Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengetahui Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial Untuk Memaknai Hidup

definisielohim.org_Sebagai manusia, kita harus mengerti seperti apa diri kita sebenarnya secara umum. Dalam kehidupan kita seringkali kita merasa kita ingin sendiri, bahkan tidak ingin berinteraksi dan benar-benar butuh waktu untuk berpikir sendiri. 

Pada waktu tertentu, kita juga membutuhkan orang lain ada disekitar kita untuk kita ajak bertukar pikiran. Bercanda tertawa, bahkan berbagi kesedihan. Mungkin jika kita tidak mempelajari hakikat kita sebagai manusia. Bisa saja menganggap bahwa hal yang terjadi pada diri adalah sesuatu yang tidak wajar.

Manusia memiliki hakikat mutlak yang memang itu ada dalam dirinya, ia memang demikian adanya, kodratnya memang seperti itu, Notonagoro (1975) demikian pernyataannya, “Manusia berkodrat sebagai mahluk sosial dan individu." Begitu juga dengan Suseno (2001) juga mengatakan hal yang sama, “manusia secara hakiki merupakan mahluk sosial."

Maka berikut ini penjelasan saya tentang manusia, agar kita mengerti bahwa apa yang terjadi pada diri kita baik saat kita ingin sendiri dan membutuhkan orang lain, merupakan hal yang wajar.

Mengetahui Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial Untuk Memaknai Hidup

1. Manusia sebagai mahluk Individu

Individu memiliki pengertian satu kesatuan yang sangat terbatas, ia tidak dapat berbagi arti, dalam bahasa latin. Menurut DR. A. Lysen, "manusia bukan berarti tidak dapat berbagi, tapi pegertian ini lebih ke perorangan." Manusia lahir sebagai satu individu yang tidak terbagi, ia ada menyatu antara jiwa dan raga. Memiliki makna pada setiap bagian tubuhnya. 

Ia akan memiliki kecakapan yang berbeda dengan yang lainnya, ia akan terlihat unik. Maka dengan demikan manusia merupakan mahluk yang terpisah, berbeda satu sama lain sebagai mahluk individu. Ia berbeda karena kakarterristik sendiri, ada watak, sifat, dan keinginan yang telah tertanam dalam diri. Adanya cita-cita dan mimpi untuk kehidupan pada masa depan.

Maka manusia adalah mahluk individu yang membutuhkan kesendirian bagi dirinya. Untuk apa? Maka saya akan jelaskan pada poin, tujuan saya menulis artikel ini.

Selanjutnya setiap individu mengalami pertumbuhan perkembangan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini. 

Nativistik memiliki pengertian bahwa setiap individu memang demikian adanya pada dasarnya baik itu bakat dan potensi yang ada dalam dirinya. Misalnya ia sama seperti ayahnya, jika saya memiliki seorang anak karena saya suka menulis. Maka anak saya juga menjadi seorang penulis.

Empiristik individu tumbuh karena faktor lingkungan, maka lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi pertumbuhan seorang manusia. Pandangan ini bertolak belakang dengan Nativistik

Terakhir pandangat Konvergensi pandangan ini gabungan dari kedua pandangan di atas. Manusia berkembang karena pengaruh individu itu sendiri dan lingkungan. Maka setiap potensi yang ada dalam diri harus didukung oleh lingkungan yang tentunya memberikan kekuatan bagi potensi tersebut agar dapat terus berkembang. Sehingga manusia itu menjadi manusia yang memiliki kehidupan yang berguna bagi diri dan sesama.

2. Manusia sebagai mahluk sosial

Sejak manusia dilahirkan, kejadian kelahiran manusia sudah dapat mendefinisikan bahwa kita adalah manusia yang tidak dapat hidup dalam kesendirian selamanya. Semakin kita dewasa, maka kita akan mengetahui bahwa diri kita butuh teman, bahkan untuk lebih dekat muncullah definisi sahabat. 

Kita sudah hidup dalam masyarakat, suku, dan agama. Kita memiliki kelompok untuk terus bertumbuh dan berkembang. Dari usia kita masih bayi kita membutuhkan kedua orang tua yang harus mendidik dan memberikan kita kehidupan yang tentunya layak untuk kita dapat nikmati.

Definisi yang cukup terkenal yaitu zoon politico dari seorang filsuf yang sangat saya sukai pemikirannya. Yaitu Aristoteles (384-322 SM), dalam definisinya menyatakan "bahwa manusia selalu memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan sesamanya untuk mencapai sebuah tujuan yang ada dalam dirinya. Karena sebagai manusia sosial, ia tidak akan dapat mencapai apa yang ia inginkan tanpa bantuan orang lain. Adanya penyebab manusia selalu hidup bermasyarakat, berikut ini sebabnya:

  • Selalu ada keinginan untuk memenuhi keperluan jasmani yaitu makan dan minum
  • Selalu ada rasa dari dalam diri untuk membela diri 
  • Selalu ada hastrar untuk memiliki keturunan sebagai generasi penerus

Semua ini sudah ada dalam diri manusia sejak ia dilahirlan. Bukan hanya manusia, hewanpun memiliki insting yang sama. Hanya saja yang membedakan manusia selalu membutuhkan bantuan orang lain agar setiap usaha mudah, jika dikerjakan bersama-sama.

