Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Natal Untuk Kita | Pemikiran Tentang Natal

Merenungkan Tentang Natal_ Ketika  saya terdiam melihat diri saya yang kumal pada waktu bangun dari tidur, terduduk merenung. Melihat diri sendiri yang adalah orang berdosa, ada begitu banyak kegagalan kecil dan besar terjadi dalam kehidupan saya. 

Ketika saya merasa diri saya adalah yang terbaik, pemikiran semacam ini secara alami hadir karena diri sendiri ingin yang terbaik. Dan inilah kegagalan diri, inilah pemberontakan diri saya terhadap Sang Pencipta.

Karena tersadar, dosa bukanlah tentang saya membuat sesuatu yang sangat jahat, seperti kriminal. Dosa adalah saya, saya yang merupakan keturunan Adam, Daud menuliskan, “sejak dalam kandungan ibuku aku sudah berdosa.”

Pada bulan Desember 2020 ini, awal baru perjalanan saya menjadi seorang penulis blog. Bulan, tahun pandemi covid. 

Dunia yang diciptakan terlihat perlahan tapi pasti akan hancur oleh tuanya zaman ini, kehidupan berjalan seperti biasa. Namun pernahkah kita sadar bahwa kehidupan ini fana?

Pernahkan kita memandang natal sebagai tanda dari kematian? Natal sebagai tanda dari tetes darah yang akan menebus kita dir dosa yang membelenggu. 

Tapi natal akan sangat tidak berdampak dan biasa-biasa saja jika kita masih memandang diri kita adalah orang bijak, baik, pandai, dan terus meremehkan segala sesuatu sehingga kehidupan yang dipandang semuanya tentang saya. Maka bertobatlah!

Ketika saya merenungkan natal, hal pertama yang saya ingat adalah masa kecil dengan lilin, lalu setelah selesai ibadah natal bersama jemaat. Makan bersama dengan berbagai jenis hidangan. Makan babi kecap, sayur Nangka muda dengan ayam dimasak santan. Dan banyak lagi makanan yang dihidangkan, jika Anda orang Dayak mungkin Tumpi tidaklah asing, itulah natal yang saya ingat.

Kini umur saya 22 tahun, saya diajak oleh Alkitab yang akan menjadi dasar renungan natal kita, dan ketika saya mengingat salah satu bagian kitab Yesaya. Mungkin akan banyak orang yang menyukai kata Imanuel yang berarti Allah menyertai kita (dalam kitab Yesaya), ya, saya suka kata itu.

Tapi mari kita renungkan bagian ini, saya teringat ketika Yesaya menulis, “Ia menderita kesakitan, Ia dihina, dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan. Ia sangat menderita sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia dan bagi Anda dan saya Dia tidak masuk hitungan.”

Namun yang harus kita tahu dan mengerti bahwa penyakit (dosa) kitalah yang ditanggun-Nya, dan sengsara akibat pemberontakan kitalah yang dipikul-Nya. Padahal kita memandang orang yang demikian kena tulah ditindas Allah. 

Inilah natal bagi saya, menyingkapkan kejahatan hati saya dan menyatakan kasih terbesar, terindah, terbaik sepanjang sejarah umat manusia.

Natal tahun 2020 ini, saya akan memaknainya dengan dua poin penting dengan memandang tetap pada dasar yang benar yaitu Alkitab adalah INJIL.

 Renungan Natal Untuk Kita | Pemikiran Tentang Natal

1. Cinta pertama kita membawa kepada kefanaan

Mungkin Anda bertanya, siapa cinta pertama kita? Cinta pertama manusia tidak lain adalah dirinya sendiri, dosa yang mengikat dan memperbudak. Ketika kita mulai bisa berpikir, hal utama yang kita sukai dan rasakan adalah betapa diri kita layak menerima semua hal yang ada dalam dunia ini. 

Betapa kita berusaha untuk menikmati segala hal dalam dunia ini, jika dunia berbicara “sembahlah aku! Maka kamu akan mendapatkan yang kamu mau yaitu menikmatiku” Saya yakin akan begitu banyak orang yang menyembah kepalsuan yang dunia ini berikan.

Bahkan dunia yang tidak berbicara apa-apa, manusia mencintainya, manusia secara sadar dan tidak sadar memuja keindahan dan kemolekan dunia ini, dan tidak memandang Sang pencipta.

Kita suka membalas, kita bahkan lebih suka melihat orang lain merasakan rasa sakit. Cinta pertama kita adalah dosa, dosa pemberontakan terhadap Allah. Kita ingin diri kita menjadi allah, kita suka kebebasan yang merupakan perbudakan atas diri kita. 

