Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Lupa Untuk Apa Bernapas Firman Allah Kembali Menyegarkan

definisielohim.org_Kehidupan kita sudah ditebus oleh Kristus, kita menemukan sebuah jalan terang yang sangat indah. Berjalan dengan penuh sukacita, hati yang bersemangat. Menemukan tujuan dalam kehidupan adalah keindahan. Berjalan menuju tujuan dan menikmati Sang tujuan adalah sukacita abadi.

Ketika manusia sudah mulai bisa berpikir, ia akan secara alami melangkah menuju apa yang ia anggap berguna bagi dirinya bahkan baik. Teringat tulisan Paulus, “semuanya baik bagiku tetapi tidak semuanya berguna.”

Kata-kata ini bukanlah motivasi moralitas semata, kata-kata ini tidak sedang mengajak Anda dan saya melihat dunia ini dengan cara dunia yang berdasarkan saya tuhan atas diri saya.

Jangan salah, jika kita selalu memasang pemikiran dunia, bahwa setiap hal yang kitab Suci tuliskan adalah tentang bagaimana agar kita bisa mendapatkan harta dunia, agar bagaimana kita bisa menikmati kefanaan dunia, dan menikmati yang seolah-olah itu berguna bagi kita.

Kita  akan terjatuh sangat dalam, dalam kekacauan pengajaran yang kita bentuk atas dasar pikiran kita yang berdosa. 

Kata Paulus ini menunjukan bahwa setiap cita-cita dan hikmatnya adalah hal yang baik tapi sangatlah tidak berguna karena satu-satu tujuan hidup yang bukan hanya baik tetapi berguna baik untuk hidup kekal dan hidup saat ini adalah Injil Kristus.

Mari kita renungkan apa yang Alkitab Inginkan dari kita yang telah Yesus tebus dan Ia menjadikan kita  anak-anak-Nya. “Sebab kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang Ia persiapkan sebelumnya, Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya”

Saya akan membagikan 3 poin, tujuan manusia bernapas di dunia ini yang harus secara serius kita renungkan. Tentunya berdasarkan apa yang Kitab suci tuliskan. Meskipun saya tidak samasekali mencantumkan alamat Alkitab dalam artikel.

1. Beranak cucu bertambah banyak

2. Merenungkan karya salib Yesus Kristus

3. Beranak cucu bertambah banyak

Ketika Lupa Untuk Apa Bernapas Firman Allah Kembali Menyegarkan

1. Beranak cucu bertambah banyak

Pada kitab Kejadian setelah Allah menciptakan Adam dan Hawa Ia memerintahkan agar mereka beranak cucu dan betambah banyak. Mari kita perhatikan! Pada waktu Allah memerintahkan mereka beranak cucu dan bertambah banyak

Anda dan Hawa masih hidup dalam persekutuan yang intim bersama Allah. Mereka belum terpisah dari Allah. Mereka belum hidup dalam kebijaksanaan yang berdasarkan diri sediri. Mereka masih hidup berdasarkan definisi Allah.

Ada hal yang seringkali kita abaikan disini, pasal 1 dan 2 kitab Kejadian, manusia belum berdosa, masuk Kejadian 3 manusia berdosa. Mereka memliki anak pada kejadian 4. Apa yang terjadi, Kain membenuh adiknya. Darah Habel berseru kepada Allah.

Saudaraku tujuan Allah memerintahkan kita mempunyai anak cucu bukanlah sekedar memiliki anak secara biologis saja lalu saling membunuh satu sama lain. Dalam kejadian pasal 2 karena kita tahu mereka belum berdosa, maka Allah ingin manusia beranak cucu secara rohani.

Manusia menghasilkan benih-benih unggul yang meng-Allahkan Allah Elohim. Tetapi sebelum mereka memiliki keturunan mereka jatuh dalam dosa dan kini bahkan sampai pada diri Anda dan saya, kita mati rohani.

Kita menjadi tuhan atas diri kita, kita lebih suka dan selalu hidup dalam apa yang kita mau, Allah menginginkan anak cucu rohani yang kita hasilkan tetapi kita jika hidup menikah sekedar menikah, punya anak, maka kita hanya memiliki anak secara biologis. Anak-anak yang mati.

Ketika saya merenungkan, tentang bagaimana tujuan awal Allah ingin kita menikmati persekutuan dengan-Nya kini kita mati tidak bisa bersekutu dnegan-Nya. 

