Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alkitab Terdiri Dari Perjanjian Lama Baru Semuanya Tentang Siapa?

definisielohim.org_Sebagai orang Kristen begitu sering kita merasa bosan, bahkan bingun dalam hal bagaimana kita harus merenungkan Alkitab? Bagaimana kita membaca Alkitab? lalu apa yang bisa kita pelajari di Alkitab?

Mungkin beberapa dari kita mengira bahwa Alkitab adalah buku moralitas yang berisi perintah-perintah saja, sehingga ketika dari antara kita membaca Alkitab, kita tidak menemukan perintah yang secara praktis dapat kita terapkan. Maka kita mulai bosan membaca Alkitab.

Seringkali saya mendengar teman-teman di kampus saya, berlatar belakang teologi. Mereka bingung, bahkan tidak mengerti maksud dari tulisan Rasul Paulus. Mereka mengatakan bahwa begitu sulit untuk dapat mengambil makna untuk penerapan hidup dari surat-surat Paulus. Mengapa ini bisa terjadi atas anak-anak Teologi bahkan kita semua?

Inilah beberapa pengamatan saya dari segi pola pikir manusia atau kita ketika membaca Alkitab, mengapa Alkitab, begitu sering kita tidak dapat mengerti, bahkan ini pengalaman saya secara pribadi. Ambil saja contohnya surat-surat Paulus. Ini dia beberapa poinya.

1. Karena ketika membawa Alkitab mencari motivasi

Memang tidak ada salahnya jika, ketika kita membaca Alkitab untuk mencari kata-kata motivasi, namun jika hal ini menjadi pusat kit, sehingga membaca Alkitab. Maka akan begitu gampang kita tidak lagi membaca Alkitab karena kita tidak menemukan dalam Alkitab semuanya tentang memotivasi kita.

Maka jauh lebih baik kita menonton video-video motivasi dan membaca buku-buku motivasi untuk memuaskan diri kita, karena dalam Alkitab kita tidak mendapat semuanya tentang motivasi. 

Hal ini sangatlah berbahaya, jika pola pikir tentang bagaimana setiap ayat Alkitab hanya dipandang untuk penyemangat agar saya lebih sukses, agat saya lebik baik, dan agar saya dapat melakukan segala sesuatu untuk dapat hidup tanpa masalah dan tanpa sakit penyakit, maka akan ditemukan Kekristenan yang dangkal yang hanya dapat berkata Amin Amin apapun itu tetap Amin. Maka saya harus menemukan motivasi dalam Alkitab.

Pada realitanya tidak semua ayat Alkitab kita temukan motivasi, bahkan kita seringkali tidak mengerti maksud dari Alkitab. Jika tidak menemukan motivasi, lebih kacaunya lagi. Kita akan mulai mencari para pengkotbah yang akan berkotbah tentang motivasi hidup. Hal ini akan semakin kacau.

Akan sangat membahagiakan jika Anda menemukan pengkotbah yang berpusat pada Injil dalam Alkitab. Tapi mirisnya lebih banyak pemotivasi dalam dunia maya bahkan dunia nyata, jika dibandingkan dengan penginjil yang berdiri di mimbar lalu menyuarakan Injil yang akan membuat hati Anda terkoyak dan bertobat.

Salah contoh kotbah kacau yang berpusat pada motivasi seperti ini:

Salah satu cerita, dalam Lukas 5:1-11, tentang bagaimana Yesus mendatangi Petrus dan saudarnya. Pada ayat 2 dituliskan, “Ia (Yesus) melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jala.”

Ayat ini ditafsirkan dengan cara menyatakan bahwa Yesus akan memakai apa yang ada di hidupmu. Yang seperti perahu terparkir dan tidak dipakai, maka ketika Yesus memakai hidupmu, perahumu akan ia perintahkan untuk dipakai, agar dapat ikan banyak. Kamu akan sukses mendapatkan ikan banyak. Amin amin amin. 

Ini adalah salah satu contoh, kotbah kacau, renungan kacau, penafsiran seenak pemikiran yang dikuasai berhala kesuksesan dan mujizat dan membawa Anda pada kebinasaan. Karena Mengajak Anda untuk lebih mencintai kesuksesan. Dimana Yesus bukan untuk disembah tetapi sebagai pengarah agar Anda sukses.

