Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Psikologi Mengatasi Kebosanan Dalam Diri


Menghilangkan Bosan__Hallo sahabat setia pembaca yang bersukacita, apa kabar? Saya harap Anda masih bisa membaca dan masih bisa berpikir jernih setelah membaca beberapa artikel karya amatir saya dalam blog ini, tapi jika Anda baru saja datang ke blog ini dan menemukan artikel ini untuk pertama  kalinya. 

Jangan lupa untuk kembali lagi kesini. Karena akan banyak tulisan yang sedikit berguna untuk meningkatkan daya jiwa Anda dalam menghadapi kehidupan yang aneh dan rusak saat ini.

Cukuplah perkenalannya dan godaannya. Rasa bosan, saya sangatlah yakin akan menyerang banyak orang terutama kaum pemalas yang serba takut untuk memulai hal baru dalam hidupnya. 

Ketika rasa bosan ini datang, hari rasanya sangat tidak karuan, kepala puyeng dan selalu merasa ada yang kosong dalam diri. 

Dari sedikit hasil penelitian sederhana saya ketika saya bertanya kepada beberapa kawan-kawan yang saya kenal.

Mereka menjawab jawaban yang cukup mencengangkan, begini ada yang menjawab. Perasaan tidak tenang, ada yang bosan merasa tidak ada harapan, bahkan ada yang menjawab bahwa bosan sangatlah tidak menyenangkan. Ada yang bosan karena rindu kampung halaman, bosan karena tidak pulang-pulang.

Rasa tidak semangat dalam diri, kehidupan yang melakukan pengulangan atau monoton. Sedih, tidak jelas mau berbuat apa, gelisah. Ini semua antara bosan menuju frustasi saya juga enda ngerti tapi inilah jawaban dari riset sederhana saya. Ada hal yang penting menjadi fokus pembahasan kita kali ini yaitu lanjut baca.

Jika ditanyakan kepada saya bagaimana perasaan saya saat bosan. Yang saya rasakan adalah kebingungan, semuanya terasa hampa, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Dalam ilmu psikologi sendiri bosan dikenal sebagai rasa yang datang saat tidak ada kepuasan dalam diri, karena kurangnya aktifitas. Rasa sedih yang sangat dalam dan itulah bosan. 

Ia datang tanpa di undang, pergi akan sulit untuk ia dapat pergi bahkan pulang tanpa diantar. Kayak jelangkung ya. Lanjut........

Ketika saya merasa bosan, saya melihat diri saya sendiri dan biasanya saya bingung. Lalu saya melihat aktifitas yang sedang saya lakukan. 

Ternyata kebosanan menyerang diri saya, itu semua karena kebodohan diri dalam memanfaatkan waktu senggang, waktu yang sebenarnya bisa berguna tapi menjadi sangat tidak berguna.

Maksud saya, ketika saya sudah istirahat pada waktu senggang saya. Saya memiliki kekuatan untuk berpikir, efektif, kereatif dan beraktifitas tetapi saya lebih memilih bermain hp, melihat status tidak berpaedah. Melakukan hal lain yang benar-benar bagong. 

Padahal dalam pikiran saya, sudah ada hal yag harus saya kerjakan. Misalnya menyelesaikan satu artikel seperti saat ini.

Sampai akhirnya saya sadar waktu yang terbuang itu, dan bukannya saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Malah linglung, bingung, dan tidak karuan dan hari itu terasa sangat membosankan. Ini bosan menurut saya berdasarkan apa yang saya rasakan.

Bosan juga tidak lepas dari yang namanya produktif. Karena pada dasarnya kehidupan yang membosankan adalah kehidupan yang tidak produktif. 

Dari salah satu artikel yang saya baca menyatakan orang yang ber IQ tinggi akan cepat bosan karena mereka mudah meremehkan segala sesuatu dan jarang melakukan aktifitas tubuh. 

Tapi ketika saya memikirkan tentang poin IQ tinggi=tidak beraktifitas, ini merupakan singgungan bagi kamu dan saya yang pemalas, karena hanya orang malas yang tidak mau beraktifitas, banyak mikir enda jelas. Dan  bahasanya dilembutkan menjadi ber-IQ tinggi. 

Kalau menurut saya orang pandai, orang cerdas dan memiliki IQ tinggi justru memiliki kehidupan yang tidak membosankan karena mereka ada saja yang ingin mereka lakukan dan dorongan otak mereka sangatlah kuat sehingga mereka akan banyak beraktifitas karena mereka tahu apa yang mereka lakukan. (agak melenceng dikit dari pembahasan)

Maka kali ini saya akan menjabarkan beberapa hal yang harus dilakukan agar kebosanan dalam diri segera teratasi dan kita dapat menatap kehidupan ditengah realita yang meyakitkan tetap optimis dan berbahagia dan sedih pada waktunya tapi mampu memaknai kesedihan itu sendiri.

  • Mari berpikir
  • Hidup bukan tentang diri sendiri
  • Menemukan Kebutuhan Jiwa

 Psikologi Mengatasi Kebosanan Dalam Diri 

1. Mari Berpikir 

Seringkali kita banyak mendapatkan nasehat tidak perlu dipikirkan, nasehat ini ada benar ada salahnya. Tapi kali ini mari kita belajar bahwa berpikir itu merupakan hal yang sangat penting. Meskipun pikiran itu negatif. Tapi bukan itu yang akan saya bahas.

Berpikir disini dalam koneks beraktifitas, belajar, melakukan sesuatu yang berfaedah. Berpikir berarti mengaktifkan otak dan perasaan agar singkrong, cara mengaktifkan keduanyalah akan saya jelaskan pada poin ini, yaitu pertama membaca.

Ya membaca buku, artikel blog, dan banyak hal yang bisa Anda baca sebenarnya. Ketika Anda sedang melatih otak Anda agar lebih aktif dan berpikir dan merasakan apa yang Anda baca sehingga Anda bisa saja masuk dalam wilayah yang Anda baca. 

Saya suka membaca tulisan-tulisan yang ada di kemasan makanan instan, salah dan hal itu cukup bermanfaat untuk membuat saya berpikir.

Salah satu makanan yang akhir-akhir ini saya suka makan dan menemani saya menulis adalah Nextrar, ketika saya membaca setiap tulisan di bungkus makanan ringan tersebut saya berpikir bagaimana saya dapat membuat makanan seenak ini. 

Hal itu cukup membuat saya tidak merasa bosan karena otak yang berpikir dan perasaan yang puas karena kenikmatan kue tersebut.

Selanjutnya menulis, menulis pada bagian ini, tidak bisa diragukan lagi, salah satu psikilog Vrielynck hasil penelitiannya yaitu mengungkapkan jika seseorang menulis secara spesifik apa yang ia alami pada saat itu, ia akan dengan mudah merasa lega.

Selanjutnya Borton dan King, setelah menulis hal-hal positif selama 20 menit perhari selama tiga hari, hasilnya sangatlah mengejutkan karena mampu memperbaiki suasana hati, terutama menulis hal-hal yang ekspresif contohnya menulis hal-hal yang menyenangkan, dan menuliskan rasa syukur atas segala kejadian hidup. Penelitian ini dilakukan di Universitas Bekeley. 

Bagaimana dengan Anda masih mau terjebak dalam kebosanan jika obatnya sangatlah gampang. Yaitu dengan cara menulis dan membca, sebenarnya masih banyak lagi aktifitas lain yang dapat menghilangkan rasa bosan dalam diri Anda dalam hal berpikir.

Saya akan membuat artikel khusus dalam hal membahas menghilangkan bosan, dalam konteks berpikir. (olahraga dan kawan-kawannya)

Baca Juga : Psikologi Kognitif berpikir agar kobosanan tidak menghancurkan kehidupan

Misalnya, menonton Youtube konten-konten mendidik bukan gosip tidak jelas, berolahraga sambil berpikir, tidur jika lelah, menonton TV, membersih rumah, berkebun, dan masih banyak lagi.

