Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Amsal 2 : 6-9 TB | Allah Sang Pemberi Hikmat

Renungan Amsal 2 : 6-9 TB. Karena Tuhanlah yang memberi hikmat, dari mutut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan dan memelihara jalan orang-orangnya yang setia. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. 

Ketika kita ingin mengenal Allah lebih dalam lagi, maka tidak ada cara lain untuk mengenal dan mengasihi-Nya selain membaca dan merenungkan Firman.

Jika kita sudah disentuh oleh kasih karunia yang dari Allah itu, maka kita akan selalu rindu untuk mempelajari Alkitab lebih mendalam lagi.

Pada bagian perenungan Amsal kali ini, merupakan lanjutan dari artikel yang beberapa hari lalu saya tulis. Firman Allah adalah hikmat. Pada artikel kali ini kita akan belajar bahwa Allah sendiri pemberi hikmat itu, jadi Alkitab, Firman yang menjadi dasar perenungan kita hari-hari ini merupakan hikmat Allah.

Waw, betapa menakjubkanya Firman Allah, hanya Firman yang mampu menyegarkan diri kita, memberikan kepada kita air kehidupan, memampukan kita untuk hidup dalam dunia yang kacau ini.

Arthur Pink, “The Life of Arthur W.Pink” oleh H. Murray,2004 hal.208 Edisi Revisi, “Betapa menakjubkannya Buku Firman itu, tidak peduli bagaimana pun keadaan kita, ada sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita: tidak peduli apa kasus kita, apakah salah satu kegembiraan di puncak gunung atau salah satu ketakutan di ‘Slough Of Despond’ (keputusan/keadaan depresi tanpa harapan). – kita menemukannya secara akurat digambarkan di dalamnya delama kehidupan hamba-hamba Allah satu dengan yang lain

Kebutuhan terbesar manusia adalah Firman Allah, Allah adalah harta berharga. Itu mangapa dalam kutipan di atas menyatakan bahwa Buku Firman sangat menakjubkan.

Dua poin yang akan saya jabarkan dalam artikel renungan kali ini:

Renungan Amsal 2 : 6-9 TB |  Allah  Sang Pemberi Hikmat

  • Ketika kita mengerti dan berharap kepada Allah.

1. Hidup dalam penyertaan Allah

Poin saya ini sangat membuat Anda bersemangat saya harap, dan segera mungkin Anda ingin berharap pada Allah. Tapi yang menjadi pertanyaan saya, apakah benar Anda mampu berharap pada Allah? 

Apakah Anda dapat menjamin bahwa Anda murni, rindu kepada Allah? Sehingga Anda meskipun tidak mendapatkan hal fana tetap percaya bahwa Anda dalam lindungan Allah.

Saya tidak ingin menyenangkan Anda sehingga saya mengatakan berharaplah kepada Allah, maka Anda akan dilindungi-Nya akan diberkati-Nya, akan mendapatkan yang Anda mau. Saya sedang menyesatkan Anda jika saya menyerukan hal semikian dalam blog saya ini yang berpusat kepada Sang Injil.

Karena jika saya hanya menyatakan pengharapan, lalu Anda menafsirkan pengharapan itu saya sedang berbicara tentang, Anda akan sembuh, Anda akan sukses, dan akan semakin diperkaya di dunia sehingga dunialah tempat Anda. Maka celakalah saya yang menulis Artikel ini.

Kita harus kembali ke tema Alkitab, dan dalam hal ini kitab Amsal. Coba Anda baca kitab Amsal dan perhatikan apa yang Salomo tuliskan. Selalu ada kata perintah seperti, “Perhatikanlah, lakukanlah, hiduplah dan lain-lain.”

Maksud semua itu mengingatkan Anda dan saya adalah manusia berdosa yang pada dasarnya gagal. Kita lebih mencintai dunia, kita bahkan tidak akan mempu berharap pada Allah yang benar kecuali berhala-berhala dalam diri kita maupun yang ada di luar diri kita.

Kita begitu gampang melupakan karya Kristus, tetapi kita mau disertai, kita selalu hanya ingin diberkati. Tapi dalam hati kita tidak ada sedikitpun ruang bagi Allah.

