Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Dari Orang Lain Seni Untuk Tidak Menjadi Diri Sendiri

 

Pada artikel Pengembangan diri kali ini saya ingin membahas tentang bahayanya ketika kita menjadi diri sendiri. Artikel dengan topik yang sama telah saya tulis dan telah dipublis di blog kompiajaib.com untuk memasang backlink ke blog saya yang raditiacerpen.com. 

Topik kali ini sangatlah penting menurut saya, karena saya sedang mengajak Anda untuk berpikir sesuai realitas dan berpikir kepada pemikiran yang lebih praktis lagi. Kita harus tahu apa bahaya yang akan ditimbulkan saat memutuskan menjadi diri sendiri. 

Bahaya utama ketika kita menjadi diri sendiri, dan menelan mentah-mentah kata-kata motivasi ini, maka akan menjadi pribadi yang seenaknya sendiri. 

 Ada tiga poin penting yang akan saya jelaskan bahaya mengapa saya menganjurkan Anda untuk tidak menjadi diri sendiri dan pada poin terakhir saya akan menjelaskan tujuan dari artikel ini, tidak lain tidak bukan untuk berbagi pemikiran dan realita yang telah saya alami.

Ingat setiap tulisan dalam artikel ini tidak sepenuhnya benar, jika sahabat mempunyai pola pikir yang berbeda kita bisa berdiskusi di kolom komentar. Baik tetap stay, di artikelnya ya simak dan teruslah baca.

Belajar Untuk Tidak Menjadi Diri Sendiri

1. Menjadi pribadi yang seenaknya sendiri

Saya sangat menyukai sebuah argumentasi terutama kata-kata motivasi, hal itu mampu mendorong saya dari dalam memberikan saya pengetahuan untuk bertindak. Dan motivasi yang hingga sekarang melekat dalam hati dan pikiran saya adalah menjadi diri sendiri. 

Hal ini yang menjadi dasar tindakan saya, maka sekarang saya berani mengatakan bahwa motivasi ini adalah omong kosong belaka. Karena saya sudah mengalami kekosongan dari omong kosong ini.

Menjadi pribadi yang seenaknya, ketika kita meresapi kata-kata ini, diri sendiri kita akan secara sadar mendefinisikan bahwa diriku apa adanya sekarang, sehingga ketika kita adalah seorang yang suka membully di sekolah, kita akan menjawab dengan mudah ini diriku sendiri.

Seseorang yang menjadi diri sendiri akan selalu berlaku seenaknya terhadap orang lain, dan inilah yang dulu saya lakukan ketika saya masih menjadi diri saya sendiri. Pondasi yang salah dalam hal menyikapi untuk menjadi diri sendiri akan sangat mengacaukan kehidupan.

Hal ini dapat merugikan diri saya sendiri bahkan orang lain yang ada di sekitar saya. Maka artikel ini saya tulis mari kita lanjut ke poin ke dua.

2. Rasa rendah diri berlebihan dan percaya diri berlebihan

Jika seseorang masih menjadi diri sendiri, dengan kebebasan palsu yang ia miliki. Jika ia tidak merasa rendah diri secara berlebihan, ia akan merasa percaya diri  yang lebih condong kepada tinggi hati. Bahkan saat ia merasa rendah diripun ia sedang menjadi pribadi yang tinggi hati.

Atas dasar apa yang menulis seperti ini? Saya akan jelaskan. Ketika seseorang menjadi diri sendiri, saya ingin tegaskan satu hal. Segala sesuatu yang ia pikirkan semuanya tentang dia. Sehingga segala sesuatu yang terjadi ia akan selalu berusaha melindungi dirinya.

Ketika saya menjadi diri saya sendiri, saya adalah seseorang yang sangat merasa rendah diri. Dalam hati terdalam saya meskipun saya begitu sering menyampaikan hal-hal yang luar biasa. Dan berlaku seenaknya untuk menyimpan rasa rendah diri.

Antara sadar dan tidak sadar akan selalu ada rasa banyak hal yang kurang dalam diri, banyak hal yang harus dipelajari. Karena diri yang lebih suka menjadi diri sendiri, sangatlah gengsi mengakui bahwa saya ada kekurangan. Hal ini juga akan menjadikan kita menjadi pribadi yang tidak terbuka dan selalu bersembunyi dalam keangkuhan yang diam dan ada juga keangkuhan yang suka pamer.

