Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kitab Habakuk 2 : 6-20 | Celakalah Kehidupan Yang Bijaksana Untuk Menindas

definisielohim.org_Pasal 2 Kitab Habakuk dimulai dengan pernyataan penantian Habakuk terhadap jawaban Allah. Atas segala pertanyaan yang ia lontarkan kepada Allah. Kita telah belajar pada pasal satu, Allah telah mengirimkan bangsa Kasdim untuk mendidik Israel dengan kata lain bangsa Kasdim menindas Israel.

Dalam kebingungan Habakuk, ketika melihat itu semua. Kita mendapat jawaban atas kebingungan Habakuk pada pasal 2. Dimana Allah menyatakan betapa adil-Nya Dia, Dia adalah Allah yang berdaulat. Dan tidak semua yang tidak baik bahkan kematian dan kehancuran adalah sesuatu yang sungguh-sungguh tidak baik.

Anak yang dikasihi oleh ayahnya akan selalu didik dan dihajar, ketika sang anak tidak didik dan tidak dihajar maka ia adalah anak gampang. 

Ada dua bagian dalam penglihatan Habakuk, Allah menyatakan jawaban-Nya atas segala sesuatu yang terjadi. Jawaban atas kebingungan Habakuk akan hikmat Allah yang menurut pemikirannya aneh.

Bagian pertama ayat 6-14, kita akan belejar penghukuman Allah, penderitaan, dan hajaran Allah dan janji Allah.

Bagian kerdua ayat 15-20, kita akan belajar dari ayat-ayat ini, bahwa setiap kecelakaan yang terjadi atas bangsa-bangsa karena mereka berharapan kepada yang bukan Allah, dan bagian terakhir Habakuk mendapatkan janji Allah.

Kitab Habakuk 2  6-20  Celakalah Kehidupan Yang Bijaksana Untuk Menindas

Kitab Habakuk 2 : 6-20 | Celakalah Kehidupan Yang Bijaksana Untuk Menindas

1. Celaka bagi bangsa penghancur (6-20)

Bangsa yang tangkas, semua kehebatan dan definisi dari bangsa Kasdim telah Allah definisikan di pasal 1. Mereka begitu hebat menurut ukuran mereka, bangsa-banga, bahkan Allah sendiri mengakui mereka adalah bangsa yang kuat, bangsa yang kuat berasal dari dirinya sendiri.

Pada pasal 2:5 mereka adalah bangsa yang rakus, bahkan mengumpulkan segala bangsa untuk diri mereka sendiri. Hal ini begitu mengerikan di mata Habakuk. Dan bukankah kecenderungan Anda dan saya  juga melakukan hal yang sama.

Tetapi ketika masuk ayat 6, kita akan melihat apa yang akan Allah lakukan bagi bangsa Kasdim, ada tiga kali kata celaka yang Allah ulang-ulang yang akan ditimpakan kepada bangsa yang gagah perkasa ini.

Celakalah orang yang mengambil bukan miliknya, saudaraku pada zaman ini, semua harta bait Allah semua perkakas Bait Allah mereka bawa ke negeri mereka, negeri Babel. Inilah kengerian dari kehancuran Israel, Bait Allahdihancurkan tempat sakral yang dipercaya oleh orang Yahudi tanda dari kehadiran Allah.

Pelajaran penting bagi Anda dan saya sebagai umut pilihan Allah, bahwa Allah tidak main-main ketika mendidik Anda dan saya ketika kita tidak mau dengar apa yang Ia inginkan. Sahabat apapun Anda, sepandai, sebijak apapun Anda ketika itu semua Anda lakukan untuk menindas.

Hanya akan menunggu waktu celaka seperti yang Alkitab katakana. Janganlah gunakan kekuatan kita untuk kehidupan sendiri, untuk kehormatan yang sia-sia belaka, kehidupan yang sebenarnya kebohongan tanpa Kristus.

Celakalah orang yang mengambil laba, untuk keperluan rumahnya sendiri. Mengambil keuntungan agar dirinya kehidupannya tidak mendapatkan malapetaka. Hal ini lebih ke bagaimana mengandalkan setiap keuntungan bersih untuk sebuah kehidupan yang nyaman tanpa tekanan.