Saudaraku, yang benar dari ayat ini (secara konteks) berbicara tentang bagaimana hidup Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda untuk mengikuti Yesus sampai mati mengabarkan Injil. Pada akhirnya Petrus tidak menikmati ikan yang ia tangkap tapi malah mati karena disalib terbalik. Mari renungkanlah!!!

Jadi saudaraku pelajarilah, Alkitab minta hikmat, sehingga kita tidak salah dan dengan berani mengkritik pengkotbah kacau yang hanya berpusat pada berhala dalam diri. Maka mari lihat motivasi diri, untuk apa Anda membaca Alkitab?

2. Karena ketika membaca Alkitab berpusat pada diri sendiri

Pada poin yang satu ini merupakan sambungan dari poin yang pertama. Tidak bisa terlepas ketika kita membaca Alkitab dengan keputusan untuk memotivasi diri, sebenarnya kita sedang memusatkan Alkitab untuk diri kita, bahwa diri kita tuhan atas Alkitab untuk kemuliaan kita.

Maksudnya, semuanya harus tentang diri kita, sehingga dalam praktiknya pun ketika kita mampu melakukan sesuatu yang baik, bermoral, dan bermurah hati walau sedikit. Dalam hati bahkan dengan berani menyatakan. “Kalau bukan karena aku pelayanan ini tidak akan jalan.” “Kalau bukan karena saya, jika bukan saya, kalau tidak ada saya.” 

Kalau saya tidak berdoa, kalau saya tidak beriman, untung iman saya besar, saya sembuh karena saya doa puasa, saya diberkati dalam pekerjaan karena saya rajin doa puasa, gereja itu maju karena saya banyak memberikan perpuluhan.

Ini sama persis seperti orang Farisi yang sedang berdoa, “Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah. Aku mengucao syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku." Lukas 18:12-13 (TB)

Jika Anda membaca ayat-ayat berikutnya, maka doa pemungut cukailah yang diterima. Sebab barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan. Ketika semua tentang “saya.” 

Saudaraku yang saya kasihi. Ini mengapa kita begitu malas membaca Alkitab. Karena kita mengejar hal yang salah, untuk bisa sukses, untuk bisa kaya, untuk bisa menyumbang banyak kepada gereja. 

Sebenarnya untuk memperoleh semua itu, Anda tidak perlu membaca Alkitab. Banyak orang diluar sana jauh terlihat baik dan sopan mereka tidak pernah membaca Alkitab.

Mungkin sekarang Anda bertanya, lalu untuk apa saya membaca Alkitab dan merenungkannya? Maka saya harap Anda akan membaca artikel ini sampai selesai, walau cukup panjang.

Anda membaca Alkitab agar Anda mampu menjadi, segalanya karena “saya (Anda).” Maka saya rasa ini adalah dosa yang mengerikan. Terlihat baik, tidak muncul tapi tertanam kuat dalam hati. Jika saat Anda membaca Artikel ini Anda sadar, saya harap Anda bertobat dan meninggalkan gaya hidup yang membaca Alkitab agar “saya.”  

3. Membaca Alkitab sebagai kebenaran untuk membenarkan diri

Ketika Anda mendapati Alkitab justru bertentangan dengan diri Anda, maka hal inilah yang akan memberikan dorongan kuat untuk kita tidak akan lagi mau membaca Alkitab. Kita hanya akan berfokus hanya pada bagaimana Alkitab membenarkan setiap sikap kita yang lahir dari diri kita yang berdosa.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” Roma 3:23 (TB) Membaca Alkitab tanpa kerinduan untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Maka ketika Anda dan saya membaca Alkitab pun, kita sedang terperangkap pada gelapnya dosa yang menyelimuti hati nurani kita.  

4. Membaca Alkitab untuk menyalahkan orang lain

Pada bagian ini, tidak jarang kita terjebak pada bagaimana kita harus membaca Alkitab dengan tujuan agar kita dapat menjadi hakim atas diri orang lain, kita dapat dengan mudah menyalahkan. 

Menjadi hakim, hanya karena kebencian dalam hati karena hati kita diisi oleh kesombongan dan kengerian dari menganggap diri benar dan paling layak untuk menerima kasih karunia. Akan selalu ada hati yang merasa pantas karena setiap bacaan selalu menuntun hati Anda untuk menyalahkan orang lain.

