ke dalam dosa, kegelapan yang pekat, menjadikan manusia sangat bodoh.

Pada kejadian menceritakan kepada kita secara jelas asal dosa, dosa ini diturunkan kepada kita. manusia tidak lagi segambar dengan Allah, manusia segambar dengan definisinya sendiri karena ia telah menjadi Tuhan atas dirinya sendiri. 

Pada Roma 3:10-18 (TB).

Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 

  • Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 
  • Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 
  • Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 
  • Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. 
  • Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Pada Mazmur 50:17-20 (TB) telah saya Tarik maknya

  • Bergaya memberikan tuguran, padahal ciri dari kefasikan Anda dan saya, kita seringkali membenci teguran, cobalah selidiki hati Anda! Bukankah ini kecenderungan kita, pantaslah kita dibinasakan.
  • Megesampingkan Firman Allah, Firman Tuhan tidak sedang menyatakan dosa saya, tetapi dosa Dia. 
  • Bukakah kita sering mengesampingkan teguran Tuhan melalui Firman-Nya, bukankah hati Anda sering berkata, betapa layaknya Anda menerima kasih Allah karena Anda berharga, Bertobat saudaraku!
  • Mulut kita seringkali diikat oleh dosa, berkata yang tidak baik tentang sesama kita, begitu sering Anda lebih menyukai bercerita tentang hal-hal lain yang Anda anggap itu berguna. 
  • Namun mengabaikan untuk bercerita tentang Injil Yesus Kristus, Injil yang membangun iman.
  • Kita hidup sebagai seseorang yang menjelekkan saudara sendiri, hati kita seringkali meremehkan saudara sendiri.
  • Anda bukannya membawa saudara kepada Injil, wajar karena diri Anda sendiri belum menerima Injil.

Saudaraku inilah kita, kecenderungan hati kita yang berdosa, begitu sering berlaku jahat, tidak suka teguran Allah yang nyata-nyata, tidak mau menyakiti hati kita yang sebenarnya dipenuhi dosa.

Taukah saudaraku pada ayat 21, Allah ingin menghukum kita, ini adalah murka yang kekal terhadap pemberontakan dosa. 

Kita merasa bahwa diri kita sederajat dengan Allah hidup tanpa hormat kepada Allah. Kita begitu sering menghina Allah melalui kehidupan kita yang katanya orang Kristen dan pengikut Yesus.

Betapa fasiknya kita, betapa munafiknya kita betapa layaknya kita dibuang keapi neraka beserta semua kesalahan kita terhadap Sang Kudus pencipta semesta. Ini adalah kabar buruk yang merupakan realita dalam Kekristenan bahkan umat manusia.

Seharusnya gereja setiap minggu menyatakan kabar buruk ini kepada jemaatnya, agar kita mengalami pertumbuhan dan semakin sadar betapa besarnya pengorbanan Yesus.

Kita harus secara lebih mendalam melihat dosa-dosa kita, mari kita membaca Alkitab dan melihat semua kefasikan yang Alkitab nyatakan merupakan untuk kita, itulah gambaran hati kita yang busuk karena dosa-dosa yang menguasai hidup kita.

Baca Juga:

Namun dibalik buruknya kabar di atas, dibalik semua kebinasaan yang telah Allah nyatakan. Alkitab juga mengabarkan kabar baik. 

Sebab Alkitab adalah tentang Allah yang telah menjadi manusia, manusia sempurna yang ditimpakan kepada-Nya semua hukuman dosa Anda dan saya.

Mari kita lanjut pada poin berikutnya......

3. Keselamatan yang Allah perlihatkan kepada manusia

Keselamatan hanya ada di dalam Allah itu sendiri, Allah adalah kasih, Allah tidak bisa menyangkal sifat-Nya yang penuh kasih dan berbelaskasih. Ini adalah anugerah yang berkali-kali Alkitab nyatakan.

Bahkan puji Tuhan, ketika manusia jatuh ke dalam dosa, bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allah yang mencari menusia dan membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang. Allah menunjukkan kasih-Nya, Ia yang memanggil Abraham, Ia yang mengikat janji-Nya kepada Abraham. 

Saudaraku upah dosa adalah maut, manusia yang adalah budak dosa tidak akan pernah bisa mencapai Allah. Maka Allah menunjukkan kasih-Nya. Ia sendiri harus menjadi korban, agar Ia dimuliakan. 

Ia dapat menemukan kejujuran di jalan kebenaran dalam diri manusia sejati Yesus Kristus. Karena di sanalah Allah menunjukkan keselamatan-Nya.

“Siapa yang mempersembahkan korban, ia memuliakan Aku; siapa jujur jalannya keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” Mazmur 50:23 (TB) ayat ini digenapi di dalam Yesus, tidak ada satupun manusia yang jujur, yang benar, yang dapat mempersembahkan korban yang sampai membuat Allah menyatakan secara keselamatan-Nya kecuali kerelaan diri-Nya sendiri.

