Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

1 Yohanes 3 : 1 Anak-anak Allah Yang Terkasih

definisielohim.org_Sangat jarang kita menemukan seorang ayah tidak mengasihi anaknya. Sejahat, senakal, dan pemberontakan sang anak yang begitu sering menyakiti hati ayahnya. Tetap yang akan kita temukan dari seorang ayah adalah kasih yang sejati, kasih yang rela berkorban, kasih yang memaafkan, kasih yang tidak mendendam, bahkan kasih yang mendidik.

Ketika mempelajari 1 Yohanes pasal 1 kita diajak untuk melihat kasih karunia Allah yang juga memuaskan kehidupan sosial kita, di mana kita diajak untuk hidup dalam persekutuan seiman dalam sukacita sorga, maka kita bisa mengetahui bahwa Kekristenan adalah persekutuan.

Kita tahu bahwa kita telah diampuni, jika kita mengaku dosa, Ia Allah yang setia dan adil menyucikan kita dari kejahatan dari dalam diri yang sudah ada sejak dalam kadungan. Kasih sejati hanya bisa kita temukan dalam persekutuan Kristen sejati dan kasih sejati selalu berakar dari kasih Bapa kepada anak-anak-Nya.

Sebelum kita masuk bagaimana kita dapat mengerti bahwa kita benar-banar anak Allah, kita harus benar-benar sadar dan mengerti bahwa kita adalah manusia berdosa dan mengakui dosa dan mengakui Yesus adalah satu-satunya manusia benar yang menebus dosa kita.

Saudaraku berkat terindah dalam hidup ini ketika kita menyadari bahwa kita adalah manusia berdosa, hati kita dilembutkan dari hari ke hari. Kita diubahkan sehingga kita bisa menikamti Dia secara nyata, bersama dalam perseketuan dengan saudara/i seiman.

1 Yohanes 3 : 1 Anak-anak Allah Yang Terkasih

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.~ 1 Yohanes 3:1 TB

Kita Menjadi Anak-anak Allah dan konsekuensi menjadi anak Allah

1. Anak-anak Allah

Kita adalah orang-orang berdosa, darah Yesus menebus kita, semua kutuk dosa, semua hukuman dosa, semua penderitaan kesakitan kelamnya api neraka, semua murka Allah, semua yang pahit dan menyakitkan oleh karena kutuk dosa. Ditimpakan kepada Yesus ketika Ia disalibkan, Yesus seolah-olah yang berdosa.

Agar semua kebenaran, keindahan, semua yang kudus, semua yang suci, dan benar, ditimpakan kepada kita, sehingga kutuk dosa tidak ada kuasa atas kita. semua dakwaan dosa tidak bisa menghukum kita, seolah-olah semua yang benar Yesus lakukan kitalah yang melakukannya.

Apakah sesudah kita tahu bahwa semua dosa telah ditebus, kita bisa seenaknya menikmati dosa? Jawaban saya jika Anda sampai hari ini tidak pernah berduka karena dosa, tidak pernah menyesali dan berbalik kepada Yesus dan terus hidup dalam penipuan kepada diri sendiri dan orang lain. Maka Anda bukan anak Allah, Kebenaran Kristus tidak ada dalam Anda. Bertobatlah!

Bagaimana mungkin jika kita sudah ditebus oleh Yesus karena kasih karunia, kita tidak bertobat. Karena pada dasarnya ketika kita menerima Kasih Karunia kita menjadi anak Allah, anak dan orang tua tidak bisa dipisahkan dari yang namanya cinta kasih yang mengingkat mereka.

Begitu juga dengan kita dan persekutuan kita dengan Allah, ketika kita ditebus dari cinta yang sia-sia akan dosa, kita disadarkan bahwa selama ini kita tidak pernah dicintai oleh dosa, dosa memperbudak, dosa membawa kita kepada kebinasaan, meskipun setiap janjinya adalah kenikmatan.

Kita yang dulunya mencintai dosa, mencintai diri sendiri, mencintai segala kefaan, mencintai semua hal yang sebenarnya memperbudak kita, bahkan diri sendiri. Kita disadarkan oleh kasih karunia Allah bahwa hanya Bapa satu-satunya yang mencintai kita dan cinta itu sempurna. Semua pembuktian cinta Bapa Anak Allah yang kudus Sang Tunggal dari sorga kekal, menderita di kayu salib. 

Bapa yang mengasihi kita dengan kasih yang kekal, dan kasih ini tidak akan bisa membuat hati kita tidak tertekun dan memberikan diri hanya kepada-Nya. Berserah untuk melayani dan memuliakan Dia.

Sehingga kita menyerahkan diri kepada Yesus Tuhan dan hidup menjadi anak-anak Allah dalam persekutuan untuk memuliakan Dia melalui kehidupan sehari-hari, dan mengabarkan Injil Yesus kepada dunia. 

