Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Obesitas Penyebabnya Cara Menurunkannya

Mulai SMP saya sudah rutin jogging, masuk SMK kebetulan menemukan teman yang juga memiliki hobi yang sama. Kami berdua menghabiskan waktu untuk lari sore, hampir setiap hari. Tapi ketika saya masuk kuliah. Disinilah mulai dari semua bencana yang menimpa saya. Yaitu obesitas. Penyebabnya sangatlah jelas.

Namun sebelum masuk ke penyebab, mari kita pantau dari sudut pandang mental atau cara pandang diri sendiri tentang tubuh. Terutama dari yang ideal menuju gemuk. Dulu ketika saya mulai bertambah berat badan, saya tidak percaya jika teman-teman saya mengatakan saya makin gendut.

Ketika saya bercermin, saya melihat wajah, tubuh saya biasa saja. Terlihat sihhh kalau badan saya naik. Tapi saya rasa itu bukan masalah yang cukup besar, karena naiknya hanya sedikit. Pikir saya.

Secara pemikiran saya tidak percaya, secara mental saya tidak menerima saran. Dan yang lebih parahnya lagi saya tidak mau dikatakan gendut. Sampai akhirnya saya menyadari berat saya 71kg pada awal tahun 2019, yaaa bagi orang yang memiliki tinggi 180, 175 bukanlah masalah. Bagaimana dengan saya yang hanya memiliki tinggi 155. 

Hal ini sungguh menyesakkan saya, saya sudah memiliki berat yang dapat dikatakan obesitas. Padahal paling pas saya harus memiliki berat 60kg dan jika ingin lebih ideal lagi 57kg. Karena pertama saya masuk kuliah berat yang paling saya nikmati adalah 57kg.

Selanjutnya mari kita lihat penyebab mengapa berat saya bisa naik hingga 14 kg dalam kurun waktu  1 tahun dan secara drastis ketika saya pulang ke Kalimantan pada akhir tahun 2018. 

Sedikit keluhan dari saya, yang paling tidak nyaman dari berat badan yang semakin bertambah adalah baju yang mulai sesak, napas yang tidak beraturan. Dan begitu cepat lelah, tingkat kemalasan saya bertambah 80 kali lipat.

Obesitas Penyebabnya Cara Menurunkannya 

Dari yang saya teliti berdasarkan pola hidup saya dulu, mengapa saya bisa menaikkan berat sehingga obesitas. Maka inilah penyebabnya.

1. Suka makanan ringan suka minum manis berlebih

Saya sangat suka ke Indomaret, membeli makanan ringan, membeli menuman-minuman manis. Dan sangat menikmati makan nasi goreng pada malam hari, lalu tidur larut malam. Belum lagi makanan lain yang berbungkus yang saya makan. Karena saya seseorang manusia yang pemakan segalanya. Maka apapun itu yang bisa dimakan dan diminum saya hajar.

Sahabatku penyebab utama kita bisa mengalami obesitas yaaaaa, ini kehidupan yang makan, makan, makan, dan makan. Tanpa memperhatikan apa yang masuk dalam tubuh, bermanfaat atau tidaknya bagi kesehatan.

Satu lagi ketika di asrama bersama satu teman saya. Kami setiap kali mengerjakan tugas sampai larut malam, pasti ada mie instan dan berbagai jajanan lainnya yang sudah disiapkan. Untuk menemani malam. Saya sangat yakin kebiasaan inilah yang membuat banyak orang Indonesia memiliki berat badan berlebih.

2. Pola makan yang tidak teratur

Pada bagian ini, saya sering begadang jadi saat pagi hari selera makan tidak ada. Tapi ketika sore hari dan malam hari selera makan saya sangatlah besar. Maka saya akan makan sangat banyak ketika malam hari.

Pola makan yang tidak jelas ini, akan selalu mendorong seseorang untuk makan malam. Padahal pada malam hari merupakan waktunya perut untuk beristirahat. Tetapi ketika dimasukan makanan, maka makanan tersebut tidak manjadi energi, melainkan menumpuk menjadi lemak. 

Maka hal inilah yang juga menyebabkan seseorang dapat gemuk, saya sangat percaya tentang berat badan bukan karena ginetik meskipun beberapa kasus memang demikian, tetapi lebih ke cara hidup, kebiasaan, dan disiplin atau tidaknya seseorang. Dalam hal mengelola kesehatan dari pola makan.

3. Kurang minum air

Kurangnya minum air, saya juga sangat menyadari hal ini, ketika saya banyak makan. Maka kapasitas saya untuk menimun sangat berkurang. Karena perut yang sudah dikenyangkan oleh makanan yang enak dimulut tapi menyusahkan perut dan usus.

4. Suka begadang

Kalau begadang seperti yang telah saya jelaskan pada poin sebelumnya, pasti makan dan makanan yang dimakan bukanlah makanan yang berstandar 4 sehat 5 sempurna. Yang terpenting makanan yang manis dan enak untuk dikunyah oleh mulut dan ditelan.