Bahkan ketika kita melakukan kebaikan, hal itu tidak lain untuk menunjukan betapa pantasnya kita dikasihi oleh dunia. 

Kita melakukan segala cara untuk diterima dunia, bekerja keras, berusaha sebaik mungkin menjadi orang yang ramah tidak melakukan kejahatan. Sehingga dengan mudah kita menyalahkan kejahatan orang.

Sepanjang teks Alkitab, jika kita perhatikan dan membacanya dengan cermat. Bahkan memandang Alkitab sebagai kabar baik, Injil.

Maka kita akan mengerti bahwa Alkitab sedang menceritakan diri kita yang lemah, hancur, tidak berdaya, bahkan gagal, dan terus berjalan kepada kebinasaan.

Pada akhirnya cinta pertama kita adalah diri sendiri, dosa, dunia, dan segala hal kefaan yang membawa kita pada rasa kosong, frustasi dan segala jenis kehidupan yang selalu merasa bahwa diri adalah korban.

Memang Anda dan saya korban dari kebodohan kita sendiri yang dipenuhi kebijaksaan berdasarkan diri sendiri yang ingin menjadi allah atas diri sendiri yang bukan untuk itu kita diciptakan.  Korban perbudakan kebebasan palsu yang mengikat.

Pada poin ke dua mari setelah kita mengetahui betapa gagal dan tidak ada harapannya diri kita, kita memandang kepada Sang Injil, Bayi natal yang lahir memberikan pengharapan bagi dunia.

2. Natal Adalah kematian untuk kehidupan kekal

Kelahiran dalam kesederhanaan, dalam kandang domba, Ia dilahirkan. Ia lahir mengosongkan diri mengambil rupa sebagai hamba. Hal ini mengajari kita untuk tidak lagi menjadi orang yang luar biasa namun tunduk kepada Kristus saja.

Lahir untuk diremukan, lahir sudah pasti untuk dihina, diludahi, dan dihindari orang. Ia tidak dianggap oleh ciptaan-Nya sendiri. Hal ini menunjukan kepada Anda dan saya, natal adalah kematian. Natal adalah darah yang akan tercurah untuk menebus Anda dan saya sang pendosa besar.

 Baca Juga : Memaafkan Seseorang Yang Bersalah Kepada Kita Bukanlah Perkara Yang Mudah

Yang menjadi pertanyaan sekarang untuk Anda dan saya. Kita adalah orang yang tahu Yesus, kita mengenal Dia. Tapi sudahkah cerita natal, cerita salib membuat hati Anda bergetar dan menyadarkan Anda untuk bertobat dan mempunyai penyerahan kepada Ketuhanan Yesus.

Sehingga setiap tindakan Anda bukan lagi berdasarlan baik menurut Anda tetapi atas dasar janji Allah, atas dasar pergumulan yang cukup melelahkan. 

Saudaraku kita begitu gampang mengambil keputusan yang berdasarkan nafsu kita.

Jadi siapa yang ada dalam Yesus ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Kehidupan lama kita dimatikan bersama dengan kamatian Yesus, kita juga harusnya mati dan bangkit bersama Yesus dalam kehidupan baru. Inilah kelahiran baru.

Kata Yesus kepada Nikodimus, “sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah.” Tidak ada persekutuan sejati  yang memberikan sukacita. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak Tunggal-Nya supaya Anda dan saya lepas dari perbudakan dosa, dari penyembahan yang salah yaitu menyembah hal fana.

Kematian kita atas dosa, sehingga kita hidup dalam Yesus dan setiap saat menerima tuntunan Roh Kudus, Injil bagi diri sendiri setiap hari. Inilah natal bagi saya yaitu penyingkapan cinta pertama yang membawa kepada kebinasaan, dan kematian untuk kehidupan kekal. Bagaimana dengan kamu?

Baca Juga : Memaknai Natal Dalam Kehidupan Kita Sebagai Orang Percaya

Kira Allah yang adalah sumber rahmat menyingkapkan kepadamu natal dengan sudut padang yang akan menyegarkan jiwa dan semakin menikmati Yesus setiap saat. AMIN

Ayat Alkitab yang saya renungkan :

Mazmur 51:2 TB. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Yesaya 7: 14 TB. Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 

Yesaya 53: 3- TB. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. (Anda bisa membuka Alkitab Anda dan renungkan perikop ini)

Matius 1:23 TB. "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel " - yang berarti: Allah menyertai kita.

Roma 3:23 TB. Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah.

1 Korintus 5:17 TB. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk " Renungan Natal Untuk Kita | Pemikiran Tentang Natal"