Mungkin Anda mau membuat artikel santai seperti saya, belajar itu sangat baik bagi kesehatan mental Anda sehingga Anda tidak cepat bosan dan otak Anda tidak tumpul. mari lanjut poin berikutnya.

2. Hidup bukan tentang diri sendiri

Segala hal dalam dunia ini bukan tentang diri Anda, sehingga sangatlah kekacauan dalam berpikir sehingga Anda merasa apa yang terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, dan semuanya adalah tentang kesenangan  dan kepuasan Anda. Karena Anda sedang mencari kepuasan, dan melakukan segala sesuatu pada zona nyaman Anda maka akan dengan mudah Anda merasa bosan, bahkan frustasi.

Anda dan saya adalah manusia sosial, manusia yang tidak akan bisa puas tanpa orang lain yang ada di sekitar kita mendukung dan memberikan semangat.

Ketika saya mulai menulis. Hal utama yang saya cari adalah kawan yang suka menulis. Karena saya suka menulis di blog seperti sekarang ini, maka saya berusaha mencari taman yang mempunyai hobi yang sama.

Bahkan salah satu kreteria pasangan hidup saya yang juga mutlak yaitu dia yang bukan hanya menudukung saya menulis tapi dia yang juga suka menulis dan membaca seperti saya sehinga ketika kami bercerita bisa saling berbagi inspirasi (ciahhh pasangan hidup cukup cukup jangan berkhayal)

Itu mengapa jika Anda membaca profil blog saya di bagian bawah blog, ada saudara saya yang juga menulis, karena ia saya goda dan akhirnya Dia menulis dan fokus menulis di Kaskus dengan nama akun Bruce12345. Kami berduapun begitu sering bercerita tentang menulis dan berusaha menemukan karakter masing-masing untuk menulis sampai sekarang masih samar-samar.

Bahkan saya bersykur bisa mengenal kawan-kawan lain yang juga menulis dan saya mengenal baik mereka.

Jika Anda ingin bertemu bisa Anda baca tulisan mereka di secangkirkopibersama.com, rumahfiksi.com, ruangmenulis.com, gurupenyemangat.com, dan warkasa1919.com. ini semua blog teman-teman saya yang bahkan saya belum melihat wajah mereka secara lansung dan hal ini begitu menyenangkan karena kami saling memberikan semangat dan terus belajar.

Maksud saya menunjukan ini semua adalah, bahwa kehidupan kita akan sangat membosankan ketika Anda hidup bagi diri sendiri dan yang tidak akan merasa bosan setiap waktu ketika kita memberikan perhatian terhadap orang lain. (asal orangnya mau ya jadi jangan maksašŸ˜‚)

Memberikan semangat untuk orang lain dan inilah obat sesungguhnya agar hidup Anda benar-benar di tingkat kepuasan sejati tidak membosankan, segala hal harus terpenuhi dan tidak dibaikan yaitu hidup bagi sesama.

Poin ini juga mengajarkan kita untuk peduli pada saudara, orang tua, sahabat, dan orang-orang yang kita tahu mereka juga mau menerima kita dan tidak menyimpan kebencian dan membangun benteng sehingga pertemanan itu tidak dapat leluasa. Kesatuan hatilah intinya harus ada diantara pertemanan.

Memberikan hidup kita bagi orang lain, merupakan kebutuhan yang sangatlah besar, dalam hal ini saya tidak menganjurkan Anda memberikan hidup Anda kepada semua orang karena kita tidak akan mampu. 

Prinsipnya orang yang memang mau menerima Anda, dan Anda juga mau menerima dia dan kalian saling menguntungkan. 

Kalau salah satu merugikan ya untuk apa mending tidak usah saling mengenal sama saja menambah beban. 

