Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manusia Gambar Rupa Allah Yang Rusak Diselamatkan Oleh Sang Injil

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita, manusia diciptakan begitu indah dan mulia pada awalnya. Kita memiliki kesempurnaan untuk menyembah Allah dalam kebebasan yang Allah berikan kepada kita, kita merupakan ciptaan yang hampir sama seperti Allah. Demkianlah yang Mazmur tuliskan.

"Namun Engkau telah membuatnya hampir seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya." Mazmur 8:6-7 (TB)

Ketika kita kembali kepada cerita dimana kita diciptakan, bahkan sebelum kita ada, Allah Tritunggal telah merencanakan penciptaan manusia. Dimana manusia akan menjadi ciptaan yang akan berkuasa atas ikan-ikan di Laut bahkan semua ciptaan lainnya. Anda dapat membacanya di Kitab Kejadiaan

Ada 2 poin yang akan saya bagikan dalam artikel ini, merupakan perenungan kita akan Injil keselamatan yang menyegarkan jiwa. Saya berdoa kiranya Allah Roh Kudus bekerja dalam hati Anda ketika Injil disampaikan. Maka saya harap Anda membaca artikel ini sampai selesai.

  • Gambar dan rupa Allah yang rusak
  • Injil yang menjadikan pecahan cermin menjadi baru
  •  

Manusia Gambar Rupa Allah Yang Rusak Diselamatkan Oleh Sang Injil

1. Gambar dan rupa Allah yang rusak

Pada poin ini saya akan menjelaskan kepada Anda bagaimana gambar dan rupa itu telah begitu rusak. Baru-baru ini saya menonton satu film yang menceritakan tentang para tentara yang menjual wanita sebagai pemuas nafsu.

Ketika merenungkan bagaimana rusaknya manusia, ketika Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan. Buah tersebut mengubahkan manusia dapat menjadi allah, dalam pengertian bahwa mereka dapat mendefinisikan baik dan jahat berdasarkan apa yang telah mereka pikirkan.

Kembali ke film yang saya tonton, bukankah ketika para tentara menangkap setiap anak gadis di desa-desa yang mereka jarah. Para wanita itu dijual. Itu adalah perbuatan yang baik, menurut para tentara tersebut. Mereka melakukan kebenaran sesuai dengan standar mereka.

Bagaimana dengan Anda dan saya, begitu sering kita mendefinisikan segala sesuatu yang ada dihadapan kita, cita-cita yang berpusat pada kesenangan diri. Sesuai dengan standar kita sebagai tuhan atas diri kita, maka tidak heran jika dunia ini begitu rusak. 

Semua itu karena ada banyak tuhan palsu yang berkuasa atas dunia. Dan para tuhan ini selalu ingin menjadi yang terkuat, berkuasa, ditakuti, dan hidup nyaman dalam dunia ini. Tidak jarang para tuhan ini juga merasa diri paling tertindas, sangat lemah, dan merasa diri harus selalu mendapatkan kasih dari tuhan yang lainnya, bahkan menyatakan perang karena rasa dendam.

Inilah realita dari kengerian buah yang Adam dan Hawa makan, ketidaktaatan manusia memberikan dampak yang kekal bagi jiwa manusia, yaitu kekekalan dalam murka Allah yang menyala-nyala. Gambar dan rupa Allah telah rusak, manusia tidak menghargai sesama manusia. 

Bagaimana dengan kita, dengan segala jenis kehidupan keagamaan kita, begitu gampang kita merasa bahwa kita yang sangat layak menerima kasih Allah sedangkan orang lain tidak. Kepatuhan kita yang secara nyata, banyak hal yang ada di kedalaman hati kita yang juga merupakan kain kotor. Dosa-dosa yang mampu kita tutup dengan baik dan rapi.

Baca Juga: Gaya kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang mematikan dosa

Dalam kitab Roma menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Manusia mengganti kemuliaan itu dengan menyembah kefanaan dan kehidupan yang kelihatanya indah dalam dunia ini.

Kabar buruknya adalah kita memiliki pencipta yang baik, bagaimana Dia yang baik itu adalah adil, dapat menahan murka-Nya terhadap kejahatan manusia. Mazmur 7:12 (TB) “Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.” Tentu saja murka-Nya akan membinasakan kejahatan di kekekalan nanti.

Tidak ada satupun diantara manusia dapat luput dari penghakiman Allah yang mengerikan ini, tidak ada. Keadilan Allah menuntut balasan. Akibat dari kerusakan yang manusia lakukan. Kita telah gagal, dalam kegagalan itu kita menyatakan perang terhadap Sang Kuasa.

Manusia itu menjawab: “perempuan yang Kautempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka ku makan.” Kejadian 1:12 (TB) Andai saja Kau tidak menaruh perempuan itu pada sisiku, aku pasti tidak akan makan buah itu, jadi yang salah Kau dan perempuan itu, saudaraku bukankah ini cerminan dari hati Anda dan saya yang berdosa.

