Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iman Merupakan Sifat Murid Kristus

Iman Merupakan Sifat Murid Kristus  

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (IBR. 11:6).

Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. (RM. 4:20-21).

Iman. Apa yang alkitab katakan tentang satu kata ini yakni iman? “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibr. 11:1 ITB). Iman sesuatu yang kita belum lihat, namun kita percaya dan meyakini bahwa hal itu ada. Inilah iman.

Yesus setelah kebangkitan-Nya berkata kepada salah satu murid yang bernama Tomas, yang dijuluki si peragu. “Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yoh. 20:29 ITB). Tidak melihat namun bercaya inilah iman yang sejati. 

Kita juga belum pernah melihat Tuhan, namun kita percaya dan meyakini bahwa Dia ada, rasul Petrus dalam suratnya menuliskan “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. (1 Pet. 1:8-9 ITB). Inilah iman.

Salah satu tokoh yang dicatat di dalam alkitab yang terkenal karena imannya adalah Abraham, dia mendapat dua julukan, yang pertama bapa orang beriman, yang kedua dijuluki  sahabat Allah. Mengapa Abraham, Mendapatkan dua julukan ini? Memangnya siapa dia ini?.

Kita akan belajar tentang Abraham dan imannya yang sungguh kepada Allahnya. Iman yang dicatat berulang kali sepanjang alkitab, dan tokoh legendaris yang menerima janji Allah. Mereka disebut tiga serangkai yakni Abraham (ayah), Ishak (anak) dan Yakub (cucu).

“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kej. 12:1 ITB). Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. (Kej. 12:4-5 ITB).

Abraham diminta oleh Tuhan berangkat ke suatu negeri yang dia sendiri tidak ketahui, arah dan tujuannya, tetapi karena iman maka Abraham taat lalu pergi. Tanpa diskusi panjang, tanpa tawar-menawar, tanpa alasan, namun Abraham dan keluarga langsung pergi. Padahal banyak barang, harta kekayaan, ternak dan lain-lain. 

Hal itu tidak menjadi alasan bagi Abraham untuk menolak perintah Allah. Semuanya karena iman. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Kej. 15:6 ITB).

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. (Kej. 22:1-3 ITB).

Iman butuh pembuktian, artinya saat seseorang sungguh-sungguh beriman pasti akan datang ujian iman itu. Hal inilah yang dialami oleh Abraham di dalam Kejadian pasal 22. Abraham diminta oleh Allah untuk mempersembahkan anaknya satu-satunya yakni Ishak, padahal tentang anak ini Tuhan berfirman bahwa melewati keturunan Ishak akan melahirkan banyak keturunan seperti bintang di langit dan pasir di laut. 

Tetapi mengapa Allah seolah-olah tidak konsisten dengan firman-Nya. Baru saja Abraham diberi seorang anak pada masa tuanya bersama Sara sang istri, eh Tuhan malah meminta anak itu untuk dikorbankan atau disembelih di atas gunung Moria. Apa sebenarnya yang Tuhan ingin sampaikan kepada Abraham?

Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." (Kej. 22:9-12 ITB).

Ternyata Tuhan ingin menguji kesungguhan iman Abraham, “Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri demikianlah firman TUHAN :Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kej. 22:15-18 ITB).

Melewati peristiwa inilah mengapa nama Abraham tercatat di kitab Ibrani pasal 11 tentang pahlawan-pahlawan iman. “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. (Ibr. 11:8-9 ITB).

“Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. (Ibr. 11:17-19 ITB).

Baca Juga :

Inilah kesungguhan iman, inilah iman sejati, sebagai seorang murid Kristus kita wajib untuk beriman tanpa ragu kepada Allah sama seperti Abraham. “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. (Rom. 4:20-22 ITB).

Bapak Pdt.Dr.Chris Marantika, Th.D.,DD, beliau adalah seorang teolog dan pendiri Yayasan Iman Indonesia, pendiri STTII Yogyakarta dalam khotbahnya berkata “Iman adalah PASRAH kepada TUHAN tanpa RAGU, dan bahwa DIA ALLAH yang SANGGUP mengerjakan sesuatu  yang luar biasa melalui hidup kita”.

Mari kita beriman dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan, sementara menunggu Tuhan memanggil kita untuk kembali ke haribaan-Nya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk beriman, Amin.

Salam hangat Septo Sirangatun penulis untuk Anda yang membaca 

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Iman Merupakan Sifat Murid Kristus "

Berlangganan via Email