Kita juga jangan melupankan keadilan Allah, Allah tidak akan segan menyakitimu karena kebebalan hati kita yang tidak mau bertobat. Ia tidak segang untuk mendidik milik-Nya, dan didikan Allah yang menyakitkan itulah anugerah yang terindah, berkat kekal dari sorga mulia. Jika kita sudah menyadari dosa-dosa kita.

2. Konsekuensi  menjadi anak-anak Allah

Dunia yang tidak mengenal Yesus akan sangat membenci kita, ketika kita menjadi Anak-anak Allah tidak akan mungkin kita akan disukai oleh dunia yang jahat, kuasa kegelapanpun akan sangat membenci kita.

Kuasa dunia ini akan selalu membawa kita kepada yesus palsu. Yohanes menuliskan surat 1 Yohanes karena ada satu masalah yaitu ajaran sesat. Ajaran yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus (Mesias). Inilah musuh anak-anak Allah, dimana kita akan selalu diseret kedalam kehidupan yang tidak mengakui Yesus sebagai juruselamat.

Baca Juga : Yohanes 1 | Persekutan Anak-Anak Allah Yang Bersukacita

Dunia mengajarkan kita banyak hal, mendogma kehidupan kita bahwa sebenarnya kita tidak memerlukan Yesus untuk dapat selamat. Jika kita tetap mengandalkan Yesus kita akan dibenci. Saudaraku dalam hal ini saya tidak membicara tentang kehidupan berbeda agama.

Bahkan ketika kita hidup bersama orang-orang Kristenpun ketika hidup kita benar-benar mengandalkan Yesus, ketika kita benar-benar menyerahkan diri kita kepada Yesus setiap keputusan dan kebenaran kita adalah Yesus standarnya.

Maka para Kristen yang masih berpusat pada hikmat, diri sendiri, di mana doa-doanya hanya tentang dia dan kemuliaannya. di mana pembacaan Alkitabnya hanya untuk memuaskan kehidupan fananya untuk kemuliaannya, mereka akan sangat dengan mudah membenci kita.

Ketika kedidupan Anda tidak berpusat pada Yesus akan dengan mudah Anda menjadi bagian dari dunia, dan tidak mengasihi sesama, dan Anda membenci orang-orang Kristen sejati yang berpenyerahan pada Yesus.

Kita akan banyak menemukan musuh-musush di mana setiap ajaran mereka hanya memuliakan manusia, mereka berusaha mengangkat drajat manusia dan tidak menyingkapkan dosa, kalaupun menyingkapkan dosa. Itu semua tidak lain untuk mendapatkan berkat Tuhan sehingga mereka berjuang untuk melakukan kebaikan untuk membayar Tuhan agar diberkati. 

Merekalah orang-orang yang akan dengan gampang membenci kritikan, membenci Injil yang murni, mereka adalah pengajar-pengajar yang meremehkan dosa, tetapi memuliakan kehidupan yang bermoral, dan Makmur untuk memembayar Allah. 

Merekalah dunia yang berkedok Yesus tetapi sesungguhnya yang mereka tahu hanyalah yesus sih Gudang berkat untuk kemuliaan mereka.

Inilah yang dilakukan guru-guru palsu kepada jemaat di Efesus saat itu, tujuan surat 1 Yohanes kepada jemaat di Efusus. 

Renungkalah Injil Kristus!!

Saudaraku marilah kita hidup dalam Yesus, dan saya tidak akan pernah bosan mengulang kalimat saya yang satu ini, “Injili diri Anda sendiri setiap hari.” 

Karena dengan Injil kita bisa mengoreksi diri kita, apakah kita sekarang sedang ingin sama seperti dunia, jika ya maka kita akan melihat Kasih Karunia dari Sang Bapa begitu nyata dan dengan berani kita mengakui dosa-dosa kita dan Allah menyucikan kita dari kejahatan. Kejahatan hati kita yang selalu ingin menjadi serupa dengan dunia.

Baca Juga : Merenungkan Habakuk 3 Dan Refleksinya Sehingga Berdamai Dengan Covid-19

Meskipun kita dibenci oleh dunia, oleh pengajar palsu yang tidak memuliakan Allah tetapi memuliakan diri mereka sendiri, kita tetap berpedang teguh pada Injil Yesus Kristus, Injil yang memulihkan hati yang terluka akibat dosa, Injil yang menjadi penyejuk jiwa, 

Injil yang selalu memberikan harapan, Inspirasi, motivasi untuk terus melangkah menikmati kemuliaan Sang Injil untuk memberitakan Injil demi kemuliaan Allah tersiarkan dimuka bumi. 

Kiranya Allah yang penuh belaskasih mengampuni dosa-dosa kita anak-anak-Nya dan memberikan kita kekuatan untuk mengabarkan Injil Yesus kepada sesama kita dan diri kita sendiri. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " 1 Yohanes 3 : 1 Anak-anak Allah Yang Terkasih"

Berlangganan via Email