5. Tidak berolahraga

Saya rasa poin yang satu inilah yang tidak kalah berpengaruh besar, dalam rangka menaikkan berat badan. Sudah makan banyak, tidur jika waktu libur bisa 12 jam sehari. Ditambah lagi tidak olahraga, maka metabolisme tubuh melambat. 

Ketika metabolisme melambat, maka hal ini akan membuat setiap makanan yang dimakan bukannya dicerna dan menjadi energi, malah menjadi lemak. Maka tidak berolahraga merupakan faktor kedua yang menjadi seseorang dapat obesitas, pertama pola makan.

Maka semua penjabaran kehidupan saya yang barbar dalam hal makan, semua itu merupakan pola hidup kacau, pola hidup yang tidak menunjukkan pemuda sejati yang melakukan kerja keras untuk kehidupan yang lebih baik. 

Maka pada akhirnya saya menyadari, bahwa saya sudah terjatuh terlalu berat badan. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengembalikan berat saya ke yang semula. Meskipun sampai sekarang ketika saya menulis artikel ini saya tidak dapat sampai pada berat 57kg. Tapi mari Anda baca cerita saya selanjutnya.

Cara menurunkan dimulai dari pengakuan kepada diri sendiri

Ketika kita menyadari berat badan kita telah naik, maka kita akan mencari-cari senjata melaui argumentasi untuk membantah. Bahwa kita sebenarnya tidak gemuk. Mungkin ketika mampu melawan omongan orang-orang yang mengajak kita untuk menurunkan berat badan. Kita merasa menang.

Ketika saya merenungkan hal itu atas, betapa saya suka membela diri saya. Saya berlindung pada argumen saya bahwa saya tidak gemuk, saya bahagia dalam kegemukan ini. Hal ini merupakan kebohongan terhadap diri sendiri yang menyedihkan.

Masalah selanjutnya, tidak memiliki alasan kuat untuk berpetualang dalam arti menurukan berat badan. Berpura-pura nyaman dengan kondisi obesitas, padahal ada banyak pelajaran penting yang bisa didapatkan selama proses ketika kita memutuskan untuk menurunkan berat badan.

Yang menjadi alasan kuat saya menurunkan berat saya, mulai untuk disiplin. Pertama ada salah satu teman mengingatkan saya untuk berolahraga, kedua saya tidak mau umur pendek, pada masa tua saya tidak mau penyakitan. Saya ingin sampai masa tua saya tetap produktif.

Maka saya mulai cara hidup baru, saya mulai pada bulan Febuari 2019-April kurang lebih berat badan saya turun 7 kg karena setiap pagi saya mulai lagi untuk jogging meskipun sendirian.

Berikut ini saya berbagi sedikit urutan bagaimana saya harus menurunkan berat saya, karena menurunkan berat badan bukan hanya tentang mengubah dan memperbaiki penampilan. Terlalu dangkal jika demikian. 

Karena ini adalah perubahan cara hidup, dari cara hidup yang kacau, malas, dan tidak perhatian akan kehidupan. Menjadi hidup yang disiplin, produktif dan lebih peduli pada masa depan.

Sadari bahwa berat badan naik

Maka Anda harus sadar dan jujur pada diri sendiri bahwa Anda gemuk, jujur bahwa itu tidak nyamana, dan mulailah cara hidup yang baru. Saya bersyukur ada salah satu teman yang benar-benar membuat saya merenung ketika ia berkata saya terlalu gemuk, maka saya harus berolahraga.

Mulai pola hidup sehat

Seperti makan makanan yang sehat, tinggalkan cara hidup lama yang suka makan makanan yang manis-manis secara berlebihan. Mulai untuk bangun lebih pagi agar memiliki kesempatan berolahraga.

Mengetahui alasan mengapa harus ideal

Untuk mempertahankan pola hidup yang sehat, maka kita perlu dengan jelas mengerti untuk apa melakukan semua itu, harus ada dasar yang jelas, logis, dan tentunya bermanfaat. 

Baca Juga :

Seperti yang sudah saya jelaskan alasan kuat saya, saya ingin umur panjang, saya tidak ingin penyakitan, dan saya ingin lebih bahagia dan percaya diri, bahkan lebih produktif.

Maka inilah cerita saya tentang obesitas, obesitas penyebabnya cara menurunkannya. Saya ingin buka rahasia yang menjadi pusat semangat saya, adalah kehidupan saya yang harus berguna bagi sesama saya dan melakukan apa yang menjadi tujuan saya diciptakan. 

Saya yakin, saya diciptakan tidak untuk menjadi gemuk, malas, dan tidak produktif. Sehingga hidup saya tidak dapat bermakna bagi sesama. Tapi sebaliknya, tujuan saya diciptakan adalah berjuang melawan kesalahan yang sudah tertanam dalam diri dari sejak lahir.

Salam hangat dari Saya Agung Raditia dan daahhhhhhhhhhhh.

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.