Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kitab Habakuk 3 Dan Implikasinya Berdamai Dengan Covid 19

definisielohim.org_Kitab Habakuk menceritakan, tentang seorang nabi yang sedang mempertanyakan TUHAN tentang suatu kejadian yang menimpa Yehuda. Penderitaan yang Allah ijinkan, kejahatan terjadi dimana-mana. Tidak adanya keadilan. Yang jahat semakin gemuk.

Saya telah menuliskan artikel Habakuk pasal 1 dan 2. Silahkan Anda baca jika belum membacanya Link dibawah ini :

Pada pasal satu, Habakuk bertanya kepada Allah, Seolah-olah Allah tidak peduli pada bangsa Yehuda, pada pasal 2 Allah menunjukan kapada Habakuk keadilan-Nya, bahwa Ia pun akan menghukum bangsa Kasdim, bangsa yang rakus dan sombong, bangsa penghancur bangsa lain, bangsa yang tidak mengenal Allah.

Bangsa Kasdim adalah bangsa yang tidak mengenal belaskasih saat menjarah bangsa lain. Bangsa yang mengumpulkan bangsa untuk menunjukan kehebatannya.

Penderitaan yang teramat sangat, Habakuk rasakan. Sesuatu yang wajar jika seorang manusia biasa ditekan oleh penderitaan yang begitu rupa.  Sehingga ia mempertanyakan mengapa dan apa alasan semua itu terjadi.

Tidak ada yang mencatat Habakuk meninggal di mana dan bagaiman Ia meninggal. Tetapi saya memprediksi ia dibunuh oleh tantara Babel ketika mereka meruntuhkan Bait Allah. Saudaraku mari kita mengambil implikasinya dengan apa yang terjadi di dunia kita pada tahun ini.\

Kitab Habakuk 3 Dan Implikasinya Berdamai Dengan Covid 19

Kitab Habakuk 3 Dan Implikasinya Berdamai Dengan Covid 19

1. Covid – 19 dan bangsa Kasdim

Baik bangsa Kasdim dan virus corona datang untuk merenggut nyawa manusia. Meskipun orang-orang yang terjangkit oleh virus ini masih dapat sembuh, tetapi adanya kemungkinan kerusakan paru-paru dan ketika mengalami sesak napas tentunya hal itu bukanlah hal mudah.

Pada tanggal 15/01/2021, data menunjukan yang meninggal seluruh dunia 2.000.066, untuk Indonesia sendiri ada 882 kasus, sembuh 716 meninggal dunia 25.484, bukan hanya ini kita merasakan secara lansung dampak dari virus satu ini. Ada begitu banyak kariawan yang kehilangan pekerjaan mereka. Tok-toko, tempat-tempat makan yang ditutup. Hal ini tentunya memperumit perekonomian.

Selama kurang lebih 11 bulan ketika kita pergi keluar rumah, dengan hati yang was-was. Dunia saat ini benar-benar sedang kacau, tidak adanya kepastian kapan wabah ini akan berakhir. Belum lagi hoaks yang disebarkan bahwa vaksin virus yang akan diberikan kepada kita adalah dari antikristus.

Hal ini menambah rasa resah dalam hati dan jujur hosk yang disebarkan itu membuat saya jengkel. Saya rasa seperti apa yang kita rasakan saat inilah yang Habakuk rasakan. Mungkin saat ini atau yang lalu-lalu Anda bertanya kepada Allah. Apa maksud dari semua ini, yang sedang terjadi.

Apa yang Allah mau melalui kejadian yang menimpa dunia saat ini, baru malam tadi tanggal 16, saya membaca berita bahwa terjadi gempa bumi di Sulawesi Barat, ada lagi bencana yang lainnya yaitu banjir yang sedang melanda Kalimantan Selatan. Ada lagu gunung meletus.

Bukankah hal menunjukan bahwa dunia tidak ada harapan untuk kekekalam yang saya rasakan adalah kefanaan dan kekelaman  penderitaan. 