Maka sesuatu realita yang tidak terelakan ketika seorang bayi lahir ke bumi (kita), ia sedang mati, ia tidak bisa menemukan pencipa-Nya.

Ia tidak mengenal dirinya untuk apa Dia ada, sampai anak itu benar-benar menemukan Yesus dan menerima Yesus sebagai Tuhan bagi hidupnya. 

Maka beranak cucu pada poin pertama menjelaskan kepada kita, manusia gagal memiliki anak cucu seperti yang Allah inginkan. Manusia mencintai dosa, manusia tidak akan pernah bisa mencari Allah.

Semua orang sudah berdosa, tidak ada satupun yang benar, mereka sudah melenceng, mereka memberontak, hati manusia keras, begitu liciknya hati manusia, siapakah yang dapat mengetahuinya.

2. Merenungkan karya salib Yesus Kristus

Tujuan kehidupan berikutnya adalah Sang Kehidupan. Dia adalah Yesus, kita tahu bahwa semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Yesus datang ke dunia dalam rupa manusia, Ia yang menanggung semua rasa sakit akibat dari dosa-dosa yang ada dalam diri kita.

Kekayaan Allah ada dalam Yesus, rahasia yang dinantikan oleh orang Yahudi. Dimana mereka mengira bahwa Mesias adalah tentang kemerdekaan mereka saja, mereka mengira bahwa tentang mereka. Mesias yang dinantikan itu adalah Yesus, tergenapi dalam Yesus.

Mesias yang bukan mambawa manusia merdeka secara politik kenegaraan tetapi jauh dari itu, kita yang dulunya mati dalam dosa-dosa kita kini telah hidup dalam Yesus. Kita yang dulunya budak dosa, kini menjadi hamba Allah yang merdeka, kita diangkat menjadi anak-anak Allah.

Satu hal yang harus kita renungkan tentang karya salib, apakah kita masih mati karena kita sebenarnya tidak percaya kepada Yesus. Karena kita sebenarnya tidak pernah menyalibkan kehidupan lama kita, tetapi tahu Firman Allah sama seperti setan. Kita mungkin menggunakan Firman sama seperti iblis di taman Eden, tapi apakah kita sudah percaya Yesus.

Ketika merenungkan karya salib Kristus dan kehidupan Kristus, setiap doa, setiap pelayanan, setiap indah, dan setiap pekerjaan kita haruslah terarah pada Kristus. Untuk kemuliaan Allah, maka sangatlah penting buah kehidupan, ketika kita ada dalam Yesus. Agar orang yang tidak mengenal Yesus dapat mengenal Yesus.

Renungkan itu! Apa yang membuat Anda berdoa, melayani, dan beribadah? Apa yang menjadi kerinduan Anda saat ini? Apa yang menjadi tujuan hidup Anda saat ini? Apa yang membuat Anda bersemangat dan dapat memaknai hidup Anda saat ini? Apa yang membuat Anda mampu mengasihi dan tegas melawan dosa saat ini? Apa yang mendorong Anda kuliah dan bekerja?

Apakah Kristus yang disalibkan? Atau hanya karena Anda ingin kehidupan Anda lebih baik, nyaman, dan kehidupan yang hanya sekedar memenuhi standar moral dunia. Atau hanya sampai di  titi membahagiakan orang tua. Atau hanya sampai di titik kerena kehidupan harus lakukan apa yang terlihat seperti pada umumnya manusia normal.

3. Beranak cucu dan bertambah banyak 

Kejadian satu ayat 28 perintah Allah jelas, bahwa manusia harus bertambah banyak dan memenuhi bumi. Saudaraku sadar atau tidak perintah ini di ulangi kembali pada masa Perjanjian Baru. Ketika Sang Penebus akan meninggalkan dunia ini. 

Matius 28 : 19 jadikanlah semua bangsa muridku, manusia tidak memiliki tugas mutlak untuk bertambah banyak secara biologis, tetapi mempunyai anak-anak Rohani inilah kemutlakan. Memuridkan membawa jiwa-jiwa kepada kehidupan yang benar-benar hidup sesuai prinsip Firman Allah.

Allah tidak pernah berubah, tujuan-Nya tetap sama. Ketegasan-Nya pada masa Perjanjian Lama dan baru tetap sama. Jika orang tidak percaya Yesus, maka ia ke neraka. 

