Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mari Mengembangkan Diri Seni Untuk Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

 

Inspirasi pengembangan diri untukmu dan aku kawan, jika kita sering mendengarkan bahwa kita tidak boleh membandingkan diri dengan orang lain, artikel inipun terinspirasi dari artikel saya yang berjudul “malas yang harus ada dalam diri kita” pada poin terakhir adalah malas untuk membandingkan diri.

Namun kawan saya malam tadi (sekarang 6/12/2020), saya memikirkan sebuah seni untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Agar diri kita lebih berkembang dari hari ke hari. Artikel ini juga terinspirasi dari buku yang sudah lama saya baca, seni bersikap bodo amet. Dari buku itu saya simpulkan. Bahwa segala sesuatu ada seninya terutama jika Anda ingin berkembang.

Kita harus lebih dulu mengetahui arti dari kata seni, menurut kbbi, seni merupakan keahlian untuk menghasilkan suatu karya. Dan jika saya tambahkan seni selalu saja yang berguna atau bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Maka ketika kita mampu mengendalikan diri sendiri untuk bisa bermanfaat, meskipun membandingkan diri dengan orang yang lebih hebat dari pada kita, kita tetap mendapatkan manfaatnya. Bukankah ini keren?

Seorang fisikawan yang sangat terkenal, berasal dari Amerika hidup pada tahun 1879-1955 yaitu Albert Einsten berkata, Keindahan yang dapat kita alami adalah keseriusan. Hal ini merupakan akar dari seni nyata dan pengetahuan. 

Kata keseriusan yang membuat saya tertarik mengambil kutipan dari Albert Einsten di atas, karena kita harus serius untuk menjalani seni untuk membandingkan diri sehingga kita mendapatkan pengetahuan dan perkembangan diri.

Saya menyampaikan tiga poin dalam artikel kali ini sehingga kita akan menjadi orang-orang yang selalu membandingkan diri, untuk pengembangan diri. Diri kita yang akan selalu semakin berkembang setiap saat. Karena hal inilah yang saya lakukan untuk diri saya dalam segala kelemahan dan kekurangan saya. Mari kita mulai!

Mari Mengembangkan Diri Seni Untuk Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

1. Membandingkan diri untuk mengenali diri sendiri

Mengenal potensi diri dan kekurangan dalam diri sangatlah penting, itu mengapa banyak tes psikologi untuk mengenali diri sendiri ada banyak di luar sana. Tapi sahabatku, membandingkan diri juga dapat menjadikan kita mampu mengenali diri sendiri.

Dalam hal ini, kita harus secara serius menjadi pribadi yang memperhatikan orang lain dari kejauhan. Kita harus dapat mengenali dan mengetahui dan melihat setiap kelebihan dan kekurangan orang tersebut. Sehingga ketika kita mengetahuinya, kita akan dengan mudah membandingkan dirinya dengan diri kita.

Membandingkan setiap hal yang ada dalam diri, dengan melihat apa yang ada dalam diri orang yang menjadi objek untuk kita perhatikan tersebut. Apa yang ada dalam dirinya, seperti apa ia ketika ia belajar. Bagaimana dengan nilai-nilainya? Bagiaman pekerjaannya? Apa saja prestasinya?

Dengan demikian kita akan merenungkan tentang diri kita, dan melihat setiap kekurangan kita, bahkan kita dapat dengan percaya diri membandingkan kelebihan kita dengan orang tersebut. Merenungkan kekurangan kita, agar kita pelajari kelebihannya.

Maka ketika kita memperhatikan seseorang dengan sadar dan membandingkan diri kita dengan orang tesebut, kita akan dengan mudah mengenali diri sendiri. Maka Anda haruslah mempunyai hati seperti yang ada di poin ke-2, bukan untuk menyombongkan diri apalagi rendah diri dan menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

2. Membandingkan diri sehingga terus berkembang

Kita sampai pada poin yang disetiap poin selalu penting, mungkin Anda sekarang sedang berpikir. Bagaimana mungkin ketika saya membandingkan diri saya malah dapat makin berkembang. Mari lanjutkan untuk menyimak tulisan ini ya! 

