Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hakikat Perencanaan Pembelajaran Berikut penjelasannya

Sebelum kita masuk lebih dalam, kita harus tahu dulu arti dari kata hakikat, menurut kamus besar bahasa Indonesia hakikat berarti “intisari” atau bisa juga dikatakan “dasar”. Maka dari sini kita tahu bahwa yang akan menjadi pembahasan saya pada artikel kali ini adalah intisari dari perencanaa pembelajaran.

Sebagai seorang pendidik atau pengajar, akan sangat tidak etis jika dalam proses belajar mengajarnya tidak terencana dengan baik. Misalnya minggu depan harus mengajarkan materi apa? Minggu depannya lagi apa?  

Jika pengajar tidak ada rencana pembelajaran tertulis akan sangat kacau proses belajar mengajar yang terlaksana. 

Pemerintah kita sudah mewajibkan adanya RPP (rencana pembelajaean) yang harus dimiliki setiap guru dan jika guru tersebut tidak bisa membuatnya. sedangkan RPP sendiri haruslah hasil dari buatan sih guru. Maka guru seharusnya memiliki gaya hidup yang suka belajar.

Berikut ini penjelasan hakikat perencanaan pembelajaran:

1. Pengertian perencanaan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah persiapan untuk proses bejalar mengajar, tentunya perencanaan tersebut haruslah tertulis secara sistematis yang kita kenal dengan RPP. Adapun yang harus kita mengerti tentang bagian-bagian pengertian perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:

    A. Pengertian perencanaan

Kita harus lebih dulu tahu arti dari perencanaan. Perencanaan adalah manajemen atau persiapan baik tertulis maupun tidak tertulis untuk menyususun suatu kegiatan yang akan dilakukan. 

Berupa langkah-langkah, waktu, dan segala hal yang akan dikerjakan, diajarkan untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan dalam hal ini adalah pendidikan.

Saya juga akan menjabarkan beberapa pendapat tokoh tentang perencanaan, berikut penjabarannya.

Menurut William H. Nawman, menjelasakan, “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Berupa keputusan-keputusan tentang suatu tujuan, kebijakan dan program-program yang akan dilaksanakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.”

Menurut Terry beliau menjelaskan, “perencanaan adalah menetapkan tujuan yang akan dikerjakan atau dilaksanakan oleh kelompok maupun individu untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sejak awal.” 

Jadi pengertian selanjutnya yang saya tangkap dari perencanaan adalah kinerja yang dirancang untuk sebuah tujuan Pendidikan dalam tindakan pembuatan perencanaan ini diperlukan rekayasa kedepannya untuk merumuskan suatu pola tindakan bagi masa depan.

Pengertian sistem

Sistem pembelajaran terdiri dari berbagai komponen antara lain materi mengajar, media mengajar, sumber materi ajar, dan alat untuk mengajar yang terakhir adalah evaluasi belajar mengajar, guna memperbaiki proses belajar mengajar agar semakin berkembang.

Adapun pengertian sistem menurut Oemar Hamalin, “sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsusr yang paling terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan.” Tujuan dalam konteks kali ini adalah pendidikan. Maka oleh sebab itu sistem pembelajaran terdiri dari komponen seperti yang telah saya jelaskan di atas.

    B. Pengertian Pembelajaran dan tujuannya

Pada hakikatnya pembelajaran adalah proses komunikasi dua arah yang menghasilkan timbal balik dari individu-individu yang sedang melakukan pembelajaran. Dalam hal ini antara guru dan muridnya.  

Proses komunikasi yang bertujuan menumbuhkembangkan siswa siswi dalam bidang pengetahuan dan keterampilan. Dan yang terpenting juga dari itu semua membentuk karakter murid menjadi lebih baik.

Berikut pendapat beberapa tokoh tentang pembelajaran :

Johnson, “pembelajaran adalah interaksi antara guru dengan satu dan lebih dari satu individu untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, berbagai pengelaman belajar murid.”

Hamalik lebih terperinci, “makna pembelajaran sebagai fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.”

Warsita secara singkat memberikan penjelasan tentang pembelajaran yaitu, “pembelajaran adalah usaha untuk membuat murid mau belajar atau suatu proses untuk mengajarkan murid atau peserta didik.”

Knowles berpendapat, “bahwa pembelajaran adalah pengorganisasian untuk peserta murid mencapai tujuan Pendidikan.”

Terkahir menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20. Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

    C. Pengertian Sistem Pembelajaran

Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka diperlukannya sistem pembelajaran yang tersusun secara sistematik. 