Sebelum Anda berharap pada Allah, Anda haruslah mengerti dan paham benar. Bahwa diri Anda adalah orang berdosa. Maka bertobat dan akui dosa Anda di hadapan Kristus, sehingga Anda direndahkan namun pada saat yang sama Anda akan menerima kasih yang sangat indah dari Yesus.

Ketika Anda menerima kasih Allah inilah Anda dimampukan untuk berharap pada Allah. Sebab tidak ada satu orangpun yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus. Anda dimampukan untuk berharap pada Allah Sang sumber hikmat.

Kita adalah orang berdosa yang dibenarkan, Yesus yang benar menjadi tidak benar karena Anda dan saya. 

Ia menanggung hukuman dosa kita. tidak ada yang lebih indah selain memandang karya keselamatan kasih karunia yang membawa Anda dan saya kepada sumber hikmat.

Jadi dalam hal paling penting ketika kita disertai Allah kita adalah anak Allah. Kita telah dilahirbarukan. Penyertaan Allah bukan tentang Anda dapat menikmati dunia. 

Karena penyertaan Allah merupakan kematian atas dosa, mati rasa atas kenikmatan dunia yang membawa kepada keninasaan, hikmat Allah adalah salib dan itu kebodohan bagi dunia.

Jika Anda sampai hari ini masih menikmati segala hal yang dunia tawarkan, masih merindukan bahwa hal-hal fana, kemeriahan dunia ini memberikan Anda kebahagiaan. Jangan-jangan Anda adalah Kristen palsu yang terus memuliakan diri sendiri.

2. Hidup mengenal Kebenaran sejati

Mengenal Kebenaran sejati berbicara tentang mengenal Yesus, mencintai Yesus, hidup dalam Yesus. Kita akan mengerti kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Hal ini bukan berbicara tentang Anda akan menjadi orang benar, mampu untuk jujur, dan dapat berlaku adil. Bukan itu.

Namun kita mengerti bahwa kebenaran adalah Yesus, kejujuran adalah Yesus, dan keadilan adalah Yesus. Ia adalah manusia sejati yang sampai mati disalibkan mampu melakukan apa yang Amsal tuliskan bagi kita.

Hal ini harus kita benar-benar mengerti, sehingga kita tidak merasa baik, suci, benar, karena dalam diri kita yang ada hanya dosa jika kita tidak hidup dalam Kristus,“Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan dan memelihara jalan orang-orangnya yang setia.”

Baca Juga : Manusia dikasihi Sang Pencipta

Pada akhirnya Allah menyediakan pertolongan, saudaraku jika Anda membaca setiap artikel dalam blog ini, tidak ada satupun yang akan saya tuliskan untuk memusatkan firman pada diri kita, Anda dan saya. Semuanya tetang Kristus, jadi konteks Alkitab hidup dalam perlindungan Tuhan berarti mengebarkan Injil.

Bukan berarti orang yang tidak mengabarkan Injil. tidak mendapat lindungan Tuhan. tapi berkat yang ada dalam Matius 28:20b. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. seorang percaya dan sangat memuliakan Injil Yesus akan sangat bersemangat ketika mendapatkan ayat ini.

Pertolongan yang Amsal maksudnya itu adalah kita, ketika kita sudah ada dalam Kebenaran Kristus, kita adalah orang-orang yang diutus untuk memuridkan (jadikanlah semua bangsa murid-Ku), memberi pertolongan kepada mereka bukan hanya hal fana yang akan kita berikan (makanan, minuman, dan pakaian) tapi kita membawa, menolong jiwa mereka sehingga mereka diselamatkan.

Mengenal Yesus, jadi intinya penyertaan Allah yang akan kita rasakan, ketika kita telah lahir baru Ia yang adalah sumber hikmat itu, berbicara tentang pekabaran Injil. Kita mengenal kebenaran, kebenaran sejati adalah Injil yang harus kita kabarkan karena ini perintah Kristus.

Kiranya Allah Roh Kudus memampukan kita untuk berhikmat, dan melalui hikmat itu kita semakin cinta pada Yesus dan mengakabarkan Yesus kepada dunia. AMIN

Agung Raditia
Agung Raditia Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.