Baca Juga: Kasih yang begitu besar bagi kita adalah kasih Agape

Manusia yang menyalahkan Allah, manusia yang menyatakan permusuhan antara dirinya dan Allah. Manusia yang tidak menginginkan Allah. Bagaimana mungkin manusia mendapatkan kehidupan kekal yang nyaman dan nikmati kekekalan sedangkan Sang Kenikmatan jiwa Ia tolak. Menolak Allah sama dengan menolak tempat kepunyaan Allah surga.

Walaupun Anda berada di sorga, jika disana tidak ada Allah. Maka sorga yang Anda tempati sama seperti dunia yaitu neraka yang menyala-nyala. Ketidakhadiran Allah dalam kehidupan merupakan kematian kekal, merupakan definisi kebinasaan itu sendiri. inilah akibat dari dosa, tidak lain selain murka Allah yang adil.

Lalu bagaimana cara, untuk kita dapat lepas dari murka ini. Jawaban dari saya tidak ada cara yang dapat kita perbuat, Alkitab tidak menyatakan tidak cara yang dapat kita lakukan. Kita tidak bisa melakukan apa-apa. Namun Allah yang adil itu adalah Allah yang punuh belaskasihan.

Ketika Allah mengetahui Abraham tidak mungkin mencar Dia, tidak mungkin menemukan Dia. Maka Allah  yang berinisiatif untuk datang ke hadapan Abraham. Allah yang sama juga datang kepada Musa untuk melepaskan umat-Nya dari kuasa perbudakan Mesir.

Maka kita akan belajar pada poin yang ke dua. Manusia tidak mampu, maka Allah yang turun ke dunia untuk memampukan manusia, menghidupkan yang telah mati dalam diri manusia. Menjadikan baru pecahan cermin yang sudah pecah.

2. Injil yang menjadikan pecahan cermin menjadi baru

Roma 5:8 (TB) Akan tetapi Allah telah menunjukan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Injil Yesus Kristus menyatakan Yesus mati, mengembalikan kita kepada kehidupan yang hanya mengakui definisi dari Allah. Bukan hanya mati, kebangkitan-Nya menyatakan kepada Anda dan saya bahwa kita telah menang, kita berkuasa mengalahkan definisi kita yang menyesatkan diri kita sendiri.

Kita dilepaskan dari kematian kekal, dari perbudakan mesir, dan berjalan menjadi musafir untuk menuju kota sorgawi. Dimana Yesus ada disana. Ini adalah kabar Injil, kabar yang dipenuhi pengharapan. 

Maka ketika kabar ini masuk hati Anda dan saya, kiranya Allah Roh Kudus bekerja. Menyadarkan kita, bahwa harapan yang ada dalam Yesus bukan karena kita layak menerimanya tapi sebaliknya. Karena kita tidak layak, tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan dan merimanya.

Baca Juga: Kehendak Allah atas diri manusia yang berdosa adalah belaskasihan

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh. 1 Petrus 3:18 (TB)

Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Roma 3:24 (TB) kebenaran Kristus yang seolah-olah kebenaran kita, menjadikan kita layak untuk memanggil Allah Bapa.

Jika Anda ingin mengenal Allah sebagai Bapa, maka Anda harus mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda.~ Kevin Deyoung

Ketika kembali kepada gambar dan rupa Allah, Yesus mengajak kita untuk kembali kepada tujuan awal kita diciptakan. Injil telah menyatukan kembali cermin yang pecah itu, telah membuat cernin itu kembali sempurna.

Sehingga gambar dan rupa Allah terpancar kembali dari diri Anda dan saya, maka hari ini mari kita renungkan Injil!!

Mari kita lihat kedalaman hati kita!!

Sudahkah kita menjadi gambar dan rupa Allah??

Kita menjaga alam, dimana kita hadir. Di sana ada Injil yang kita kabarkan, ada Injil yang dapat kita pancarkan dari kehidupan kita, kepada sesama.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Yohanes 1:12 (TB) Maka haruslah Anda dan saya merenungkan Injil setiap hari.

Maka ketika kita merenungkan Injil kita akan sadar tidak ada sedikitpun yang ada di dalam diri kita yang patut untuk kita banggakan dan tinggikan. Kita akan selalu berduka karena pada realitanya ketika melihat kebenaran Injil, Injil menunjukkan kegagalan hati dan pikiran, keduanya yang sangat licik dan berdosa.

Bertolak dari kesadaran inilah seorang yang sudah percaya Yesus mengerti begitu besarnya kasih Allah akan dunia ini untuk kemuliaan-Nya yaitu kehidupan kita bagi dia dan kemuliaan nama-Nya. Dan kita menikmati kasih karunia itu, membawa kehidupan kepada pertobatan sejati dalam Yesus.

Kiranya Allah Roh Kudus terus memampukan kita untuk menjadi baru setiap hari, sehingga gambar Allah secara utuh terpancar dari diri kita dan kita dimampukan mengabarkan injil ini kepada orang-orang terdekat kita. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.