Baca Juga : Pengertian pendidikan menurut para ahli

Memerlukan langkah-langkah sistem pembelajaran. Inilah pedomanan yang komperehensif sebagai skenario yang diperlukan oleh guru. Semua ini dilakukan agar terlaksananya proses belajar mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan siswi yang menjadi objek.

2. Prinsip-prinsip Perencanaan Pembelajaran

Adapun prinsip-prinsip pembelajaran sebagai bagian dari dasar hakikat pembelajaran adalah sebagai berikut:

    A. Signifikasi

Saat membuat perencanaan pembalajaran tenaga pengajar harus memperhatikan pentingnya (signifikansi) dan kegunaan sosial dari tujuan setiap materi yang akan guru sampaikan. Pendidik harus menentukan setiap garus besar yang jelas saat membuat perencanaan sehingga dapat dievalusi. 

     B. Relevansi

Menyelesaikan setiap persoalan belajar mengajar melalui perencanaan pembelajaran yang lebih spesifik, waktu yang tepat dipergunakan dengan baik sehingga menghasilkan tujuan yang lebih baik demi kelangsungan proses pendidikan berlanjut.

    C. Adaptif

Proses belajar mengajar harus dilakukan secara dinamis (terus menerus) sehingga sangatlah diperlukan interaksi dunia arah. Maka perencanaan pembelajaran haruslah fleksibel, adaptif, realistis, yakni dibuat untuk menjaga agar terhindar dari kejadian yang tidak diharapkan.

    D. Reasibilitas

Perencanaan dibuat dengan mempertimbakan biaya serta faktor lainnya dengan cara mempertimbangkannya sesuai kenyataan.

    E. Kepastian

Meskipun banyak alternatif yang disediakan untuk menjaga ketidakpastian tetapi alangkah lebih baik jika dapat mengurangi setiap kejadian yang tidak perlu menjadi prioritas. Dan memprioritaskan hal-hal yang pasti dengan begitu dapat mengurangi resiko ketidakpastian.

    F. Ketelitian

Pada poin ini sangatlah perlu agar perencanaan dapat tersusun dengan baik sederhana dapat dilaksanakan dan memiliki alternatif sehingga dapat menerapkan yang paling efektif.

    G. Waktu

Dalam hal ini saat membuat perencanaan kita harus memperhatikan setiap realitas masa kini dan handaknya mampu menganalisa masa depan tanpa mengabaikan masa kini.

    H. Monitoring atau pemantauan

Seorang pengajar harus secara serius melakukan proses pemantauan agar mampu mengetahui apakah perencanaan pembejaran berjalan dengan lancar atau adanya kendala. Ketika adanya kendala maka akan dengan cepat mencari solusi sehingga pelaksaan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.

    I. Isi dari perencanaan pembelajaran itu sendiri sebagai berikut:

  • Apa tujuan dari pembelajaran
  • Program dan layanan pembelajaran
  • Tenaga kerja atau SDM
  • Perlunya keuangan yang memadai
  • Bangunan sekolahan
  • Struktur organisai sekolahan
  • Konteks sosial

Pengembangan program pembelajaran merupakan sasaran yang akan dilakukan oleh guru dan siswa siswi ketika proses pembelajaran dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Semua ini dilakukan dengan menganalisis agar semuanya saling terkait sesuai dengan fungsi masing-masing pastinya untuk mencapai tujuan bersama. 

Adapun perangkat yang harus dikuasai seorang guru menurut Oemar Hamalik sebagai berikut :

  • Guru haruslah memahami kurikulum
  • Guru dapat Menguasai bahan ajar
  • Guru bekerja untuk Menyusun bahan ajar
  • Guru melaksanakan program pengajaran yang telah disiapkan

Pada akhirnya guru harus menilai program pengajaran yaitu hasil dari proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

2. Karakteristik perencanaan pembelajaran

Sebagai seorang pengajar haruslah memperhatikan dasar dari perencanaan pembelajaran. Yaitu karakter perencanaan itu sendiri adalah dasar yang harus diperhatikan dan diterapkan. Agar proses belajar mengajar lebih tertata rapi.

    A. Bersifat bersahabat dengan siswa yang akan diajarkan

Perencanaan pembelajaran haruslah disusun berdasarkan kebutuhan dari siswa. Meteri pembelajaran diajarkan sesuai dengan kebutuhan, perkembangan para murid. 

Dimana materi tersebut haruslah bernorma positif, memperhatikan minat setiap siswa sehingga menghasilan proses belajar mengajar yang tepat guna dan menumbuhkembangkan minat belajar murid.

    B. Karakter Perencanaan pembelajaran haruslah memiliki tahapan-tahapan

Tahapan persiapan, yaitu guru haruslah menguasai bidang ilmu yang telah menjadi bidangnya. Seorang pendidik harulah memperhatikan hal-hal berikut yaitu tujuan metode, media, sumber, evaluasi dan kegiatan belajar dari muridnya. 

Sehingga guru tersebut memiliki sikap yang profesional yaitu mampu membuat perencanaan pembelajaran yang berkualitas.

Tahapan pelaksaan, perencanaan belum dapat dikatakan berkualitas jika belum dilaksanakan dan diuji coba bahkan realistis, metode pembelajaran bervariasi. 

Maka guru tersebut haruslah mampu menerapkan setiap perencanaannya pada saat proses belajar mengajar berlangsung terlebih lagi perencanaan tersebut haruslah menyenangkan bagi siswa sehingga kegiatan belajar dapat dinamis.

Tahapan evaluasi, pada tahapan ini setiap perencanaan dan kegiatan perencanaan yang telah dilaksanakan haruslah dievaluasi. Dengan menggunakan alat evaluasi yang tepat, dapat dipercaya, serta memadai. Hal ini berguna untuk melihat perkembangan siswa siswi setelah mengikuti proses pembelajaran.

Tahapan tindak lanjut, ketika sudah mengevaluasi maka langkah berikutnya berdasarkan data evaluasi yang telah dilakukan. Pengajar dapat melaksanakan kelanjutan dari materi yang perlu diajarkan. 

Jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil dari evaluasi maka bisa diperbaiki dengan cara remedial yang bertujuan untuk memperkuat penguasaan siswa. Bisa dilakukan dengan cara penambahan jam pelajaran, bisa juga tugas khusus yang tentunya untuk mencapai nilai minimal dari siswa demi kelulusannya.

    C. Karakter perencanaan pembelajaran haruslah sistematis

Perencanaan haruslah disusun sesuai urutan dari materi, dari dasar sampai ke materi yang sulit. Dan yang tidak kalah pentinnya juga dari segi proses mengajar haruslah menggunakan metode ajar yang akurat seperti media yang digunakan, melakukan evaluasi, dan tujuan dari setiap materi yang disampaikan harulah jelas.

    D. Karakter perencanaan pembelajaran harulah melakukan pedekatan sistem

Maksud dari poin yang satu ini adalah penyusunan rencana pembelajaran haruslah memperhatikan komponen-komponen pembelajaran seperti metode, media, evaluasi, dan tujuan pembelajaran, waktu, sumber belajar. 

Baca Juga : Berikut Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahlinya Dan Pemaknaannya

Semua komponen tersebut haruslah berkolaborasi satu sama lain, sehingga tidak bertentangan dalam proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan di ruang kelas maupun di luar kelas.

3. Manfaat perencanaan pembelajaran

Dasar dari perencanaan pembelajaran berikutnya adalah manfaat. Apa saja manfaatnya berikut penjelasannya:

  • Sebagai petunjuk arah sehingga tercapainya tujuan dari pembelajaran.
  • Sebagai dasar untuk mengatur tugas dan tanggung jawab bagi setiap guru maupun murid dalam proses belajar mengajar.
  • Sebagai pedoman kerja, bagi guru dan murid.
  • Sebagai alat ukur efektif tidaknya metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru sehingga setiap saat dapat mengetahui hambatan dan ketepatan yang terjadi selama proses kelas berlangsung.
  • Sebagai data sehingga tidak terjadinya kesenjangan dalam segala bidang dalam proses pengajaran.
  • Untuk menghemat waktu, tenaga, dan alat. Karena tersusun urut dan jelas sehingga mengerti apa yang harus dilaksanakan kedepannya.

Perpisahan dengan sang penulis

Jadi itulah penjelasan singkat saya tentang intisari atau hakikat perencanaan pembelajaran, sebelum Anda lebih jauh lagi untuk mengatur atau membuat RPP (rencana pembelajaran). Maka perhatikanlah poin-poin yang telah saya sampaikan dan dapat Anda aplikasikan pada RPP yang akan Anda buat. 

Selamat mengajar terus semangat sampai bertemu di artikel-artikel Pendidikan saya yang lainnya. Saya Agung Raditia salam hangat Pendidikan Indonesia.

Jangan berhenti memandang diri sendiri bodoh, karena jika menganggap dirimu pandai dan bijaksana maka kamu berhenti belajar, ketika berhenti belajar mungkin bernapas tetapi disanalah kebodohan sesungguhnya hadir untuk kamu nikmati dalam kepintaran dan kebijaksanaanmu. Maka teruslah tolol maka kamu akan terus belajar dan semakin tolol.
Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Hakikat Perencanaan Pembelajaran Berikut penjelasannya"