Jika seperti ini, kita tidak akan rindu untuk membaca Alkitab. Bahkan kalaupun membaca semua itu hanya untuk bagaimana diri dibenarkan dan orang lain disalahkan. Salah satu contoh, apa yang Anda pikirkan ketika membaca kitab Amsal tentang semua jenis kebodohan yang ada dalam kitab tersebut.

Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu cinta pada keadaanmu itu, pencemooh gemar cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Amsal 1:22 (TB)

Ketika Anda membaca ayat di atas, untuk siapa ayat tersebut, apakah Anda menyadari bahwa ayat ini untuk Anda dan saya yang sebenarnya manusia berdosa yang cinta kepada dosa, cemooh dan kebebalan hati dan pikiran kita.

Jika kita membaca Alkitab untuk menyalahkan orang lain, akan begitu gampang kita memikirkan ayat di atas bukan untuk diri kita tapi orang lain, dimana kita bisa dengan mudah menyalahkan kebebalan orang lain namun tidak melihat kejahatan yang tersembunyi dalam diri kita.

5. Membaca tapi malas membaca jadi membaca karena tugas

Kita masuk pada bagian di mana, membaca Alkitab hanya sebatas tugas. Kejadian seperti ini, menungjukan dengan jelas. Seperti judul artikel saya ini. Alkitab tentang siapa. Alkitab terdiri dari PL dan PB. 

Kita tidak akan melanjutkan permbacaan Alkitab, jika setiap bacaan yang kita lakukan hanya sekedar tugas. Ketika saya tingkat 1 ada matakuliah yang Ekposisi Perjanjian Lama. Jadi setiap kami di beri tugas oleh Dosen, agar kami membaca kitab-kitab yang akan di eksposisi. 

Saudaraku jika hal ini yang menjadi sadar Anda dan saya membaca Alkitab, maka Akitab kita akan kita abaikan. Hal ini terjadi karena faktor kita tidak mengerti Alkitab. Siapa yang ada dibalik Alkitab.

Hal yang harus Anda dan saya mengerti

Maka itulah 5 faktor, mungkin Anda bisa memikirkan hal ini lagi. Apa yang menyebabkan Anda dan saya tidak suka baca Alkitab, sehingga salah mengerti Alkitab. Dan kita mendapati hidup kita dalam kelamnya perasaan dan pikiran, bahkan pemahaman. Karena salah mengerti salah mengaplikasikan setiap firman yang tertulis di Alkitab. Hanya bisa meminta Allah Roh Kudus menuntun kita untuk mau dan rindu agar kita dapat memahami Firman Allah secara benar.

Selanjutnya kita akan masuk pada poin di mana, kita haruslah memahami Alkitab secara garis besar. Alkitab sebagai PL dan PB. Alkitab yang ada Firman tertulis, lalu semua tulisan itu tentang siapa dan untuk siapa.

Maka mari kita masuk pada dua poin yang akan membawa kita pada pengertian yang benar. Mengapa kita harus merenungkan Alkitab dan Alkitab menjadi dasar tingkah laku kita sebagai orang percaya.

Alkitab Terdiri Dari Perjanjian Lama Baru Semuanya Tentang Siapa?

1.  Alkitab PL PB tentang siapa mengapa saya harus membaca bahkan merenungkan

Kita akan memulai poin ini dari kitab Kejadian ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, dimana mereka bersembunyi ketika mendengar langkah kaki Allah. Allah yang datang dan memanggil manusia. Ini pada kejadian 3.

Selanjutkan kita masuk pada bapa leluhur Israel yaitu Abraham, Allah yang datang kepada Abraham untuk memberikannya janji antara penguasa dunia dan ciptaan. Melalui Abraham akan ada bangsa yang dipilih sebagai umat kepunyaan Allah.

Lalu selanjutnya siapa yang memerintahkan Musa untuk mengeluarkan Israel dari perbudakan di Mesir. Dia adalah Allah yang sama, Allah yang telah memanggil Adam dan Hawa. Ia Allah yang sama membawa Abraham pada penyembahan yang benar kepada Allah yang benar.

Kita kembali kepada Abraham yang mendapatkan janji Allah keturunannya akan menjadi berkat. Kepada Musa yang merupakan pembebas dari perbudakan di mesir, janji Allah kepadanya bahwa Allah akan terus menyertai Dia.