Bukanlah ini diri kita, kita suka kehidupan yang berharap pada setiap hal  yang kita miliki agar kita merasa aman. Kita manaruh rasa aman pada uang, kita menaru rasa aman kepada laba dan keuntungan. Kita anaruh rasa aman pada diri sendiri.

Saudaraku celakalah kita yang masih menaruh rasa aman pada laba, kita adalah orang-orang yang menyedihkan sebenarnya, ketika bukan Allah yang menjadi sumber harapan kita, kita sama seperti bangsa Kasdim yang merampas, mengambil keuntungan untuk keamanan diri. Padahal semua itu sia-sia.

Celaka ke tiga yaitu celaka karena ketidakadila, orang-orang yang demi dirinya sendiri merekalakan orang lain tertindas. Saudaraku mari kita renungkan hal ini, bahkan sacara begitu sering terjun dalam ketidakadilan dalam hal memperlakukan sesama.

Kita sering terjebak demi keamanan dan nama kita sendiri kita meyakiti hati sesama kita melalui perkataan dan perbuatan kita.

Ketika begitu sering mendirikan kebahagiaan kita ditengah tertekannya perasaan sesama kita, dalam segala penderitaan itu, apakah  kita mau terus menerus menjadi Kasdim-kasdim masa kini yang akan kena celaka oleh Allah.

Pada bagian terakhir ayat 14, kita akan melihat. Ditengah keadilan yang Allah tegakkan atas Israel dan Kasdim yang diperlihatkan kepada Habakuk. Allah mendidik Habakuk. Bukankah kita sering menayakan hikmat Allah. Kita sering meragukan kehebatan dan kemahakuasaan Allah.

Sama seperti Habakuk yang bingung, kita sering merasakan hal itu, tapi mari kita pandang kepada Dia Allah yang berdaulat atas segala hal yang terjadi dalam dunia. (14) "Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”

Maksud dari segala hal yang terjadi menyadarkan Habakuk akan kemuliaan TUHAN, dan mari kita pikirkan dan doakan hal ini, ditengah dunia yang tidak berpihak kepada Anda dan saya. Kita seharusnya semakin mengenal kemuliaan Allah. Kita seharusnya semakin melihat kemuliaan yang indah.

Keindahan dari kemuliaan yang akan membuat hati kita gentar dan berkata semua itu bukan lagi tentang kita tapi tentang Dia Allah yang mahakuasa. Kemuliaan-Nya biarlah menguasai dunia, mari kabarka Injil Allah dan siarkan kemuliaa-Nya. 

2. Berdiam dirilah Allah ada di bait-Nya (15-20)

Pada bagian ini kita akan belajar 2 kata celaka dan memandang kepada janji Allah, mengenal sifat Allah. Mengenal Allah jauh lebih penting dari pada segala kegiatan dan kesibukan yang kita hari-hari ini lakukan. Kita masuk pada bagian celaka yang pertama.

Celakalah orang yang memberi minum bercampur amarah bahkan memabukan untuk melihat auratnya. Hak ini berbicara tentang ketidakberdayaan Yehuda karena bangsa Kasdim. Mereka kena malu dan tergeletak karena kemabukan.

Mengutip Tafsiran Alkitab Wycliffe

penulis : Kyle M. Yates, Sr. TH.D., Ph.D.; Philip C. Johnson, Th.D.; dll

Memberi minum sesamanya manusia. Perbandingan dengan beberapa bagian lain dalam Perjanjian Lama, seperti Yeremia 25:15,16; Yesaya 51:17; Mazmur 75:8, menunjukkan bahwa pernyataan ini tidak boleh diartikan secara harfiah. 

Konsepnya adalah tentang menimbulkan suatu keadaan terhina dan tertelungkup tak berdaya seperti orang yang mabuk. Auratnya. 

Nafsu sensual dipakai sebagai kiasan untuk nafsu akan kekuasaan yang kejam. Pemakaian kiasan-kiasan ini tentu saja secara tidak langsung berarti sebuah kutukan keras atas tindakan-tindakan pribadi yang menimbulkan kiasan tersebut.

Allah sendiri yang akan mecelakakan Kasdim, celaka yang kedua adalah gambaran yang sangat baik untuk dibawa ke masa modern dan harus benar-benar Anda dan saya renungkan.

Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: “Terjagalah!” dan kepada sebuah batu bisu: “Bangunlah” Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi Roh tidak ada samasekali di dalamnya.