Manusia selalu ada rasa untuk satu dengan manusia lainnya atau manusia sekelilingnya bahkan menjadi satu dengan suasana sekelilingnya. Manusia mahluk sosial selalu ingin hidup dengan manusia lainnya. Setiap potensi dalam diri tidak akan dapat terrealisasikan jika hanya dengan diri sendiri.

Tujuan kita mengetahui kita adalah individu dan sosial

Setalah mengerti pengertian manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Jadi pertanyaannya sekarang mengapa pentingnya kita harus belajar dan mengetahui bahwa kita adalah mahluk individu dan sosial.

Kita haruslah mengetahui hal ini, jika tidak maka sia-sialah setiap pengertian dan pengetahuan yang  ada di pikiran. Saya membuat  poin yang akan menjelaskan mengapa kita harus sadar benar bahwa diri kita adalah seseorang yang tidak bisa sendiri (sosial) pada saat yang sama kita adalah individu.

Pertama, Sebagai mahluk individu kita harus melatih diri agar menjadi lebih baik lagi, tidak akan ada jaminan bagi kita, bahwa akan ada orang lain yang akan menjamin kesuksesan. Setiap pribadi hadir ke dunia ini unik, akan selalu ada saja hal yang ada dalam dirinya yang dapat dikembangkan untuk mencapai sebuah tujuan hidup. 

Maka jika Anda, sebagai mahluk individu, diri kita sendirilah yang menentukan apa yang akan menjadi tujuan hidup. Kita sendirilah yang akan berjuang untuk mencapai tujuan itu, tidak dapat berharap banyak dari orang lain, mereka sangat terbatas dapat menolong kita, karena mereka juga ada hal-hal yang menjadi tujuan mereka. 

Individu yang bermakna, ketika ia mampu mendapatkan dirinya. Mendapatkan disini, menemukan tujuan hidup sebagai langkah awal untuk menjadi indivisu seutuhnya dan bemakna bagi diri sendiri dan kepuasan diri.

Selanjutnya kita dapat mengenal diri kita, ada saat-saat dimana kita ingin sendiri dan tidak ingin jika ada orang lain bersama kita, kita butuh waktu sendiri. Maka tidak perlu bingung atau menganggap diri aneh. Karena pada waktu itu, kita sedang memenuhkan kebutuhan kita sebagai mahluk individu yang perlu waktu untuk berpikir sendiri.

Kedua, berikutnya sebagai manusia yang sosial, kita tidak dapat hidup sendiri. Setiap makna yang kota telah raih pada akhirnya juga untuk memuaskan kebutuhan sosial kita, kita mahluk sosial kita tidak dapat hidup sendiri.

Di kedalaman hati kita, kita selalu membutuhkan orang lain, kita dilahirkan membutuhka orang lain, kita matipun suatu saat nanti membutuhkan orang lain, untuk menguburkan kita dengan layak. Maka sosial merupakan kebutuhan kita sebagai manusia. 

Sebagai individu kita butuh cinta, kita juga selalu rindu untuk mencintai. Kita selalu rindu untuk bermakan bagi sesama dan kita selalu mencari makna dari kehidupan orang lain yang dapat berrelasi dengan kita.

Maka mansia mahluk sosial berarti ini adalah keutuhan, agar kepuasan sebagai individu, setiap perjuangan untuk menemukan makna semakin bermaka dalam kehidupan. Sehurunya ketika menyadari hal ini, maka lebih baik sifat individualis yang ada dalam diri ditekan, agar kita mampu bergaul, karena kita butuh sahabat, hidup tidak dalam keegoisan tetapi saling berbagi sebagai sesamam inidividu yang sosial.

Penutup, salam saya 

Melalui artikel ini saya ingin memberitahukan kepada Anda yang membaca, bahwa baik itu sikap kesendirian dan sikap selalu ingin bersama yang ada pada diri kita tidak dapat terpisahkan. Karena setiap kita memiliki kedua hakikat ini dalam diri kita.

Kita butuh berjuang sendiri, tetap perjuangan itupun untuk kehidupan kita yang bermakna bagi sesama. Maka mulailah bermakna bagi diri sendiri, lalu kita dapat bermakna bagi sesama. Semua itu hanya dapat kita temukan dari Sang pencipta yang telah turun ke dunia, Ia membawakan kita kabar baik, ditengah dunia tanpa harapan yang dipenuhi dosa. Dosa yang adalah diri Anda dan saya. Semua manusia.

Baca Juga: Dosa merupakan natur manusia dan ini bersifat kekal jadi bukan candaan

Agar kita yang tidak menemukan makna dalam kehidupan kita yang berdosa ini tubuh fana, kita mendapatkan makna kehidupan dalam Dia. Ketika saya belum berjumpa Sang makna, maka saya tidak tahu apa itu kehidupan, semua perjuangan rasanya sia-sia. 

Sukses tidak ada harga karena tidak memuaskan, tetapi ketika saya sadar ada kasih yang begitu dalam bagi saya Sang pendosa, maka saya mendapati bahwa diri adalah manusia yang secara  individu berjuang tetapi secara sosial bermakna bagi orang lain. 

Demkianlah penjelasan saya Terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai, saya Agung Raditia sampai bertemu di artikel-artikel lainnya.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Mengetahui Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial Untuk Memaknai Hidup"

Berlangganan via Email