Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memaknai Natal Untuk Anda Dan Saya Renungkan

Memaknai Natal Bulan Natal Bulan Desember

Umat Kristen sedang berada di dalam masa-masa menyambut natal. Natal bagi kita adalah mengenang kembali akan sebuah peristiwa yang sudah terjadi 2000 tahun yang lalu, dimana lahirnya seorang Putra Allah, namanya Yesus Kristus. 

Peristiwa dimana Allah di dalam kemahakuasaan-Nya mengutus Anak-Nya untuk datang dan menjadi sama seperti manusia, yang mengerti akan kelemahan manusia. 

Mengerti akan hati manusia, ia bukan Allah tidak bisa mengerti dan mengenal kelemahan manusia tapi dengan cara menjasia lemah Ia punya tujuan yang lebih mulia, yaitu membawa manusia kembali ke takhta Allah, membawa manusia kembali ke persekutuan yang indah dengan Allah. Persekutuan yang sudah tidak dapat dirajut kembali karena dosa. 

Dosa membuat manusia menjauh bahkan memilih jalan-Nya sendiri. Dosa membuat manusia menjadi tuhan palsu atas dirinya sendiri. Dosa membuat manusia menyembah ciptaan lainnya dan mereka semakin terperosok dalam lembah kelam.

Sebentar lagi kita akan memasuki peristiwa yang Maha Agung itu, peristiwa yang mulia, peristiwa yang mestinya disambut bukan dengan hal-hal meriah bentukan dunia, bukan dengan atribut-atribut dunia tetapi dengan hati yang berkobar-kobar dan kerinduan untuk mengenal bahkan bertumbuh ke arah Sang Putra itu (Yesus Kristus).

Benar kata nats yang mengatakan bahwa “serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” jika kita memperhatikan ayat ini dan melihat kembali kepada peristiwa penciptaan, serigala dan burung diciptakan olehnya dengan berfirman. 

Sedangkan ketika Allah menciptakan manusia Ia merajutnya dengan tangan-Nya sendiri artinya Ia menganggap begitu berharganya manusia melebihi ciptaan-Nya yang lain, tapi Anak Manusia yang adalah penebus itu tidak memiliki tempat di hati manusia. 

Ciptaan-Nya telah terpaut dan mengisi hati mereka dengan yang hal yang lain kefanaan dunia ini.

Peristiwa natal harusnya menjadi titik balik dimana kita membuka hati dan mengijinkan Sang Putra ada di hati kita, mengubah hidup kita dan memerdekan kita dari hal-hal yang mengikat Anda dan saya. 

Natal seharusnya bukan disambut dengan hal-hal lahiriah bentukan dunia tetapi natal harusnya lahir dari hati. 

Hati yang penuh penyerahan diri, hati yang mengakui keberdosaan kita dan hati yang mengijinkan Kristus bertahta dan diam di dalamnya. 

2000 tahun yang lalu orang-orang dari timur telah membawa apa yang mereka anggap terbaik menurut mereka, apa yang mereka miliki dan nilainya sangat mahal. 

Hari ini apa yang kita miliki apa yang kita anggap terbaik dan apa yang kita anggap begitu mahal sehingga kita susah untuk melepasnya? 

Hidup kita, ya hidup kita. Hidup kitalah yang seharusnya menjadi persembahan yang sesungguhnya untuk Kristus, tidak ada yang lain.

Baca Juga : Menikmati Kebaikan Yesus Dalam Setiap Proses Kehidupan Kita

Paulus menangkap baik apa yang harus ia persembahkan kepada Kristus dengan berkata “namun aku hidup tetapi bukan aku sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku dan hidupku yang ku hidupi sekarang di dalam daging adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi aku menyerahkan dirinya untuk aku. 

Apa yang akan kita persembahkan kepada-Nya di tahun ini? 

Definisi Elohim
Definisi Elohim Dalam Kekristenan Injil haruslah menjadi berita utama yang dikabarkan. Bukan motivasi kosong yang mengajak manusia semakin mencintai dunia ini lalu menyembah berhala, memuliakan benda fana. Dan bagaimana Injil menjadi gaya hidup dan mendorong kita untuk tidak menjadi pemalas tetapi semakin improve diri kita sehingga menjadi berkat bagi sesama, Injil tersampaikan, dan Allah saja dimuliakan.

Posting Komentar untuk "Memaknai Natal Untuk Anda Dan Saya Renungkan"

Berlangganan via Email