Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Menyiapkan Diri Untuk Produktif Seri Pengembangan Diri

 

Mempersiapkan diri untuk produktif, apa, bagaimana caranya? Jadi bacalah artikel ini sampai selesai ya! Ketika Saya memikirkan untuk tetap produktif sepanjang waktu, saya berpikir tentang betapa gagalnya saya, saat saya ingin produktif. 

Sampai akhirnya saya menyadari sesuatu. Sebelum lebih jauh kita membahas tetang persiapan diri untuk menjalani kehidupan produktif menjadi gaya hidup sehari-hari. Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi produktif.

Produktif menurut kamus besar bahasa Indonesia, merupakan hal yang mampu memberikan keuntungan besar. Misalnya pohon Durian di belakang rumah saya (karena rumah saya di Kaltim) tahun ini menghasilkan buah yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun kemaren. 

Maka produktif merupakan istilah yang sangat bagus, untuk diterapkan dan terus diperjuangkan dalam kehidupan kita.

Lalu menurut Prof. Dr. Payaman Simanjuntak seorang ahli hukum, secara flosofis produktif merupakan mental seorang yang selalu berusaha untuk menjalani kehidupan yang lebih bermutu. Hari esok harus lebih baik daripada hari ini, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, terus mengembangkan diri untuk mencapai produktifitas diri yang tinggi. 

Maka saya mendefinisi produktif berdasarkan apa yang saya pelajari dan saya lakukan. Produktif merupakan kegiatan yang dilakukan, bermakna, bermanfaat, dan memberikan kepuasan bagi diri.

Intinya diri kita tidak membosankan pada waktu senggang. Dan hal itu haruslah dilakukan secara konsisten perlahan tapi pasti. Tidak terburu-buru, produktif persi saya tidak selalu berbicara tentang hal-hal luar biasa yang harus Anda dan saya capai.

Mari kita persiapkan diri untuk kehidupan yang produktif, kehidupan yang mempunyai alasan yang kuat untuk lebih baik dari hari ke hari. Mari kita mulai memikirkan apa saja hal-hal yang harus kita lakukan sehingga kehidupan kita semakin baik dan tidak membosankan.

Lalu apa saja persiapan itu? Tapi sebelum itu saya mau bercerita sedikit bolehlah (hehehehehe). Jadi begini, mengapa saya membuat judul? Mempersiapkan diri untuk produktif, karena istilah “produktif” saya baru memahaminya kurang dari 2 tahun dan saya tidak pernah ada alasan yang kuat mengapa saya harus produktif dan terus belajar setiap saat. Jadi diri saya sendiripun harus terus ingat mengapa saya harus produktif

Inilah mengapa pada pragraf awal, saya sedikit mengeluhkan tentang kegagalan saya untuk mempunyai waktu senggang yang bermanfaat. Karena pada awalnya saya tidak tahu mengapa saya harus rajin, saya tidak mengerti mengapa saya harus berjuang, dan produktif.

Jadi pada artikel ini, untuk kedepannya bagi kita yang akan memupuk gaya hidup lebih baik, lebih berkembang dan dengan alasan yang kuat, akan menjadi poin dalam artikel kali ini. Apa saja poin tersebut, mari kita mulai.

Menyiapkan Diri Untuk Produktif Seri Pengembangan Diri

1. Menemukan alasan mengapa harus produktif

Pada poin pertama ini, merupakan poin yang cukup sulit bagi saya. Karena meskipun saya sudah menemukan alasan yang tepat untuk tetap rajin, saya seringkali lupa.

Salah satu cara terbaik agar tidak cepat lupa. Jika Anda sudah mendapatkan alasan mengapa harus produktif. Adalah membaca, tapi bukannya membaca adalah salah satu komponen yang menunjukan kita produktif, ya benar.

Baik mari kita temukan alasan kita untuk dapat terus produktif. Saya ingin tegaskan ada banyak di luar sana orang yang rajin dan produktif namun melalaikan yang namanya membaca. 

Karena bagi orang yang sudah rajin dan produktif mereka tidak perlu terlalu banyak membaca. Namun jika Anda ingin menjadi seseorang yang produktif yang sangat berbeda dan tidak terlihat, namun mendapatkan kepuasan dalam kehidupan maka membacalah.

Hal paling penting yang merupakan alasan mengapa kita melakukan sesuatu, dalam keilmuan filsafat adalah pertanyaan untuk memaknai sesuatu. Pertanyaan yang cukup kuat, jika Anda memperhatikan kehidupan. 

  • Aku siapa? 
  • Untuk apa aku di dunia ini? 

Dari sini kita belajar bahwa mencari sebuah tujuan dalam hidup sehingga kita semakin produktif dimulai dengan adanya pemikiran yang memperhatikan sekitar, mempertayakan, dan mulai mempelajari. 

Bukan lagi memperhatikan diri sendiri, berjalan asal jalan. Namun sebuah tujuan untuk tetap produktif dimulai dari memikirkan hal-hal yang dianggap sepele oleh orang-orang malas, orang yang suka mengeluh, orang menyalahkan keadaan, dan tidak pernah menghargai karya orang lain. 

Mereka adalah orang yang selalu pura-pura bahagia dalam kebosanan yang menekan hidup, karena mereka tidak produktif.

Maka berpikirlah, bertanyalah, dan terus belajar. Jika Anda menemukan alasan kuat Anda harus produktif maka Anda akan terus bersemangat dan memulai hari dengan tujuan pasti tetap produktif. Yaaaa, meskipun pada realitanya kita sering gagal untuk produktif. Tapi akan selalu ada semangat untuk bangkit.