Saudaraku kembali kita dibawa oleh kitab Habakuk tentang penyembahan berhala, bangsa Kasdim adalah penyembah berhala. Yahudi alasan utama mereka kena murka Allah dalam keadilan-Nya Ia mendidik Israel dengan kesakitan dan kengerian yang begitu rupa. Allah adalah api yang menghanguskan.

Itu semua karena penyembahan berhala. Penyembahan berhala adalah akar dari semua dosa, ia adalah dosa yang palin pertama ditaruh dalam 10 hukum Allah. 

Bukankah kita begitu sering berharap kepada hal yang bukan Allah, kita menaruh harapan kita kepada apa yang kita miliki. Hikmat kita bahkan uang. Berhala-berlaha yang pada zaman dahulu berwujud kayu, perak, dan emas. Mereka telah berubah dalam bentuk yang lain.

Segala hal yang menjadikan Anda lebih cinta hal itu, lebih mengetumakan hal itu dan melupakan Allah bahkan tidak menyembah Allah. Itulah berhala Anda. Mari bersama kita memandang kepada Allah, memohon ampun kepada-Nya.

Kita adalah penyembah, pertanyaannya siapa dan apa yang kita sembah. Dan bangsa Israel lebih memilih menyembah berhala, sama seperti bangsa-bangsa lain. Ketika tujuan hidupmu bukan Injil Kristus, tapia pa yang dunia tawarkan harta dan segala jenis kepuasan yang ada, maka itulah berhala.

Berdiam diri menikmati Allah

Semua orang terlah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, kamu sudah mati karena pelanggaran dan dosa-dosamu. Tidak ada yang benar, tidak ada yang mencari Allah semua manusia sudah bobrok. Merena berjalan menurut kemauannya masing-masing.

Sama seperi Habakuk yang merasa berhikmat dengan cara menayakan hikmat Allah seolah-olah ia ingin mengatakan bahwa apa yang Allah sedang lakukan adalah kesalahan besar. Tapi Allah menjawab dan memberikan kepada Habakuk pengertian baru.

Inilah kasih karunia Allah, Injil keselamatan memang Cuma-Cuma tapi harus kita ingat kasih karunia itu adil Ia adalah api yang menghanguskan. Tetapi orang benar itu akan hidup oleh percayanya saja. Kita telah dibenarkan di dalam Kristus.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri. Yesus menggantikan kita semua hukuman dosa Anda dan saya ditimpakan kepada-Nya.

Ia yang tidak berdosa menjadi dosa karena kita, ia yang benar, kudus, tidak bercacat dihadapan Bapa. Menjadi berdosa karena semua dosa-dosa Anda dan saya ditimpakan kepada-Nya, dengan darah yang mahal, Ia menebus kita, Ia membersihkan kita dari dosa, Ia membangkitkan kita dari kematian. 

Baca Juga : Kash Allah Kepada Kita Sempurna Janganlah Mengandalkan Manusia

Kebenaran Kristus ditaruh dalam kita, kita adalah orang-orang yang dibenarkan, orang benar akan hidup hanya oleh percaya, iman, berpenyerahan setiap hari kepada Allah dalam Yesus.

Maka mari kita merenungkang kehidupan Yesus, kematian Yesus, dan kebangkitan Yesus. Berdiam dirilah sebab Allah ada di bait-Nya. Ia hadir untuk memberikan kehidupan dan ketenangan bagi jiwa. 

Ia adalah tujuan kehidupan ini, Ia adalah Pribadi malia yang dicari oleh jiwa, dirindukan oleh Roh untuk dinikmari, karena kit aini buatan Allah untuk berbuat baik, Ia mau agar kita hidup dalam Kristus sampai selamanya.

Baca juga : Gaya Hidup Yang Diubahkan Oleh Injil

(20) Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi.

Kekristenan adalah penyerahan, menyadari bahwa diri kita milik Yesus. Menjadikan hidup penuh sukacita dan akan terus menjadikan kita orang yang suka berdiam, menikmati Allah untuk semakin lebih dalam lagi mengenal kekayaan Sang Firman Yesus Kristus.

Allah Roh Kudus menyertai Anda dan terus mengingatkan Anda untuk hidup hanya memangg kepada Yesus. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana.