Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kehidupan Yang Taat Kepada Kristus 1 | Roma 12:1

Roma 12 : 1 (TB) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Keselamatan oleh kasih karunia, bukan agar Anda dan saya diselamatkan lalu menikmati dosa. Pemahaman seperti ini adalah pemahaman yang lahir dari pikiran manusia yang berdosa. Manusia yang pada dasarnya cinta dosa, manusia yang mati karena dosa-dosa pelenggarannya.

Manusia yang masih senang menikmati dosa tetapi mengakui bahwa ia percaya Kristus, tidak ada penyesalan dalam dirinya, bahkan kehidupannya masih miliknya. Maka sudah bisa dipastikan manusia seperti ini belum disentuh oleh karunia Allah. Kehidupannya masih hidup dalam kasih yang mengasihi diri sendiri. Bagaimana dengan Anda?

Kehidupan manusia yang masih mementingkan kehidupan yang mendasarkan keselamatannya pada usaha kehidupan rohani, kehidupan doa, kehidupan yang bermoral, kehidupan yang baik dan kehidupan agama yang harus seperti ini, seperti itu agar ia dapat selamat. Maka orang seperti ini belum mengerti Injil Yesus.

Begitu juga orang-orang yang hidup semaunya, tidak memperhatikan moral, hidup mementingkan diri sendiri dengan segala kejahatan. Karena merasa sudah diselamatkan oleh kasih karunia. Orang seperti ini menyelewengkan indahnya kasih karunia Yesus.

Baik orang yang hidup saleh untuk selamat dan orang hidup semaunya karena sudah merasa diselamatkan secara gratis. Bukanlah jenis kehidupan yang Alkitab ajarkan. Ini bukan Injil, jika bukan Injil maka tidak ada kabar baik, tidak ada kabar baik maka tidak ada Kristus, tidak ada Kristus orang yang seperti di atas jangan-jangan belum diselamatkan.

Kehidupan Yang Taat Kepada Kristus 1 | Roma 12:1

Mempersembahkan hidup

Keselamtan dalam Alkitab adalah keselamatan yang Kristus kerjakan secara sempurna oleh kasih karunia, keselamatan yang mengubahkan hati, menyentuh hati, menjadikan hati yang keras mampu melihat dosa-dosa dalam diri, sehingga hati dengan lembut bertobat.

Kehidupan yang tidak lagi hidup berdasarkan hikmatku, kehendakku, dan keinginanku. Tapi semuanya bersadarkan Kristus. Apa yang aku kerjakan untuk kemuliaan Kristus, untuk kemajuan pemberitaan Injil.

Injil akan selalu menyatakan Anda dan saya berdosa, Injil akan menyadarakan betapa kesalehan kita seperti kain kotor. Betapa segala kehendak kita semaunya diri kita meskipun mendasarkan itu pada keselamatan gratis adalah dosa besar.

Maka Injil membawa kita hidup taat pada Kristus, kehidupan yang dikuduskan dan dikhususkan untuk Kristus. Untuk pekerjaan Kristus, untuk kemuliaan Kristus. Kehidupan yang seperti ini adalah kehidupan yang hanya menikmati Roti hidup setiap hari.

Nasehat Paulus kepada jemaat di Roma, menyadarkan kita bahwa ketaatan adalah penyerahan diri. Mempersembahkan diri. Artinya hidup yang bukan berdasarkan hikmat kita yang fana dan tidak ada artinya. Hikmat kita yang sudah pasti masuk dalam kebinasaan kekal jika kita mengikutinya.

Mempersembahkan diri kepada Kristus berarti menyadari betapa besarnya dosa kita, namun karena kasih karunia kita diselamatkan dengan cuma-cuma, kita yang benar-benar sadar keselamatan yang cuma-cima. Roh Kudus mengubahkan hati kita untuk taat pada Kristus.

Ia yang tidak berdosa menjadi dosa, semua dosa, semua kejijikan, semua pemberontakan, semua ketidakadilan kita, semua ketidakkudusan kita dan semua hal yang rusak dari kita, ditimpakan kepada Kristus. Semua hukuman dosa kita ditimpakan kepada-Nya. 

Baca juga 

Sehingga semua yang baik dari Kristus menjadi milik kita, kita menikmati Kristus bukan dosa. Maka  Kristen yang sesat ketika ia selalu rindu hanya pada harta dunia yang fana, hanya pada kebebasan fana, dan hanya ingin menyelamatkan diri tapi tidak menginginkan Kristus.

Ya Yesus, Tuhan kami, berikan kami kasih karunia untuk menginginkan-MU dengan segenap hati kami; agar dengan sedemikian kami berhasrat, kami dapat mencari, dan menemukan-Mu; dan dengan menemukan-Mu; kami boleh mengasihi-Mi, kiranya kami membenci dosa-dosa, dimana Engkau sudah membebaskan kami dari perbudakan dosa. ~ Anselm, Bishop Agung Canterbury (1093-1109)

Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk mempersembahkan hidup kita kepada Kristus. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.