Ketika kita membandingkan diri kita yang penuh kekurangan, dan memandang kepada mereka yang lebih hebat dibandingkan kita, sesuatu hal yang sangat menguntungkan bagi diri kita sendiri ketika kita dengan rendah hati mau belajar.

Ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, dua hal ini yang kemungkinan terjadi kepada diri. Yaitu kita merasa lebih baik. Bisa juga kita merasa sangat kecil. Menjadi fokus saya mari kita menjadi lebih kecil penuh kekurangan, dengan begitu kita sadar bahwa diri kita sangatlah kurang pengetahuan dan keahlian,

Jadi apa yang harus kita lakukan? belajar, tidak ada yang lain selain belajar. Baru-baru ini saya membaca tulisan di facebook tetapi saya lupa kutipan dari siapa. Jika Anda tahu bisa sampaikan ke saya. Begini, belajar bukanlah untuk mempersiapkan kehidupan di masa depan, belajar adalah kehidupan itu sendiri. Dalam konteks ini, belajar yang saya maksud sangatlah luas. Inilah yang dinamakan kehidupan adalah belajar seumur hidup.

Baca Juga : Keluar dari zona kenyamanan dengan cara membaca buku

Anda bisa memikirkan, apa keahlian Anda? Menggambar mungkin, otomotif mungkin, dan lain-lain. Dalami hal itu, kerjarlah dan belajarlah. Keluarlah dari zona nyaman. Mari bersama saya yang sampai sekarang terus berjuang keluar dari zona kemalasan saya yang pada akhirnya menghancurkan saya.

Jadi ketika Anda kerluar dari zona nyaman, Anda tidak sendiri, saya siap menjadi teman diskusi dan mari bersama berjuang untuk kehidupan yang lebih bermakna dimulai dari berkembang dari hari ke hari dengan cara melihat orang-orang hebat, pandai, produktif dibandingkan kita dan dari hal itulah kita sadar kekurangan kita dan dari kesadaran itulah kita akan memenuhkan kekurangan diri dengan cara belajar.

3. Membandingkan diri untuk sebuah makna kehidupan

Ketika secara benar dan baik kita membandingkan diri kita dengan orang yang lebih hebat dibandingkan kita, kita akan mengenal diri sendiri, kita akan terus berkembang karena kita mengenal diri lalu terus belajar. Bukankah inilah proses terus menerus untuk menjadikan diri bermakna. Tanpa penyesalan di kemudian hari dan terus melangkah.

Makna kehidupan sejati menurut saya dari yang saya pelajari, ketika saya dapat berguna bagi orang lain, untuk dapat berguna saya harus terus berjuang belajar untuk menjadikan diri mempunyai nilai lebih dalam kehidupan sehingga saya dapat berbagi bagi orang sekitar saya dan orang yang sedang berada jauh dari saya dengan cara menulis.

Namun mari kita juga belajar dari orang-orang hebat berikut apa kata mereka tetang kehidupan yang bermakna. Albert Eintein,  Berusahalah untuk tidak menjadi orang yang berhasil tetapi berusahalah untuk mempunyai kehidupan yang berguna. 

Baca Juga : Nyatanya ada ini, beberapa sifat malas yang seharusnya diperlihara

Kehidupan yang bermakna berarti kehidupan yang berguna, bukan soal kesuksesan tetapi sebuah karya seni bagi kehidupan orang lain. Untuk dapat berguna ada lagi ni, kutipan keren dari psikolog Amerika yang hidup dari tahun 1909-1970 yaitu Abraham H. Aslow, Ketika Anda tidak mengeluarkan seluruh potensi kehidupan Anda, Anda tidak akan pernah benar-benar bahagia seumur hidup Anda. Potensi untuk kehidupan yang berguna juga kebahagiaan sejati bagi kita selama hidup.

Oke, sekian dulu sahabatku artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kamu yang selalu saja datang ke blog ini, dan mari kita terus berbagi selama kita masih hidup. Teruslah membandingkan diri dengan orang lain yang bertujuan mengenal diri, mengembangkan diri dan untuk kehidupan yang bermakna, berguna, dan bahagia. Dahhhhhhhhh.

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.