Bukannya bosan teratasi malah frustasi, ketemu orang kacau yang tidak bisa menghargai orang lain. Atau Anda orangnya cobalah renungkan. 

3. Menemukan apa itu kebutuhan jiwa  

Ketika Anda membaca dan mempelajari teori-teori dari Sigmund Freud seorang psikolog, teorinya selalu berdasarkan penelitian kepada jiwa manusia, dan setiap hal yang tidak dapat dilihat namun semua itu mempunyai hasilnya. Dan tidak bisa dipungkiri kita semua, manusia memiliki jiwa.

Baca Juga Bro Sis : Teori Sigmud Tentang Mental Manusia Dan Memaknainya

Rasa kosong, frustasi, bahkan kebosanan yang kita bahas saat ini, itu semua terjadi dari dalam diri dan menghasilkan suatu tindakan. 

Kebosanan memang terjadi karena adanya pengaruh dari luar kita tapi juga tidak bisa ditepis bahwa itu semua juga terjadi dari dalam.

Ketika semua ini terjadi dari dalam diri kita yang tidak terlihat, dan diri kita  sebenarnya mempunyai kebutuhan yang sangatlah dalam. Yaitu kebutuhan jiwa, kita yang harus benar-benar tahu tujuan dan untuk apa kita ada. 

Kebosanan yang mencengkram diri kita, sebenarnya tidak lain karena kebutuhan jiwa kita yang tidak terpenuhi. Satu-satunya cara agar kita mampu memenuhkan kebutuhan ini dengan cara menemukan Tuhan yang sejati.

Setiap suku, setiap ras, setiap bangsa di muka bumi ini, mempunyai cara masing-masing menemukan Tuhan, mereka berusaha mendefinisikan Tuhan sehingga dapat disimpulkan. Bahwa semua manusia di muka bumi ini ada untuk menemukan Tuhan, ada untuk menyembah. Ketika salah menyembah dan itu bukan pribadi Tuhan, maka akan selalu ada kekosongan dalam diri.

Ia yang berkuasa, mulia, dan jauh lebih hebat nan Indah dari manusia. Ia ada dan menciptakan manusia untuk manusia itu sendiri memuji dan muliakan Dia. Inilah kunci ketidakbosanan dalam hidup meskipun tidak serta merta kita akan selalu tidak bosan.

Setiap orang yang sudah ditangkap Tuhan untuk menyembah-Nya. Tuhan yang adalah pencipta langit dan bumi ini. Pasti orang tersebut akan menikmati hidupnya bersama Tuhan ia akan sangat bersyukur walau miskin sekalipun, ia yang tidak akan mudah bosan dalam hidupnya. Dia yang akan selalu optimis.

Maka bagian terakhir ini merupakan bagian paling penting salah satu mengatasi bosan. Menemukan pikiran, hati kita dengan cinta Tuhan, kasih tak terbatas dari yang Mahakuasa. 

Maka kita butuh yang namanya waktu untuk berdoa, dan meminta Dia menyatakan diri-Nya secara nyata sehingga kita menikmati hadir-Nya dalam hidup kita dan kita tidak akan memandang kehidupan sebagai sesuatu yang membosankan.

Itu dia secara Psikologi mengatasi rasa bosan dalam diri, Berpikir (belajar dan aktifitas lain yang bermanfaat), Hidup berdampak bagi sesama, dan menemukan Tuhan yang adalah kepuasan sejati dalam kehidupan. Saya Agung Raditia salam pembaca seluruh jagat semesta. dahhhhhhhhhh

Sumber Refrensi:

https://today.line.me/id/v2/article/6+Fakta+Ilmiah+Tentang+Kebosanan+yang+Harus+Diketahui-VM1ovJ 

https://www.sehatq.com/artikel/13-manfaat-menulis-bagi-kesehatan-mental-yang-tidak-diduga-duga

(Keduanya diakses 16 Desember 2020)

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Psikologi Mengatasi Kebosanan Dalam Diri"

Berlangganan via Email