Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Manajemen Waktu Sehingga Kehidupan Lebih Teratur

 Inspirasi, hidup produktif, hidup menjadi sukses dan kehidupan lebih memuaskan

takaknokai.com_Kawanku ketika saya menulis artikel dengan topik memanajemen waktu, hati saya berteriak dalam ketakutan dan kegelisahan. Karena pada dasarnya saya adalah orang yang sangatlah kacau dalam hal memanajemen waktu. 

Bukan dalam hal menyusun rencananya, tapi dalam hal mengeksekusi setiap rencana, saya mendapati diri saya kembali ke pola saya yang lama, pola yang tidak teratur, waktu yang terbuang sia-sia jauh lebih banyak.

Maka pada akhirnya saya tidak samasekali membuat perencanaan untuk melakukan sesuatu yang berguna seperti menulis, membaca, mengerjakan tugas kampus, dan masih banyak lagi. Yang ada dalam pikiran saya untuk dilakukan, dalam ketidakaturan saya jalankan. Hal ini sangatlah kacau.

Meskipun pada akhirnya, hati saya berteriak pada saya untuk mengatur waktu lebih baik lagi, mengatur setiap rencana kerja lebih spesifik lagi. Tapi pada dasarnya saya tidak suka, maka saya abaikan dalam ketidakpuasan saya karena kehidupan yang tidak teratur.

Harapan saya dengan menulis artikel ini, saya kedepannya mempunyai kekuatan untuk memaksa diri saya untuk mampu memanajemen waktu, sehingga kehidupan saya lebih teratur dan puas untuk melakukan hal-hal berguna bagi masa sekarang dan masa depan saya.

Sebelum kita belajar tips dari memanajemen waktu, saya ingin jelaskan manfaat dari memanajemen waktu, dan kesedihan yang mendalam ketika saya sekarang tidak teratur dalam hal memanajemen waktu atau saya tidak memanajemen waktu dengan baik.

Manfaat manajemen waktu

Sampai sekarang saya hanya dapat membayangkan betapa memuaskannya kehidupan kita, jika kita mampu memanajemen waktu dengan baik. Dalam hal ini saya ingin menyamakan dulu manajemen waktu yang saya maksud dengan Anda yang sedang membaca artikel ini.

Menurut Stephen Covey, Manajemen adalah keefektifan dalam menaiki tangga kesuksesan; Kepemimpinan menentukan apakah tangga tersebut bersandar pada tembok yang kokoh. Saya mengambil makna dari kutipan ini, tombok yang kokoh adalah waktu yang efektif, waktu yang tidak sia-sia tanpa menghasilkan sesuatu.

Manajemen waktu yang saya maksudkan lainya juga adalah ketika kita mencatat atau menjadwal setiap kegiatan yang akan kita lakukan, lalu hampir semua setiap kegiatan yang telah kita jadwalkan. Kita dapat melaksanakannya.

Menurut kamus besar bahasa Indonesa manajemen merupakan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Jadi sumber daya utama Anda dan saya adalah waktu, kita masih muda. Sasaran kita adalah tujuan hidup hari ini dan masa depan.

Manfaat yang akan sangat terlihat ketika manajemen waktu dapat terlaksan, setiap tugas, setiap artikel yang saya akan buat, setiap tugas kampus Anda mungkin. Mungkin Anda mempunyai jadwal untuk membuat video konten untuk youtube, akan terselesaikan tepat waktu.

Berikutnya tentunya akan ada kepuasan yang amat sangat dalam, ketika setiap tujuan jangka pendek yang Anda buat berhasil dan memberikan hasil. Pastinya diri kita akan lebih percaya diri, merasa diri lebih berguna dan berarti. Itulah menurut saya manfaat dari menajemen waktu yang baik dan berhasil.

Cobalah Anda pikirkan apa manfaatnya menurut Anda!!!

Hal buruk karena tidak adanya manajemen waktu

Ketika Anda dan saya dapat memanajemen waktu dengan baik, maka tidak ada sedikitpun hal buruk yang terjadi ketika kita belajar untuk lebih disiplin. Dalam hal ini yaitu disiplin menggunakan waktu sehingga produktif.

Maka inilah hal buruk ketika kita terus hidup dengan pola yang tidak teratur, pola yang tidak disiplin dan pola buruk ala-ala anak zaman sekarang, kehidupan yang lebih suka rebahan. 

Tekanan batin ketika tugas kita tidak segera terselesaikan, ketika sudah waktunya mengumpulkan tugas tersebut. Kita akan tergesa-gesa mengerjakannya, kita akan berjuang untuk berpikir agar dapat mengerjakan tugas tersebut dan menyelesaikannya hari itu juga. Hal ini akan sangat membuat kita merasa sangat tertekan.

Belum lagi tugas-tugas yang tidak selesai lainnya, ketika manajemen waktu kita buruk tentunya akan menumpuk tugas, hal ini sebenarnya seperti menggorok leher sendiri. Kita menghancurkan cita-cita, perlahan mematikan tujuan hidup kita, jika kita sudah memiliki tujuan hidup.

Tidak ada kepuasan dalam jiwa dan pikiran, hati yang akan selalu gelisah, tuntutan untuk hidup produktif akan semakin kuat. Ini yang saya namakan perjalanan menuju sukses, ketika kita sadar waktu yang tidak termanajemen dengan baik adalah ketidakpuasan sejati.

Mari kita belajar untuk menggunakan setiap waktu untuk terus berkembang dalam bentuk pengetahuan dan keahlian.

Memanajemen Waktu Sehingga Kehidupan lebih Teratur

Kita masuk pada poin utama dari artikel ini, yaitu belajar untuk membuat manajemen waktu dengan baik, belajar untuk perlahan tapi pasti melaksanakan apa yang telah kita atur, dan belajar untuk mematikan kemalasan.

Sedikit kutipan untuk Anda “ Kebijaksanaan sejati adalah ketika diri ini mematikan kemalasan dalam diri.” Setiap kita punya hak untuk mematikan kemalasan, maka salah satu caranya mari kita manajemen waktu kita dengan baik. Berikut penjelasannya.

1. Buat rencana yang spesifik

Spesifik adalah king dari setiap titik kehidupan, spesifik adalah kehidupan yang sesungguhnya. Tanpa perencanaan yang jelas, maka akan sulit bagi kita untuk bisa melangkah, ketika semuanya terlihat abstrak maka kita akan seperti daun yang terombang-ambingkan ditengah laut.

Daun itu tidak akan mengerti akan mana ia pergi, entah ia akan dibawa kepulau yang dipenuhi emas atau dibawa kepulau kematian. Dan mirisnya daun itu akan selalamanya terombang-abingkan ditengah lain, sampai akhirnya ia koyak.

Saudaraku saya yakin Anda adalah orang yang dapat berpikir, tetapi pikiran kita seringkali terjebak ditengah laut, seperti daud yang tidak berdaya. Maka mari kita menjadi kapal mesin, memegang kendali kehidupan kita, berpikir tahu arah timur, barat.

Sehingga kita dapat dengan lebih spesifik menentukan waktu-waktu dihadapan kita, apa hal berguna yang dapat kita kerjakan untuk diri kita sekarang dan masa depan. 

2. Tulis setiap rencana secara spesifik

Pada poin yang pertama saya hanya mengajak Anda untuk memikirkan waktu-waktu yang dimanajemen, hanya sampai pada pemikiran. Dan sebenarnya hal itu tidaklah cukup. Sampai Anda mencatatnya secara spesifik.

Kita sangatlah mudah lupa, dalam diri kita setiap hari, ada banyak hal yang masuk ketelinga kita lalu tertanam dalam pikiran kita.

Baca Juga : Fokus adalah kunci dari keberhasilan

Hal-hal inilah yang akan mengalihkan perhatian kita tentang jadwal yang telah kita tentukan untuk kita lakukan selajutnya.

Maka catatlah dalam buku khusus, bisa juga Anda ketik dan lalu diprin, sehingga Anda dapat melihatnya setiap waktu agar Anda mengetahui apa yang Anda harus lakukan, kerjakan sehingga kehidupan semakin produktif. Selamat mencoba kawanku.

3. Mengatur prioritas Jangka Pendek

Pada proses memikirkan secara spesifik, pada proses mencatat setiap hal yang perlu dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Kita juga harus memikirkan dan mencatat apa yang sangat penting untuk dikerjakan. Dan apa yang sangat tidak penting untuk diselesaikan pada waktu itu juga.

Ketika saya menulis artikel ini, saya sedang masuk pada semester yang baru perkuliahan saya. Dan saya membuat planning manajemen waktu saya pekerjaan yang menjadi prioritas saya, dimana pada tahun-tahun sebelumnya tugas kampus tidak menjadi prioritas saya untuk saya kerjakan. 

Pada semester ini, tugas-tugas tersebut ada pada urutan no 1 untuk dikerjakan dan selesai sebelum waktu mengumpulkan.

Lalu kedua membaca buku, menulis santai dibuku kecil, dan berolahraga. Untuk membaca hal ini bisa kapan saja saya lakukan ketika berada di kampus, di  bus mungkin ketika keluar kota, dan tentunya diperpustakaan jadi tidak terlalu saya jadwalkan. 

Ketiga saya memprioritaskan konten Facebook, Instagram, dan Blog atau artikel seperti yang Anda baca saat ini untuk saya kerjakan dengan serius. 

Menjadi hal utama dan saya harus mengerahkan semua kekuatan saya pada satu prioritas yaitu tugas, saya tidak ingin menyesal seperti semester-semester sebelumnya, dimana saya selalu menunda mengerjakan tugas. Mengapa saya mengulan hal ini, karena ini menjadi penekanan saya.

Saya harap Anda berpikir apa hal yang selama ini sebenarnya pantas menjadi prioritas Anda tetapi tidak Anda prioritaskan, hanya Anda kerjakan setengah hati seperti saya ketika saya mengerjakan tugas kampus.

Sehingga saya tidak menulis artikel, tidak membaca buku, malah main hp dan menonton video di Youtube ini konsekuensi logis ketika hal seharusnya prioritas tidak menjadi prioritas. Kan ini sia-sia saya rasa karena tidak ada waktu yang saya manajemen dengan baik dan spesifik.

4. Waktu produktifku kapan jam berapa?

Tanyakan pada diri sendiri kapan Anda sangat bersemangat mengerjakan hal penting, saya juga ketika mempelajari kapan waktu priduktif, saya menjadi bertanya kepada diri saya sendiri, kapan waktu paling nyaman untuk saya dapat fokus mengerjakan sesuatu yang penting. 

Saudaraku saya yakin Anda adalah orang hebat, ketika Anda mampu menemukan kapan waktu terbaik Anda dapat produktif. Maka kerjakanlah tugas yang menjadi prioritas tersebut pada waktu produktif Anda. Jika itu pagi hari, kerjakanlah pada pagi hari, jika malam hari sebelum istirahat, kerjakanlah pada waktu malam. saya secara pribadi waktu produktif saya sore hari sepulang kampus.

Namun saya seringkali bersemangat pada pagi hari, tapi pagi hari lebih bersemangat untuk tidur lagi😂

5. Tetap berkonsentrasi

Pada bagian ini ada hal-hal yang membuat kita melakukan tugas yang telah kita tentukan waktunya membuat kita tidak konsentrasi. Ada faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar misalnya Anda tidak bisa bekonsentrasi jika belajar sambil mendengar musik, sambik makan, dan hal-hal lain, maka jauhi hal itu dari hadapan Anda. Terutama hp hal luar yang ini akan sangat mengganggu konsentras belajar. 

Apalgi jika Anda lagi salah paham dengan sih dia. Hal ini akan sangat merusak konsentrasi Anda.

Selunjutnya adalah dari dalam Anda tidak akan bisa berkonsentrasi jika Anda sedang lapar. Maka makanlah! Dan yang terpenting ketika hati Anda jatuh cinta dan tiba-tiba hal itu menjadi fokus utama Anda seolah-oleh hal itulah tujuan hidup, maka hal ini akan sangat mengganggu konsentrasi Anda. 

Maka berkonsentrasilah, jika Anda merasa belum waktunya untuk menikah dengan cara memanajemen waktu, terus mengembangkan diri maka jauhlah hal-hal asmara yang menjanjikan Anda kebohongan cinta romantic, lihat realita dan berkonsentrasilah pada tujuan hidup, produktif, dan waktu yang termanajemen dengan baik.

6. Beristirahatlah

saya tidak lupa mengingatkan bahwa bagian dari produktifitas adalah beristirahat, buatlah manajemen waktu dimana Anda dapat beristirahat. Tidur jam 11 malam tepat misalnya. Waktu untuk liburan, jalan kehutan mungkin, berpergian ke luar kota. 

Buatlah manajemen waktu sebaik mungkin dan jangan lupa mencantumkan waktu terbaik untuk Anda dapat beristirahat, karena jika Anda sakit terlalu banyak berkerja, hal itu justru akan sangat menurunkan kenerja Anda.

Baca Juga : Konsisten membaca ada caranya silahkan dicoba

Waktu istirahai merupakan waktu yang sangatlah baik untuk memulihkan tenaga yang terkuras. Ada begitu banyak hal yang telah dilakukan sepanjang hari, sepanjang bulan, maka waktu bersantai merupakan idaman orang-orang yang suka produktifitas hidup.

Nasehat dari saya bagi diri sendiri, tentunya juga untuk Anda

Tapi jika Anda seorang yang lebih banyak rebahan, bertobatlah dan pikirkan, apa yang harus Anda kerjakan, jika Anda mahasiswa yang berfokus hanya pada keliah dapat nilai dan lulus ubahlah pola pikir Anda berpikirlah karya apa yang Anda dapat hasilkan. 

Mari sama-sama keluar dari zona nyaman yang cepat atau lambat membunuh kita. Saya ucapkan terimakasih kepada Anda yang sudah mau membaca tulisan saya ini sampai sejauh ini, semoga bermanfaat. Saya Agung Raditia, salam perjuangan semakin rajin dari hari ke hari.

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.