Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kemurnian Sebagai Sifat Murid Kristus

Kemurnian Sebagai Sifat Murid Kristus

Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. (EF. 5:3).

Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. (1 PET 2:11).

Kata ini seakan-akan asing di telinga kita yang berbicara tentang kemurnian. Kemurnian dari kata dasar murni, atau bersih. Pada point ini kita fokus membahas tentang watak atau sifat murni. Dan lebih fokus pada hal-hal yang menjaga diri menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat tidak kudus, tidak suci.

Murni artinya kita tidak melakukan, tidak terlintas dalam benak dan pikiran kita. Dan hal ini dibicarakan cukup banyak di dalam alkitab. Yang berhubungan dengan keinginan daging, keinginan duniawi.

Surat rasul Paulus kepada jemaat di Efesus ini dengan tegas menjelskan tentang kemurnian pada pasal 5:3 frasa “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, disebut sajapun jangan apalagi dilakukan.

Apa itu percabulan tindakan dan pikiran amoral yang dilakukan manusia, contoh saat ini di dunia anak muda, dan zaman semakin canggih melewati medsos, melihat situs-situs pornografi, gambar, video, tulisan-tulisan yang berbau cabul.

Frasa rupa-rupa kecemaran ini berkaitan dengan tindakan-tindakan atau kelakuan yang tidak senonoh, tidak bermoral uncleanness, and all impurity tidak bersih, tidak steril. Dan banyak lagi yang berkaitan dengan rupa-rupa kecemaran. Seperti perselingkuhan, mabuk-mabukan, pesta pora, perampokan, pengkhianatan dll.

Keserakahan or convetousness ini berkaitan dengan ketidakpuasan dalam diri dan kehidupan. Ingin memiliki semuanya, yang lain kalau bisa tidak kebagian. Tidak mendapat jatah, cukup dia saja yang dapat jatah. Dalam keserakahan tidak akan merasa puas. Tidak akan merasa cukup dan orang yang seperti ini tidak akan mampu bersyukur dengan apa yang ada dan diperoleh dalam kehidupan.

Selanjutnya kita akan berbicara mengenai “keinginan-keinginan daging” apa itu keinginan daging? Tentunya bukan ingin makan daging ayam panggang, sapi bakar, babi bakar ya. Tetapi keinginan yang bersifat duniawi, dan itu jelas tidak berkenan di hadapan Tuhan, yakni keinginan amoral.

Contoh nyata kalau dilihat konteks dalam surat 1 Petrus “keinginan-keinginan daging”  adalah, hawa nafsu, cara hidup yang sia-sia, tipu, mencaci maki, ucapan bibir yang menipu, pembunuh, pencuri, penjahat, pengacau, dan congkak.

Terhadap semuanya ini, kita sebagai murid Yesus Kristus, tidak terlibat bahkan mengucapkan, menyebutkan jangan. Ini harus dihindari, harus dijauhi, supaya kita murni. Berkenan di hadapan Allah. Supaya kita tidak cemar, tidak terkontaminasi.

Apa tujuan akhir dari kemurnian ini? "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus. (Lev. 19:2 ITB). Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (Lev. 20:7 ITB). Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. (Lev. 20:26 ITB). sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Pet. 1:16 ITB).

Inilah tujuan akhir dari kemurnian hidup kita, supaya kita hidup kudus, sebab Allah kita kudus, dan yang benci terhadap segala dosa dan kecemaran. Memang tidak mudah saat berbicara kemurnian atau kekudusan. Karena natur manusia adalah dosa, itu sebabnya kita perlu dekat dan memiliki hubungan yang intim, personal, dan indah dengan Allah yang kudus itu.

Bahan refleksi

Bagaimana cara kongkritnya? Milikilah disiplin rohani yang teratur, baca firman Tuhan setipa hari, berdoa, renungkan dan refleksikan. Hindari hal-hal yang memicu atau mengundang hal-hal yang membuat kita menjadi tidak murni lagi.

Hindari waktu terlalu lama berbaring di kamar sendiri, dengan hp di tangan kita. Luangkan dan usahakan untuk berolahraga, dan cari kesibukan lain untuk membuat kita fokus pada hal-hal positif. Hati-hati memilih teman, usahakan punya komunitas yang baik untuk bertumbuh dalam firman Tuhan.

Bila saudara saat ini sedang bergumul tentang kemurnian, dan saudara sudah lama berdoa, dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, namun tetap saja tidak bisa, coba cari mentor atau orang yang lebih dewasa rohani, orang yang anda anggap nyaman saat berbicara dengan dia, tentunya orang yang anda kenal sejak lama. Ceritakan pergumulan anda dan minta tolong untuk diarahkan.

Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" (Mat. 27:29 ITB). Yesus Kristus dimahkotai duri di kepala-Nya, para prajurit dan serdadu itu menekan duri-duri itu di kepala Yesus sehingga banyak darah menetes, keluar. Apa tujuannya? Darah yang menetes itu untuk menghapus dosa pikiran di kepala, dosa di otak kita yang selalu berpikiran jahat, cabul, pikiran negatif. 

Baca Juga :

Mahkota duri yang melingkar di kepala Yesus, untuk menggantikan kepala kita yang najis, porno, jahat, biadap. Seharusnya mahkota duri itu melingkar di kepala kita, menusuk bagian dalam otak-otak kita yang keji. Otak-otak kita yang penuh kebejatan. Kepala kita yang tidak memikirkan Allah. Teruslah berdoa, supaya Allah Roh Kudus menolong kita untuk hidup murni di hadapan Allah.

Damai sejahtera dari Allah kita terus nyata dalam kehidupan kita hari lepas hari. AMIN

Salam hangat daru penulis : Septo Sirangatun

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Kemurnian Sebagai Sifat Murid Kristus"

Berlangganan via Email