Diperlihatkan di dalam Yesus, Yesus telah menjadi korban yang sempurna. Saudaraku Yesus yang telah digantung di atas kayu salib, itu semua karena Ia merelakan diri-Nya untuk menjadi korban yang sempurna.

Ia yang kudus, Ia yang tidak berdosa, Ia yang selama menjadi manusia menyenangkan hati Allah. Harus menjadi kutuk karena Anda dan saya yang terkutuk. Anda dan saya yang pendosa besar. Kita memberikan suatu kekejian kepada Yesus untuk menerima kekudusan dan kemuliaan Yesus.

Ini adalah kabar baik, ini adalah Injil. Karena ini semua tentang apa yang telah Yesus kerjakan untuk Anda dan saya yang percaya. Ia berkata “sudah selesai” waw. Yesus adalah manusia yang jujur, Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup untuk dapat datang kepada Bapa, Yesus membawa kita untuk melihat harapan keselamatan yang diperlihatkan secara jelas melalui mata hati kita.

Kita yang dulu mati, hidup di dalam dosa, ketika mereka Yesus kita hidup di dalam Yesus, kita dibenarkan di dalam Yesus, kita menerikan mata hati yang baru untuk melihat dunia dengan cara pendang kekekalan.

"Upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 6:23 (TB). Dibalik kabar buruk yang dunia ini nyatakan, selalu ada Injil Yesus Kristus yang membawa Anda dan saya kepada pertobatan.

Karena tidak akan mungkin ada kepercayaan yang sejati kepada Yesus jika tidak ada pertobatan. Karena berita Injil adalah berita pertobatan, hidup yang taat kepada Yesus, hidup yang bukan tentang kita lagi tetapi tentang Kristus.

Baca Juga: 12 Konsep Keselamatan Kristen yang berdasarkan Alkitab

Percaya kepada Yesus berarti meneriaki diri sendiri bahwa kita adalah pendosa besar, ini menyakitkan bagi hati yang keras akibat dosa yang kita sembunyikan. Tetapi biarlah Kristus membereskan dan menyucikan kita dari segala kejahatan hati kita.

Saya menutup atikel ini, mengutip doa yang sangat indah dari Pendeta Markus Siregar, seorang misionaris di tanah Batak pada tahun 1872. Ia menulis demikian;

“Ya Bapa, bagai sebutir beras yang dibandingkan dengan berat sepikul timah, kurasakan beratnya dosaku dibandingkan kepercayaanku. 

Bila daku bercermin kepada kesepuluh Hukum Taurat, aku melihat jiwaku yang hitam pekat, karena dosaku yang kelak menghanguskan aku di neraka. 

O... tidak. Dari semula Bapa telah menjanjikan Anak-Nya melepaskan manusia dari dosa. Dan Tuhan Jesus telah datang ke dunia. 

Dia telah memgajar umat-Nya agar bertobat. Yang terpenting dari semua itu adalah: Dia telah mati disalibkan, karena dosa-dosa manusia; dikuburkan dan bangkit kembali pada hari ketiga. Darah-Nya adalah tebusan atas semua dosa-dosa manusia. Jadi walaupun dosaku banyak, darah Jesus sanggup menebusnya. 

Oleh sebab itu ya Allah, kasihanilah aku beserta kawan-kawanku yang percaya pada-Mu, biarlah Roh-Mu yang Kudus berdiam di hatiku dan mengenyahkan iblis. 

Berilah padaku kekuatan, supaya lebih giat memahami firman-Mu dan berilah padaku kebijaksanaan dalam menyebarkan nya. Teguhkanlah imanku agar tunduk pada-Mu. Sucikanlah hatiku agar aku dapat memyucikan nama-Mu sekarang sampai selama-lamanya. Amin."

Sumber Tulisan: A. A. Sitompul, Perintis Kekristenan di Sumatera Bagian Utara, 1986, Jakarta: BPK Gunung Mulia, hlm. 6-8

Adakah kita akan menemukan diri kita berdoa dan membayangkan betapa besarnya dosa-dosa kita, karena dosa dalam Kekristenan adalah natur kita, kita telah jatuh dalam lubang perbudakan dosa. Tetapi kita dapat melihat terang kemuliaan Yesus Kristus, ini adalah anugerah yang sangat besar.

Kiranya kita terus membawa diri kita kepada Sang Injil, kita dapat mengerti Injil secara jelas dan hidup hanya untuk Injil. Kiranya damai sejahtera dari Kristus Yesus melimpah atas hidup kita dan kita dimampukan untuk mengabarkan damai sejahtera itu untuk kemuliaan Allah. AMIN

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Kejatuhan Manusia Ke Dalam Dosa Menurut Alkitab, Kasih Yang Dinyatakan"