Selalu menjawab dengan logisnya, inilah diriku aku memang begini dari lahir. Aku adalah aku, diriku sendiri bukan dia, jangan banding-bandingkan aku dengan orang lain. 

3. Menjadi pribadi yang tidak memiliki perkembangan

Seperti janji saya pada pendahuluan artikel, saya akan menjelaskan tujuan dari penulisan artikel ini, ya saya tidak mau Anda yang menjadi diri sendiri tidak berkembang. Apa maksud saya, oke kawan lanjutlah baca sampai habis ya artikel ini.

Sedikit lagi sampai akhir, hal yang melatar belakangi saya menulis artikel ini, yaitu tentang tugas akhir perkuliahan. Lalu saya bandingkan dengan orang-orang termasuk saya, suka menjadi diri sendiri, suka melakukan segala sesuatu seenaknya sendiri.

Jika tugas akhir kuliah menjadi dirinya sendiri, saya berani pastikan orang yang memiliki tugas tersebut tidak akan dapat menyelesaikan kuliahnya. Bahkan akan diberhentikan jika melewati batas waktu menjadi seorang mahasiswa.

Baca Juga : Konsiten Membaca Buku Dan Teruslah Berkembang

Maksud saya tidak ada skripsi yang diterima tanpa refrensi dan catatan kaki, tidak ada kehidupan yang bermakna tanpa refrensi kehidupan, ketika saya menulis blog, awalnya saya menjadi diri sendiri yang malas belajar dan suka-suka akhirnya tulisan saya tidak muncul-muncul di halaman utama google, sungguh menyedihkan.

Maka maksud dari artikel ini, saya ingin Anda yang membaca jadilah diri orang lain yang jauh lebih hebat, lebih pandai, lebih berpengalaman. Jadi di sini yang saya maksud adalah menjadikan mereka refrensi kehidupan Anda. 

Sehingga kita mampu menemukan gaya hidup yang tidak asal-asalan seenak jidat tapi itu merusak kehidupan kita dan orang lain. Ketika kita menjadi diri sendiri kita pasti angkuh, selalu ingin menjadi yang benar, dan terpenting karena rasa angkuh tidak mau belajar, diri tidak akan berkembang.

Selalu merasa aku memang seperti ini, kawan, ketika menjadi diri sendiri hal yang terpenting sebelum menemukan gaya dalam hidup kita perlu yang namanya belajar. Saya sangat suka menulis puisi dan ketika saya menjadi diri saya sendiri saya dapat merasakan bahwa puisi yang saya tulis tidak berkembang.

Maka saya perlu melepaskan ke-aku-an saya yaitu rasa menjadi diri sendiri agar saya lebih berkembang, ketika saya mulai menulis tentang psikologi, filsafat, pengembangan diri, bahkan biografi ada banyak buku yang harus saya baca.

Baca juga : Inilah penjelasan tentang berbagai manfaat membaca

Tinggalkan konsep jahat yang merusakmu yaitu diri sendiri. Mulailah belajar dari banyak sumber sampai akhirnya menemukan gaya kehidupan dan ketika menemukanpun kita harus terus belajar sampai maut menjemput.

Dari banyaknya belajar inilah, kita akan menemukan gaya kehidupan (menjadi diri sendiri sesungguhnya), saya mengutip kata-kata dari Jack Ma, Ketika ingin melakukan sesuatu, apakah hal itu dapat bermanfaat bagi orang lain atau tidak. jadi agar kita tahu hal itu bermanfaat atau tidak bagi  orang lain, kita harus belajar dan pada saat proses belajar inilah kita tidak dapat menjadi diri sendiri karena kita sedang meniru.

Kita harus meniru, kita harus gagal, kita harus merasakan rasa sakit, kita harus menyesal, dan kita harus bangkit, inilah yang terpenting. Bangkit dan ulangi temukan hal baru terus tekuni sampai akhirnya kita berterimakasih pada diri sendiri.

Salam saya Agung Raditia, sekian artikel kali ini saya harap dapat berguna bagi Anda yang membacanya. Sampai ketemu lagi di artikel-artikel lainnya. Dahhhhhhhhhh.

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Belajar Dari Orang Lain Seni Untuk Tidak Menjadi Diri Sendiri"

Berlangganan via Email