Mengajarkan sesuatu yaitu kita tidak memegang kendali atas dunia. Yang dapat kita lakukan sekarang sama seperti Habakuk, yaitu mempertanyakan Allah. Berdoa, dan jika hati Anda benar kepada Yesus Anda akan mendoakan kemajuan pekabaran Injil hal ini sangatlah penting,

2. Bagaimana dengan Anda apa respon Anda?

Apa respon kita terhadap segala realita yang terjadi saat ini, apakah kita menjadi lesu dan kehilangan harapan. Atau kita mempertanyakan apa maksud dari semua ini, mengapa seolah-olah Allah begitu tega membiarkan manusia mengalami segala penderitaan.

Setiap kita selalu ingin yang terjadi dalam hidup kita adalah sesuatu yang baik. Bukan kabar buruk. Kita ingin jika bisa apa yang masuk ketelinga, hati, dan pikiran adalah segala sesuatu yang sedap didengar.

Pada masa pendemi ini saja, ada begitu banyak orang yang frustasi, saling menyalahkan, banyaknya dugaan-dugaan yang tidak berdasar. Apakah Anda termasuk orang yang menduga-duga dan berimajinasi tidak jelas.

Mari kita hidup sebagai seorang percaya sejati, kembali ke Habakuk, dalam kegalauannya, Allah tidak pernah diam. Allah tidak pernah membiarkan orang-orang yang berharap dan secara jujur bertanya kepada-Nya, Ia biarkan. Allah dalam kedaulatan-Nya, Ia menjawab. Jawaban Allah inilah yang akan membuat Anda akan semakin tenang dan kagum pada kebesan-Nya.

Maka bacalah Alkitab Anda dan renungkan, jangan bodoh Allah tidak akan berbicara kepada Anda jika Anda tidak mau mendengar-Nya karena Anda mengabaikan Alkitab. Alkitab adalah isi hati Allah Firman adalah Allah.

3. Berdamai dengan Covid-19

Habakuk 3, memberikan kepada kita pengertian akan sifat-sfat Allah yang membuat Habakuk sangat bersyukur. Bahkan dalam kesusahan sekalipun Habakuk menyatakan bahwa Ia akan tetap memuliakan Allah.

Covid-19 menyerang dunia tidak mungkin lepas dari kendali Allah, Ia berdaulat, Ia yang mengijinkan semua ini terjadi. Tentunya Ia memiliki maksud. Apakah kita mau tahu maksud Allah terutama bagi pribadi Anda?

Maka saya Kembali serukan kapada Anda untuk membaca kitab Habakuk pasal 3 secara pribadi dan renungkan. Karena yang saya tuliskan di artikel ini adalah pengalaman pribadi saya bersama Allah. Saya rindu Anda juga mengalami pengalaman dan sampai Anda terkagum-kagum ketika membaca dan merenungkan Alkitab. Maka bacalah Alkitab Anda renungkanlah!!

Kita kembali ke poin pembahasan. Pada pasal 1 Habakuk bertanya kepada Allah, Allah mejawab. Pada pasal 2 Allah Kembali menjawab dan menunjukan bahwa Ia juga akan menunjukan keadilan-Nya atas bangsa Kasdim. Ia akan menghukum Kasdim.

Pada pasal 3, karena yang terjadi di pasal 1-2. Maka Habukuk memuliakan Allah. Ia secara jelas mendefinisikan sifat-sifat Allah dipasal 3 oleh karena pergumulan dan Allah menjawab pergumulannya.

Kita dapat belajar dalam hal bergumul, mungkan hal yang terjadi tidak serta merta membaik, buktinya kejahatan, penyembahan berhala tetap terjadi di Yehuda. Bait Allah, dan segala perkakas Bait Allah dibawa ke tanah pembuangan.

Tuhan telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatkanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang! 

Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran, SELA keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumi penuh dengan pujian kepada-Nya.

Kitab Habakuk 3:2-3 TB

Pada pasal ini, Habakuk mendefinisikan kemuliaan Allah, sifat Allah yang Ia tanyakan yang awalnya Ia tidak mengerti pada akhirnya membuat Ia mengerti. Allah yang penuh murka, Allah yang adil dan penuh kasih sayang.

Bangsa-bangsa yang pada pasal satu menunjukan keganasan dibuat-Nya terkejut. Gunung-gunung hancur yang ada sejak purba, bukit-bukit merendah. Kasyim dan Midian gemetar. Allah mengalahkan segala jenis keagungan dunia yang fana.

Hal ini menunjukan kepada Habakuk dan membuat Ia mampu berdamai dengan keadaan yang mencekam dan tidak masuk diakal Habakuk. Bagaimana kita tahu kalau Habakuk berdamai dengan keadaan. 

Kita dapat membaca Habakuk 3 : 17-19, Puncak dari rasa syukur Habakuk. Hal ini menjukan kepada kita bahwa dalam pergumulan, saat kebingungan, dalam saat-saat genting dan tidak adanya harapan haruslah kejadian itu membawa kita kepada sifat Allah yang akan membuat kita terkagum.

Bagaimana dengan Anda sudahkah Anda berdamai dengan Covid-19.

Saudaraku hak terbaik saat ini yang bisa kita lakukan, dan apapun keadaan kita baik susah maupun senang. Baik masa pandemi maupun masa yang sudah tidak terkena pandemi. Mari kita memandang kepada Yesus.

Sama seperti nabi Habukuk yang bertanya kepada Allah, maukah kita juga bertanya kepada Allah dan melihat kemuliaan dan keagungan-Nya yang sangat luar biasa. Ia Allah yang mencipta langit dan bumi, berarti Ia Allah yang memegang control atas segala hal yang terjadi.

Berdamai dengan keadaan berarti melihat kemuliaan Allah dalam keadaan sesak. Bersyukur kepada Allah karena Allah mau mendidik. Kita pada dasarnya adalah manusia-manusia yang cinta dosa sama seperti Israel yang menyembah berhala. Saya tidak tahu entah berapa kali Anda dan saya melakukan praktik penyembahan berhala modern. Sadarilah itu dan bertobatlah!

Hal terindah ketika masa pandemi ini mari kita merenungkan Injil Kristus. Injil akan selalu menyatakan betapa sebenarnya berdosanya diri Anda dan saya, tapi pada saat yang sama Injil menebus kita dari hukuma sehingga kita mendapatkan pengharapan.

Walau dunia tidak akan penah memberikan harapan, kita tetap tenang berdiam melihat kemuliaan TUHAN yang memuaskan kita, memandang kepada Sang Kasih yang tidak akan meninggalkan kita.

Saudaraku, kerinduan saya karena adanya covid. Kita bersama sadar dan hal ini membawa kita semakin dekat dan mengenal Allah. Bukan hanya itu, kita semakin cinta kepada Allah, kita semakin berserah. Dan menyadari bahwa hidup kita adalah Yesus.

Merindukan Yesus saja, menginginkan Yesus saja, dan memuliakan Yesus saja. Akan memberikan kita sukacita yang tidak dipengaruhi keadaan dunia. 

Pada akhirnya sama seperti Habukuk menulis kitab suci, kita mampu berseru, “meskipun ladang tidak menghasilkan. Tidak ada lembu sapi dalam kandang, aku tetap bersorak dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Baca Juga : Kita adalah anak-anak Allah yang dikasihi-Nya

“Allah Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. Orang benar akan hidup oleh percayanya, orang benar karena ia dalam Kristus Sang Benar dari sorga.” 

Marilah kita merenungkan Kristus, memandang Kristus dan menikmati Kristus. Inilah kedamaian sejati, berdamai dengan pandemi dan setiap musim yang tidak akan bisa sama seperti ekspetasi kita.

Baca Juga : Covid 19 dan Injil Kristus Bersukacita Dalam Tuhan

Kiranya Allah yang adalah sumber hikmat dan damai sejahtera, memberikan kekuatan kepada Anda untuk berdamai dengan keadaan dan hidup hanya memandang kepada Yesus sehingga damai sorga nyata atas diri Anda. AMIN

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Kitab Habakuk 3 Dan Implikasinya Berdamai Dengan Covid 19"