Dari ketiga jenis cerita yang saya sajikan dalam Alkitab pada waktu yang berbeda, namun ada satu tokoh yang sama. Dia adalah Allah yang memanggil. Maka dari sini kita tahu bahwa Alkitab PL adalah tentang Allah.

Allah yang memanggil dan berjanji. Maka ketika Alkitab dibagi menjadi dua perjanjian maka kita tahu sekarang Alkitab adalah perjanjian Allah kepada manusia.

Janji tentang apa? Maka hal ini haruslah secara jelas kita ketahui. Janji yang bukan atas dasar persetujuan manusia, tetapi atas dasar Allah yang Mahakuasa pencipta langit dan bumi.

Tentang Allah yang menunjukkan kemuliaan-Nya. Maka janji Allah kepada manusia bukan tentang bagaimana manusia dapat sukses dan kaya raya seperti Salomo. 

Namun janji Allah adalah tentang Mesias, tunas Daud, penebus, pembebas, dan Ia adalah Allah yang akan menebus manusia dari dosa-dosa yang mengikat manusia sehingga manusia tidak berdaya.

Jadi Alkitab adalah tentang Injil, tentang Yesus Kristus yang telah disalibkan itu dan bangkit pada hari yang ke-3. Ketika manusia jatuh dalam dosa, pola yang sama terjadi yaitu Allah yang memanggil manusia.

Kita tahu bahwa Yesus, telah hadir ke dalam dunia, untuk melaksanakan kehendak Bapa. Dia menjadi korban penggantin. Jika di PL ada iman yang harus masuk ke ruang Maha Kudus mempersembahkan anak domba. 

Maka Yesus adalah imam yang kudus, Ia Allah yang datang tanpa dosa. Ia mempersembahkan dirinya sebagai korban. Bukan lagi domba tidak bercela. Tapi Dia adalah anak Domba Allah. Ia Allah yang sama memanggil para murid untuk belajar dan siap mati untuk mengabarkan Injil kepada seluruh dunia.

Lukas 24:13-35 menceritakan kesedihan dua orang murid Yesus karena kematian Yesus, Yesus menampakkan diri kepada mereka dan menjelaskan Kitab Suci. PL, pada ayat 27 “Lalau Ia menjelaskan kepada mereka aoa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi."

Saudaraku perhatikan, Yesus menjelaskan bagaimana PL sebenarnya adalah injil yang belum digenapi dalam Yesus. tapi PL sudah terlebih dahulu mengabarkan tentang Yesus. Sebut saja kitab Yesaya dan Mikha.

Jika kita masuk dalam PB jelas bahwa Yesuslah yang menjadi sentral berita pada semua kitab yang ada di PB. Inilah Penjanjian Allah kepada manusia. Yaitu janji akan karya keselamatan dalam Yesus Kristus.

Janji ini tidak akan berharga bagi Anda, jika Anda masih merasa baik-baik saja dengan diri Anda. Anda tidak menyadari bahwa Anda akan binasa karena dosa-dosa yang adalah diri Anda dan saya.

Maka dari poin ini kita tahu sekarang Alkitab adalah tentang Yesus, ketika kita membaca Alkitab baik PL maupun PB, saya mengajak Anda untuk melihat Alkitab dari kacamata Injil.

Melihat semua jenis kejahatan dalam PL itu semua mengambarkan kebusukan hati Anda dan saya yang berdosa. Kita adalah orang-orang yang bebal, kita adalah orang bodoh yang tidak suka pengetahuan yang ada di dalam kitab Amsal.

Kita adalah orang-orang yang layak untuk dibinasakan, karena pada dasarnya kita pembenci Allah dan pecinta dosa. 

Menyadari dosa-dosa ini, ketika membaca Alkitab maka Alkitab membawa kita kepada terang Kristus. Kita melihat dengan jelas karya keselamatan yang ada di dalam Dia. Kita dapat hidup dalam Dia.

Kita menyadari bahwa kebenaran-Nya telah ditimpakan kepada kita, kebenaran-Nya meneguhkan kita, kebenaran-Nya menjadikan Anda dan saya seolah-olah tidak berdosa. Kita dikuduslan oleh darah Anak Domba Allah.