Orang yang mempercayai Yesus karena cinta dan kasih yang ada dalam Yesus akan menjadikan orang tersebut tidak lagi mempunyai fokus lain, selain jiwa-jiawa untuk Kristus.

Ketika saya merenungkan ada begitu banyak orang-orang meninggalkan kehidupan mereka yang nyaman untuk mengabarkan Injil, bahkan kita tahu pada abad-1 banyak orang Kristen mati untuk mengabarkan Kristus dan mempertahankan iman mereka.

Baca Juga : Memaafkan bukanlah perkara yang mudah

Banyak orang yang memberikan darah mereka untuk kabar baik Injil bagi bangsa lain, darah Yesus menuntut darah Anda dan saya, darah Yesus mengajak Anda dan saya menyalibkan tubuh kita dan memikul salib setiap saat. Tidak ada Kekristenan yang tanpa perang baik itu perang melawan dosa dalam diri, maupun perang melawan musuh dari pekabaran Injil yaitu setan dan diri kita sendiri.

Inilah kehidupan yang beranak cucu yang Allah maksudkan pada Kitab Kejadian, kehidupan beranak cucu secara rohani, anak cucu yang memuliakan Allah, anak cucu yang mempunyai persekutuan yang intim dengan Allah, anak cucu yang bukan saja manusia biologis yang mati.

Jadikanlah semua bangsa muridku adalah perintah untuk membuat murid dengan kata lain membuat anak-anak Rohani. Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Aku ajarkan kepadamu, Allah kita menyertai kita sampai napas tidak berhembus, bahkan akhir zaman bagi yang masih mereproduksi anak-anak Rohani 

Pada perintah Yesus inilah Ia tidak menuntut manusia bertambah secara biologis saja tetapi Ia memerintahkan manusia bertambah secara Rohani. 

Manusia murid Yesus, membuat membuat murid, melatih murid, membawa murid, mendampingi jiwa-jiwa untuk melihat memandang dan berserah kepada Yesus secara nyata. Inilah rancangan Allah dari awal penciptaan sampai hari ini, dan selamanya.

inilah yang Gereja mula-mula lakukan, semua tenaga, semua uang mereka, semua pekerjaan, mereka arahkan  ke tugas mulia ini, tugas yang secara langsung Yesus perintahkan kepada para murid.

Berpenyerahan kepada Yesus sebagai Tuhan artinya Yesuslah tujuan hidup, Yesuslah sumber sukacita dan tujuan dari setiap langkah adalah Yesus. Tujuan dari bekerja adalah Yesus. Tujuan dari bersekolah adalah Yesus. Bahkan tujuan dari menikah adalah Yesus. 

Untuk bersaksi demi kemajuan pemberitaan Injil yang menghasilkan orang-orang kudus, sungguh-sungguh mengasihi Yesus. 

Baca Juga : Terus Menikmati Yesus Dalam Proses Kehidupan

Hal ini mengapa saya membuat judul artikel saya ketika lupa untuk apa bernapas maka jawabannya ada dalam Alkitab untuk membawa jiwa atau pribadi lain kepada Yesus. Ini adalah pertarungan seumur hidup saya, bagaimana dengan Anda maukah Anda percaya Yesus dan kemabali kepada rancangan Yesus atas diri Anda. 

Apapun propesi atau pekerjaan Anda jika Anda Kristen Anda tetap mempunyai tugas yang sama. Tanggung jawab yang sama, yaitu membawa jiwa mati kepada Yesus karena dalam Yesus saja ada kebangkitan dan hidup.

Doa Anda, pekerjaan Anda, dan pembacaan Alkitab Anda bertujuan meneguhkan rancangan Yesus atas hidup Anda, tujuan Yesus yaitu beranak cucu bertambah banyak secara Rohani. Memuridkan.

Kiranya Allah Roh Kudus memampukan Anda mengerti bahwa tujuan Allah atas hidup Anda sangatlah jelas. Ketika Anda yakin Anda sudah diselamatkan apapun pekerjaan Anda. Anda punya tugas membawa jiwa kepada Yesus sebagai buah kehidupan Anda yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan ini membutuhkan ketaatan seumur hidup. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Ketika Lupa Untuk Apa Bernapas Firman Allah Kembali Menyegarkan"

Berlangganan via Email