Saya menulis, saya membaca, saya terus memperhatikan sekitar, saya berusaha memahami seseorang, saya hidup dalam diam dan kadang sering membuat keributan di kelas. 

Hal itu merupakan usaha saya untuk hidup dalam ketidakbosanan, terus produktif karena saya mempunyai tujuan hidup untuk bisa menolong orang lain, saya produktif karena saya sangat mengerti kehidupan yang tidak produktif merupakan racun bagi sikologis saya dan pasti sangat membosankan bagi diri saya.

Maka bertanyalah, merenunglah, perhatikanlah, dan pelajarilah. Jangan malas maka saya yakin Anda akan menemukan alasan kuat untuk produktif. 

Oya satu lagi minta kepada Sang Pemilik kehidupan, berdoa untuk memuliakann Dia, bertanya pada-Nya karena Dia tahu untuk apa kamu ada.

2. Bertarung melawan gaya hidup lama

Ketika ibu saya meninggal, hal yang dapat membuat saya tenang dalam tekanan dan rasa rindu akan sesosok ibu. Maka saya tidur, dan hal itu terbawa sampai saya kuliah. Ini bukan tidur yang biasa-biasa saja. Karena pada waktu itu saya bahkan mampu tidur sampai 24 jam.

Inilah musuh utama saya untuk tidak produktif, kehidupan malas yang tertanam dalam diri begitu kuat. Persiapan untuk hidup yang produktif setiap saat, bukanlah hal yang mudah. Kita akan selalu merasakan rasa sakit yang bahkan akan membuat kita berteriak.

Gaya hidup yang tertanam dalam diri bagai karat yang akan mematahkan besi. 

Besi tebal yang kuat harus di cuci dengan air, lalu ia harus digosok, lalu harus dimasukan kedalam api dan di pukul menggukan palu yang beratnya kira-kira  4 kg.

Lalu dimasukan ke dalam air selagi besi itu panas, dan jika Anda pernah melakukannya. Anda bisa bayangkan suara mendesis keras yang dikeluarkan besi tersebut saat direndamkan ke dalam air. Belum lagi suara pukulan oleh palu.

Baca Juga : Mengapa tujuan hidup sangatlah penting? baca selengkapnya

Begitu juga dengan diri kita saat mempersiapkan hidup produktif, silahkan Anda bayangkan rasa sakitnya. Kecuali diri Anda terlahir di keluarga yang mendidik Anda untuk disiplin sejak dalam kandungan. 

Maka ilustrasi besi berkarat yang ditempa untuk menjadi besi yang berguna bukanlah masalah bagi Anda karena dari kecil Anda sudah ditempa.

Tapi jika Anda sama saya seperti saya yang memikirkan tentang kehidupan secara serius pada masa sudah kuliah maka kita harus siap-siap merima pukulan dari gaya hidup lama yang ingin tetap eksis. Yang baru memikirkan bahwa belajar itu penting, bahwa ada yang namanya waktu senggang, dan harus memiliki kehidupan yang produktif. 

Maka mari bersama merima rasa sakit, teruslah berjuang jangan manjakan diri kita, kita harus tegas pada diri sendiri. Ya tegas inilah cara terbaik untuk tetap produktif dan mencapai alasan kita untuk produktif.

3. Produktif itu sebenarnya keindahan dan kenikmatan 

Pada poin ke tiga mungkin Anda merasa aneh karena bertolah belakang dibandingkan dengan poin yang ke dua. Sebenarnya sama saja. Karena pada poin ini saya ingin mengajak Anda perhatian, bahkan dengan jelas memperhatikan kehidupan.

Ketika kita memperhatikan kehidupan, maka kita akan melihat berbagai realita. Saya suka berimajinasi, dan membuat berbagai ekspetasi. Tapi mau sampai kapan, mari lihat realita bahwa keindahan sejati dalam kehidupan adalah rasa sakit. 

Proses dan perjuangan itulah kenikmatan sesungguhnya, itu mengapa tidak ada tentara pasukan khusus yang siap mati untuk berperang mempunyai kehidupa  yang latihan santai-santai.

Baca Juga : Kehidupan yang dari hari ke hari terus menjadi lebih baik

Tidak ada binaraga yang keren karena mereka berhenti olehraga. Dan tidak ada kehidupan yang menyenangkan jika tidak ada rasa sakit tekanan dan proses. Dan inilah produktif. 

Poin saya ini mengajak Anda untuk mengubah cara pandang. Dan terkahir saya akan berbagi prodoktif yang ada dalam benak saya dan sampai sekaran terus saya perjuangkan yaitu. 

Produktif yang menyenagkan adalah ketika waktunya berlibur maka gunakan kesempatan itu dan nikmatilah.

Karena produktifitas bukan soal kerja dan kerja sehingga Anda tidak bisa menikmati hidup, dan menurut saya perkerjaan yang membuat kita lelah sehingga tidak menikmati pekerjaan itu, hal itu bukanlah produktif.

Jika waktunya untuk tidur tidak perlu terlalu memaksa untuk berkerja dan terutama waktunya istirahat jangan dipakai untuk bermain hp. 

Waktunya saya menulis dan membaca gunakan kesempatan itu sebaiknya. Berhenti sebelum selesai, gunakan waktu senggang agar tidak membosankan. 

Olahragalah dan ini poin yang tidak kalah penting. Dan inilah produktif yang sangat memuaskan dan menyenangkan. 

Produktif sepanjang waktu maka sekian artikel saya kali ini, saya harap dapat bermanfaat bagi Anda saya Agung mohon undur diri dari artikel ini, jelajahlah artikel lainya sahabat dan selamati menikmati hidupmu.

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.