Maka selanjutnya kita dapat mengerti mengapa kita harus membaca dan merenungkan Alkitab.

a. Menerima kabar baik Injil Yesus dalam PL dan PB

b. Berikutnya Alkitab mendidik kita, ada di Amsal 1:7 (TB) Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. Berikutnya 2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Maka kita tahu “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya dan ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak” Ibrani 12:6 (TB)

c. Kita tahu kita dimampukan untuk dapat membaca, memiliki hikmat dan pengetahuan takut akan Allah. Kita bertobat mengakui dosa-dosa karena melihat Alkitab menjelaskan siap Adan dan siapa saya. Lalu Alkitab mengajar kita, menyatakan kesalahan kita, menuntun kita, agar terus hidup dalam kebenaran Yesus Kritus. Kita didik agar semakin membenci dosa dan benar-benar bercerai dari dunia.

Jika Alkitab tidak dibaca untuk menegur Anda dan selama ini Anda tidak pernah menemukan Yesus yang disalibkan itu di Alkitab. Maka bertanyalah pada diri Anda!! Maka Anda sedang memusatkan setiap teks pada diri Anda agar Anda semakin mencintai berhala dalam dunia ini.

Terakhir, ketika Anda memang menemukan Kristus dalam Alkitab, sama seperti para murid ketika PL dijelaskan oleh Yesus bahwa itu semua tentang Dia Sang Injil. Maka hati para murid berkobar. Bagaimana dengan Anda? Adakah kobaran hati untuk mengabarkan Injil dan mendengarkan Injil. untuk mengasihi dan bersukacita bahwa kubur telah kosong Yesus telah bangkit.

“Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan da ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada Kita?” Lukas 24:32 (TB)

2. Bagaimana Alkitab menjadi  dasar dari setiap tindakan saya setiap hari

Seseorang yang telah dilahirkan kembali, kebenaran inilah yang menjadikan Anda dan saya selalu mencari pengertian di dalam Yesus, tidak ada orang belum dilahirkan kembali dapat mendasarkan kehidupan-Nya kepada Alkitab.

Maka jika dasar hidup Anda bukan Kristus, Alkitab. Bisa jadi, silahkan direnungkan.

Bagaimana dengan Anda, mari renungkan ini jika selama ini yang mengendalikan kehidupan Anda bukan Firman Yesus Kristus. Bukan Injil, bukan pemberitaan Injil. Apakah saya sudah lahir baru?

Ketika Firman Allah tertanam dalam diri, kehidupan kita akan dipenuhi kasih, kasih yang melihat orang-orang berdosa belum percaya akan binasa. Maka inilah yang menjadi tolak ukur kita, Alkitab dengan jelas menyatakan hal ini, kebinasaan di luar Yesus Kristus.

Setiap tindakan yang didasari pada Injil Firman Allah, akan membawa kita pada kehidupan yang hidup dalam persekutuan, hidup dalam damai sejahtera, hidup dalam kasih yang lahir dari karya salib, kasih yang rela berkorban. Sebagaimana Yesus telah melakukan-Nya.

Apa yang telah kami lihat dan yang telah kamu dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya Yesus Kristus. 1 Yohanes 1:3 (TB)

Pembacaan Alkitab dengan pengertian pada Alkitab sebagai Injil akan menumbuhkan iman kita, akan menjadikan kita penuh kasih, kehidupan yang bukan saya lagi tapi tentang Yesus Kristus hidup dalam saya. 

Alkitab adalah tentang Injil Allah untuk kita, agar kita sadar bahwa kita pendosa besar, bukan karena perbuatan tapi karena natur kita berdosa dan upah dosa adalah maut.

Membawa kita hidup kembali kepada definisi Allah, bersekutu dengan anak-anak Allah. Kiranya Allah Roh Kudus memampuka kita untuk terus merenungkan Alkitab sesuai adanya sebagaimana Alkitab itu ada. 

Allah Roh Kudus terus membukakan Injil kepada kita secara jelas sehingga kita mengerti PL dan PB adalah tentang Yesus Kristus yang disalibkan dan bangkit lalu naik ke Sorga. AMIN

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Alkitab Terdiri Dari Perjanjian Lama Baru Semuanya Tentang Siapa?"

Berlangganan via Email